PRESENTASI KASUS POST TRAUMATIC VERTIGO

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Ilustrasi Kasus Identitas Pasien Nama : Ny S Usia : 58 tahun
Advertisements

Diskusi Topik SESAK NAPAS & BATUK
Laki-Laki 30 tahun dengan Left Ophtalmoplegi Total ec susp
Kasus 1 Infeksi. Seorang anak perempuan umur 12 bulan. Dirawat di RSUP Dr Kariadi 22 Agustus – 8 September 2010 ( 18 hari ) Keluhan : demam RPS : Anamnesa.
Laporan Jaga 15 Januari-16 Januari 2010 RSP
Kasus SBI.
DK Poliklinik Geriatri 3
Kasus Kematian 13 Januari 2013
DK poli 4 Kelompok D. Keluhan utama Nyeri dan kaku pada jari jari tangan sejak 2 minggu lalu. Atau hipertensi tidak terkontrol sejak 5 tahun lalu.
DISKUSI TOPIK SESAK NAPAS DAN BATUK Ibu N, usia 37 tahun dirawat di rumah sakit karena sesak napas sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit. Mulanya.
PENGKAJIAN FISIK PADA ANAK DIARE
LOW BACK PAIN PRESENTASI KASUS
PEMERIKSAAN FISIK PADA IBU, BAYI DAN ANAK BALITA
KULIAH BLOK 15 Neuromuskuloskeletal FK-UMY
PENGKAJIAN OFTALMIK.
Presentasi Kasus Penurunan Berat Badan
Laporan Kasus “KEJANG PARSIAl GENERALISE SEKUNDER DD STROKE DD SOP”
ANAMNESA dan PEMERIKSAAN FISIK NEUROLOGI
KULIAH BLOK 15 Neuromuskuloskeletal FK-UMY
TUMOR AKUSTIC NEUROMA (SCHWANOMA)
LAPORAN KASUS Pendekatan Neuroimaging Pada Manajemen Disfagia
Cervical Syndrome Post Trauma
VERTIGO MIXTYPE PADA DISPEPSIA
Pemeriksaan Fisik Sistem Saraf
Pengkajian Sistem Persarafan
Radiologi Abdomen.
ANAMNESA,PEMERIKSAN FISIK,ANAMNESA DAN ASUHAN PADA BAYI BARU LAHIR
Presentasi Kasus VERTIGO
LAPORAN KASUS TUMOR MEDULA SPINALIS
LOW BACK PAIN PRESENTASI KASUS
PRESENTASI KASUS Vertigo
PBL gangguan pendengaran
Farikha Ni’matul Maghfiroh
PRESENTASI KASUS LOW BACK PAIN
ANALISIS SOAP ‘STROKE’
PRESENTASI KASUS CIDERA KEPALA berat
Laporan Kasus “Stroke Infark dengan Sindrom metabolik”
Asuhan Keperawatan kepada An
Presentasi Kasus Bangsal Ensefalopati Diabetik
LAPORAN KASUS: STROKE INFARK RECURRENT
SEORANG WANITA 45TAHUN DENGAN KOLESISTITIS AKUT
PRESENTASI KASUS CLOSED FRACTURE
24 Oktober 2013 Monica Ayu Rossalya
INFEKSI AKUT KASUS OBSTETRI
Myelitis Inas Amalia Mahasin
TRAUMA KEPALA.
KEPANITERAAN KLINIK DEPARTEMEN PENYAKIT SARAF
HNP Cervicalis by Grace Fidia Pembimbing : dr
Hepatitis Virus Akut disertai Hernia Nukleus Pulposus
PENILAIAN PENDERITA.
Tanggal : 02/04/ I Putu Alam M - Riva Nita H - Junaedi
Laporan kasus CARCINOMA MAMMAE
Laporan Jaga Selasa Malam 04/08/2015
Case Report Christopher Rinaldi
DISTONIA AKUT PADA PASIEN SKIZOFRENIA
Laporan Kasus PTERIGIUM Pembimbing : dr Bagas Kumoro, Sp
Laporan JAGA Minggu, 27 November 2016
LAPORAN JAGA Tanggal 17 Februari 2016 Konsulen Jaga : Dr. Denny Satria Utama, Sp.THT-KL, M.Si, M.Med, FICS Residen Jaga : dr. Depi/dr. Andrey-dr. Novi.
Noviani. Identitas Pasien  Nama: An RAZ  Umur: 5 tahun  Jenis Kelamin: Perempuan  Alamat: Gampong Asan  Agama: Islam  Nomor RM: 248xxx  Tanggal.
ASUHAN KEPERAWATAN NY. A DENGAN PRE-POST APENDICTOMY OLEH: NS. CATTLEYA.
Kepaniteraan Klinik Departemen ilmu penyakit saraf rsud ambarawa
Presentasi kasus cedera kepala
PRESENTASI KASUS LOW BACK PAIN Pembimbing : dr
Pemeriksaan Fisik Oleh Zaenal Arifin.
LAPORAN JAGA 21 APRIL IDENTITAS NAMA : Ny. A USIA : 19 tahun.
PRESENTASI KASUS CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) PEMBIMBING Dr. dr. I Gede Arinton, Sp. PD, KGEH, MKOM, MMR.
VERTIGO PRODROMAL SYMTOMPS
VERTIGO MIXTYPE DD CERVICOGENIC DD OTOGENIC
Nama/Usia : An. S / 12 thn MRS: 6/5/19 Anamnesa Keluhan Utama: tidak bisa buang air kecil sejak pkl ( 10 jam SMRS) Keluhan tambahan: BAK anyang-anyangan,
Transcript presentasi:

