Toman Sony Tambunan, S.E, M.Si NIP

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
BAB V DISTRIBUSI LAYANAN/JASA MELALUI SALURAN FISIK & ELEKTRONIK
Advertisements

Bab 6 LINGKUNGAN GLOBAL.
Memahami Proses Pemasaran Dan Perilaku Konsumen
VII. Konsep dan peranan harga
Merancang jaringan SUPPLY CHAIN
Analisis Bisnis dan Lingkungan Makro PErusahaan
Referensi : Mudrajat Kuncoro, Manajemen Strategi
STRUKTUR DASAR BISNIS RITEL
Pemilihan Letak Bisnis dan lingkungan bisnis
Memahami Lingkungan Bisnis
SISTEM INFORMASI UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF
LINGKUNGAN EKSTERNAL PERUSAHAAN
Operations Management
Strategi dan Analisis Persaingan
STRATEGI BERSAING DI PASAR GLOBAL MELALUI INTERNET
II. LINGKUNGAN INDUSTRI
Pemilihan Lokasi.
Pembuatan Keputusan Dan Informasi yang Relevan
STRATEGI LOKASI ADELINA LUBIS, SE, M.Si.
STRATEGI-STRATEGI LOKASI
Strategi LOKASI Materi 6.
BAB 3 PENILAIAN EKSTERNAL
TINGKATAN STRATEGI.
STRATEGI LOKASI.
Pertemuan VI Lokasi dan Desain Tata Letak
PERUSAHAAN MULTINASIONAL (MNC)
Mengembangkan Dan Menetapkan Harga Produk
Keputusan-keputusan Penetapan Harga
PEMAHAMAN PADA KONSEP LINGKUNGAN GLOBAL
Oleh: Ricky W. Griffin Ronald J. Ebert
sistem operasionalnya
Bab 15 Merancang dan Mengelola Saluran Pemasaran Terintegrasi
PERTEMUAN KE-5 STRATEGI LOKASI
MERANCANG JARINGAN SUPPLY CHAIN
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PELANGGAN DAN ANALISA PELUANG PASAR
Menilai Faktor Eksternal
Aspek Teknis dan Teknologi Informasi
STRATEGI LOKASI - MANAJEMEN OPERASIONAL-.
Perencanaan lokasi Desi Harsanti Pinuji.
ANALISIS PRODUKSI.
Aspek Teknis Analisis teknis bertujuan untuk memastikan bahwa ide atau gagasan yang telah dipilih itu layak, dalam arti kata ada ketersediaan lokasi, alat,
PEMANFAATAN TANAH PERKOTAAN (Individual VS Kolektif)
STRATEGI KOMPETITIF.
PERENCANAAN LOKASI Strategi lokasi tujuannya untuk memaksimalkan benefit perusahaan: Bagi industri, untuk meminimumkan biaya Bagi retail dan profesional.
MODEL MANAJEMEN STRATEGIK
Bab 1 Merencanakan Bisnis.
IDENTIFIKASI DAN EVALUASI PELUANG USAHA
MERANCANG JARINGAN SUPPLY CHAIN
Bab 5 LINGKUNGAN GLOBAL Pancareta Qadarsih C1C013036
MANAJEMEN DAN BISNIS Lingkungan Bisnis Pertemuan 10 1.
Perencanaan dan Analisis Lokasi
STRATEGI LOKASI & MANUSIA-SISTEM KERJA
1. Penentuan Lokasi Pabrik
POKOK PEMBAHASAN MATERI 7 : PEMILIHAN LOKASI PERUSAHAAN
PEMAHAMAN PADA KONSEP LINGKUNGAN GLOBAL
KELOMPOK 4 FATIMAH ALAMSYAH NATALIA C. KUMEANG OLIVIA CH. PARAMULIA MICHELA S. TAMBUNAN PRISKILA LANG
Toman Sony Tambunan, S.E, M.Si NIP
PERTEMUAN KE-5 STRATEGI LOKASI
STRATEGI LOKASI Lokasi menentukan prestasi , merupakan ungkapan yang cukup tepat untuk segala jenis kegiatan, demikian pula untuk kegiatan bisnis di sektor.
Toman Sony Tambunan, S.E, M.Si NIP
PERUSAHAAN MULTINASIONAL (MNC)
Kebijakan penumbuhan iklim & pengembangan usaha PERTEMUAN – 12 Mata Kuliah: Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Toman Sony Tambunan, S.E, M.Si NIP
menilai kondisi ekonomi PERTEMUAN – 3 Mata Kuliah: Pengantar Bisnis
Toman Sony Tambunan, S.E, M.Si NIP
Toman Sony Tambunan, S.E, M.Si NIP
Hakikat Manajemen Strategis
Strategi LOKASI Materi 6. PENTINGNYA LOKASI YANG STRATEGIS Keputusan strategis sering tergantung jenis bisnisnya. Untuk keputusan lokasi industri, strategi.
pendahuluan PERTEMUAN – 1 Mata Kuliah: Manajemen Operasional
Manajemen Ritel.
desain sistem kerja PERTEMUAN – 10 Mata Kuliah: Manajemen Operasional
Transcript presentasi:

perencanaan dan analisis lokasi PERTEMUAN – 11 Mata Kuliah: Manajemen Operasional Toman Sony Tambunan, S.E, M.Si NIP. 19811203 200604 1 004 (Aparatur Sipil Negara, Akademisi, Penulis, Praktisi) Certified ’Auditor Ahli’ ; Certified ’Analis Kepegawaian Ahli’ Certified ’Keuangan Daerah’ ; Certified ’Pengadaan Barang Jasa Pemerintah’

MATERI : 1. Perlunya Keputusan Mengenai Lokasi.. 2. Sifat dari Keputusan Mengenai Lokasi. 3. Prosedur Umum untuk Membuat Keputusan Lokasi. 4. Faktor yang Memengaruhi Keputusan Mengenai Lokasi. 5. Strategi Pabrik Manufaktur Multipel. 6. Lokasi Jasa dan Ritel. 7. Lokasi Global. 8. Mengevaluasi Alternatif Lokasi.

1. Perlunya Keputusan Mengenai Lokasi Organisasi yang ada mungkin perlu membuat keputusan mengenai lokasi untuk berbagai alasan. Perusahaan seperti Bank, Restoran cepat saji, dan toko ritel menganggap lokasi sebagai bagian dari strategi pemasaran dan mencari lokasi yang akan membantu mereka mengembangkan pasar. Pada dasarnya, keputusan mengenai lokasi menggambarkan ’penambahan’ lokasi baru pada sebuah sistem yang sudah ada. Situasi serupa terjadi ketika sebuah organisasi mengalami pertumbuhan permintaan untuk produk atau jasanya yang tidak dapt dicapai dengan ekspansi pada lokasi yang sudah ada. Penambhana lokasi baru untuk melengkapi sistem yang sudah ada terkadang merupakan alternatif yang realistis.

2. Sifat dari Keputusan Mengenai Lokasi (1). Kepentingan Strategis dari Keputusan Lokasi. Keputusan mengenai lokasi sangat berkaitan dengan sebuah strategi perusahaan. Misalnya: sebuah strategi untuk menjadi produser dengan biaya yang rendah mungkin akan mengharuskan untuk menemukan lokasi dimana biaya buruh atau bahan baku rendah, atau menentukan lokasi yang dekat dengan pasar atau bahan baku untuk mengurangi biaya transportasi. Sebuah strategi untuk meningkatkan profit dengan meningkatkan pangsa pasar mungkin akan berakibat pada menentukan lokasi di daerah dengan lalu lintas tinggi, dan sebuah strategi yang menekankan kenyamanan bagi para pelanggan akan berakibat pada banyaknya lokasi yang dimiliki pelanggan di mana pelanggan bisa bertransaksi dengan bisnis mereka atau melakukan pembelian. Keputusan mengenai lokasi juga penting secara strategis untuk alasan lain, yaitu: -> Keputusan lokasi memiliki komitmen jangka panjang, yang membuat kesalahan sulit diatasi. -> Keputusan lokasi memberikan dampak pada persyaratan investasi, biaya operasi dan pendapatan, serta operasi. -> Untuk manufaktur dan jasa, keputusan mengenai lokasi bisa memiliki dampak yang signifikan pada keunggulan kompetitif. -> Untuk kepentingan bagi rantai pasokan.

