THE AVERTING BEHAVIOR METHOD (ABM)

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Travel Cost Method (TCM)
Advertisements

Metode untuk Menentukan Nilai Kompensasi
EVALUASI MIKRO-MAKRO PROYEK PARIWISATA DAN HOSPITALITY
Manajemen: Proses Pengambilan Keputusan
ENVIRONMENTAL VALUATION
SEKTOR EKONOMI INFORMAL
TUJUAN, TAHAPAN PELAKSANAAN DAN PENDEKATAN VALUASI
Metode Pengembangan Tanah ( Land Development Method )
Penilaian Gedung Perkantoran
PENILAIAN EKONOMI DAN KONSEP WTP vs WTA
PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN ANALISIS DAMPAK INGKUNGAN
Bab 2 Mekanisme Pasar : Permintaan dan Penawaran
MANAJEMEN PEMASARAN I ( 3 SKS )
Indonesia’s Soil Account: Java Akuntansi Tanah di Pulau Jawa, Indoneisa.
Modul 03. Ekonomi Lingkungan
PENGATURAN PASAR : INFORMASI DAN KETIDAKPASTIAN
MAKROEKONOMI LINGKUNGAN
CHANGE IN PRODUCTIVITY (PRODUCTIVITYAPPROACH)
Learning Session BRSDMKP
PENGENALAN KONSEP ANALISIS BIAYA-MANFAAT DAN LINGKUNGAN
HARGA POKOK PRODUK BERSAMA & SAMPINGAN
REPLACEMENT ANALYSIS Replacement Analysis (Analisis Penggantian) dapat diartikan sebagai: Keputusan untuk menentukan kapan suatu alat atau mesin yang sedang.
Bernard Hasibuan Jakarta, 29 Maret 2017
MANAJEMEN LINGKUNGAN PERTEMUAN KE-2.
KULIAH VALUASI ESDAL PERTEMUAN KE
ADAPTASI.
DALAM MANAJEMENT BENCANA PENGANTAR MANAJEMEN PB
HEDONIC PRICE METHOD (HPM)
Travel Cost Method (TCM)
Oleh: Herman Haeruman Js.
PEDOMAN PENILAIAN PERSONAL PROPERTI
CHANGE IN PRODUCTIVITY (PRODUCTION FUNCTION APPROACH)
PENENTUAN HARGA AIR MINUM
Tools of Economic Tourism
Mengembangkan Dan Menetapkan Harga Produk
Oleh Rizal Bahtiar, S.Pi, M.Si
TIPE KERUSAKAN SUMBERDAYA ALAM, TEKNIK PERHITUNGANNYA DAN TEKNIK PERUBAHAN PENDAPATAN (WALFARE APPROACH) Rizal Bahtiar, S.Pi, M.Si.
MG-3 KONSEP PENILAIAN EKONOMI SUMBER DAYA HUTAN
Agenda 1 Permasalahan Interpretasi 2 3 Diskusi. ISAK 27 PENGALIHAN ASET DARI PELANGGAN IFRIC 18: Transfers of Assets from Customers.
RISIKO KERUSAKAN PROPERTY DAN KEWAJIBAN
REPLACEMENT ANALYSIS Replacement Analysis (Analisis Penggantian) dapat diartikan sebagai: Keputusan untuk menentukan kapan suatu alat atau mesin yang sedang.
MK PENILAIAN KERUSAKAN SDAL P /2014
HABITAT EQUIVALENCY METHOD (HEA)
EVALUASI METODE DALAM DAMAGE ASSESSMENT
Pengertian Penilaian Ekonomi Kerusakan Sumberdaya alam dan Lingkungan
Oleh Rizal Bahtiar, S.Pi. M.Si
PENGANTAR RISIKO & ENTERPRISE RISK MANAGEMENT
UTILITY DESIGN FOR RELIABILITY OPTIMALISASI DENGAN ALAT SIX SIGMA
EKONOMI INFORMASI.
PENGANTAR RISIKO & ENTERPRISE RISK MANAGEMENT
PEMANFAATAN TANAH PERKOTAAN (Individual VS Kolektif)
KEWIRAUSAHAAN ANGGIA PARAMITA PUTI KENCANA, SE, MSM Fakultas Ekonomi
MANAJEMEN PEMASARAN ( 2 SKS )
Modul 2: Manajemen Limbah
Menganalisa Pasar Konsumen
Identifikasi Biaya-biaya
MANAJEMEN PEMASARAN I ( 3 SKS )
Agenda 1 Permasalahan Interpretasi 2 3 Diskusi. ISAK 27 PENGALIHAN ASET DARI PELANGGAN IFRIC 18: Transfers of Assets from Customers.
Manajemen Resiko Dalam Pengembangan SI
Alasan Menggunakan Outsourcing
PENYERAHAN ASET DARI PELANGGAN ISAK 27
BAB 4 LINGKUNGAN EKONOMI.
ASURANSI TERHADAP KERUGIAN TIDAK LANGSUNG
ANALISA BIAYA DAN MANFAAT DALAM PENGGUNAAN SUMBER DAYA ALAM
PENGAMBILAN KEPUTUSAN & KETIDAKPASTIAN (KEBIJAKAN MENGHADAPI RESIKO)
ASET TETAP DISUSUN OLEH: KELOMPOK 8 RIZKI NAHRIYATI (A )
Pengenalan ekonomi teknik
EPIDEMIOLOGI KESEHATAN LINGKUNGAN DAN KESEHATAN KERJA ATTENTION PLEASE.
Agenda 1 Permasalahan Interpretasi 2 3 Diskusi. ISAK 27 PENGALIHAN ASET DARI PELANGGAN IFRIC 18: Transfers of Assets from Customers.
MATERI KULIAH MANAJEMEN PEMASARAN. BAB I MENCIPTAKAN NILAI MENCIPTAKAN NILAI DAN DAN KEPUASAN PELANGGAN KEPUASAN PELANGGAN.
Transcript presentasi:

THE AVERTING BEHAVIOR METHOD (ABM) VALUASI EKONOMI SDAL 2011/2012

METODE VALUASI EKONOMI SDAL Nilai SDA dan Jasa Lingkungan Nilai Guna Nilai Non Guna Guna Langsung Guna Tidak Langsung Nilai Pilihan Nilai Warisan Nilai Keberadaan Produktifitas Biaya pengendalian Biaya Kesempatan Biaya Kontingensi Biaya Kontingensi Harga Barang Subsritusi Biaya Pengendalian Harga Kesenangan Biaya perjalanan Biaya Kesehatan Benefit transfer Jenis Valuasi Ekonomi SDAL

PENDAHULUAN (1) The Averting Behavior Method menggambarkan pengeluaran yang dibuat untuk mencegah/ mengurangi dampak negatif degradasi lingkungan. The ABM  Cost-Based Methods, dimana metode ini mengunakan biaya dari pembelian barang (produk) tertentu untuk menilai kualitas lingkungan.

PENDAHULUAN (2) Metode ABM tidak mencakup surplus konsumen, karena: ▲ pilihan-pilihan sosial untuk mendapatkan lingkungan yang sehat bisa lebih besar dari pengeluaran untuk suatu produk dan, karena harga pasar dari produk tersebut digunakan untuk menilai lingkungan Secara umum, ABM sangat sesuai diaplikasikan untuk kasus-kasus dimana pencegahan kerusakan atau pengeluaran untuk barang pengganti benar-benar ada atau benar-benar akan dibuat.

PENDAHULUAN (3) Asumsi dalam ABM: ♣ orang mengenali dampak negatif kerusakan lingkungan terhadap kesejahteraan mereka ♣ orang mampu menyesuaikan kebiasaan mereka untuk mencegah/ mengurangi dampak tersebut Contoh: dampak negatif penipisan lapisan ozon  orang membeli topi/ suncream untuk mencegah kerusakan kesehatan

LIMITATION OF ABM ABM menganggap bahwasanya orang mempunyai kesadaran yang penuh terhadap potensi dampak perubahan kualitas lingkungan, dan mereka mempuyai pilihan dalam meresponnya melalui tindakan mereka sendiri atau keputusan individual untuk membeli peralatan perlindungan ekosistem. Akan tetapi, kenyataannya tidak semua orang yang terkena dampak akan menyadari akibat pengurangan kualitas atau suplai jasa lingkungan. Terkadang orang mungkin tidak bereaksi terhadap perubahan yang kecil dalam kualitas lingkungan

TYPES OF AVERTING BEHAVIOR METHOD (1) Tiga (3) metode dalam ABM: 1. Damage Cost Avoided (DCA) 2. Preventive Expenditure (PE) 3. Replacement Cost (RC) Contoh: Respon individu terhadap menurunnya kualitas air keran dapat dinilai melalui 1. memasang tanggul pemecah ombakDCA 2. memasang penyaring air keran di rumah  PE 3. membeli air dalam botol/ kemasan  RC

TYPES OF AVERTING BEHAVIOR METHOD Ketiga tipe ABM tersebut mengestimasi nilai jasa lingkungan berdasarkan biaya pencegahan kerusakan yang disebabkan oleh hilangnya jasa lingkungan, atau biaya pengganti jasa suatu ekosistem Metode ini didasarkan pada asumsi bahwasanya apabila orang menerima biaya untuk mencegah kerusakan yang disebabkan oleh hilangnya jasa lingkungan atau mengganti jasa ekosistem, maka nilai jasa lingkungan tersebut setidaknya harus sama dengan harga yang dibayarkan individu untuk penggantian tersebut

