Indeks Glikemik.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
KARBOHIDRAT.
Advertisements

KARBOHIDRAT.
KARBOHIDRAT Oleh : Prof. Dr. Ir. Eddy Suprayitno, MS
FUNGSI ZAT GIZI DALAM TUBUH
KARBOHIDRAT.
Mungkinkah tidak punya gejala DM tapi dinyatakan menderita DM ? Mungkinkah punya gejala DM tapi dinyatakan tidak menderita DM?
KARBOHIDRAT, LEMAK, PROTEIN
Karakteristik Komponen Pangan
KARBOHIDRAT Widelia Ika Putri, S.T.P., M.Sc.
SISTEM PENCERNAAN.
Dari yang paling kecil sampai yang paling BESAR
Kuliah PBAi – Arie Febrianto M
Yunita Eka Puspitasari, S.Pi, MP yunitapuspitasari.lecture.ub.ac.id
KARBOHIDRAT 01 April 2015.
Oleh : Gebby Citra (H ) ENZIM.
Pati dan Gula Fadlianto Botutihe.
Teknologi Pati dan Gula
Departemen Peternakan Fak.Kedokteran Hewan UNAIR
SEREALIA Serealia merupakan sumber energi bagi manusia.
* Dapat memberikan efek mengenyangkan, tetapi tidak menyebabkan gemuk.
KARBOHIDRAT oleh Kelompok 2 Gusti Pandi Liputo
Karbohidrat PERTEMUAN 12 Adri Nora S.Si M.Si Bioteknologi/FIKES.
KARBOHIDRAT PENGANTAR KLASIFIKASI ASUPAN KARBOHIDRAT
KARBOHIDRAT.
SEREALIA DAN KACANG-KACANGAN
Sejarah kimia pangan di mulai pada tahun 1700an, ketika para ahli kimia terlibat dalam penemuan senyawa kimia penting dalam bahan pangan termasuk Carl.
MAKANAN PENGGANTI NASI
Makanan dan Minuman Pembakar Lemak
GIZI PADA USIA LANJUT NADIA AULIYA PUTRI.
E learning Kimia Pangan
Zat Makanan Proses Pencernaan Alat Pencernaan Gangguan Pencernaan
ILMU DAN EVALUASI GIZI MINGGU II.
Jenis-jenis Diet: Atkins Diet dan South Beach Diet
Penambahan Enzim Cairan Rumen pada Pakan Berbasis Wheat Pollard dengan Proses Pengolahan Steam Pelleting.
Beras Merah Jaga Gula Darah
MANFAAT DAN PENGOLAHAN TANAMAN PISANG
Institut Pertanian Bogor dan Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian
KARBOHIDRAT.
Bubur Kacang Hijau, Sajian Sehat untuk Berbuka
KARBOHIDRAT.
KARAKTERISTIK KARBOHIDRAT
KARBOHIDRAT.
Ambil 2 sendok makan beras merah, bilas dengan air bersih.
Polisakarida Posikarida memiliki pola umum (C6H10O5)n
Pengetahuan Bahan AgroIndustri
BAB: 5 SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA
Project date Polisakarida 01.
GIZI PADA LANSIA Intan Julianingsih I A.
Peran penting protein pada organisme hidup
Pemeriksaan karbohidrat
Stop gemukan & diabetes dari sekarang
Stop gemukan & diabetes dari sekarang
KARBOHIDRAT KARBOHIDRAT By : yessi cristyana By : yessi cristyana.
Digesti lemak di usus halus
Sejarah kimia pangan di mulai pada tahun 1700an, ketika para ahli kimia terlibat dalam penemuan senyawa kimia penting dalam bahan pangan termasuk Carl.
Fotosintesis.
Stop gemukan & diabetes dari sekarang
KARAKTERISTIK KARBOHIDRAT. A.Pengertian Karbohidrat Senyawa organik yang tersusun atas unsur karbon (C), hidrogen (H) dan oksigen (O). Dalam bentuk sederhana,
KARBOHIDRAT.
SISTEM PENCERNAAN MAKANAN. Oleh : M. Ma’ruf Habibi Zat Makanan.
ENZYME AMYLASE
Oleh : Prof. Dr. Ir. Eddy Suprayitno, MS Muhammad Fakhri, S.Pi, M.Sc
EVALUASI GIZI KARBOHIDRAT
TINJAUAN MEDIS PUASA TERHADAP BEBERAPA PENYAKIT
ANALISIS KARBOHIDRAT NUR HAIRANI SAMAL
STANDAR MAKANAN RUMAH SAKIT
METABOLISME KARBOHIDRAT DAN KELAINANNYA
SAAT BERPUASA DI BULAN RAMADHAN.  Gizi Seimbang : Keseimbangan antara zat- zat penting yang terkandung dalam makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh.
Fotosintesis Tempat Fotosintesis Faktor Fotosintesis 4.
KARBOHIDRA T. Istilah karbohidrat timbul dari konsepsi yang salah mengenai struktur gula Rumus empiris gula = CH 2 O Rumus molekul Cx(H 2 O)y Rumus molekul.
Transcript presentasi:

Indeks Glikemik

Definisi pengukuran kecepatan penyerapan karbohidrat dan kemampuan karbohidrat untuk menaikkan konsentrasi glukosa darah dalam waktu tertentu. sebagai respon glukosa darah terhadap makanan yang mengandung karbohidrat dalam takaran dan waktu tertentu

Pengukuran Indeks glikemik diukur dengan menghitung luas kurva kenaikan dan penurunan kadar gula darah setelah mengkonsumsi makanan tertentu yang dibandingkan dengan suatu standar (glukosa murni)

Metode Pengukuran glukosa darah subyek penelitian sehat (dibuktikan dari hasil pemeriksaan kesehatan) diawali dengan memberikan air minum secukupnya sesuai kebutuhan subyek. Subyek dipuasakan selama 12 jam dengan tujuan untuk mengurangi cadangan gula darah dalam tubuh yang dapat digunakan sebagai energi, sehingga gula darah yang diukur benar-benar merupakan respon terhadap pangan uji yang diberikan.

Kemudian subyek diberi makanan uji. Makanan uji diberikan antara jam 08.00 dan 08.30, dan dimakan selama15 menit. Pengambilan dan pengukuran gula darah dilakukan pada sebelum diberi makanan uji dan pada 30, 45, 70, 95, 120 dan 180 menit setelah diberi makanan uji.

Hal-hal yang mempengaruhi IG Serat Bentuk Struktur Kadar Lemak dan Protein Pati Resisten

Serat Prijatmoko (2007) menunjukkan bahan pangan yang mengandung serat lebih tinggi mempunyai respon glukosa yang rendah Jagung dengan serat 1.5% menaikan glukosa darah sebesar 13.4 mg/dl Nasi mengandung serat 0.5% menaikan kadar glukosa darah 35.6 mg/dl Kentang yang mengandung serat 0.9% dapat menaikan kadar glukosa darah 18.1 mg/dl.

Pati Golongan karbohidrat serealia adalah pati, polosakarida, dan selulosa. Pati memiliki dua bentuk, yaitu amilosa dan amilopektin. Amilosa memiliki struktur tidak bercabang, sedangkan amilopektin memiliki struktur bercabang. Perbedaan bentuk struktur tersebut yang mempengaruhi nilai IG suatu makanan.

Struktur amilosa yang lurus membuat amilosa terikat lebih kuat sehingga lebih sulit dicerna oleh enzim sedangkan amilopektin yang memiliki struktur bercabang, ukuran molekul lebih besar dan lebih terbuka lebih mudah dicerna oleh enzim (Rimbawan dan Siagian, 2004).

Makanan yang mengandung amilosa lebih tinggi akan lebih sulit dicerna, sehingga memiliki nilai IG yang rendah. Menurut Powell et al (2002), corn muffin yang mengandung amilosa rendah memiliki nilai IG 102, sedangkan corn muffin yang mengandung amilosa tinggi memiliki nilai IG 49 dengan glukosa sebagai standar.

Kadar Lemak dan Protein Kadar lemak dan protein mempengaruhi nilai IG suatu makanan karena tingginya kedua komponen tersebut dalam bahan pangan akan memperlambat laju pengosongan lambung, sehingga pencernaan makanan di dalam usus halus juga akan diperlambat (Rimbawan dan Siagian 2004). Berdasarkan hal tersebut, makanan yang memiliki kadar lemak lebih tinggi memiliki nilai IG yang lebih rendah.

Pati Resisten Pati resisten merupakan komponen pati yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan orang sehat (Haliza et al 2006). Tingginya kandungan pati resisten dapat menurunkan nilai IG. Pembentukkan pati resisten dapat terjadi dengan berbagai cara, selama proses pengolahan (Sajilata et al, 2006) perlakuan heat moisture treatment (HMT) pada pati (Miyoshi 2002 dan Shin 2004).

HMT merupakan modifikasi yang dilakukan secara fisik dengan menggunakan kombinasi kadar air dan pemanasan diatas suhu gelatinisasi (80-120 C) Salah satu kelebihan modifikasi pati dengan metode HMT adalah tidak melibatkan reaksi kimia dengan menggunakan reagen tertentu, sehingga tidak akan meninggalkan residu pada hasil pati termodifikasi Terbentuknya pati resisten selama proses HMT disebabkan karena terjadinya pemotongan rantai lurus dari amilopektin dan pembentukkan ikatan amilosa dengan amilosa, amilopektin, atau lemak sehingga membentuk struktur yang lebih kompak (Miyoshi 2002).

Pembentukkan ikatan tersebut menyebabkan pati lebih sulit untuk diserang oleh enzim pencernaan, sehingga terjadi penurunan kemampuan pati untuk dicerna.