PRESENTASI KASUS POST TRAUMATIC VERTIGO Penyusun : RACHMAYASTI RACHMAT 1320221111    Pembimbing : dr. Nurtakdir Kurnia Setiawan, Sp.S, M Sc

Identitas Pasien Nama : Ny. SD Umur : 69 tahun Jenis Kelamin : Perempuan Agama : Islam Status Perkawinan  : Menikah Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Alamat : Ngemplak Bawen, Semarang Masuk RS : 16 08 2015, pukul 21.48 WIB

Anamnesa Di konsulkan ke bagian saraf pada hari ke 6 perawatan bedah Autoanamnesa, Di konsulkan ke bagian saraf pada hari ke 6 perawatan bedah Pusing berputas KU : mrp pasien bedah dengan CKR di Bangsal cempaka

Riwayat Penyakit Sekarang pusing berputar 3 hari T’utm saat perubahan posisi : tidur -> duduk, dan sebaliknya, berlangsung beberapa detik - berkurang pusing berputar saat melihat cahaya lampu (-)dan pada keadaan ramai (-) mual , tidak muntah, tidak berkeringat dan tidak ada penurunan kesadaran. Tdk dpt duduk lama -> terasa ingin jatuh Lebih nyaman posisi tidur -> pusing berkurang

Gerak Lengan dan tungkai pasien terbatas krn nyeri luka lecet Penglihatan dobel dan kabur (-), Penurunan ketajaman pendengaran (-), telinga berdenging, demam, kejang, nyeri kepala kelemahan anggota tubuh dan kesemutan(-). Tidak mengalami masalah kesulitan menelan, mengunyah, berbicara dan penciuman. BAB dan BAK normal.

Lanjutan… 1 minggu SMRS : os sedang menyebrang jalan -> diserempet motor dari arah kiri, os terpelanting jatuh ke sebelah kanan, os masih ingat kejadian, pingsan (-), kepala terbentur jalan dan masih tertahan oleh tangan, Riwayat pingsan disangkal, muntah menyemprot disangkal, perdarahan dari hidung dan telinga disangkal.

Riwayat Penyakit Dahulu Hipertensi : +, tdk terkontrol DM : disangkal cedera kepala/leher : + 1mgg yll gangguan tidur : disangkal Asma : +, saat udara dingin

Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat Hipertensi disangkal. Riwayat Diabetes Mellitus disangkal. Riwayat Alergi disangkal.

Anamnesa Sistem Serebrospinal :pusing berputar (+) Kardiovaskular : Tidak ada keluhan Respirasi : Sesak (-) Gastrointestinal : Mual (+), Muntah (-) Muskuloskeletal : nyeri pada luka di kaki dan tangan kanan Integumental : Kesemutan (-), baal (-) Urogenital : Tidak ada keluhan

Post traumatik vertigo Diskusi I 69thn Pusing berputar + mual keluhan Vertigo Memantau terapi Letak lesi Penyebab Trauma Perifer sentral Post traumatik vertigo

Post traumatik vertigo Positional Vertigo, Khususnya BPPV Post-traumatik meniere syndrome Konkusi labirin Post traumatik migraine Cervical Vertigo Temporal bone frakture Fistula perilimfe Vertigo psikogenik Vertigo epileptik Difus aksonal injury Post concussion syndrome Whiplass injury syndrome Positional Vertigo, Khususnya BPPV (28%)-> paling sering