Lanjutan … Sifat dari Keputusan Mengenai Lokasi (2). Tujuan Keputusan Lokasi. Organisasi yang berorientasi ’profit’ mendasarkan keputusan mereka pada potensi profit. Sementara, organisasi ’non-profit’ bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara biaya dengan tingkat layanan konsumen yang mereka sediakan. Kriteria lokasi bisa bergantung pada dimana bisnis berada pada ’rantai pasokan’. Misalnya, pada akhir rantai pasokan, pemilihan lokasi cenderung berfokus pada kemudahan akses, demografis pelanggan (kepadatan penduduk, penyebaran usia, pendapatan rata-rata pembeli), pola lalu lintas, dan adat istiadat lokal. Bisnis pada awal dari sebuah rantai pasokan, jika terkait dengan penyediaan bahan baku, terkadang ditempatkan dekat dengan pemasok atau bahan baku. Bisnis ditengah rantai mungkin ditempatkan dengan pemasok atau pasarnya, tergantung pada keragaman dari kondisi. Misal, bisnis yang melibatkan penyimpanan dan pendistribusian barang sering kali memilih lokasi terpusat untuk meminimalkan biaya distribusi.

Lanjutan … Sifat dari Keputusan Mengenai Lokasi (3). Pilihan Lokasi. Manajer dari perusahaan yang ada umumnya mempertimbangkan EMPAT pilihan dalam perencanaan lokasi, yaitu: -> Memperluas fasilitas yang ada. Pilihan ini bisa menarik jika terdapat ruang yang cukup untuk dilakukannya perluasan, terutama jika lokasi memiliki fitur yang diinginkan yang tidak langsung ada di tempat lain. -> Menambahkan lokasi baru sementara mempertahankan lokasi yang sudah ada, seperti yang banyak dilakukan di banyak operasi ritel. -> Menutup satu lokasi dan pindah ke lokasi lainnya. Sebuah organisasi harus menimbang antara biaya pindah serta manfaat yang diperoleh dengan biaya serta manfaat dari lokasi yang ada. Perubahan di pasar, berkurangnya bahan baku, dan biaya operasi sering kali menyebabkan perusahaan mempertimbangkan pilihan ini dengan serius. -> Organisasi memiliki pilihan untuk tidak melakukan apa pun. Jika analisis yang detail mengenai lokasi yang potensial gagal mengungkap manfaat yang membuat salah satu dari tiga alternatif sebelumnya menjadi menarik, perusahaan bisa memutuskan untuk mempertahankan ’status quo’ , paling tidak saat ini.

3. Prosedur Umum untuk Membuat Keputusan Lokasi (a). Memutuskan kriteria yang akan digunakan untuk mengevaluasi alternatif lokasi, seperti pendapatan yang meningkat atau jasa masyarakat. (b). Mengidentifikasi faktor-faktor penting seperti lokasi pasar atau bahan baku. (c). Mengembangkan alternatif lokasi: -> Mengidentifikasi wilayah umum dari sebuah lokasi. -> Mengidentifikasi sejumlah kecil alternatif masyarakat. -> Mengidentifikasi alternatif tempat di antara alternatif masyarakat. (d). Mengevaluasi alternatif dan membuat pilihan. Langkah (a). Merupakan preferensi manajerial. Langkah (b) hingga (d) memerlukan pengembangan.

4. Faktor yang Memengaruhi Keputusan Mengenai Lokasi (1). Faktor Regional, terdiri dari: a). Lokasi Bahan Baku. Perusahaan berlokasi dekat atau berada di sumber bahan baku untuk tiga alasan utama, yaitu: kebutuhan, kecepatan untuk habis, dan biaya transportasi. b). Lokasi Pasar. Perusahaan yang berorientasi ’profit’ sering kali berlokasi dekat dengan pasar yang ingin mereka tuju sebagai bagian dari strategi kompetitif mereka, yang mana organisasi ’nonprofit’ memilih lokasi relatif terhadap kebutuhan dari pengguna jasa mereka. Faktor lainnya termasuk biaya distribusi atau kecepatan habis dari sebuah produk jadi. c). Faktor Buruh. Pertimbangan utama mengenai buruh adalah biaya dan ketersediaan buruh, upah buruh di sebuah area, produktivitas dan sikap buruh terhadap pekerjaan, dan apakah perserikatan merupakan permasalahan yang serius. d). Iklim dan Pajak, yang terkadang memainkan peran dalam keputusan mengenai lokasi. Banyak perusahaan tertarik dengan lokasi yang memiliki sumber daya energi atau buruh yang murah dan banyak, iklim yang sedang, dan pajak yang rendah. Selain itu, pajak dan insentif keuangan merupakan faktor utama dalam menarik atau mempertahankan franchise profesional.

