Pertemuan 10 ReLASI DAN FUNGSI.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
3. MATRIKS, RELASI, DAN FUNGSI
Advertisements

RELASI.
RELASI.
RELASI (Relation) FUNGSI PROPOSIONAL RELASI
RELASI LANJUTAN.
TIM DOSEN MATEMATIKA DISKRIT
RADITEO W SATRIA FIANDIKA SHABRINA MIHANORA
RELASI Relasi antara Ayah dan anak, Ibu dengan anak, dll
Relasi.
Matriks, Relasi, dan Fungsi
SISTEM BILANGAN RIIL Pertemuan ke -2.
KOMPOSISI FUNGSI DAN FUNGSI INVERS > > < < x z y Oleh:
Wawan Laksito Seri Kuliah Matematika Diskrit
Rinaldi Munir/IF2151 Matematika Diskrit
Definisi Relasi (binair) R dari himpunan X ke himpunan Y adalah sebuah subhimpunan dari hasil kali Cartesius X x Y. Notasi : Jika (x,y)  R maka : x R.
Beda Setangkup (Symmetric Difference)
BAB III MATRIKS, RELASI DAN FUNGSI
Pertemuan 2 (Bilangan Asli) .::Dra. Endang M. Kurnianti::.
Bab 4 Relasi.
Relasi dan Fungsi.
MATRIKS & RELASI.
MATRIKS & RELASI.
MATRIKS, RELASI & FUNGSI
Pasangan terurut perkalian himpunan & rELASI
MUG2A3 MATEMATIKA DISKRIT
Matriks, Relasi, dan Fungsi
BAB 3 MATRIKS, RELASI, DAN FUNGSI
Matematika Informatika 2
BAB III MATRIKS, RELASI DAN FUNGSI
Kania Evita Dewi Sistem Bilangan Real.
Himpunan Terurut Parsial
Matematika Diskrit Relasi Heru Nugroho, S.Si., M.T.
Relasi Logika Matematika.
Kerjakan 10 soal (dari 12 soal) yang termudah menurut anda !
Relasi dan Fungsi (X-Wajib).
Representasi Relasi Sifat-Sifat Relasi
Matematika & Statistika
Kania Evita Dewi Sistem Bilangan Real.
3. MATRIKS, RELASI, DAN FUNGSI
Produk Cartesius Relasi Relasi Khusus RELASI.
Pertemuan 6 HIMPUNAN.
Wawan Laksito Seri Kuliah Matematika Diskrit
Induksi Matematika Sesi
Matematika Diskrit Relasi Dani Suandi, S.Si.,M.Si.
LOGIKA INFORMATIKA I Gusti Ayu Agung Diatri Indradewi, S. Kom
Bab 3 relasi
Rinaldi Munir/IF2151 Matematika Diskrit
Bab 3 relasi
Pertemuan 2 (Himpunan Bilangan) .::Erna Sri Hartatik::.
Sistem Bilangan Bulat.
BILANGAN.
Pertemuan 11 FUNGSI.
RELASI Sub-bab 7.1.
Pertemuan 2 (Bilangan Asli) .::Dra. Endang M. Kurnianti::.
BAB III MATRIKS, RELASI DAN FUNGSI
Relasi.
LA – RELASI 01.
LA – RELASI 01 Prepared by eva safaah.
RELASI DAN FUNGSI.
TUTUPAN RELASI (Closure of Relation)
Pertemuan 9 RELASI DAN FUNGSI.
Matematika Diskrit TIF (4 sks) 3/9/ /5/2010.
Relasi dan Fungsi Wahyu Dwi Lesmono, S.Si.
CCM110 MATEMATIKA DISKRIT Pertemuan ke-2 FUNGSI dan RELASI
Relasi Matematika Diskrit RELASI.
Induksi Matematika Sesi
Matematika Teknik Arsitektur.
Relasi Universitas Telkom Disusun Oleh :
Matematika Diskrit Semester Ganjil TA Relasi.
SUPER QUIZ.
Transcript presentasi:

Pertemuan 10 ReLASI DAN FUNGSI

Sub Topik Invers Komposisi

Pertemuan sebelumnya

Refleksif Relasi R pada himpunan X disebut refleksif jika (x,x)  R untuk setiap x  X Digraf dari refleksif mempunyai sebuah loop pada setiap ujungnya. Contoh : X = {1,2,3,4} R = {(1,1),(1,2),(1,3), (1,4),(2,2),(2,3), (2,4),(3,3),(3,4), (4,4)} 10/26/2014

Tidak Refleksif Salah satu atau lebih vertex tidak mempunyai loop Contoh : X = {1,2,3,4} R = {(1,1),(2,3),(3,2),(4,4)} 10/26/2014

Transitif Penentuan sebuah relasi R transitif : 1. jika (x,y) dan (y,z)  R, maka (x,z)  R 2. x = y dan (x,z) = (y,z) di R Contoh : R1 = {(1,1),(1,2),(2,1),(2,2),(3,4),(4,1),(4,4)}  tidak transitif R2 = {(1,1),(1,2),(2,1)}  tidak transitif R3 = {(1,1),(1,2),(1,4),(2,1),(2,2),(3,3),(4,1),(4,4)}  tidak transitif R4 = {(2,1),(3,1),(3,2),(4,1),(4,2),(4,3)}  transitif

