Pengertian material handling  Menurut Assauri (2008), dalam produksi terdapat bermacam-macam proses yang harus dilalui oleh produk tersebut untuk sampai.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
STUDI GERAKAN Analisis yang dilakukan terhadap beberapa gerakan bagian badan pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya Gerakan-gerakan yang tidak efektif.
Advertisements

PESAWAT PENGANGKAT Tujuan : Mahasiswa mampu memahami klasifikasi peralatan pemindah beban dan mampu memilih alat pemindah beban berdasarkan analisa mekanik.
Handout Analisis & Pengukuran Kerja
PENETAPAN TERMINAL TIPE B DI JAWA BARAT
MATERIAL HANDLING PADA PT. INDONATA UTAMA (PRODUSEN NATA DE COCO)

MENGHITUNG LUAS LANTAI
DERMAGA Peranan Demaga sangat penting, karena harus dapat memenuhi semua aktifitas-aktifitas distribusi fisik di Pelabuhan, antara lain : menaik turunkan.
RANTAI SUPLAI.
FASILITAS PELABUHAN.
PERENCANAAN TATA LETAK
Analisis Pemindahan Bahan dan Ongkos
MATERIAL HANDLING By : Nurul Ummi, MT.
Perancangan Tata Letak
PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS
PRESENTASI ELEMEN MESIN II
MATERIAL HANDLING Azizah Aisyati.
Material Handling (Pengaturan Material)

LAYOUT DAN MATERIAL HANDLING
TATA LETAK Manfaat:  Pemanfaatan ruangan lebih efektif  Arus bahan dan orang lebih baik  Meningkatkan kualitas pelayanan  Menumbuhkan Semangat kerja.
Teknik Menentukan Lokasi dan Layout
DERMAGA Peranan Demaga sangat penting, karena harus dapat memenuhi semua aktifitas-aktifitas distribusi fisik di Pelabuhan, antara lain : menaik turunkan.
LAYOUT PABRIK DAN MATERIAL HANDLING
ETIKA OPERASIONAL DRA. SUMIYARSIH,MM.
Pengelolaan Transportasi Dan Distribusi Dalam Rantai Pasok
STIE DEWANTARA ASPEK TEKNIS / OPERASI Studi Kelayakan Bisnis, Sesi 3.
TEKNIK MENENTUKAN LOKASI & LAYOUT
Materi – 03 Sistem Kantor.
Pertemuan VI Lokasi dan Desain Tata Letak
Pengelolaan transportasi dan distribusi dalam rantai pasok
Pokok-Pokok Manajemen Perawatan
LANGKAH ATAU PROSEDUR PERANCANGAN PABRIK
PRODUCTION MANAGEMENT
PERTEMUAN 6 MANAJEMEN OPERASI (EKMA4215)
Fakultas Teknologi Industri
“PETA DARI KE ONGKOS PENANGANAN BAHAN”
Pertemuan XII Penjadualan Operasi dan Pemeliharaan
PERENCANAAN FASILITAS
Pertemuan XI Sistem “Just In Time” dan “Supply Chain Management”
PERGUDANGAN & FASILITAS PENDUKUNG
PERENCANAAN FASILITAS
MANAJEMEN PRODUKSI.
BAB 8 MANAJEMEN OPERASIONAL
Teknik menentukan Lokasi & Layout untuk wirasaha
Transportasi & Distribusi
Aspek Teknis Analisis teknis bertujuan untuk memastikan bahwa ide atau gagasan yang telah dipilih itu layak, dalam arti kata ada ketersediaan lokasi, alat,
Fasilitas Penyimpanan
ASPEK TEKNIK & TEKNOLOGI
Perancangan Tata Letak
DASAIN FASILITAS & LAY OUT
MATERIAL HANDLING Azizah Aisyati.
TUGAS PERENCANAAN KONTRUKSI MESIN I
Session 5 MATERIAL HANDLING
Cara menentukan lay out
MOST (MAYNARD OPERATION SEQUENCE TECHNIQUE)
“BANGUNAN DAN FASILITAS” RIYANDA Sfarm.,Apt.
PERANCANGAN FASILITAS
MANAJEMEN PEMASARAN (EKMA4216) MODUL 8 STRATEGI DISTRIBUSI Tutor : Padlah Riyadi., SE., MM., Ak,. CA 1.
Perancangan Tata Letak
1. Penentuan Lokasi Pabrik
Kebutuhan Luas Lantai.
LANGKAH ATAU PROSEDUR PERANCANGAN PABRIK
Pengantar Bisnis Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma
Perancangan Aliran Bahan - 2
Perencanaan Teknis dan Sistem produksi
MANAJEMEN OPERASIONAL KELOMPOK 7 o IKA HESTI (B ) o PUTRI SHOLIKHATI (B ) o PRATIWI DEVI N (B ) o LULUK FAUZANI (B ) o.
BAB 7 ARSIP MANUAL.
Tercapainya peningkatan profit Terjadinya efisiensi kerja dan biaya Pengurangan total jarak tempuh transportasi pengiriman produk Memudahkan SDM dalam.
Produksi massal adalah sistem produksi dalam jumlah besar dari produk standar yang terjadi secara terus - menerus sebagai aliran produksi dan bersifat.
Transcript presentasi:

Pengertian material handling  Menurut Assauri (2008), dalam produksi terdapat bermacam-macam proses yang harus dilalui oleh produk tersebut untuk sampai selesai dan siap dikirim ke pasar. Pergerakan/perpindahan bahan itu disebut “material movement”. Akan tetapi bahan-bahan merupakan benda mati yang tidak dapat bergerak dengan sendirinya. Oleh karena itu dibutuhkan kegiatan pemindahan bahan yang disebut “material handling”. Material handling (penanganan bahan) dapat diartikan sebagai menangani material dengan menggunakan peralatan dan metode yang benar.  Pengertian Material Handling menurut John A. Stubin, dalam Business Management yaitu, Material handling adalah suatu bagian yang integral dari proses produksi yang meliputi penyimpanan, pemuatan, penuranan, dan juga bagian transportasi mengangkut material ke pengepakan sampai barang jadi yang siap dipasarkan.

 Dari beberapa pengertian di atas, dapat dikatakan bahwa material handling adalah kegiatan mengangkat, mengangkut, meletakkan bahan- bahan atau barang-barang dalam proses di dalam pabrik, kegiatan ini dimulai sejak bahan-bahan masuk atau diterima di pabrik, sampai pada saat barang jadi dikeluarkan dari pabrik.

Tujuan material handling  1. Menambah kapasitas produksi Menambah produktivitas kerja per man-hour Meningkatkan efisiensi mesin/peralatan handling dengan mereduksi downtime Menjaga kelancaran aliran kerja (menghindari idle atau tumpukan material) Memperbaiki kontrol produksi melalui penjadwalan yang baik dan pengewasan yang ketat

Tujuan material handling  2. Mengurangi waste Proses pemindahan material secara hati-hati Fleksibel  3. Memperbaiki kondisi area kerja Menjaga area kerja aman dan nyaman Mengurangi faktor kelelahan operator Memotivasi pekerja

Tujuan material handling  4. Memperbaiki distribusi material Mengurangi kerusakan dalam proses pemindahan Memperbaiki rute yang ditempuh Memperbaiki fasilitas pergudangan dan pengaturanya Menambah efisiensi kerja proses shipping dan receiving

Tujuan material handling  5. Mengurangi biaya Menambah produktivitas kerja Mengurangi dan mengendalikan inventories Pemanfaatan luas area secara optimal Rute pemindahan direncanakan secara baik untuk mengurangi jarak perpindahan material Mengtur jadwal dengan baik sehingga menghindari antrian dan kekacauan.

Manfaat material handling  Manfaat yang diperoleh dari material handling adalah  Penghematan biaya produksi,penurunan biaya persediaan,penggunaan ruang lebih efisien,serta meningkatkan produktifitas perusahaan  Pengurangan sisa afval (produk-produk yang tidak sesuai standar)  Menaikkan luas produksi  Peningkatan kondisi kerja karyawan  Distribusi material akan berjalan lebih baik

Prinsip – prinsip material handling  Beberapa prinsip dasar yang perlu mendapat perhatian di dalam perencanaan penanganan material (material handling) adalah sebagai berikut: 1. Sistem material handling yang disusun harus memenuhi tujuan 2. Sistem penanganan dan penyimpanan hendaknya terintegrasi. 3. Peralatan material handling dan prosedurnya di desain sedemikian rupa dengan mempertimbangkan faktor kemampuan manusia dan keterbatasanya 4. Metode dan peralatan material handling yang dipilih harus memberikan biaya per unit angkut yang rendah 5. Pemakaian ruangan yang seefektif mungkin 6. Urutan operasi dan tata letak peralatan harus efektif dan efisien 7. Metode penanganan harus sesederhana mungkin dengan mengeliminasi, mengurangi atau mengkombinasikan gerakan dan atau peralatan yang tidak perlu