Lanjutan … Faktor yang Memengaruhi Keputusan Mengenai Lokasi (2). Pertimbangan Komunitas, terdiri dari: Banyak komunitas masyarakat yang secara aktif berusaha untuk menarik bisnis baru, menawarkan insentif keuangan dan lainnya, karena mereka dianggap sebagai sumber pendapatan pajak yang potensial dan kesempatan kerja yang baru. Namun, komunitas tidak ingin, sebagai sebuah peraturan, perusahaan yang akan menciptakan permasalahan polusi atau lainnya mengurangi kualitas hidup dalam komunitas masyarakat. Selain itu, beberapa organisasi menemukan bahwa meskipun sikap dari keseluruhan komunitas masyarakat dapat diterima, masih terdapat penolakan terhadap lokasi tertentu dari penduduk setempat yang menolak adanya kemungkinan peningkatan suara bising, kemacetan atau polusi. Faktor terkait komunitas masyarakat lainnya adalah biaya dan ketersediaan dari peralatan, peraturan lingkungan, pajak (negara bagian dan lokal, langsung dan tidak langsung), dan sering kai daftar tawaran yang ditawarkan oleh negara bagian atau pemerintahan lokal yang bisa meliputi penerbitan surat utang, penyusutan pajak, pinjaman berbunga rendah, hibah, dan pelatihan pekerja. (3). Faktor Terkait Lokasi, terdiri dari: lahan, transportasi, dan pembagian wilayah atau batasan lainnya.

Tabel. Faktor yang Memengaruhi Keputusan Mengenai Lokasi Tingkat Faktor Pertimbangan Regional a). Lokasi Bahan Baku atau Pasokan. b). Lokasi Pasar. c). Buruh a). Kedekatan, sarana dan biaya transportasi, ketersediaan kuantitas. b). Kedekatan, biaya distribusi, pasar target, praktik/batasan perdagangan. c). Ketersediaan (kemampuan umum dan spesifik), distribusi usia tenaga kerja, sikap terhadap pekerjaan, serikat atau non-serikat, produktivitas, skala upah, undang-undang kompensasi pengangguran. Komunitas a). Kualitas Hidup. b). Jasa. c). Sikap. d). Pajak. e). Peraturan Lingkungan. f). Failitas. g). Dukungan Pengembangan. a). Sekolah, tempat ibadah, pembelanjaan, perumahan, transportasi, hiburan, rekreasi, biaya hidup. b). Kesehatan, pemadam kebakaran, dan polisi. c). Pro/Kontra. d). Negara bagian/lokal, langsung atau tidak langsung. e). Negara bagian/lokal. f). Biaya dan ketersediaan. g). Penerbitan surat utang, penyusutan utang, pinjaman berbunga rendah, hibah. Tempat a). Lahan. b). Transportasi. c). Lingkungan/Legal a). Biaya, tingkat pengembangan yang dibituhkan, karakteristik tanah dan drainase, ruang untuk pengembangan, parkir. b). Jenis (akses jalan, jalur kereta, jalur udara). c). Pembatasan pembagian wilayah.

5. Strategi Pabrik Manufaktur Multipel Ketika perusahaan memiliki beberapa fasilitas manufaktur, mereka bisa mengatur operasi dalam beberapa cara: -> Menempatkan lini produk yang berbeda pada pabrik yang berbeda. -> Menempatkan area pasar yang berbeda untuk pabrik yang berbeda. -> Menempatkan proses yang berbeda untuk pabrik yang berbeda. Masing-masing strategi memiliki implikasi biaya dan manajerial tertentu, selain juga keunggulan kompetitif. (1). Strategi Pabrik Produk. Dengan strategi ini, seluruh produk atau lini produk dihasilkan pada pabrik yang berbeda dan masing-masing pabrik biasanya memasok keseluruhan pasar domestik. (2). Strategi Pabrik Area. Dengan strategi ini, pabrik di desain untuk melayani segmen geografis tertentu dari sebuah pasar (misal Asia Tenggara, Asia Timur). (3). Strategi Pabrik Proses. Dengan strategi ini, pebrik yang berbeda berkonsentrasi pada aspek yang berbeda dari sebuah proses.