DAMAGES COST AVOIDED (1) Metode damage cost avoided mengestimasi nilai ekonomi berdasarkan biaya yang dihasilkan akibat hilangnya jasa lingkungan Pendekatan ini menggunakan nilai properti yang dilindungi atau biaya dari tindakan yang diambil untuk mencegah kerusakan sebagai sebagai sebuah ukuran dari manfaat yang disediakan ekosistem (lingkungan). Damage cost avoided method secara khusus sangat bermanfaat dalam penilaian ekosistem yang menyediakan suatu bentuk perlindungan alami.

DAMAGES COST AVOIDED (2) Contoh: Jika lahan basah melindungi properti di sekitarnya dari banjir, maka manfaat dari perlindungan baniir tersebut bisa diestimasi melalui pencegahan kerusakan apabila banjir tidak terjadi atau melalui pengeluaran yang dibuat pemilik properti dalam melindungi milik mereka dari banjir. “Damage Cost Avoided Method menyediakan pendekatan yang relatif mudah untuk menentukan nilai dari jasa perlindungan alami di pulau-pulau kecil”

DAMAGES COST AVOIDED (3) Tahapan pelaksanaan damage cost avoided method: 1. Mengenali jasa perlindungan yang disediakan dan menaksir area proteksi yang akan berubah sesuai skenario kehilangan ekosistem tertentu  mencakup informasi mengenai kemungkinan peristiwa kerusakan yang terjadi dan tingkat kerusakan dibawah skenario ecosystem loss yang berbeda.

DAMAGES COST AVOIDED (4) Tahapan pelaksanaan damage cost avoided method (cont…): 2. Mengenali infrastruktur, properti dan populasi manusia yang akan terkena dampak perubahan proteksi menjelaskan batasan dampak yang tidak akan dianalisa. 3. Mengestimasi biaya kerusakan tersebut dengan menggunakan informasi dari nilai aset yang mempunyai resiko.

PREVENTIVE EXPENDITURE (1) Preventive Expenditure juga dikenal dengan sebutan mitigate atau defensive expenditure approach. Jasa lingkungan bisa dinilai dengan melihat seberapa banyak biaya yang dibutuhkan untuk melakukan tindakan pencegahan peningkatan kerusakan akibat hilangnya jasa tersebut. Misal: Biaya yang digunakan untuk pembuatan filterisasi air minum karena adanya kerusakan di sumber mata air.

PREVENTIVE EXPENDITURE (2) Preventive expenditure approach mengidentifikasi nilai dari manfaat dan biaya dampak lingkungan dengan cara mengamati seberapa banyak orang, komunitas atau negara disiapkan untuk membayar perbaikan atau pencegahan kerusakan lingkungan. Pendekatan ini bisa dilihat sebagai penilaian substitusi permintaan terhadap proteksi lingkungan  secara tidak langsung mengukur biaya kerusakan lingkungan dengan melihat jumlah sumberdaya yang disediakan untuk mencegahnya.

PREVENTIVE EXPENDITURE (3) Seorang individu yang rasional akan menerima biaya perbaikan kerusakan tersebut sepanjang: Level kerusakan lingkungan setelah dampaknya dikurangi + perbaikan kerusakan < level original kerusakan yang dirasakan Contoh penerapan: Biaya yang diterima individu dalam rangka mendapatkan air bersih (misalnya menggunakan sistem penyaring air) digunakan sebagai ukuran manfaat sosial yang dihasilkan dari pengurangan jumlah pathogen dalam suplai air kota.

REPLACEMENT COST (1) Replacement Cost  mengestimasi nilai jasa lingkungan sebagai biaya penggantian jasa tersebut dengan barang dan jasa alternatif buatan. Dengan kata lain replacement cost menggambarkan nilai dari jasa lingkungan yang bisa ditiru menggunakan teknologi (misal: water storage atau waste water processing). R

REPLACEMENT COST (2) Pada dasarnya, dalam metode ini diasumsikan bahwa jumlah uang yang dikeluarkan masyarakat untuk mengganti aset (jasa) lingkungan secara umum sama dengan manfaat yang hilang dari jasa yang tersedia untuk masyarakat. Key weakness: seringkali sulit untuk mendapatkan substitusi (pengganti) yang nyata untuk barang dan jasa lingkungan, dengan level manfaat yang sama. Jika level jasa dari infrastruktur buatan lebih rendah  nilai ekosistem mungkin dibawah nilai estimasi, berlaku sebaliknya.

TERIMA KASIH