Pemeriksaan Fisik Abdomen Inspeksi : Jejas (-), tampak datar Auskultasi : Bising usus (+) normal Palpasi : Supel, nyeri tekan (-), tidak teraba pembesaran   hepar dan lien. Perkusi : Timpani diseluruh regio abdomen,nyeri ketok CVA(-) Thoraks Paru I: hemitoraks simetris pada saat statis dan dinamis P : fremitus taktil kanan = kiri Pe : sonor di hemithoraks kiri dan kanan A : SDV +/+ , rh -/-, wh -/- Jantung I : Pulsasi ictus cordis tidak tampak Pa : Pulsasi teraba pada ICS V L. mclav sin, kuat angkat Pe : Pelebaran batas jantung (-) A : BJ I-II reguler, murmur (-), gallop (-). Kepala : Jejas (-), mesocephal Rambut : Warna hitam, tidak mudah dicabut, Wajah : Deformitas (-), Mata : Subconjuntival hemorrhage (-/-) edema palpebra -/-, konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, pupil isokor 3 mm, RCL +/+, RCTL +/+, refleks kornea +/+. Mulut : VE (-) Telinga : OD  bentuk normal, lubang lapang, serumen -, OS  bentuk normal, lubang lapang, serumen , discharge (-), otorrhea (-), perdarahan (-), nyeri tekan tragus (-). Hidung : rhinorrhea (-), Leher : Jejas (-), simetris, tidah ada deviasi trakhea, JVP ≠ meningkat, pembesaran limfonodi cervical   (-/-), leher kaku (-) Status Generalis Kes :CM GCS E4V5M6 Ku : tampak sakit sedang Tanda Vital TD : 150/90 mmHg N : 100 x/menit RR : 22 x/menit Suhu : 36,5oC Pemeriksaan Fisik Urogenital : Tidak diperiksa Ekstremitas : edema (-/-), sianosis (-), ikterik (-), VL a/r cruris dekstra, granulasi (+)

Status Neurologis Sikap tubuh : Simetris Gerakan abnormal : tidak ada Nervus Kranialis N I (Olfaktorius) Kanan Kiri Daya Penghidu N N N II (Optikus) Daya penglihatan N N Pengenalan warna N N Medan penglihatan N N

Status Neurologis N III (Okulomotorius) Ptosis - - Gerakan bola mata ke Superior N N Inferior N N Medial N N Ukuran pupil 3 mm 3 mm Bentuk pupil bulat bulat Reflek cahaya langsung + + Reflek cahaya tdk lgsng + + Strabismus divergen - -

Status Neurologis N IV (Troklearis) Gerak bola mata ke lateral bawah N N Strabismus konvergen - - Menggigit N N Membuka mulut N N N V (Trigeminus) Sensibilitas muka N N Refleks kornea + + Trismus - -

Status Neurologis N VI ( Abdusens) Gerakan mata ke lateral N N Strabismus Konvergen - - N VII (Facialis) Kerutan kulit dahi simetris simetris Kedipan mata N N Mengerutkan dahi simetris simetris Mengerutkan alis simetrissimetris Menutup mata N N Lipatan nasolabial simetris simetris Sudut mulut simetris simetris Meringis N N Menggembungkan pipi N N Daya kecap lidah 2/3 depan + +

Status Neurologis N VIII (Akustikus) Mendengar suara + + Mendengar detik arloji + + N IX (Glosofaringeus) Daya kecap lidah 1/3 belakang + + Reflek muntah + + Sengau - - Tersedak - -

Status Neurologis N X (Vagus) Denyut nadi 100x/ menit, reguler, kuat angkat Bersuara + Menelan + N XI (Asesorius) Memalingkan kepala + + Sikap bahu simetris simetris Mengangkat bahu simetris simetris Trofi otot bahu eutrofi eutrofi

Status Neurologis N XII (Hipoglosus) Sikap lidah N N Artikulasi + + Tremor lidah - - Menjulurkan lidah + + Trofi otot lidah eutrofi eutrofi Fasikulasi lidah - -

Status Neurologis Tes Nistagmus : +/+ Sensibilitas : dalam batas normal Vegetatif : dalam batas normal

