PERTEMUAN KEEMPATBELAS

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
SMA NEGERI 1 PAMULANG, KAB. TANGERANG
Advertisements

DAFTAR PUSTAKA.
FILOLOGI Ruhaliah JPBD FPBS UPI.
FILOLOGI JAWA II 1. ARTI FILOLOGI JAWA 2. SEJARAH FILOLOGI JAWA
SEJARAH PERKEMBANGAN, status, dan fungsi BAHASA INDONESIA
AKUNTANSI BISNIS Dr. AKHMAD TOHA, Msi
Pengantar Antropologi Ragawi
SEJARAH PERKEMBANGAN, status, dan fungsi BAHASA INDONESIA
Tanda Baca.
Mengenal Pasar Modal Kelompok 1.
Matakuliah Filologi I Dra. Sri Harti Widyastuti, M.Hum.
Sarana berfikir ilmiah
Sejarah Perkembangan Filologi
Evaluasi Materi Sejarah & Perkembangan Seni Rupa Pertemuan 13
Kelompok fraternite (XI IIS 3)
ANTARA KOLONIALISME DAN IMPERALISME
TUJUAN INSTRUKSIONAL MATERI PERKULIAHAN BUKU REFERENSI QUIZ
PERTEMUAN KETIGABELAS
OBYEK DAN TUJUAN FILOLOGI
HUKUM DALAM ARTI TATA HUKUM
ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI: III. HUKUM PERDATA INDONESIA
FILOLOGI SEBAGAI ILMU BANTU
SEJARAH PERKEMBANGAN FILOLOGI
Penulisan Karya Ilmiah
BAB VIII SEJARAH PENDIDIKAN DI INDONESIA
BAB 6 PERJUANGAN MELAWAN PENJAJAH
Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan
PERTEMUAN KELIMABELAS
PERTEMUAN KETUJUH KEDUDUKAN FILOLOGI.
Ni Luh Putu Desi Widiantari
Antropologi.
Struktur masyarakat Hindia Belanda awal abad 20
PINTU MASUK DAN SALURAN PENYEBARAN AGAMA ISLAM
3. Kebijakan Pemerintah dalam bidang keagamaan
BAB 10 PROSES KEDATANGAN DAN KOLONIALISME BANGSA BARAT DI INDONESIA
PERAN KERAJAAN GOWA DALAM PERNIAGAAN PADA ABAD XVII
“ SEJARAH PAHAM KEBANGSAAN BANGSA INDONESIA”
BAB 2 PERKEMBANGAN AGAMA KRISTEN DI INDONESIA
KERAJAAN HINDU-BUDHA DAN ISLAM
SEJARAH PERKEMBANGAN, status, dan fungsi BAHASA INDONESIA
Sejarah Matematika Nama : Desil Carmelisa Npm : Jurusan/Prodi : PMIPA/Matematika (a)
KERAJAAN TERNATE DAN TIDORE
SEJARAH PERTANIAN EROPA
Nama : AINA LIESYEIFILLA HABIBAH Npm :
Tata hukum Indonesia.
PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA KELOMPOK 6 : 1. AYU PERMATASARI, 2. MIFTAHUDDIN, 3. REISYA ANJANI.
Sejarah Perkembangan dan Problematika Bahasa Indonesia
Sejarah Ekspedisi Bangsa Inggris
Perkembangan Kehidupan Masyarakat ? Masa Kolonial Eropa ?
PRESENTASI KELOMPOK I AHMAD FAISAL ASnUN NUR INTANG SRI ISRAYANI.
TOPIK , JUDUL, TEMA KARYA ILMIAH
Tugas IPS Kolonialisme Barat
 Pada awal permulaannya, bahasa Indonesia ini berasal dari bahasa melayu, yang kemudian resmi dijadikan sebagai bahasa Nasional Negara Indonesia, karena.
Sejarah Perkembangan Islam Di Indonesia
KELOMPOK FRATERNITE (XI IIS 3) -HAFIZH FADHLI (14) -MELISSA CHRISTINA (19) -PANDU RAMA (23) -RIFQI ACHMAD NAUFAL (27) -SALSABILA ANNISA (31) -SHARISSA.
BBM 3104 Kuliah 1 (M1) Pengertian bahasa Melayu Klasik
PERKEMBANGAN NEGARA TRADISIONAL BERLATAR BELAKANG HINDU-BUDHA
Pengaruh Islam dalam karya Melayu Klasik
Hukum Dagang: Pengantar
BBM 3104 Kuliah 1 (Minggu 1) Pengertian bahasa Melayu Klasik
Interaksi masyarakat di berbagai daerah dengan tradisi Hindu-Budha
Ulang kaji Peperiksaan Akhir BBM 3104
Pengaruh Islam dalam karya Melayu Klasik
Nota Pertemuan Bersemuka Pertama BBM 5201 Pembangunan Bahasa Melayu
Ulang kaji Peperiksaan Akhir BBM 3104
BBM 3104 Kuliah 1 (Minggu 1) Pengertian bahasa Melayu Klasik
BBM 3104 Kuliah 1 (Minggu 1) Pengertian bahasa Melayu Klasik
ANTROPOLOGI.
Ulang kaji Peperiksaan Akhir BBM 3104
PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA N. AINI PUSPITASARI.
Transcript presentasi:

PERTEMUAN KEEMPATBELAS FILOLOGI DI KAWASAN NUSANTARA

NASKAH NUSANTARA DAN PARA PEDAGANG BARAT FILOLOGI DI KAWASAN NUSANTARA NASKAH NUSANTARA DAN PARA PEDAGANG BARAT - Keinginan mengkaji naskah-naskah nusantara mulai timbul seiring kedatangan bangsa Barat pada abad ke-16 Masehi. - Pertama kali mengetahui adanya naskah adalah pedagang. Mereka menilai naskah-naskah tersebut sebagai komoditi dagangan yang menguntungkan, seperti yang mereka ketahui di Eropa dan sekitar Laut Tengah tentang jual be1i naskah kuno.