Jenis Peralatan Material Handling  Conveyors Conveyors adalah suatu peralatan yang memindahkan bahan- bahan baik dengan arah horizontal maupun vertical antara dua tempat tetap. Tipe-tipe peralatan lain yang dapat ditempatkan dalam kategori ini adalah escalator, pipa, elevator, belt, dll. Karakteristik pertama conveyors adalah bahwa peralatan ini memberikan route perpindahan yang tetap. Karakteristik kedua adalah bahwa conveyors memanfaatkan ruangan secara terus menerus. Beberapa tipe conveyor: Roller conveyor dan Privoted bucket conveyor

Jenis Peralatan Material Handling  Truk dan Peralatan Mobil Kendaraan-kendaraan ini digerakan dengan tenaga tangan, minyak, atau listrik dan mempunyai kemampuan mengankut barang-barang dengan arah horizontal. Peralatan-peralatan ini juga tidak seperti conyeyors, dalam hal ini pemanfaatan ruang secara tertentu secara “intermittent”. Sebagai konsekuensinya, walaupun ruangan digunakan untuk kendaraan pada lokasi tertentu, ruangan tersebut bebas untuk penggunaan lainnya. Dari situasi tertentu, perusahaan menggunakan tipe peralatan penanganan bahan ini Karena karakteristik-karakteristiknya yang tidak memerlukan route tetap dan tidak memanfaatkan ruangan secara terus menerus. Beberapa tipe peralatan mobil : industrial tractor dan Platform truck

Jenis Peralatan Material Handling  Derek dan Kerekan (cranes and hoists) Peralatan-peralatan ini dalam kondisi tertentu, mampu memindahkan bahan-bahan secara verikal dan lateral dalam ruangan dengan kepanjangan, kelebran, ketinggian terbatas. Tentu saja berbagai jenis perlatan ini dapat dipindah-pindahkan daru satu lokasi ke lokasi lain bila dinaikan ke atas traktor truk, atau kendaraan lainnya. Cranes and hoists bisa digunakan pada pekerjaan-pekerjaan konstruksi, pengangkutan barang-barang berat dari tempat kerja satu ke departemen lainnya serta pembokaran cargo di dok-dok pelabuhan. Beberapa tipe derek dan kerekan: Jib Crane, Chain Hoist, clawler crane

Pemilihan Peralatan Penanganan Bahan (Material Handling)  Berbagai faktor perlu dipertimbangkan untuk memilih tipe-tipe peralatan penanganan bahan yang akan digunakan dan berapa banyak setiap tipe akan diperlukan. Faktor-faktor pertimbangan tersebut adalah sebagai berikut:  Jalur pengangkutan. yang akan diikuti oleh bahan atau orang yang akan meninggalkan lokasi tertentu. Bila jalur adalah tetap, perusahaan akan mempertimbangkan menggunakan conveyer, atau fixed path equipment lainnya. Sebaliknya bila jalur harus dilalui bersifat variable, sebagai karakteristik produksi terputus-putus (intermittent), perusahaan sebaiknya menggunakan truk dan derek, atau variable path equipment lainnya.  Sifat objek yang diangkut. Bila mengangkut orang-orang peralatan seperti elevator, escalator, dan bus adalah alternatif peralatan yang dapat dipilih. Bila mengangkut bahan- bahan perlu pertimbangan tentang bentuk, ukuran, ketajaman, berat, dan daya tahannya.

Pemilihan Peralatan Penanganan Bahan (Material Handling)  Karakteristik­-karakteristik bangunan. Kapasitas beban lantai akan mempengaruhi berat peralatan material handling yang dapat digunakan. Ketinggian atap, dan kekuatan tiang-tiang penyangga, penempatan lorong- lorong dan ukuran pintu sering membatasi jenis dan ukuran peralatan yang dapat digunakan. Dismaping itu, bentuk bangunan yang bertingkat memerlukan peralata khusus seperti elevator, dan juga sistem ventilasi mempengaruhi penggunaan truk-truk bertenaga bahan bakar.  Keadaan ruang yang tersedia. Bila luas lantai terbatas, tetapi ruangan di atap tersedia, derek dan kerekan aka lebih cocok dibandingkan truk dan conveyor. Dalam kejadian dimana jenis ruangan tersebut terbatas, truk-truk kecil, conveyor dan derek akan sesuai.  Kapasitas peralatan penanganan yang diperlukan. Faktor ini akan menentukan jumlah peralatan tipe tertentu dibutuhkan, dimana ini juga tergantung pada jumlah ahan yang diangkut per periode.  Biaya setiap metode alternative. Faktor biaya menyangkut dana yang tersedia bagi pengadaan peralatan-peralatan penanganan bahan.