Diagnosis sementara Diagnosis Klinis : Vertigo, Nausea Diagnosis Topis : vestibuler, nonvestibuler Diagnosis Etiologis : perifer, sentral Diagnosis Tambahan : CKR

Pemeriksaan Penunjang Laboratorium DARAH RUTIN 20/8/2015 Nilai Rujukan Hemoglobin Hematokrit Eritrosit Leukosit Trombosit MCV MCH MCHC 14.9 43,9 4.80 14800 192000 91,5 31,0 33,8 13,5 – 17,5 g/dl 40 – 50 % 4.5 – 5.8 juta/ul 4000 –10.000/ul 150.000 – 400.000/ul 82 – 98 fl ≥27 pg 32 – 36 g/dl KIMIA KLINIK Nilai rujukan SGOT (AST) SGPT (ALT) Ureum Kreatinin Glukosa sewaktu 36 37 60,3 0,75 130 0-50 U/L 10-50 mg/dl 0,62-1,1 mg/dl 70-100 mg/dL IMUNOSEROLOGI HbsAg (Rapid) Non Reaktif

Rontgen Cervical AP/Lat/Obliq Pasien tidur sulit diposisikan Alignment VC 1-4 lurus Tak tampak penyempitan diskus dan foramen invertebralis Spondilosis servikalis

Kesan CT Scan Kepala Tanpa kontras Cenderung infark pada lobus frontal kanan Infark lakuner pada putamen kiri Infark lama pada lobus occipital kanan Gambaran aging artrophy cerebri Tak tampak tanda-tanda peningkatan tekanan intracranial pada saat ini

Pemeriksaan fi sik -> meneliti faktor-faktor penyebab DISKUSI II Pemeriksaan fi sik -> meneliti faktor-faktor penyebab kelainan sistemik, otologik atau neurologik-vestibuler serebeler Px fungsi pendengaran dan keseimbangan, gerak bola mata/nistagmus dan fungsi serebelum

Beberapa detik-> berkurang Penurunan kesadaran (-) perifer Anamnesa : Pusing berputar, mual Vertigo Perubahan posisi Beberapa detik-> berkurang Penurunan kesadaran (-) perifer Vertigo post traumatik R. Trauma (-) Rangsang cahaya(-) B+ dlm keramaian (-) Vertigo epileptik Vertigo psikogenik

Defisit neurologis (-) perifer Px Fisik & Neurologis Defisit neurologis (-) perifer Px Penunjang CT Scan : fraktur (-) Ro Cervical : fraktur(-),kompresi(-) Fraktur temporal Vertigo cervical

DIAGNOSIS AKHIR Diagnosis Klinis : vertigo, nausea Diagnosis Topis : vestibuler Diagnosis Etiologis : perifer (BPPV) Diagnosis Tambahan : CKR

Saran PEMERIKSAAN PENUNJANG Dix halpike Tes kalori Elektronistagmogram

PENATALAKSANAAN · inj. Cefotaxime 2x1 gr - inj. Ketorolac 3x30mg Infus RL 20 tpm · inj. Cefotaxime 2x1 gr - inj. Ketorolac 3x30mg - inj. Piracetam 2x3 gr - inj. Ranitidine 2x1 amp - inj. Pantoprazole 1x1 amp - Flunarizine 2x 5 mg

PROGNOSIS Death : dubia Disease : dubia Disability : dubia ad bonam Discomfort : dubia ad bonam Dissatisfaction : dubia ad bonam Distitution :dubia ad bonam

Question ?

PEMERIKSAAN FISIK a. Perubahan Posisi b. Gangguan gait c. Gangguan fungsi otonom d. Keluhan lain PEMERIKSAAN NISTAGMUS a. Arah b. Jenis c. Fiksasi mata d. Posisional nistagmus e. Eye tracking f. Kalori

PEMERIKSAAN VESTIBULO SPINAL a. Romberg- test mata terbuka & tertutup b. Writing test c. Ataksia d. Finger to finger test e. Past pointing test f. Stepping g. Walking

DIFERENSIAL DIAGNOSIS Beda Vertigo Neurogenik, Otogenik atau Psikogenik Vertigo Otogenik Neurogenik I. VERTIGO 1. Tipe 2. Arah Sering ditemukan rotatory directional Horisontal, Rotatory Sering non Rotational Horisontal, Rotatory dan bentukan oscillopsia, scotoma II PEMERIKSAAN FISIK a. Perubahan Posisi Dipengaruhi perubahan posisi kepala/tubuh Dipengaruhi gerakan leher b. Gangguan gait Jarang/tidak ada Sering ada c. Gangguan fungsi otonom Selalu ada Tidak/jarang terjadi d. Keluhan lain Tinitus, tuli Gangguan kesadaran

