FTI PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER Adriyanto J. G.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
KONSEP-KONSEP DASAR PENDIDIKAN Oleh : KUNTJOJO Universitas Nusantara PGRI Kediri /19/20141.
Advertisements

Situasi pendidikan PENGERTIAN SITUASI PENDIDIKAN
UNDANG–UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
PENGERTIAN, FUNGSI, DAN JENIS LINGKUNGAN PENDIDIKAN
Konsep Dasar Pendidikan
& Batas-batas Pendidikan
KONSEP-KONSEP DASAR PENDIDIKAN
Tugas Individu Home Back Next. Tugas Individu Home Back Next Manajemen peserta didik keberadaanya sangat dibutuhkan di lembaga pendidikan karena siswa.
HAKIKAT PENDIDIKAN Andi Muhammad Ajiegoena Pengantar Pendidikan
Technique Informal School
UU No.12 Tahun 2010 tentang GERAKAN PRAMUKA
PENGANTAR PENDIDIKAN Adriy.weebly.com.
PENDIDIKAN NON FORMAL DAN PENDIDIKAN INFORMAL.
Firdan A.R ( ) Ivan N ( ) Windi F ( )
Dr. Arif Rohman, M.Si./ FENOMENA PENDIDIKAN Fenomena Apakah yang dapat disebut sbg Fenomena Pendidikan ? Dr. Arif Rohman,
LANDASAN YURIDIS PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI INDONESIA
& Batas-batas Pendidikan
Perlindungan Khusus pada Anak
PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN PERTEMUAN I
Pelaksanaan Pendidikan Berdasarkan UUSPN 20 Tahun2003
PENDIDIKAN. PENDIDIKAN PENDIDIKAN adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara.
LANDASAN ILMU PENDIDIKAN
PENGERTIAN PENDIDIKAN
PSIKOLOGI PEMBELAJARAN
Perkembangan Sosioemosional masa kanak-kanak akhir (Usia Sekolah)
Lembaga Kependidikan Disusun Oleh : Rizqi Nurdiana
ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN
FAKTOR-FAKTOR PENDIDIKAN
Karateristik dan Perbedaan Individu
HAKIKAT PENDIDIKAN A. Pengertian Pendidikan
DASAR-DASAR ILMU PENDIDIKAN “HAKEKAT MANUSIA”
Pengantar Ilmu Pendidikan
KELOMPOK 4 PROUDLY PRESENT
Perkembangan Peserta Didik (Pertemuan 2)
Dasar – Dasar Ilmu Pendidikan
PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN (DOSEN: PURWANI PUJI UTAMI, M.Pd)
PENDIDIKAN MERUPAKAN KEBUTUHAN VITAL MANUSIA
FILSAFAT PENDIDIKAN MK 115
Pendidikan Informal Kelompok 4 : 1. Muh Akmal 2. Hasniar. j 3.Indiani Sada 4.Izla Faradilla.
UNDANG–UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL.
KURIKULUM Pengertian Kurikulum 1. Kurikulum sebagai rencana belajar.
PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER
Triyani Tugas aplikom 1 Universitas Mercu Buana Yogyakarta
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
Undang Undang Sisdiknas no. 20 Tahun 2003
HAKIKAT PENDIDIKAN DAN MENDIDIK
PSIKOLOGI PENDIDIKAN Secara Etimologis psikologi berasal dari kata Yunani “psyche” yang berarti jiwa atau nafas hidup, dan “logos” atau ilmu. = ilmu yang.
PERBEDAAN FILSAFAT dan ILMU PENDIDIKAN
SEMANGAT KERJA GURU SMP TAMAN SISWA TELUK BETUNG BANDAR LAMPUNG
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KAITANNYA DENGAN PENDIDIKAN
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
D N J / Dasar-dasar Pendidikan
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM DAN SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Bahan Kuliah DDP 2010/
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KOMPETENSI INTI (KI) KOMPETENSI DASAR (KD) PPT
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
ANALISIS KEBIJAKAN PENDIDIKAN
Arti Pendidikan George F Kneller, dalam bukunya: Foundations of Education Arti luas: suatu tindakan atau pengalaman yang mempunyai pengaruh yang berhubungan.
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
KONSEP-KONSEP DASAR PENDIDIKAN
SISTEM PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN, TUJUAN GERAKAN PRAMUKA DAN PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN DI INDONESIA Pendidikan kepramukaan adalah proses pembentukan kepribadian,
Konsep Dasar Pendidikan Mata Kuliah: Oleh: Pengantar Ilmu PendidikanMawan Eko Defriatno, S.Pd., M.T. Mata Kuliah: Oleh: Pengantar Ilmu PendidikanMawan.
HAKIKAT MANUSIA.
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
SMART PARENTING KKN Universitas Muhammadiyah Purwokerto 2016.
Sosialisasi KTSP Departemen Pendidikan Nasional Sosialisasi KTSP UNDANG–UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL.
Transcript presentasi:

FTI PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER Adriyanto J. G. PENGANTAR PENDIDIKAN FTI PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER Adriyanto J. G.

PENDIDIKAN ARTI SEMPIT ADALAH :

PENDIDIKAN ARTI LUAS ADALAH :

PENDIDIKAN ALTERNATIF ADALAH :

PENDIDIKAN ARTI SEMPIT pendidikan diartikan sebagai proses interaksi belajar mengajar dalam bentuk formal yang dikenal sebagai pengajaran

PENDIDIKAN ARTI LUAS Pendidikan dalam arti luas mencakup seluruh proses hidup dan segenap bentuk interaksi individu dengan lingkungannya, baik secara formal, non formal maupun informal, sampai dengan suatu taraf kedewasaan tertentu.