6. Lokasi Jasa dan Ritel Jasa dan ritel umumnya menggunakan pertimbangan yang berbeda dari organisasi manufaktur dalam membuat keputusan mengenai lokasi. Kedekatan dengan bahan baku, bukan merupakan faktor atau hal yang dipedulikan dalam persyaratan pemrosesan. Faktor akses pelanggan terkadang merupakan pertimbangan yang utama. Manufaktur cenderung berfokus pada biaya, memberikan perhatian pada biaya buruh, energi, serta bahan baku dan ketersediaan, selain juga biaya distribusi. Bisnis jasa dan ritel cenderung berfokus pada profit dan pendapatan, terkait dengan demografis seperti usia, pendapatan dan pendidikan, populasi/area penggambaran, kompetisi, volume/pola lalu lintas, dan parkir/akses pelanggan. Organisasi rite dan jasa umumnya menempatkan volume lalu lintas dan kenyamanan pada daftar teratas faktor-faktor penting. Bisnis ritel secara umum lebih memilih lokasi yang dekat dengan peritel lainnya (walaupun bukan kompetitor) karena tingginya volume lalu lintas dan kenyamanan pelanggan. Transportasi dan/atau fasilitas parkir yang baik juga menjadi hal yang penting bagi bangunan ritel.

Sambungan … Lokasi Jasa dan Ritel Beberapa pertanyaan yang sebaiknya dipertimbangkan untuk penentuan Lokasi Jasa dan Ritel, yaitu: 1). Bagaimana penjualan, pangsa pasar, dan profit bisa dioptimalkan untuk seluruh rangkaian lokasi? Solusi mungkin meliputi beberapa kombinasi dari memperbarui fasilitas, memperluas beberapa lokasi, menambahkan toko baru, dan menutup atau mengubah lokasi dari beberapa toko. 2). Apa yang menjadi penjualan potensial yang akan direalisasikan dari masing-masing solusi potensial? 3). Di mana toko seharusnya ditempatkan untuk memaksimalkan pangsa pasar, penjualan, dan profit tanpa secara negatif memiliki dampak terhadap toko lainnya? Hal ini bisa menjadi sebuah penyebab utama dari pergesekan antara operator dari sebuh toko franchise dengan perusahaan yang melakukan franchise. 4). Efek apa yang mungkin muncul pada pangsa pasar, penjualan, dan profit jika kompetitor berada dekat?

Tabel Pertimbangan Jasa /Ritel dan Pertimbangan Manufaktur Manufaktur/Distribusi Jasa/Ritel Fokus Biaya: -> Sarana/biaya transportasi. -> Ketersediaan energi/biaya. -> Biaya/ketersediaan/kemampuan buruh. -> Biaya bangunan/sewa guna lahan. Fokus Pemasukan : -> Demografis: usia, pendapatan, pendidikan. -> Populasi/penggambaran area. -> Kompetisi. -> Volume/pola lalu lintas. -> Akses/parkir pelanggan.

7. Lokasi Global Globalisasi telah membuka pasar baru. Hal ini berarti meningkatkan penyebaran kegiatan operasi manufaktur dan jasa di seluruh dunia. Selain itu, banyak perusahaan yang mengalihdayakan kegiatan operasinya kepada perusahaan lain di luar negeri. Di masa lalu, perusahaan cenderung untuk beroperasi dari sebuah ’rumah’ yang berada di sebuah negara tunggal. Sekarang, perusahaan menemukan alasan strategis dan taktis untuk menjadikan kegiatan operasi mereka menjadi global. Seperti yang mereka lakukan, beberapa perusahaan mendapatkan keuntungan dari usaha mereka. Namun, beberapa perusahaan lainnya merasa sulit, dan semua sependapat mengenai masalah terkait pengaturan kegiatan operasi global. Faktor Pendukung yang membuat globalisasi menarik dan layak bagi organisasi bisnis, yaitu: 1). Perjanjian Perdagangan. Artinya, halangan terhadap perdagangan internasional seperti tarif dan kuota telah berkurang atau dihilangkan dengan perjanjian perdagangan internasional. 2). Teknologi. Artinya, kecanggihan teknologi dalam komunikasi dan informasi telah sangat membantu. Hal ini meliputi kemampuan untuk melakukan faximile, surat elektronik, telepon seluler, telekonferensi, dan internet.