Simetris Contoh : X = {1,2,3,4} R = {(1,1),(2,3),(3,2),(4,4)} (2,3) di R dan (3,2) di R 10/26/2014

Antisimetris Contoh : X = {1,2,3,4} (2,3)  R tetapi (3,2)  R 10/26/2014

Latihan Jika diketahui X = {1,2,3,4} Tentukan relasi berikut memiliki sifat transitif atau tidak : R1 = {(1,1),(2,1),(2,2),(2,3),(3,1),(4,2)} R2 = {(1,2),(1,3),(2,2),(2,3),(3,2),(4,4)} R3 = {(1,1),(1,3),(2,2),(2,4),(3,1),(3,2)} R4 = {(1,3),(2,1),(2,3),(3,2),(3,3)} R5 = {(1,2),(1,4),(2,2),(2,3),(3,4),(3,2),(4,1)}

Invers Misalkan R adalah relasi dari X ke Y maka invers dari R adalah relasi dari Y ke X Notasi : R-1 Invers didefinisikan : R-1 = {(y,x) | (x,y)  R} Digambarkan relasi ini sebagai “terbagi oleh” Contoh : R = {(2,4), (2,6), (3,3), (3,6), (4,4)} R-1 = {(4,2), (6,2), (3,3), (6,3), (4,4)}

Komposisi (Composite) Misalkan R1 adalah relasi dari X ke Y dan R2 adalah relasi dari Y ke Z, maka komposisi dari R1 dan R2 adalah relasi dari X ke Z Notasi : R2  R1 Komposisi didefinisikan : R2  R1 = {(x,z) | (x,y)  R1 dan (y,z) R2 untuk beberapa y  Y} Contoh : R1 = {(1,2),(1,6),(2,4),(3,4),(3,6),(3,8)} R2 = {(2,u),(4,s),(4,t),(6,t),(8,u)} R2  R1 = {(1,u),(1,t),(2,s),(2,t),(3,s),(3,t),(3,u)}

Relasi Keekuivalenan Misalkan S adalah partisi dari himpunan X. Definisikan xRy untuk mengartikan bahwa untuk beberapa himpunan S di S, baik x maupun y berada di S, maka R refleksif, simetris dan transitif Sebuah relasi yang refleksif, simetris dan transitif pada himpunan X disebut relasi keekuivalenan pada X (equivalence relation on X)

Relasi Keekuivalenan (Cont.) Contoh : S = {{1,3,5},{2,6},{4}} X = {1,2,3,4,5,6} R = {(1,1),(1,3),(1,5),(3,1),(3,3),(3,5),(5,1),(5,3),(5,5),(2,2), (2,6),(6,2),(6,6),(4,4)} Digraf relasi dari R harus : Refleksif : terdapat sebuah loop pada setiap ujungnya Simetris : untuk setiap rusuk berarah dari v ke w juga terdapat rusuk berarah dari w ke v Transitif : jika terdapat sebuah rusuk berarah dari x ke y dan rusuk berarah dari y ke z maka terdapat rusuk berarah dari x ke z

Relasi Keekuivalenan (Cont.)

Klosur Relasi Klosur relasi terjadi jika : Relasi tidak refleksif menjadi refleksif  Klosur refleksif (Reflexive Closure) Relasi tidak simetris menjadi simetris  Klosur simetris (Symmetric Closure) Relasi tidak transitif menjadi transitif Klosur transitif (Transitive Closure)

Klosur refleksif (Reflexive Closure) Klosur refleksif dari R adalah : R   , dimana  = {(a,a)|a  A} Contoh : A = {1, 2, 3} R = {(1,1), (1,3), (2,3), (3,2)}  tidak refleksif Supaya bersifat refleksif maka  = {(1,1), (2,2), (3,3)} Sehingga klosur refleksif dari R adalah : R   = {(1,1), (1,3), (2,3), (3,2)}  (1,1), (2,2), (3,3)} = {(1,1), (1,3), (2,2), (2,3), (3,2), (3,3)} R = {(a,b)|a  b} pada himpunan bilangan bulat Maka klosur refleksif dari R adalah : R   = {(a,b)|a  b}  {(a,a)|a  Z} = {(a,b)|a  Z}

Klosur Simetris (Symmetric Closure) Klosur simetris dari R adalah : R  R-1 , dimana R-1 = {(a,b)| (b,a) a  R} Contoh : A = {1, 2, 3} R = {(1,3), (1,2), (2,1), (3,2), (3,3)} Supaya bersifat simetris maka R-1 = {(3,1), (2,1), (1,2), (2,3), (3,3)} Sehingga klosur simetris adalah : R  R-1 = {(1,3), (1,2), (2,1), (3,2), (3,3)}  {(3,1), (2,1), (1,2), (2,3), (3,3)} = {(1,3), (3,1), (1,2), (2,1), (3,2), (2,3), (3,3)} R = {(a,b)|a habis membagi b} pada himpunan bilangan bulat Maka klosur simteris dari R adalah : R  R-1 = {(a,b)|a habis membagi b}  {(b,a)|b habis membagi a} = {(a,b)|a habis membagi b atau b habis membagi a}

REFERENSI Rinaldi Munir, 2005, “Matematika diskrit”, INFORMATIKA Bandung 10/26/2014