III. PEMERIKSAAN NISTAGMUS a. Arah Indirectional Bidirectional b. Jenis Horisontal atau Horisontal Rotatory Rotatory vertikal, downbeat up beat c. Fiksasi mata menghambat Tidak menghambat d. Posisional nistagmus Sukar diulang, latensi lama Mudah diulang, singkat e. Eye tracking Sinusoid Saccadic/ ataxic f. Kalori Unilateral weakness Bilateral weakness IV. PEMERIKSAAN VESTIBULO SPINAL a. Romberg- test mata terbuka tertutup Normal Abnormal b. Writing test Deviasi abnormal Ataxic/ gelombang c. Ataksia Tidak ada Sering ada

d. Finger to finger test Normal Abnormal e. Past pointing test Abnormal kedua tangan Penyimpangan sisi Abnormal, sisi lesi Penyimpangan tak f. Stepping Penyimpangan sisi lesi Penyimpangan tak menentu g. Walking Mata tertutup ada penyimpangannya Mata terbuka / tertutup ada penyimpangannya

Vertigo Berdasarkan Gejala Klinis Vertigo yang paroksismal Vertigo yang kronis Vertigo yang serangannya akut, berangsur-angsur menghilang

Betahistine Analog histamin Meningkatkan aliran darah a.vertebrobasiler Memperbaiki mikrosirkulasi telinga dalam Menghambat neuron polisinaptik Dosis 1 tablet 3 kali sehari Hati-hati pada penderita gastric ulcer, asma bronchiale, pheochromocytoma

Head Acceleration Head angular Velocity Endolymph Displacement Cupular Angle Cilia Bending Receptor Cell Potential Synaptic Action Generator Potential Primay Afferent Action Potentials Ket: CNS: Central Nervous System VOR: Vestibulo Ocular Reflex CNS Perception Posture VOR

3. PENGOBATAN REHABILITATIF Untuk menimbulkan dan meningkatkan kompensasi sentral. Mekanisme kerjanya melalui : A. Substitusi sentral oleh sistem visual dan somatosensorik untuk fungsi vestibular yang terganggu. B. Mengaktifkan kembali pada inti vestibuler oleh serebelum sistem visual dan somatosensorik. C. Menimbulkan habituasi berkurangnya respon terhadap stimulasi sensorik.

Untuk pengobatan rehabilitatif ini diberikan latihan yang disebut latihan vestibuler : A.Metoda Brandt-Daroff, untuk pengobatan Benign paroxysmal positional vertigo (lihat gambar)

B. Latihan visual vestibuler Pada pasien yang masih berbaring : a. Melirik ke atas, ke bawah, ke samping kiri, kanan, selanjutnya gerakan serupa sambil menatap jari yang digerakan pada jarak 30 cm, mula-mula lambat makin lama makin cepat. b. Gerakan kepala fleksi dan ekstensi makin lama makin cepat, mata buka dan mata tutup.

Untuk pasien yang sudah bisa duduk a. Gerakan kepala dengan cepat ke atas dan ke bawah sebanyak 5 kali, lalu tunggu 10 detik sampai vertigo hilang, ulangi latihan sebanyak 3 kali. b. Gerakan kepala menatap ke kiri, kanan, atas, bawah selama 30 detik, kembali ke posisi biasa selama 30 detik, ulangi latihan sebanyak 3 kali. c. Sambil duduk membungkuk dan mengambil benda yang diletakkan dilantai

Untuk pasien yang sudah bisa berdiri / berjalan : a. Sambil berdiri gerakan mata, kepala seperti latihan I.a, I.b dan II.a, II.b. b. Duduk di kursi lalu berdiri dengan mata terbuka dan tertutup.

C. Latihan Berjalan (Gait Exercise) a. Jalan menyeberang ruangan dengan mata terbuka dan mata tertutup. b. Berjalan tandem dengan mata terbuka dan tertutup bergantian. Lalu jalan tandem dengan kepala menghadap ke atas. c. Jalan turun naik pada lantai miring atau undakan, mata tertutup dan terbuka bergantian d. Jalan mengelilingi seseorang sambil melempar bola. e. Olah raga bowling, basket dan jogging.