PENDIDIKAN ALTERNATIF Berbagai program pendidikan yang dilakukan dengan cara berbeda dari cara tradisional. Secara umum pendidikan alternatif memiliki persamaan, yaitu: pendekatannya bersifat individual, memberi perhatian besar kepada peserta didik, orang tua/keluarga, dan pendidik serta dikembangkan berdasarkan minat dan pengalaman.

Menurut Jery Mintz (1994:xi) Pendidikan alternatif dapat dikategorikan dalam empat bentuk pengorganisasian, yaitu: Sekolah public pilihan (public choice); Sekolah/lembaga pendidikan publik untuk siswa bermasalah (student at risk); Sekolah/lembaga pendidikan swasta/independent dan Pendidikan di rumah (home-based schooling).

Sekolah Publik Pilihan; Adalah lembaga pendidikan dengan biaya negara (dalam pengertian sehari-hari disebut sekolah negeri yang menyelenggarakan program belajar dan pembelajaran yang berbeda dengan dengan program regular/konvensional, namun mengikuti sejumlah aturan baku yang telah ditentukan. Contoh sekolah publik pilihan adalah sekolah terbuka / korespondeni (jarak jauh). Kondisi sekarang adalah SMP Terbuka, SMU Terbuka, Universitas Terbuka

Sekolah/Lembaga Pendidikan Publik untuk Siswa Bermasalah Pengertian “siswa bermasalah” di sini meliputi mereka yang: Tinggal kelas karena lambat belajar, Nakal atau mengganggu lingkungan (termasuk lembaga permasyarakatan anak), Korban penyalahgunaan narkoba, Korban trauma dalam keluarga karena perceraian orang tua, ekonomi, etnis/budaya (termasuk bagi anak suku terasing dan anak jalanan dan gelandangan), Putus sekolah karena berbagai sebab, Belum pernah mengikuti program sebelumnya.

Sekolah/Lembaga Pendidikan Swasta Mempunyai jenis, bentuk dan program yang sangat beragam, termasuk di dalamnya program pendidikan bercirikan agama seperti pesantren & sekolah Minggu; lembaga pendidikan bercirikan keterampilan fungsional seperti kursus atau magang; lembaga pendidikan dengan program perawatan atau pendidikan usia dini seperti penitipan anak, kelompok bermain dan taman kanak-kanak.

Pendidikan di Rumah (Home Schooling) Termasuk dalam kategori ini adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh keluarga sendiri terhadap anggota keluarganya yang masih dalam usia sekolah. Pendidikan ini diselenggarakan sendiri oleh orangtua/keluarga dengan berbagai pertimbangan, seperti: menjaga anak- anak dari kontaminasi aliran atau falsafah hidup yang bertentangan dengan tradisi keluarga (misalnya pendidikan yang diberikan keluarga yang menganut fundalisme agama atau kepercayaan tertentu); menjaga anak-anak agar selamat/aman dari pengaruh negatif lingkungan; menyelamatkan anak-anak secara fisik maupun mental dari kelompok sebayanya; menghemat biaya pendidikan; dan berbagai alasan lainnya.

PENDIDIKAN BEBERAPA PENGERTIAN PENDIDIKAN MENURUT AHLI PENDIDIKAN : LANGEVELD : SETIAP USAHA, PENGARUH, PERLINDUNGAN DAN BANTUAN YANG DIBERIKAN KEPADA ANAK TERTUJU KEPADA PENDEWASAAN ANAK TERSEBUT ATAU MEMBANTU ANAK AGAR CUKUP CAKAP MELAKSANAKAN TUGASNYA SENDIRI JOHN DEWEY : PROSES PEMBENTUKAN KECAKAPAN2 FUNDMENTAL SECARA INTELEKTUAL DAN EMOSIONAL KE ARAH ALAM DAN SESAMA MANUSIA

3. J.J. ROUSSEAU : MEMBERI KITA PERBEKALAN YANG TIDAK ADA PADA MASA KANAK2, AKAN TETAPI KITA MEMBUTUHKANNYA PADA WAKTU DEWASA 4. DRIYARKARA : PEMANUSIAAN MANUSIA MUDA ATAU PENGANGKATAN MANUSIA MUDA KE TARAF INSANI 5. KI HAJAR DEWANTARA : MENUNTUN SEGALA KEKUATAN KODRAT YANG ADA PADA ANAK, AGAR MEREKA SEBAGAI MANUSIA DAN SEBAGAI ANGGOTA MASYARAKAT DAPATLAH MENCAPAI KESELAMATAN DAN KEBAHAGIAAN SETINGGI-TINGGINYA

UNDANG2 NO. 20 TAHUN 2003 PENDIDIKAN ADALAH USAHA SADAR DAN TERENCANA UNTUK MEWUJUDKAN SUASANA BELAJAR DAN PROSES PEMBELAJARAN AGAR PESERTA DIDIK SECARA AKTIF MENGEMBANGKAN POTENSI DIRINYA UNTUK MEMILIKI KEKUATAN SPIRITUAL KEAGAMAAN, PENGENDALIAN DIRI, KEPRIBADIAN, KECERDASAN, AKHLAK MULIA, SERTA KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN DIRINYA, MASYARAKAT, BANGSA DAN NEGARA.