DESAIN MESIN TETAS DALAM MENUNJANG PENGEMBANGAN LABORATORIUM

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
2 SKS By: Ir. Suyatno, M.Si. Program Studi Peternakan, Fakultas Ilmu-Ilmu Pertanian, Universitas Muhammadiyah Malang By: Ir. Suyatno, M.Si. Program Studi.
Advertisements

Nama : Juniar Achmad Syaifutra NPM : Jurusan : Teknik Elektro
KELOMPOK 3.
SISTEM PENGENDALIAN MESIN BOILER BERBASIS PLC Nunu Mulyana,
ASSALAMUALAIKUM WR. WB BIODATA
MESIN PENETAS TELUR UNGGAS DENGAN MIKROKONTROLER
Kelas X Agribisnis Ternak Unggas Semester Gasal
Hemat Energi Listrik Rumah Tangga
Pengukuran Lingkungan Kerja
Rancang Bangun Mixer Otomatis Berbasis Programmable Logic Control Untuk Adonan Donat Kentang dan Pastel By : Satiti Dewi
PINTU AIR OTOMATIS PADA WADUK BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 16
PERANCANGAN SAKLAR LAMPU OTOMATIS MENGGUNAKAN Adri Kristian
LAMPU OTOMATIS YANG DIAKTIFKAN SUARA JERRY, { }
ASSALAMUALAIKUM WR. WB Gunadarma University.
SK. Mentan No. 190/Kpts/Org/5/1975 SK Mentan No. 406/Kpts/Org/8/1980
I S T N Rancang Bangun Sistem Pengendalian Alat Dehumidifier Berbasis Mikrokontroler pada Laboratorium PT. Dowell Anadrill Schlumberger.
Disusun oleh : HARIS RUSANDI NIM
OHP (Overhead Projector)
OHP (Overhead Projector)
EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH MENGKUDU Morinda cirtifolia L
PEMBIBITAN ITIK Hal-hal yang perlu diperhatikan :
RENCANA PERKULIAHAN ESL 398 METODOLOGI PENELITIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
TEKNIK KONTROL OTOMASI / OTOMATISASI.
PLPG. KE – 28 KELOMPOK TEKNIK 2010.
TOPIK 5 CUACA DAN IKLIM SERTA UNSUR-UNSURNYA
MANAJEMEN TELUR TETAS Keberhasilan penetasan, sangat ditentukan oleh kualitas dan manajemen telur tetas sejak dimulai dari sarang bertelur. Telur tetas.
PENETASAN AYAM Lokasi hatchery biasanya terletak dalam kawasan farm, jika berada diluar farm sebaiknya tidak terlalu jauh, karena terkait dengan resiko.
PENETASAN AYAM Lokasi hatchery biasanya terletak dalam kawasan farm, jika berada diluar farm sebaiknya tidak terlalu jauh, karena terkait dengan resiko.
Latar Belakang Masalah
MODUL16 Aplikasi Fitur Bentuk
MASALAH DAN TROUBLE YANG SERING TERJADI PADA PRINTER
1 SISTEM HIDROLIK SEBAGAI PENGGERAK BAJAK MOLE
PEMBENIHAN IKAN LELE DUMBO
PERAKITAN TEKNIK PENGENDALIAN Xanthomonas oryzae TERBAWA BENIH PADI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
PENETASAN TELUR.
Modul 12 ANALISA KEBUTUHAN ENERJI DALAM PMB
Tata Laksakna Pengawinan
KANDANG DAN PERALATAN.
Klasifikasi dan Analisa Kemasan
KANDANG AYAM Pertimbangan dalam membuat kandang :
INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY
Garis Besar Garis Besar
Identitas Mahasiswa - NAMA : INDRA CHRISTIAN HARWIBOWO - NIM : PRODI : Teknik Elektro - JURUSAN : Teknik Elektro - FAKULTAS : Teknik.
Merancang Layout Display Karya Inovasi Pembelajaran
Oleh: Dr. Drh. Ahmad Arif Amin Fakultas Kedokteran Hewan
MANAJEMEN LIMBAH INDUSTRI PERUNGGASAN
Faculty of Veterinary Medicine Bogor Agricultural University
TEKNOLOGI PETERNAKAN DAN VETERINER
Konsentrasi IgY-3A dalam Plasma Tikus Asal Kuning Telur Segar
PETUNJUK PENGOPERASIAN PANEL LVMSB
Muhammad Nasir.
Membuat Latar Belakang Proposal TA
OLEH : KHARIS UBAIDILLAH
Penerapan manajemen energi pada peralatan listrik
MESIN PENETAS TELUR UNGGAS DENGAN MIKROKONTROLER
LAPORAN KERJA PRAKTEK Juni 2016.
Dr. Ir Yuli Retnani, MSc Indah Wijayanti, S.Tp, Msi
Kegiatan Belajar 2: Sistem Kendali Digital
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA KEWIRAUSAHAAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
Kurnia Fajar Islamto( )
Optimasi Energi Terbarukan (Pembangkit Listrik Sistem Hibrid)
Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat
Assalamu’alaikum Wr. Wb. TERMOELEKTRIK SEBAGAI BENTUK APLIKASI EFEK SEEBECK Di susun oleh : FATHIYA NUFUS PRODI PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS TARBIYAH DAN.
Modul Pengontrol Peralatan Listrik Berbasis Mikrokontroler Sudrajat,
Kebutuhan dan Ketersediaan dari Suatu Farm
PRASETYO RUBIANTORO, SP.
Hemat Energi Listrik. Apa itu Energi? Kemampuan untuk melakukan kerja.
Transcript presentasi:

DESAIN MESIN TETAS DALAM MENUNJANG PENGEMBANGAN LABORATORIUM Laeli Komalasari, SP, MSi FAKULTAS PETERNAKAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2018

LATAR BELAKANG PERMASALAHAN TUJUAN IMPLEMENTASI SIMPULAN & SARAN

LATAR BELAKANG Penetasan telur secara alami 21 hari

Jumlah telur yang dierami induk terbatas Jika telur banyak ........???

Perlu penetasan buatan 5

PERMASALAHAN Intensitas kejadian listrik padam

TUJUAN Pengembangan alat melalui inovasi mesin tetas yang tetap dapat beroperasi meskipun listrik padam

METODOLOGI Perakitan mesin tetas 1 Uji coba mesin tetas 2

Mesin tetas kapasitas 200 butir Perakitan mesin tetas Desain Bahan Sumber panas Pengatur suhu Pengukur suhu Sumber RH Pengukur RH Kipas Ventilasi Pemutar telur Pengganti sumber listrik Mesin tetas kapasitas 200 butir

Uji coba mesin tetas Setting dan pengelolaan telur dalam mesin tetas Fumigasi Setting suhu dan keembapan Seleksi telur tetas Setting dan pengelolaan telur dalam mesin tetas

Listrik dimatikan : Hari ke-5 1 jam Hari ke-10 2 jam Hari ke-19 3 jam

Peubah yang diamati : Fertilitas (%) = jumlah telur yang fertil x 100% Jumlah telur tetas Daya tetas (%) = jumlah telur yang menetas x 100% Jumlah telur fertil

Mesin tetap beroperasi walaupun listrik padam Pada saat listrik padam secara otomatis sumber panas dari lampu didapatkan dari alat inverter yang bersumber dari batere SOP Hubungkan alat dengan sumber listrik Nyalakan inverter dengan menekan tombol ON Hubungkan kabel inverter dengan ACU Nyalakan mesin tetas dengan menekan tombol ON

Desain Mesin Tetas

IMPLEMENTASI Pemutaran telur manual Mesin Tetas Manual yang Ada Mesin Tetas Inovasi Pemutaran telur manual Pemutaran telur dilakukan dengan membuka mesin, sehingga mempengaruhi suhu dan kelembaban Posisi telur horisontal Pemutaran telur dengan handle turning Suhu dan kelembaban stabil Posisi telur vertikal?

Hasil pengamatan suhu dan kelembapan mesin tetas Hari Suhu (°C) Kelembapan (%) 1 37,50 63,00 2 37,67 62,56 3 37,60 62,80 4 37,75 62,75 5 37,70 63,75 6 37,76 7 64,00 8 63,33 9 63,50 Hari Suhu (ºC) Kelembapan (%) 10 37,65 63,50 11 37,88 64,00 12 37,80 62,67 13 37,83 62,00 14 37,85 62,50 15 37,84 16 17 37,70 61,00 18 63,00 Rataan suhu = 37,72±0,12 Rataan RH = 62,84±0,78

Hari Suhu ( °C) Kelembapan (%) 19 37,60 64,00 20 37,54 65,50 21 37,65 69,40 Rataan suhu = 37,60±0,06 Rataan RH = 66,30±2,79

Hasil Pengamatan Fertilitas dan Daya Tetas Fertilitas = 95% Daya tetas = 86,84%

Dampak keberlanjutan Terus digunakan untuk menunjang praktikum, penelitian dan pengabdian masyarakat Penyempurnaan desain dan pemilihan bahan, dapat diaplikasikan di peternak kecil

SIMPULAN Mesin tetas inovasi ini dapat digunakan untuk menetaskan telur unggas yang tetap dapat dapat beroperasi saat listrik padam. Suhu pada setter 37,72 °C dan 37,60 ºC pada hatcher. Kelembaban periode setter dan hatcher adalah 62,84% dan 66,30% Fertilitas 95% dan daya tetas 86,84%

Ir. Akhmad Akhir dan Dr. Ir. Niken Ulupi, MS Ucapan terima kasih Ir. Akhmad Akhir dan Dr. Ir. Niken Ulupi, MS

Kematian embrio mencapai 47% Hasil Pengamatan Namun Suhu mesin tetas antara 37,5– 37,9 ºC Kelembapan : Setter : 62 – 65% Hatcher : 64 – 70% Pada hari ke 15 listrik padam selama 4 jam Pada hari ke 17 listrik padam selama 3 jam Kematian embrio mencapai 47%

Kematian embrio umur 18 hari

Blok Diagram Kelistrikan Sederhana switch INVERTER ACU NC NO C Otomatis Inverter TH Switch NO C Otomatis Inverter TH NC INVERTER ACU Kondisi Sumber PLN Kondisi pada saat Listrik Padam