HASIL MONITORING DAN EVALUASI KTR DI KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2016

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
SEKILAS TENTANG KABUPATEN/KOTA LAYAK ANAK
Advertisements

Dirangkum dari materi seminar Oleh : Dra. Yang Roswita, MSi
NAMA : ANDI PUTRI NATAYA NPM : MSDM.
Disampaikan Oleh : Dirjen Penataan Ruang
SUMBER: Pokok-Pokok Substansi PERATURAN PEMERINTAH NO 24 TAHUN 2009 TENTANG KAWASAN INDUSTRI SUMBER:
SOSIALISASI PERDIRJEN NOMOR 10/PB/2011
SAFETY ggggggggggg PROSEDUR K3.
SEKOLAH DASAR BERSIH DAN SEHAT
SEKOLAH DASAR BERSIH DAN SEHAT
Apa yang dimaksud dengan AMDAL?
MENTERI KESEHATAN KESIAPAN PEMERINTAH UNTUK IMPLEMENTASI PP NO. 109 TAHUN 2012 (KEMENKES) Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh Selamat pagi.
PERAN TRANSPARENCY INTERNATIONAL INDONESIA di Sektor Kehutanan Tool sebagai perangkat Ilham Sinambela TII-FGI, Mei 2010.
PROGRAM INDONESIA SEHAT MELALUI PARADIGMA SEHAT
Menginspirasi Konservasi berbasis komunitas
Pendahuluan Limbah telah lama mengitari kehidupan manusia terutama setelah dikenal adanya peradapan menetap di suatu tempat dan membentuk koloni. Secara.
Desain komunikasi Visual
DI BIDANG OBAT TRADISIONAL
DAMPAK TAPS TERHADAP ANAK-ANAK SAMPAI DENGAN USIA10 TAHUN.
PERLINDUNGAN TERHADAP PEROKOK PASIF DISAMPAIKAN OLEH : QUIT TOBACCO INDONESIA FAKULTAS KEDOKTERAN UGM.
ASPEK LINGKUNGAN & AMDAL
PENERAPAN KAWASAN DILARANG MEROKOK & INISIASI KAWASAN DILARANG MEROKOK
BADAN LEGISLASI DPR RI JAKARTA, 25 APRIL 2016
LATAR BELAKANG PP TENTANG KAWASAN INDUSTRI
Audiensi & Melobi.
HUBUNGAN PENERAPAN KAWASAN TANPA ROKOK DAN FAKTOR LAINNYA TERHADAP PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI SMP MUHAMMADIYAH 17 CIPUTAT Fajri Azhari Univesitas.
Regulasi KTR: Antara Kebutuhan dan Implementasinya di DIY
BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA
LOGICAL FRAMEWORK APPROACH IN EVALUATION SMOKE FREE AREA IMPLEMENTATION UNIVERSITAS INDONESIA ON 2015 Zahrina Center forHealth Economics and Policy Studies.
MonEv KTR Dianita Sugiyo, MHID Awang Darumurti, M.Si Tanto Lailam, LLM
MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
Correspondence author:
TERKAIT PERAN KLASTER KESEHATAN DALAM PENANGGULANGAN KARHUTLA
Monitoring Kepatuhan Kebijakan KTR “Testimoni Smoke Free Monitoring di
IMPLEMENTASI PROGRAM KESEHATAN
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat
STUDI KOHOR FAKTOR RISIKO PTM 2011
G o o d C o r p o r a t e G o v e r n a n c e ( G C G )
HIDUP SEHAT TANPA ROKOK kondisi di Belanda dan Indonesia
IMPLEMENTASI Peraturan Walikota Nomor 12 Tahun 2009 tentang KTR-KTM
PHBS DI INSTITUSI KESEHATAN
KASI GIZI, PROMOSI DAN PM DINAS KESEHATAN KABUPATEN PRINGSEWU
ADVOKASI Referensi : Ritu R. Sharma. Pengantar Advokasi. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta
Laela Indawati, SSt.MIK., MKM
BAURAN PROMOSI PADA PT GLOBAL FUTURINDO
KAWASAN INDUSTRI DAN PERTANIAN
Penegakan Hukum di Indonesia
Framework Convention on Tobacco Control (FCTC
Perlindungan Konsumen
NETRALITAS APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) DALAM PEMILU DAN PEMILIHAN
Program Penyehatan Makanan
Paradigma Pengelolaan Lingkungan Hidup : 1
Proses Penyusunan Perencanaan Sistem Pengelolaan Persampahan Dasar-dasar Pengelolaan Persampahan nawasis.com.
KELOMPOK 6 APAKAH MEROKOK MELANGGAR HAM? DISUSUN OLEH:FITRAH REZEKI BAGAS NOVKA M TAQWALLAH RISKIAN MUHAMMAD ADLI APAKAH MEROKOK MELANGGAR HAM? DISUSUN.
Pengertian (1) Struktur Ruang Tata Ruang Pola Ruang
Ruang lingkup Judul Latar Belakang Identifikasi Masalah
Pemerintah Biarkan Iklan Rokok
NETRALITAS APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) DALAM PEMILU DAN PEMILIHAN
1 Puntung Rokok = Seribu Rupiah
ASPEK LINGKUNGAN & AMDAL
SOSIALISASI IZIN PAMERAN, KONVEKSI DAN SEMINAR DAGANG
PUSKESMAS RAMAH ANAK SEBAGAI UPAYA UNTUK PERCEPATAN KABUPATEN/KOTA LAYAK ANAK.
PERMASALAHAN ASI EKSKLUSIF DI INDONESIA Oleh : Emilda AS, SST, MPH.
Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Sekolah Oleh Ida Fitri.
KEMEN PU DAN PERUMAHAN RAKYAT R.I
ETIKA MEROKOK. Tidak merokok di dalam ruangan baik di dalam rumah, di gedung perkantoran, di fasilitas umum, di dalam kendaraan umum, atau di dalam toilet/wc.
Tata Cara Penanganan Pengaduan
EVALUASI PENANGANAN DAN PENERTIBAN ALAT PERAGA KAMPANYE (APK)
H. A. IRWANSYAH. Dinas Kesehatan yang berinisiatif mengembangkan Kawasan Tanpa Rokok menyusun kerangka konsep dan materi teknis tentang Kawasan Tanpa.
Transcript presentasi:

HASIL MONITORING DAN EVALUASI KTR DI KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2016

KONSEP DASAR Pemantauan dan Evaluasi merupakan upaya yang dilaksanakan secara terus menerus oleh petugas KTR untuk mengetahui apakah Kawasan Tanpa Rokok yang dikembangkan telah berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan maupun permasalahan serta menemukan pemecahan dalam Pengelolaan dan Pelaksanaan Pengembangan Kawasan Tanpa Rokok sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Pemantauan kegiatan dilakukan selama perjalanan Program Pengembangan Kawasan Tanpa Rokok secara berkala setiap 6 bulan atau 1 tahun

IDEALITAS MONEV KTR Penentuan Waktu Pelaksanaan Monev Diulang paling tidak 2x untuk lokasi yang sama ( validitas data ) Acak dan menyeluruh

URUTAN PRIORITAS INDIKATOR MONEV 1. Ditemukan tanda dilarang merokok di semua pintu masuk 2. Ditemukan orang merokok di dalam gedung 3. Ditemukan asbak dan korek api di dalam gedung 4. Ditemukan ruang khusus merokok di dalam gedung 5. Tercium bau asap rokok 6. Ditemukan puntung rokok di dalam gedung 7. Ditemukan penjualan rokok di lingkungan gedung Kawasan Tanpa Rokok 8. Ditemukan indikasi kerjasama dengan industri tembakau dalam bentuk sponsor, promosi, iklan rokok (misalnya: serbet, tatakan gelas, asbak, poster, spanduk, billboard, dll)  

TEMPAT KERJA NO PERTANYAAN GEDUNG 1 GEDUNG 2 GEDUNG 3 GEDUNG 4   YA TIDAK 1 Ditemukan orang merokok di dalam gedung  5  33  0  8  4  1 2 Ditemukan ruang khusus merokok di dalam gedung  2  6 3 Ditemukan tanda dilarang merokok di semua pintu masuk  21  17  3 4 Tercium bau asap rokok  32  9 5 Ditemukan asbak dan korek api di dalam gedung  30 6 Ditemukan puntung rokok di dalam gedung 7 Ditemukan indikasi kerjasama dengan industri tembakau dalam bentuk sponsor, promosi, iklan rokok (misalnya: serbet, tatakan gelas, asbak, poster, spanduk, billboard, dll)  37 8 Ditemukan penjualan rokok di lingkungan gedung Kawasan Tanpa Rokok