Sambungan … Lokasi Global MANFAAT dari adanya globalisasi kegiatan operasi bisnis, yaitu: a). Pasar. Artinya, perusahaan dapat mencari kesempatan untuk memperluas pasar untuk produk dan jasa mereka, selain itu juga memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pelanggan yang ada dengan lebih memperhatikan kebutuhan lokal dan memberikan waktu respon yang lebih cepat ketika muncul permasalahan. b). Penghematan Biaya. Artinya, diantara area yang beroperasi adanya penghematan biaya adalah biaya transportasi, biaya buruh, biaya barang mentah, dan pajak. c). Legal dan Peraturan. Artinya, terdapat kewajiban dan hukum buruh yang lebih disukai, serta lingkungan yang tidak terlalu membatasi dan peraturan lainnya. d). Finansial. Artinya, perusahaan bisa menghindari dampak dari perubahan mata uang yang terjadi ketika barang diproduk di satu negara dan di jual di negara lainnya. Selain itu, beragam insentif mungkin ditawarkan oleh pemerintah nasional, regional, atau lokal untuk menarik bisnis yang akan menciptakan pekerjaan dan mendorong perekonomian lokal. e). Lainnya. Artinya, sumber ide yang baru untuk produk dan jasa serta perspektif yang baru pada kegiatan operasi dan solusi untuk permasalahan.

Sambungan … Lokasi Global KERUGIAN dari adanya globalisasi kegiatan operasi bisnis, yaitu: a). Biaya Transportasi. Artinya, biaya transportasi bisa muncul akibat buruknya infrastruktur atau harus melakukan pengiriman ke tempat yang jauh dan biaya yang muncul bisa menutupi penghematan biaya buruh dan bahan baku. b). Biaya Keamanan. Artinya, meningkatnya resiko keamanan dan pencurian bisa meningkatkan biaya. Selain itu, keamanan pada perbatasan internasional bisa memperlambat pengiriman ke negara lain. c). Buruh yang tidak memiliki kemampuan. Artinya, rendahnya kemampuan buruh bisa secara negatif memengaruhi kualitas dan produktivitas serta etika kerja berbeda dari yang ada di negara asal. Pelatihan tambahan bagi karyawan mungkin diperlukan. d). Pembatasan Impor. Artinya, beberapa negara memberikan batasan pada impor barang-barang manufaktur sehingga memiliki pemasok lokal menghindari permasalahan tersebut. e). Kritik. Artinya, kritik berpendapat bahwa penghematan biaya dihasilkan melalui praktik yang tidak adil seperi menggunakan buruh dengan upah rendah, yang mana karyawan dibayar rendah dan bekerja dalam kondisi yang buruk; menggunakan buruh anak kecil; dan kegiatan operasi di negara-negara yang memiliki persyaratan lingkungan kurang ketat.

Sambungan … Lokasi Global RISIKO dari adanya globalisasi kegiatan operasi bisnis, yaitu: a). Politik. Artinya, ketidakstabilan politik dan kerusuhan politik bisa menciptakan risiko untuk keamanan personal dan kemanan aset. Selain itu, suatu pemerintahan mungkin memutuskan untuk menasionalisasi fasilitas, mengambil alihnya. b). Terorisme. Artinya, terorisme berlanjut menjadi sebuah ancaman di banyak bagian dunia, menempatkan orang dan aset dalam risiko, dan menurunkan keinginan tenaga kerja domestik untuk berpergian atau bekerja dalam area tertentu. c). Ekonomi. Artinya, ketidakstabilan ekonomi mungkin menciptakan inflasi atau deflasi, yang keduanya dapat secara ngatif berdampak pada profitabilitas. d). Legal. Artinya, undang-undang dan peraturan mungkin berubah, mengurangi atau mengeliminasi apa yang mungkin menjadi manfaat utama. e). Budaya. Artinya, perbedaan budaya mungkin lebih nyata daripada yang terlihat. Setiap negara memiliki budaya yang berbeda-beda, sehingga masing-masing perusahaan harus memikirkan strategi untuk memasuki pasar atau negara yang ingin dituju dan harus menyesuaikan dengan budaya lokal yang berlaku di negara yang dituju tersebut.

