Sejarah Public Relations (Hubungan Masyarakat)

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Keprotokolan : Latar Belakang :
Advertisements

PUBLIC RELATIONS PERTEMUAN KE-8 Ami Purnamawati.
KODE ETIK BAGI PEJABAT KEUANGAN PUBLIK
PUBLIC RELATIONS KONSEP DASAR.
HUMAS (Hubungan Masyarakat/Public Relation)
SMK N 1 Kalianda Paket Keahlian : Adm. Perkantoran Mata Pelajaran : Adm. Humas & Keprotokolan Kelas : XI Pengajar : Obi Habibullah.
KONSEP DASAR PUBLIC RELATIONS
Pertemuan kedelapan “BADAN USAHA DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA”
Komunikasi dan terapannya
“Humas Eksternal Organisasi”
MSDM – Handout 13 Serikat Pekerja dan Hubungan Industrial
FIRSTA VAULINA AFRINANDA
 PANDU HIDAYAT  MUFLICHATUN NISAK  FATCHUR ROHMAN  SITI FATIMAH  EKA FRANSISKA
Etika Humas Pemerintah dan BUMN
MANAJEMEN public relations
Definisi Public Relations, PR, Humas
Hakekat PR Dr. Fal. Harmonis, M.Si.. 1.Signifikansi PR 2.Pengertian PR 3.Karakteristik PR 4.Prinisp-Prinsip PR 5.Tujuan PR Dr. Fal. Harmonis, M.Si.
ILMU EKONOMI LAHIRNYA ILMU EKONOMI ISTILAH MASA SILAM BATASAN.
XII. PERKEMBANGAN KOPERASI DI NEGARA BERKEMBANG
PELAKU EKONOMI DALAM SISTEM PEREKENOMIAN INDONESIA
Bauran Pemasaran 4P, 8P & 9P Uwin Mutuah Mikoh
Peranan Usaha Mikro, Usaha Kecil Dan Menengah (UMKM)
HUKUM PERBURUHAN (PERTEMUAN XI) MOGOK KERJA DAN LOCK OUT
Humas /public relations
Peran Ombudsman RI dalam pengawasan penyelenggaraan Pelayanan Publik di Indonesia (sesuai UU No. 37/2008 ttg Ombudsman RI dan UU No. 25/2009 ttg Pelayanan.
HUMAS.
Peranan CPR dan MPR Euis Nurul B, M.Si.
kesesuaian yang layak antara sasaran dan sumber daya perusahaan dengan
HUBUNGAN PUBLIC RELATIONS DAN MARKETING
HUBUNGAN PR DENGAN KOMUNIKASI PEMASARAN Pertemuan 7
Pemasaran Sosial Konsep dan peran PR.
MANAJEMEN PUBLIC RELATION
Opini Publik.
KONSEP DASAR PUBLIC RELATIONS
Contoh Kasus Etika PR Roro Retno Wulan 2015.
ORGANISASI KEGIATAN HUMAS/ PUBLIC RELATION
Sejarah manajemen PR.
Pengantar Ilmu Humas.
PELAKU KEGIATAN EKONOMI DI INDONESIA
HAKIKAT HUMAS By: Reni Fitriani.
Humas Profit & Non Profit (Humas Pemerintah dan BUMN)
Kode Etik Profesi PR Norma....
SEJARAH PUBLIC RELATIONS
Kelompok IV Pramitas Sariatin Eka Novia Saputri
SEJARAH PUBLIC RELATIONS
Humas Profit & Non Profit (Humas Pemerintah dan BUMN)
KRITERIA PUBLIC RELATIONS INDONESIA Pertemuan 6
Presented By : Fachrizal Zikri ( ) PUBLIC RELATION
Merancang penelitian public relations
Perbedaan Humas dengan advertising, Marketing, promosi penjualan, Propaganda, publicity By: Reni Fitriani.
MANAJEMEN PUBLIC RELATION
PERAN HUMAS / PR di ERA MODERN
Oleh : Melly Maulin P.,S.Sos.,M.Si
PERUSAHAAN DALAM SISTEM SOSIAL
Bisnis Public Relation Online
KONSEP DASAR PR I.
PROSES PEMBANGUNAN DALAM PEREKONOMIAN DENGAN KELEBIHAN TENAGA KERJA
MANAJEMEN PUBLIC RELATION
EKONOMI KOPERASI Koperasi adalah organisasi bisnis yang mempunyai kepentingan yang sama bagi para anggotanya. Dalam melaksanakan usahanya, koperasi terletak.
KONSEP DASAR PR I.
PR DI INDONESIA Dikenal 1950-an setelah kedaulatan Indonesia diakui Belanda 27 Desember 1949 Dibentuk Departemen Penerangan (one way communications) dalam.
BENTUK – BENTUK BADAN USAHA
MODUL 8 MANAJEMEN PUBLIC RELATIONS
PUBLIC RELATIONS.
SEJARAH PUBLIC RELATIONS
MOGOK KERJA DAN LOCK OUT PRODI ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM
Perumusan Visi dan Visi Bisnis
MEDIA RELATIONS.
MSDM – Handout 13 Serikat Pekerja dan Hubungan Industrial.
RAGAM MEDIA HUMAS ONLINE
Transcript presentasi:

Sejarah Public Relations (Hubungan Masyarakat) By : Reni Fitriani

Pengertian Public Relations “Public” dapat diartikan sebagai “sejumlah orang yang terlibat dalam suatu kelompok yang mempunyai minat, perhatian dan kepentingan yang sama terhadap suatu hal yang menyangkut masalah organisasi/perusahaan/lembaga tertentu” “Relations” menggunakan “s” yang berarti jamak dengan arti hubungan-hubungan. Dari pengertian kata “Relations” maka jelaslah bahwa hubungan yang dilakukan dalam kegiatan Public Relations adalah banyak.

Dengan demikian pengertian Public Relations jika dilihat dan diterjemahkan adalah “hubungan-hubungan antar publik” atau singkatnya “hubungan-hubungan publik”. Ini berarti mengindikasikan bahwa Public Relations diterjemahkan dengan “hubungan masyarakat” adalah kurang tepat

Namun, karena masyarakat sudah terlanjur mengenal istilah hubungan masyarakat dan sangat sulit untuk diluruskan walaupun usaha ke arah itu sudah ada, maka istilah “Public Relations atau hubungan masyarakat” masih tetap eksis bahkan di instansi-instansi pemerintah atau perusahaan-perusahaan swasta istilah hubungan masyarakat lebih dikenal dibandingkan Public Relations.

Hal ini beralasan karena jika diamati kegiatan-kegiatan Public Relations yang dilakukan di Indonesia orientasinya masih cenderung untuk pembinaan hubungan dengan publik eksternal sedangkan publik internal masih banyak yang belum tersentuh.

Pengertian Public Relations Menurut British Institute of Public Relations Definisi PR merupakan upaya terencana dan terorganisasi, serta bersifat terus menerus atau berkelanjutan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendapatkan pemahaman timbal balik antara organisasi dan kalayak-khalayak (Publics)

Pengertian Public Relations Menurut IPRA (The International Public Relation Associations) Hubungan masyarakat adalah fungsi manajemen dari sikap budi yang berencana dan berkesinambungan, yang dengan itu organisasi – organisasi dan lembaga – lembaga yang bersifat umum dan pribadi berupaya membina pengertian, simpati, dan dukungan dari mereka yang ada kaitannya atau yang mungkin ada hubungannya dengan jalan menilai pendapat umum diantara mereka, untuk mengkorelasikan, sedapat mungkin kebijaksanaan dan tatacara mereka, yang dengan informasi yang berencana dan tersebar luas, mencapai kerja sama yang lebih produktif dan pemenuhan kepentingan bersama yang lebih efisien.

Pengertian Public Relations Public Relations suatu proses yang kontinu dari usaha-usaha manejeman untuk memperoleh kerjasama dan saling pengertian dari para langganan, pegawai, publik umumnya; kedalam mengadakan analisa dan perbaikan terhadap diri sendiri, keluar dengan mengadakan pertanyaan-pertanyaan (Scott M. Cutlip & Allen H. Center)

Sejarah perkembangan Istilah Public Relations baru dikenal mulai abad 20, yaitu di negara tempat kelahirannya Amerika Serikat. walaupun gejalanya sudah ada sejak adanya manusia pertama. Gejala tersebut timbul ditandai dengan adanya hubungan seseorang dengan orang lain. Pemberitaan seseorang kepada orang lain, upaya mempengaruhi orang lain, dsb. Jadi jelasnya Public Relations tumbuh dari kebudayaan masyarakat untuk memperoleh sesuatu (apakah dalam bentuk barang, benda, jasa)

Sebagian ahli berpendapat bahwa praktik kegiatan Public Relations dimulai sejak tahun 1800 sebelum masehi. Ketika itu di Mesopotamia (yang kini dikenal Iraq) disebarkan surat selebaran kepada para petani yang isinya menjelaskan bagaimana caranya menuai tanaman dengan baik.

