OSILOSKOP Osiloskop : alat untuk pengukuran dan analisa bentuk gelombang dan gejala lain dalam rangkaian- rangkaian elektronik.
Deflection voltage electrodes Electron gun Electron beam Focusing coil Phosphor-coated inner side of the screen
Rangkaian dasar pengisian RC Pada saat t =
Digital Osiloskop
Display sinyal f(t)
Lissajous Lissajous dihasilkan bila gelombang sinus dimasukkan secara bersamaan ke pelat-pelat defleksi horizontal dan vertical CRO. ev menyatakan tegangan defleksi vertical dan eh menyatakan tegangan defleksi horizontal. Frekwensi sinyal vertical dua kali frekwensi sinyal horizontal.
Lissajous Untuk melihat beda fasa
Penentuan Sudut phasa Jika sumbu panjang terletak di kuadran I dan III, sudut fasa adalah antara 0° sampai 90° atau 270° sampai 360°. Jika sumbu panjang terletak di kuadran II dan IV, sudut fasa adalah antara 90° sampai 180° atau 180° sampai 270°
Pengukuran kapasitansi dengan CRO Apabila rangkaian R-C diatas diberi tegangan step function, tegangan pada kapasitor akan naik dengan rumus: e-t/RC maka : Vt = Vt=0 + V e-t/RC Bila V(t=0) = 0 maka Vt = V e-t/RC bila R diketahui dan t diperoleh dari gambar di oscilloscope, maka C dapat dihitung
Pengukuran induktansi dengan CRO Arus dan Tegangan pada R, VR adalah
Contoh: Pada bagian depan dari CRO terdapat suatu switch yang bertuliskan time/ div atau time/ Cm yang memungkinkan kita untuk memilih sweep time yang sesuai. Jadi sweep terjadi selama effect terhadap display dari suatu bentuk sinus bila menggunakan sweep time yang berbeda-beda, seperti ditunjukkan pada gambar di bawah T 2 msec/ cm 10 Volt/ cm 2T 4 msec/ cm
Gambar diatas untuk dua pengukuran Kedudukan time/ div adalah 2 msec/ cm dan 4 msec/ cm. Untuk 2 pengukuran bentuk gelombang Vi tersebut : Volt/ div berada pada kedudukan 10 V/ Cm, sedangkan attenuation probenya 1: 10. Pembacaan sinyal pada layar adalah sebagai berikut : Gambar a) Satu periode dari gelombang sinus = 5 Cm . 2 mSec/ Cm = 10 mSec. Amplitudo dari gelombang sinus = 3 . 10 . 10 V = 300 Volt Frekuensi = 1/T = 1/ 0,01 . mSec-1 = 100 Hz W = 2 f = 2 100 = 200 Jadi Vi = 300 sin 200 t Gambar b) Satu periode dari gelombang sinus = 2,5 Cm . 4 mSec/ Cm = 10 mSec Amplitudo dari gelombang sinus = 3. 10 .10 V = 300 V Frekuensi = 1/T = 1/ 0,01 . mSec-1 = 100 Hz W = 2 f = 2 100 = 200