TINGKAT KEPATUHAN DI TEMPAT KERJA INDIKATOR   GEDUNG 1 GEDUNG 2 GEDUNG 3 GEDUNG 4 GEDUNG 5 Ditemukan orang merokok di dalam gedung  86,8 % Ditemukan ruang khusus merokok di dalam gedung  10,5 % Ditemukan tanda dilarang merokok di semua pintu masuk  55,2 % Tercium bau asap rokok  84,2 % Ditemukan asbak dan korek api di dalam gedung  78,9 % Ditemukan puntung rokok di dalam gedung Ditemukan indikasi kerjasama dengan industri tembakau dalam bentuk sponsor, promosi, iklan rokok (misalnya: serbet, tatakan gelas, asbak, poster, spanduk, billboard, dll)  97,3 % Ditemukan penjualan rokok di lingkungan gedung Kawasan Tanpa Rokok  97, 3 %

FASILITAS PENDIDIKAN NO PERTANYAAN GEDUNG 1 GEDUNG 2 GEDUNG 3 GEDUNG 4   YA TIDAK 1 Ditemukan orang merokok di dalam gedung  5  76  0  54  2  43  35  30 2 Ditemukan ruang khusus merokok di dalam gedung  78  1  52  44  34  29 3 Ditemukan tanda dilarang merokok di semua pintu masuk  46  26  24  22  17  19  13  16 4 Tercium bau asap rokok  80  55  45  36 5 Ditemukan asbak dan korek api di dalam gedung  81 6 Ditemukan puntung rokok di dalam gedung  3 7 Ditemukan indikasi kerjasama dengan industri tembakau dalam bentuk sponsor, promosi, iklan rokok (misalnya: serbet, tatakan gelas, asbak, poster, spanduk, billboard, dll) 8 Ditemukan penjualan rokok di lingkungan gedung Kawasan Tanpa Rokok  79

TINGKAT KEPATUHAN DI FASILITAS PENDIDIKAN INDIKATOR   GEDUNG 1 GEDUNG 2 GEDUNG 3 GEDUNG 4 GEDUNG 5 Ditemukan orang merokok di dalam gedung  92,6 % Ditemukan ruang khusus merokok di dalam gedung  95, 1 % Ditemukan tanda dilarang merokok di semua pintu masuk  56 % Tercium bau asap rokok  97,5 % Ditemukan asbak dan korek api di dalam gedung  100 % Ditemukan puntung rokok di dalam gedung Ditemukan indikasi kerjasama dengan industri tembakau dalam bentuk sponsor, promosi, iklan rokok (misalnya: serbet, tatakan gelas, asbak, poster, spanduk, billboard, dll) Ditemukan penjualan rokok di lingkungan gedung Kawasan Tanpa Rokok  96,3 %

FASILITAS KESEHATAN NO PERTANYAAN GEDUNG 1 GEDUNG 2 GEDUNG 3 GEDUNG 4   YA TIDAK 1 Ditemukan orang merokok di dalam gedung  0  22  19  12  11 2 Ditemukan ruang khusus merokok di dalam gedung  23 3 Ditemukan tanda dilarang merokok di semua pintu masuk  21  2  15  8 4 Tercium bau asap rokok 5 Ditemukan asbak dan korek api di dalam gedung 6 Ditemukan puntung rokok di dalam gedung 7 Ditemukan indikasi kerjasama dengan industri tembakau dalam bentuk sponsor, promosi, iklan rokok (misalnya: serbet, tatakan gelas, asbak, poster, spanduk, billboard, dll) 8 Ditemukan penjualan rokok di lingkungan gedung Kawasan Tanpa Rokok

100 % 91,3 % INDIKATOR GEDUNG 1 GEDUNG 2 GEDUNG 3 GEDUNG 4 GEDUNG 5   GEDUNG 1 GEDUNG 2 GEDUNG 3 GEDUNG 4 GEDUNG 5 Ditemukan orang merokok di dalam gedung  100 % Ditemukan ruang khusus merokok di dalam gedung Ditemukan tanda dilarang merokok di semua pintu masuk  91,3 % Tercium bau asap rokok Ditemukan asbak dan korek api di dalam gedung Ditemukan puntung rokok di dalam gedung Ditemukan indikasi kerjasama dengan industri tembakau dalam bentuk sponsor, promosi, iklan rokok (misalnya: serbet, tatakan gelas, asbak, poster, spanduk, billboard, dll) Ditemukan penjualan rokok di lingkungan gedung Kawasan Tanpa Rokok