LANJUTAN - Salah seorang yang dikenal bergerak dalam bidang usaha pedagangan naskah-naskah klasik adalah Peter Foros atau Pietr William. Kolektor naskah-naskah nusantara dan para pedagang adalah Edward Picocke, pemilik naskah Hikayat Sri Rama (tertua) dan William Laud. Pelancong bangsa Belanda yang bernama Frederik de Hautman, (pandai berbahasa Melayu). mengarang satu buku yang berjudul “Spraeck ende Woordboeck, inde maleyscha ende Madagaskarsche Talen, yang kemudian buku mi diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, lnggnis dan Perancis. ..

NASKAH ZAMAN VOC Usaha mempelajari. bahasa-bahasa Nusantara terbatas pada bahasa Melayu, sebagai bahasa komunikasi dengan bangsa pribumi dan orang asing yang datang ke kawasan ini.

LANJUTAN Peranan pedagang sebagai pangamat bahasa, melalui pembacaan naskah-naskah dilanjutkan oleh para penginjil, yang dikirim VOC ke Nusantara selama dua abad pertama.

TELAAH NASKAH NUSANTARA OLEH PENGINJIL Pada zaman VOC, usaha mempelajari. bahasa-bahasa Nusantara terbatas pada bahasa Melayu, sebagai bahasa komunikasi dengan bangsa pribumi dan orang asing yang datang ke kawasan ini. Peranan pedagang sebagai pangamat bahasa, melalui pembacaan naskah-naskah dilanjutkan oleh para penginjil, yang dikirim VOC ke Nusantara selama dua abad pertama.

TELAAH NASKAH NUSANTARA OLEH PENGINJIL Pada tahun 1629, terbit terjemahan Alkitab pertama dalam bahasa Melayu. Nama penerbitnya ialah Jan Jacobsz Palestein dan penerjemahannya Albert Cornelisz Ruil. Seorang penginjil terkenal yang menaruh minat yang cukup besar kepada naskah-naskah Melayu adalah Dr. Meichior Leijdecker. Terjemahan Beibel dan Leijdecker terbit setelah ia meninggal, karena diperlukan penyempurnaan dan revisi yang cukup. Ia menyusun terjemahan tersebut dalam bahasa Melayu tinggi. Francois Valentijn, salah seorang pendeta dan Belanda yang datang ke Indonesia menerjemahkan Beibel dalam bahasa Melayu.

LANJUTAN Dia banyak menulis tentang kebudayaan Nusantara, menyusun kamus dan buku tata bahasa Melayu dan penginjil lain yang dikenal akrab dengan bahasa dan kesusastraan Melayu adalah G.H. Werndly. Dia menyusun daftar naskah Melayu sebanyak 69 buah termuat dalam karangannya yang berjudul Malaische Spaakkunst, yang lampirannya diberi nama “Maleiche Boekzaar.

AKIBAT KEKALAHAN VOC Dorongan untuk mempelajari bahasa dan naskah Nusantara menjadi berkurang. Kemudian usaha pengajaran dan penyebaran Alkitab dilanjutkan oleh Zending dan Bijbelgenootschap. Pada tahun 1814 lembaga ini mengirim seorang penginjil protestan benama G. Bruckner k Indonesia yang ditempatkan di Semarang untukmenyebarkan Alkitab pada masyarakat Jawa. dan menulis buku tata bahasa Jawa yang di dalamnya terdapat teks dan terjemahan bahasa Jawa.

LANJUTAN Sebuah lembaga bernama Niderlandsche Bijbelgenootschap menerbitkan tulisan Bruckner dan berpendapat bahwa untuk menerjemahkan Alkitab dalam bàhasa- bahasa Indonesia seorang harus memiliki bekal ilmiah yang cukup dalam bidang bahasa. Dan lembaga in menetapkan kepada para penginjl (zending) penyiar penerjemah yang dikirim ke Indonesia harus memiliki pendidikan setingkat akademik.

LANJUTAN Pemerintah jajahan Beanda mendapat dampak positif dan ketetapan lembaga Nedenlandsche Bijbe Genootschap (NBG) karena para penginjil dapat membantu pemerintah dalam mempelajari pelajaran bahasa secara ilmiah kepada para pegawai sipil Belanda yang memerlukannya. NBG di tugaskan mengajar dalam bidang bahasa Jawa kepada pegawai sipil Belanda tetapi tidak melakukan telaah filologi terhadap naskah tetapi menerjemahkan naskahke dalam bahasa asing, utamanyabahasa Belanda.