Selamat Datang... hrhhghj mmmm.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
BAB VI PGRI SEBAGAI ORGANISASI PROFESI
Advertisements

UNDANG–UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
UNDANG–UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
PEMBAHARUAN SISTEM SERTIFIKASI DOSEN DALAM PERSPEKTIF BUDAYA AKADEMIK DAN PROFESIONALISME DOSEN SRI SUJANTI, SH Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah.
Pendidikan Tinggi di Indonesia
PENGARUH KOMPETENSI GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN AGAMA
Hotel Nala Sea Side 25 Februari 2013 Curriculum Vitae Nama: Drs. H. Mulya Hudori, M.Pd Tgl Lahir: Bandung, 5 Nopember 1963 Pangkat/Gol: Pembina Tk 1.
Ruang Lingkup Profesi Kependidikan
Tim Pokja Sertifikasi Dosen Direktorat Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi 2007 Sertifikasi Dosen.
Peranan pendidikan Fungsi Pendidikan Tujuan Pendidikan
LIMA PILAR BELAJAR GUNA MEWUJUDKAN TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
Technique Informal School
UU NOMOR 20 TAHUN Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL BAB II
PENDIDIKAN KARAKTER Universitas Negeri Yogyakarta Oleh:
( STUDENT CENTERED LEARNING )
SISTEM PENDIDIKIAN NASIONAL
MANAJEMEN MUTU TERPADU DALAM PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI dyp sugiharto Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah Pelatihan Applied Approach Universitas.
PENDIDIKAN BERKUALITAS UNTUK BANGSA INDONESIA
BUDAYA AKADEMIK dan tri darma perguruan tinggi
MENINGKATKAN KEGIATAN TRIDHARMA PT
PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
GURU Guru : pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta.
Pendidikan Tinggi dan Nilai-Nilai Keadaban Publik
Pendidikan Sebagai Sebuah Sistem Munawar Ketua LP3M-UB
TUGAS, KOMPETENSI, DAN PERAN GURU
STUDENT CENTERED LEARNING (SCL)
Pelaksanaan Pendidikan Berdasarkan UUSPN 20 Tahun2003
METODE PEMBERIAN TUGAS
( STUDENT CENTERED LEARNING )
Dosen Pencetus Optimisme Mahasiswa
PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
Materi dan Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar
( STUDENT CENTERED LEARNING )
HANDOUT 1 BELAJAR PEMBELAJARAN
Disampaikan Dalam Seminar Tgl 6 Januari 2008 di Kudus
Dasar – Dasar Ilmu Pendidikan
BAB II SIKAP PROFESIONAL KEGURUAN
STANDAR PENILAIAN KURIKULUM 2013
UNDANG–UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL.
UNDANG–UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
PERAN ILMU PENDIDIKAN DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
Guru Profesional dan Standarisasi Pendidikan Nasional
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
Undang Undang Sisdiknas no. 20 Tahun 2003
BUDAYA AKADEMIK dan tri darma perguruan tinggi
“Aspikom dan Gagasan Pengembangan Akreditasi Mandiri
PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN GURU
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
Analisis Kurikulum Penjasorkes dan Bahan Ajar
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
Sertifikasi Dosen Tim Pokja Sertifikasi Dosen Direktorat Ketenagaan
PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM DAN SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Bahan Kuliah DDP 2010/
UU RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan dosen Bab I pasal 1 no. 1 : Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,
DOSEN Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah
PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA
Sertifikasi Dosen Tim Pokja Sertifikasi Dosen Direktorat Ketenagaan
“Aspikom dan Gagasan Pengembangan Akreditasi Mandiri
KEMENTERIAN RISTEK DAN PENDIDIKAN TINGGI
SISTEM PENDIDIKIAN NASIONAL
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
SISTEM PENDIDIKIAN NASIONAL
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
Sertifikasi Dosen Tim Pokja Sertifikasi Dosen Direktorat Ketenagaan
RIA KURNIASARI. KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN Mahasiswa mampu menganalisis hakikat, fungsi dan tujuan Pendidikan Kewarganegaraan di SD.
(MASYARAKAT EKONOMI ASIA) (TARGET) Implementasi LAYANAN BK MENGHADAPI MEA Created by AMDANI SARJUN.
PENGEMBANGAN PERGURUAN TINGGI DAN DOSEN
SISTEM PENDIDIKIAN NASIONAL Oleh : KUNTJOJO UNP Kediri 2008.
MENJADI GURU JAMAN NOW. MEMPUNYAI 7B 1.Bersemangat juang tinggi 2.Berpikir kritis 3.Bertindak dinamis 4.Berkarya kreatif.
Dhani Harda Setiaji, M.Pd HP /
Transcript presentasi:

Selamat Datang... hrhhghj mmmm

Selamat atas diterimanya SK JAFA : 81 AA, 46 L (127) Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah Selamat atas diterimanya SK JAFA : 81 AA, 46 L (127) teriring doa dan harapan : Semoga dapat menjadi pemicu dan pemacu peningkatan kinerja profesional dosen

Prof LK L AA Selamat sudah ber-JaFA, Sebagai AHLI Selamat sudah Lektor Tidak sbg Asisten AA

STATUS DOSEN Jumlah Dosen Tetap Dosen Tidak Tetap 9.872 1.871 11.743 DATA KUALIFIKASI PENDIDIKAN DOSEN KOPERTIS WILAYAH VI Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Data Per Tanggal 21 Maret 2016 STATUS DOSEN Jumlah Dosen Tetap Dosen Tidak Tetap 9.872 1.871 11.743

Jumlah Asisten Ahli Lektor Lektor Kepala Profesor Tanpa Jabatan 2.214 DATA JABATAN AKADEMIK DOSEN KOPERTIS WILAYAH VI Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Data Per Tanggal 21 Maret 2016 JABATAN AKADEMIK (DOSEN TETAP*) Jumlah Asisten Ahli Lektor Lektor Kepala Profesor Tanpa Jabatan 2.214 1.789 1.101 61 4.707 9.872 PENDIDIKAN TERTINGGI (DOSEN TETAP*) Jumlah D1 D2 D3 D4 S1 S2 S3 Non formal Informal Lainnya Sp-1 Sp-2 Profesi Tanpa Jenjang 35 227 1.518 6.842 637 50 2 43 518 9.872 1.780 SERTIFIKASI DOSEN (DOSEN TETAP*) Jumlah Sudah Belum 3.467 6.313 9.780

Berpikir Positif : Hari ini Optimis : Masa depan Berpikir Positif : Hari ini

Sudut pandang...

PRASANGKA BURUK MENYALAHKAN… SEMEORSU... SUMEORSE...

Emosional... Serba salah.....

DEFENSIF PEMBELAJAR

JALUR, JENJANG, JENIS PENDIDIKAN UU Sisdiknas no 20 tahun 2003 PENDIDIKAN FORMAL PENDIDIKAN INFORMAL PENDIDIKAN NONFORMAL JALUR PENDIDIKAN Pendidikan Dasar Pendidikan Tinggi Pendidikan Menengah JENJANG PENDIDIKAN JENIS PENDIDIKAN Umum Kejuruan Akademik Profesi Vokasi Keagamaan Khusus.

PT diandalkan untuk dapat menjadi bagian dari solusi bukan bagian dari persoalan. Kehadiran PT : menjawab berbagai tantangan dan persoalan, bukan untuk mempersoalkan persoalan.

Fungsi Pendidikan Tinggi Undang-Undang No 12 tahun 2012 Pasal 4 DOSEN mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa; (2) mengembangkan Sivitas Akademika yang inovatif, responsif, kreatif, terampil, berdaya saing, dan kooperatif melalui pelaksanaan Tridharma; dan (3) mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai Humaniora

Prioritas Sasaran Strategis Dikti 2010-2014 2015-2019 AKSES MUTU MUTU RELEVANSI RELEVANSI AKSES DAYA SAING DAYA SAING TATA KELOLA TATA KELOLA Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi Merupakan Prioritas Pertama Dari Rencana Strategis Dikti 2015 - 2019

Penguatan Mutu Pendidikan Tinggi 2015-2019 MUTU RELEVANSI 1 Jumlah Perguruan Tinggi masuk top 500 dunia 2 Jumlah Perguruan Tinggi berakreditasi A (Unggul) 3 Kualifikasi Pendidikan Dosen 4 Jabatan Fungsional Akademik Dosen 5 Kualitas Kinerja Dosen dalam Pembelajaran 6 Sistem Penjaminan Muti Internal AKSES DAYA SAING TATA KELOLA

JaFA Dosen Indonesia Stelsel Aktif... Jenjang Jabatan Fungsional Akademik Dosen Indonesia : Asisten Ahli Lektor Lektor Kepala Profesor Stelsel Aktif...