Selanjutnya abad pertengahan sekitar tahun 1200, praktik Public Relations selanjutnya lebih terorganisasi, ditandai dengan adanya Gilda. Gilda adalah suatu organisasi yang terdiri dari orang –orang yang bermata pencaharian sama, kemudian mereka mengadakan perserikatan dalam bidang perniagaan sejenis dengan tujuan untuk membatasi persaingan dari dalam dan menolak persaingan dari luar dengan upaya meningkatkan produksinya dan memperluas pasarannya. Mereka memperkenalkan produksinya dengan menggunakan teknik komunikasi informatif melalui pemberitahuan tentang kualitas produk dan manfaat bagi si pemakain barang. Misalnya gilda kaum pengrajin, pematung, petani, nelayan dll.

Zaman Renaissance, tahun 1500 pihak Gereja sudah memberikan acuan bagi opini pubik dan keefektifannya tergantung pada tingkat kepiawaian Public Relationsnya. Zaman kolonial tahun 1700, ditandai dengan bermunculannya para propagandis-propagandis terkenal pada zamannya diantaranya: John adam, Benjamin Franklin, Joseph Warren, Josiah Quincy, Stephen Hopkins dan lain- lain yang turut membantu mengawasi jalannya roda pemerintahan dan turut menyuarakan aspirasi rakyat.

Selanjutnya masa produksi, tahun 1990’an ditandai oleh peningkatan komunikasi melalui kereta api dan komunikasi berkawat. Saat itu Amerika sedang mengarah pada percepatan urbanisasi dan produksi. Gencarnya bisnis besar-besaran dan muncul perusahaan – perusahaan perminyakan, batu bara, baja dan pengepakan makanan, telah membuat semua pelaku bisnis menjadi gila akan uang sehingga kurang mamanusiawikan bisnis. Dan motto bisnis pada saat itu adalah “Semakin sedikit dikatahui informasi mengenai perusahaan oleh masyarakat maka akan semakin baik bagi eksistensi perusahaan”. Namun disaat yang sama opinion leader dan anggota masyarakat turut merasakan kecurangan dan ketimpangan ini semakin mendukung munculnya demokrasi dan konsep Public Relations

Yang pasti istilah Public relations sendiri menurut Roland H Yang pasti istilah Public relations sendiri menurut Roland H. Wolseley dan Laurence R. Campbell dalam bukunya “Exploring Journalism”, pertama kali digunakan oleh Thomas Jefferson (Presiden ketiga Amerika Serikat) Pada tahun 1807, walaupun tidak dalam pengertian secara konseptual dan profesional seperti sekarang

Meskipun terdapat perbedaan mengenai sejak kapan dimulainya praktik public relatios diantar para ahli, namun ada satu pendapat yang sama yaitu bahwa gejala-gejala yang kemudian menjadi unsur penting dan konsep Public Relations sebenarnya sudah ada sejak manusia menjadi penghuni bumi ini

Sejarah Perkembangan Humas di Dunia Public Relations mulai dipraktikkan di tengah masyarakat yang telah mengalami kemajuan teknologi, diberbagai bidang, terutama bidang industri di Amerika. Perkembangan Public Relations dinegara ini lahir sesuai kebutuhan yaitu sejak tahun 1916. Ketika itu, industri-industri besar terancam “kirisis kepercayaan”, akibat adanya pemogokan kaum buruh tambang batu bara, sebagai protes ketidakpuasan mereka terhadap pimpinan. Hal ini menimbulkan kecemasan para pelaku industri karena pada saat itu, batu bara merupakan bahan kebutuhan yang sangat vital. Ivy Lee, seorang publisis yang oleh sebagian ahli Public Relations dianggap sebagai “The father of Public Relations” muncul dengan gagasan-gagasannya

Ivy Lee menawarkan jasa baiknya dengan dua persyaratan: Diperkenankan duduk dalam posisi manajemen puncak Diberi wewenang penuh untuk berhubungan dengan pers untuk mengemukakan semua fakta, sejauh fakta itu tidak merugikan perusahaan