8. Mengevaluasi Alternatif Lokasi (1). Analisis Biaya-Profit-Volume Lokasi (locational cost-profit-volume analysis). Prosedur untuk analisis ini melibatkan langkah berikut ini: a). Tentukan biaya tetap dan variabel yang terkait dengan masing-masing alternatif lokasi. b). Rencanakan lini total biaya untuk semua lokasi alternatif paad grafik yang sama. c). Tentukan lokasi mana yang akan memiliki total biaya yang lebih rendah dari tingkat hasil yang diharapkan. Selain itu, tentukan lokasi mana yang akan memiliki profit yang tinggi. Metode ini mengasumsikan hal berikut: -> Biaya tetap adalah konstan untuk rentang hasil yang mungkin. -> Biaya variabel linier bagi rentang hasil yang mungkin. -> Tingkat yang dibutuhkan dari hasil bisa diestimasi secara dekat. -> Hanya satu produk yang terlibat. Untuk sebuah analisis biaya, rumus Total Biaya untuk masing-masing lokasi: Total Biaya = FC + v x Q Keterangan : FC = Biaya Tetap (fixed cost). v = Biaya variabel per – unit. Q = Kuantitas atau volume hasil

Sambungan … Mengevaluasi Alternatif Lokasi (2). Model Transportasi. Biaya transportasi terkadang memainkan peran penting dalam keputusan mengenai lokasi. Hal ini berasal dari perpindahan, baik itu bahan baku maupun barang jadi. Jika sebuah fasilitas akan menjadi satu-satunya sumber atau tujuan dari pengiriman, maka perusahaan bisa menyertakan biaya transportasi dalam analisis-volume dengan menggabungkan biaya transportasi per unit yang sedang dikirimkan ke dalam biaya variabel per unit. (Jika bahan baku terlibat, biaya transportasi harus diubah ke dalam biaya per unit dari output dengan tujuan menyesuaikan dengan biaya variabel lainnya).

Sambungan … Mengevaluasi Alternatif Lokasi (3). Penilaian Faktor (factor rating). Merupakan penedekatan umum yang berguna untuk mengevaluasi alternatif yang sudah ada dan membandingkan alternatif. Atau dengan kata lain, untuk mengevaluasi lokasi termasuk masukan kualitatif dan kuantitatif . Nilai dari penilaian faktor adalah memberikan sebuah dasar rasional untuk evaluasi dan memfasilitasi pembandingan di antara alternatif denga menciptakan sebuah nilai ’campuran’ untuk masing-masing alternatif yang merangkum semua faktor terkait. Penilaian faktor memungkinkan pembuat keputusan untuk menggabungkan opini pribadi mereka dengan informasi kuantitatif dalam proses pembuatan keputusan. Prosedur di bawah ini digunakan untuk mengembangkan penilaian faktor: a). Tentukan faktor mana yang relevan (misal: lokasi pasar, pasokan air, faisilitas parkir, potensi pemasukan). b). Tentukan bobot pada masing-masing faktor yang mengindikasikan kepentingan relatif dibandingkan dengan semua faktor lainnya. Misalnya: bobot berjumlah 1,00. c). Tentukan skala umum untuk semua faktor (misalkan 0 hingga 100) dan tentukan sebuah nilai minimum yang dapat diterima jika perlu. d). Nilai masing-masing alternatif lokasi. e). Kalikan bobot faktor dengan nilai dari masing-masing faktor dan jumlahkan hasilnya untuk masing-masing alternatif lokasi. f). Pilih alternatif yang memiliki nilai campuran yang tinggi, kecuali jika nilai tersebut tidak memenuhi nilai minimum yang dapat diterima.

Sambungan … Mengevaluasi Alternatif Lokasi (4). Metode Pusat Gravitasi (center of gravity method). Merupakan sebuah metode untuk menentukan lokasi dari sebuah fasilitas yang akan meminimalkan biaya pengiriman atau waktu perjalanan ke berbagai tujuan. Metode ini juga digunakan untuk perencanaan lokasi bagi pusat distribusi, yang mana tujuannya adalah untuk meminimalkan biaya distribusi. Metode ini memperlakukan biaya distribusi sebagai sebuah fungsi linier dari jarak dan kuantitas yang dikirimkan. Kuantitas yang dikirimkan ke masing-masing tujuan di asumsikan tetap (misalkan tidak akan berubah). Variasi yang dapat diterima adalah bahwa kuantitas tersebut diperbolehkan untuk berubah selama jumlah relatif mereka tetap sama (misalkan variasi musiman).

SEKIAN & TERIMA KASIH