Menguatkan Peran Dosen GB LK L Pilar Peningkatan Mutu Lulusan Perguruan Tinggi AA

Konten dan Strategi Pembelajaran Dosen LULUSAN Inovatif Responsif Kreatif Terampil Berdaya saing Kooperatif

Konten dan Strategi Pembelajaran Dosen L U L U S A N Inovatif Responsif Kreatif Terampil Daya saing Kooperatif L EMAH IPK TINGGI

Konten dan Strategi Pembelajaran Dosen L U L U S A N Inovatif Responsif Kreatif Terampil Daya saing Kooperatif IPK TINGGI

KINERJA DOSEN Pendidikan Ilmuwan Proses Pembelajaran Profesional Produktif Integritas Tinggi Proses Pembelajaran Karya Lit dan PkM Perilaku Berkarakter

Peningkatan Kinerja Pembelajaran

Puncak tanggung jawab pendidik berada di dalam proses pembelajaran NEA 1975

Mengapa perlu ditingkatkan? Esensi Pembelajaran Proses pembelajaran, sebagai wujud operasional upaya pendidikan, mengandung tiga esensi tujuan pendidikan alat pendidikan alat pembelajaran Tiga esensi itu mewarnai dinamika proses pembelajaran yang berdampak langsung kepada mutu suasana belajar pada diri peserta didik. Mengapa perlu ditingkatkan?

MAKRO DAN MIKRO PAEDAGOGI Tujuan Proses Pembelajaran Dosen Mahasiswa Kewibawaan Kewiyataan Pengakuan Kasih sayang dan kelembutan Keteladanan Penguatan Tindakan tegas yg mendidik Materi pembelajaran Metode pembelajaran Alat bantu pembelajaran Lingkungan pembelajaran Penilaian hasil pembelajaran

Tujuan Pendidikan Mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi negara yang demokratis serta bertanggung jawab

membentuk suasana pembelajaran yang menyenangkan dan kondusif Alat Pendidikan kewibawaan kasih sayang kelembutan keteladanan penguatan tindakan tegas yang mendidik. membentuk suasana pembelajaran yang menyenangkan dan kondusif

membentuk isi pembelajaran memfasilitasi penguasaan keilmuan Alat Pembelajaran materi pembelajaran metode pembelajaran alat bantu pembelajaran lingkungan pembelajaran penilaian hasil pembelajaran membentuk isi pembelajaran memfasilitasi penguasaan keilmuan

Paradigma Pembelajaran BUKAN LAGI BAGAIMANA DOSEN MENGAJAR DENGAN BAIK (TEACHER CENTER) TEACHING TRANSFER OF KNOWLEDGE TAPI LEARNING METHOD OF INQUIRY AND DISCOVERY Bagaimana mahasiswa bisa belajar dengan baik dan berkelanjutan (STUDENT CENTERED LEARNING)

Manajemen Pembelajaran FASILITATOR DAN MOTIVATOR SEBAGAI FASILITATOR DAN MOTIVATOR DOSEN INTERAKSI LINGKUNGAN BELAJAR MENITIK BERATKAN PADA METHOD OF INQUIRY & DISCOVERY TERANCANG DAN KONTEKTUAL PEMBELAJARAN MAHASISWA SUMBER BELAJAR MENUNJUKKAN KINERJA KREATIF (KOGNITIF, PSIKOMOTOR, AFEKTIF, YANG UTUH) MULTI DEMENSI

Mengoptimalkan Kinerja Pembelajaran

Menyenangkan Memandirikan

KOMITMEN : Keyakinan, Mencitai, Opitimis, Bahagia : BERPROFESI SBG DOSEN

MenjagaNiat…

Penguatan Mutu Pendidikan Tinggi 2015-2019 MUTU RELEVANSI Kualitas kinerja dosen dalam pembelajaran AKSES DAYA SAING Kesejahteraan dosen : Sertifikat Pendidik TATA KELOLA Motivasi PEDAGOGIK Dosen : Pendekatan, Metode, Strategi, dan Moral Pembelajaran

Mari.... Memulai interaksi dengan orang lain dengan niat berbuat baik... Memahami, menerima, menghargai... Diawali dengan komunikasi yang empati dan edukatif Menghindari komunikasi yang (tidak disadari) menyakiti..berdampak tidak nyaman

Diawali dengan komunikasi yang empati dan edukatif Menghindari komunikasi yang (tidak disadari) menyakiti..berdampak tidak nyaman

NIAT BAIK KERJA... KERJA... KERJA... Sarana perkuliahan belum memadai Regulasi membingungkan Kampus belum kondusif KERJA... Situasi kerja belum nyaman KERJA... KERJA... Pimpinan tidak mengayomi NIAT BAIK Sarana perkuliahan belum memadai

MASALAH DITAK-LUKAN !!! DIKE-LUHKAN

DGDGDGDGJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJ DOSEN SDFFDS