TOTAL SELURUH LOKASI NO PERTANYAAN GEDUNG 1 GEDUNG 2 GEDUNG 3 GEDUNG 4   YA TIDAK 1 Ditemukan orang merokok di dalam gedung 10 132 80 2 58 46 39 Ditemukan ruang khusus merokok di dalam gedung 6 135 3 76 57 38 Ditemukan tanda dilarang merokok di semua pintu masuk 87 66 43 36 32 25 24 20 18 19 4 Tercium bau asap rokok 8 136 82 60 47 5 Ditemukan asbak dan korek api di dalam gedung 81 61 48 Ditemukan puntung rokok di dalam gedung 79 7 Ditemukan indikasi kerjasama dengan industri tembakau dalam bentuk sponsor, promosi, iklan rokok (misalnya: serbet, tatakan gelas, asbak, poster, spanduk, billboard, dll) 142 Ditemukan penjualan rokok di lingkungan gedung Kawasan Tanpa Rokok 139 40

TINGKAT KEPATUHAN SECARA KESELURUHAN INDIKATOR   GEDUNG 1 GEDUNG 2 GEDUNG 3 GEDUNG 4 KULON PROGO Ditemukan orang merokok di dalam gedung  91,5 %  67,4 % Ditemukan ruang khusus merokok di dalam gedung Ditemukan tanda dilarang merokok di semua pintu masuk  60,4 %  51,9 % Tercium bau asap rokok  94,4 %  63,8 % Ditemukan asbak dan korek api di dalam gedung  93,7 %  58,2 % Ditemukan puntung rokok di dalam gedung  91,6 %  62,4 % Ditemukan indikasi kerjasama dengan industri tembakau dalam bentuk sponsor, promosi, iklan rokok (misalnya: serbet, tatakan gelas, asbak, poster, spanduk, billboard, dll)  98,6 %  96,1 % Ditemukan penjualan rokok di lingkungan gedung Kawasan Tanpa Rokok  96,5 %  72,1 %

PENGELOLA GEDUNG Ya Tidak Apakah anda tahu tentang kebijakan KTR di Kota Yogyakarta yang melarang orang merokok di dalam gedung? 135 6 Apakah anda mendukung dan melaksanakan kebijakan KTR di Kota Yogyakarta? 141 1 Apakah anda tahu bahwa Kebijakan KTR harus dilaksanakan oleh Pengelola Gedung? Apakah anda tahu bahwa Pengelola Gedung akan terkena sanksi jika tidak melaksanakan Kebijakan KTR? 117 20

KENDALA Secara umum yang menjadi kendala utama adalah Masyarakat / Pegawai belum memahami arti dan makna KTR ( Sosialisasi masih sangat kurang ) Masih ada fasilitas yang membuat orang bisa merokok ( Asbak , Kantin yang menjual rokok )

Sosialisasi setelah keluarnya Perda KTR Sosialisasi PERDA KTR: arti istilah KTR, di mana orang boleh dan tidak boleh merokok, lokasi KTR, kapan mulai berlaku, hak dan kewajiban pihak terlibat, apa sanksinya Mendorong perokok untuk mematuhi aturan Mendorong pelaku usaha untuk merencanakan pelaksanaan PERDA KTR wilayahnya Menangkal pengaruh yang menentang penegakan PERDA KTR

EVALUASI 6 BULAN KEDEPAN 1. Adanya tanda Kawasan Tanpa Rokok yang dipasang. 2. Adanya media promosi Kawasan Tanpa Rokok. 3. Adanya ruangan khusus untuk yang merokok ( Tempat Kerja dan Tempat Umum )

EVALUASI 1 – 3 TAHUN KEDEPAN Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok diterima dan dilaksanakan. Dipatuhi dan dimanfaatkannya fasilitas yang mendukung Kawasan Tanpa Rokok. Tidak ada yang merokok di KTR Tidak ada penjual rokok di KTR

FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN KEBIJAKAN KOMUNIKASI SUMBERDAYA DISPOSISI STRUKTUR BIROKRASI