Persyaratan tersebut merupakan hal yang unik dan revolusioner Persyaratan tersebut merupakan hal yang unik dan revolusioner. Apa maksudnya dengan mempublikasikan semua fakta ? Karena pada waktu itu orang yang melaksanakan kegiatan publikasi selalu dijauhkan dari pucuk pimpinan industri- industri besar Amerika. Tetapi akhirnya persyaratan tersebut di terima juga. Kemudian Ivy Lee berhasil melaksanakan gagasannya menyelesaikan masalah pemogokan. Hubungan tegang antara majikan dengan buruhnya dapat diatasi dan berubah menjadi hubungan yang harmonis.

Pada tahun itu juga Ivy Lee mendapat tawaran untuk mengatasi kesulitan yang dialami perusahaan kereta api “The Pennsylvania Railroad Company” berkenaan dengan terjadinya kecelakaan pada jaringan utamanya. Kembali Ivy Lee sukses dalam menyelesaikan masalahnya. Kemudia Ivy Lee mengeluarkan suatu deklarasi yang disebarkan ke seluruh surat kabar di daerahnya dan terkenal sebagai Declaration of principles yang isinya adalah: Manajemen harus menganut prinsip keterbukaan pada masyarakat dengan selalu menyediakan berita tanpa merahasiakan apapun.

Setelah di pelopori oleh Ivy Lee, kegiatan Public Relations di berbagai perusahaan Amerika Serikat kian tumbuh dan berkembang pesat. Tidak sampai di situ saja, berbagai jawatan, badan, dan lembaga baik swasta maupun pemerintahan tidak ketinggalan untuk melengkapi manajemennya dengan bagian khusus Public Relations

Sejarah Perkembangan Humas di Indonesia Humas dalam arti modern mulai mendapat tempat yang layak dalam banyak perusahaan di Indonesia, demikian pula pada instansi-instansi pemerintah. Karena belum lama dikenal di Indonesia, maka banyak orang menganggap Public Relations sebagai pekerjaan yang sepele. Anggapan ini merupakan suatu kekeliruan karena di zaman modern setiap usaha yang akan mencapai keberhasilan haruslah mendapat dukungan dari masyarakat. Untuk itu hubungan masyarakat memegang peranan penting sekali.

Tiga puluh tahun yang lalu di Indonesia hubungan masyarakat hanya di kenal di perusahaan-perusahaan Amerika seperti Stanvac, Caltex atau Shall. Sedangkan instansi-instansi pemerintah belum lagi mempunyai bagian hubungan masyarakat atau kalaupun ada hanyalah bagian kecil berada di bawah Sekretariat Departemen Penerangan yang kala itu namanya masih Kementrian Penerangan. Bagian yang sekarang di sebut Direktorat Hubungan Masyarakat, waktu itu masih disebut Hubungan Pers

Pada awal dasawarsa enam puluhan, hubungan masyarakat mulai mendapat tempat yang layak yakni dengan Keputusan Perdana Menteri Djuanda (Menteri Pertama RI) yang menekankan bahwa di setiap perusahaan negara dan Badan Pengelolaan Umum (belum BUMN )perlu dibentuk biro hubungan masyarakat.

Hal ini erat sekali kaitannya dengan mulai dikenalkannya “Menajemen Modern”. Dengan perkembangan manajemen modern di Indonesia, serta pertumbuhan ilmu komunikasi dan juga sejalan dengan perkembangannya perusahaan- perusahaan dan industri-industri besar, mendororng tumbuhnya hubungan masyarakat menjdai satu fungsi manajemen yang penting.

Satu organisasi profesi yang menghimpun para praktisi kehumasan Relations telah terbentuk sejak tanggal 15 Desember 1972 dan disebut “PERHUMASAN” , sedangkan para praktisi kehumasan Relationsan instansi-instansi pemerintah tergabung dalam wadah “BAKOHUMAS” atau Badan Koordiasi Public Relations. Ini semua membuktikan bahwa hubungan masyarakat telah disadari kehadiran serta gunanya bagi pertumbuhan usaha baik di bidang perdagangan, industri maupun instansi-instansi pemerintah atau organisasi swasta.

Dari praktik-praktik yang memperlihatkan adanya konsep-konsep Public Relations dibutuhkan oleh kebutuhan-kebutuhan dunia modern yang semakin kompleks.