Dwi Retno Andriani, SP.,MP

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
KELOMPOK 1 1.Berliana Josefa 2.Yetty Gloria 3.Maya Tressia 4.Shanty Sawita 5.Eko Suryadarma.
Advertisements

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Aritmatika Sosial.
Analisis Breakeven Operating Leverage
BREAK EVEN POINT Oleh kelompok III: Betaria situmorang
Analisis Proses Bisnis Pertemuan V
ANALISIS COST-VOLUME-PROFIT
BREAK EVEN POINT & ANALISIS SENSITIVITAS
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Fungsi penerimaan dan fungsi biaya
ANGGARAN BEP.
ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP)
ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA (COST-VOLUME-PROFIT ANALYSIS)
PERTAMUAN 6 DAN 7 hal 275 Hansen/Mowen
Akuntansi manajemen Analisis Titik Impas Ajang Mulyadi.
Hotel “Citra Yogya” yang memiliki 30 kamar, yang menyajikan laporan laba-rugi untuk tahun 2010 sebagai berikut : Total Per kamar/hari Penjualan Rp
Manajemen Keuangan Break-Even Point
PENERAPAN FUNGSI LINIER PART 2
B E P TITIK PULANG POKOK.
Analisis Breakeven Operating Leverage
ANALISA BREAK EVEN POINT ( BEP )
PENERAPAN EKONOMI Fungsi linear sangat lazim diterapkan dalam ilmu ekonomi, baik dalam pembahasan ekonomi mikro maupun makro. Dua variabel ekonomi maupun.
Fungsi Penerimaan.
ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA (COST-VOLUME-PROFIT ANALYSIS)
ANALISIS TITIK IMPAS Kulaih ke - 14.
ANALISA BIAYA VOLUME & LABA
COST-VOLUME-PROFIT ANALYSIS
ANALISIS TITIK IMPAS PERTEMUAN 13 DAN 14.
ANALISIS TITIK IMPAS PERTEMUAN 13 DAN 14.
Keuangan Bisnis 1 ANALISIS PULANG POKOK ARI DARMAWAN, DR, S.AB, M.AB.
ANALISA BIAYA VOLUME & LABA
PERENCANAAN LABA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LABA:
Sumber : Dionysia Kowanda
Analisis break even point
ANALISA BIAYA VOLUME & LABA
ANALISA BIAYA VOLUME & LABA
BENTUK-BENTUK DAN TEKNIK ANALISA
ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP)
Akuntansi Manajemen Nurhasanah, S.E, M.M.
* RETNO B. LESTARI07/16/96 B 6 Perencanaan Laba A B PENGANTAR EKONOMI*
9 Manajemen Keuangan Agribisnis: BREAK EVENT POINT MODUL
Sumber : Dionysia Kowanda
ANALISA BIAYA VOLUME & LABA:Alat pengendalian Manajerial
ANALISA BIAYA VOLUME & LABA
Penetapan harga jual, biaya, volume dan laba
VOLUME LABA PADA PERUSAHAAN PENGHASIL PRODUK TUNGGAL
Analisis biaya-volume-laba
Cost-Volume-Profit Analysis
COST, VOLUME AND PROFIT ANALYSIS (ANALISA BIAYA- KUANTITAS-LABA)
COST-VOLUME-PROFIT ANALYSIS
ANALISA BIAYA VOLUME & LABA
Analisis biaya-volume-laba
Break even point.
ANALISA BREAK EVENT POINT DI APOTEK
VOLUME LABA PADA PERUSAHAAN PENGHASIL PRODUK TUNGGAL
BREAK EVEN POINT ANALYSIS
ANALISIS PULANG POKOK dan ANALISISI BIAYA VOLUME-LABA
ANALISIS BREAK EVENT POINT
PENERAPAN FUNGSI LINIER PART 2
perencanaan laba: ANALISIS BIAYA – TITIK IMPAS (BEP)
ANALISA BIAYA VOLUME & LABA
ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA
Analisis biaya-volume-laba
Bahan 9 MANAJEMEN KEUANGAN Semester V
Analisis dan Estimasi Biaya
ANALISA BREAK EVEN POINT ( BEP )
Perhitungan Titik Impas ( Break Event Point (BEP)) Edi Rianto, M.Si.
ANALISA BREAK EVEN POINT ( BEP )
ANALISIS BREAK EVENT POINT
ANALISIS BREAK EVEN POINT OLEH : PAK PROJO. ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) Definisi BEP  Break Even Point = BEP= Titik Pulang Pokok Adalah keadaan suatu.
Transcript presentasi:

Dwi Retno Andriani, SP.,MP BREAK EVEN POINT Dwi Retno Andriani, SP.,MP

introduction Tujuan perusahaan:profit optimal Analisis terhadap saling hubungan antara unsur-unsur yang menbentuk laba yaitu Analisis break Even Point unsur pembentuk laba: ????????? Masalah BEP muncul karena perusahaan mennggunakan biaya tetap dan biaya variabel

Definisi Suatu analisa yang menggambarkan bagaimana perubahan biaya variabel, biaya tetap, harga jual, volume penjualan dan bauran penjualan akan mempengaruhi laba perusahaan. Analisis ini merupakan instrumen yang lazim dipakai untuk menyediakan informasi yang bermanfaat bagi manajemen untuk pengambilan keputusan, misal : dalam menetapkan harga jual produk.

Asumsi Semua biaya diklasifikasikan sebagai biaya variabel dan tetap Hrga jal per unit tidak berubah selama periode analisis Perusahaan hanya memproduksi satu macam barang, bila menghasilkan lebih dari satu macam barang, perimbangan harus tetap

Konsep Margin Kontribusi Margin Kontribusi  Selisih antara harga jual perunit dan biaya variabel perunit  besaran untuk menutup biaya tetap dan memberikan keuntungan perunit

Contoh Contribution Margin Jumlah Perunit Penjualan (800 DVD) Biaya Variabel Rp. 200.000.000 Rp. 120.000.000 Rp. 250.000 Rp. 150.000 Margin Kontribusi Biaya Tetap Rp. 80.000.000 Rp. 70.000.000 Rp. 100.000 Laba / Rugi Rp. 10.000.000 Margin kontribusi perunit Rp. 100.000 menunjukkan bahwa untuk setiap unit produk yang dibuat akan menyumbang margin kontribusi sebesar Rp. 100.000 Bagaimana jika DVD yang diproduksi hanya 1 unit ? 2 unit ?

Format perhitungan laba sebelumnya, juga berfaedah sebagai alat perencanaan. Format ini memungkinkan perusahaan memproyeksikan keuntungan pada setiap tingkat aktivitas dalam kisaran relevan, misalnya : perusahaan memproyeksikan tingkat penjualan VCD sebanyak 1000 unit ?

Jumlah Perunit Penjualan (1000 DVD) Biaya variabel Rp. 250.000.000 Rp. 150.000.000 Rp. 250.000 Rp. 150.000 Margin kontribusi Biaya tetap Rp. 100.000.000 Rp. 70.000.000 Rp. 100.000 Laba / Rugi Rp. 30.000.000

Rasio Margin Kontribusi Margin Contribusi dapat dinyatakan dalam suatu persentase dari pendapatan penjualan  Rasio Margin Contribusi Margin Kontribusi RMC = --------------------- Penjualan Semakin tinggi RMC semakin baik ! Dapatkah anda menjelaskan analisisnya ?

Perhitungan BEP Perhitungan BEP dapat dilakukan dengan dua cara : Atas dasar Unit Atas dasar sales dlm rupiah Rumus BEP : BEP unit = __FC__ P -VC P = harga jual perunit V = Biaya var perunit FC= Biaya tetap

Tujuan Mencari Titik Impas : Mencari tingkat aktivitas dimana pendapatan = biaya Menunjukkan suatu sasaran volume penjualan menimal yang harus diraih oleh perusahaan Mengawasi kebijakan penentuan harga Memungkinkan perusahaan mengetahui apakah mereka beroperasi dekat / jauh dari titik impas ?

Komputasi Titik Impas Titik Impas dapat dinyatakan secara matematis dengan persamaan : Penjualan = Biaya Dari contoh diatas dapat dicari BEP (dalam unit) 250.000 Q = 150.000 Q + 70.000.000 + 0 100.000 Q = 70.000.000 Q = 700 unit VCD Dinyatakan dalam penjualan : 700 unit x Rp. 250.000 Rp. 175.000.000

Komputasi Titik Impas (lanjutan..) BEP = Biaya Tetap : Margin Contribusi/unit = Rp. 70.000.000 : Rp. 100.000 = 700 unit VCD BEP = Biaya Tetap : Rasio margin contribusi = Rp. 70.000.000 : 40% = Rp. 175.000.000

Grafik BEP Sales Garis Pendapatan Total TITIK IMPAS DAERAH RUGI DAERAH LABA Garis Biaya Total Garis Biaya Tetap Kuantitas

Margin of Safety (MOS) Kelebihan penjualan yang dianggarkan di atas volume penjualan impas  seberapa banyak penjualan boleh turun sebelum perusahaan menderita kerugian Menunjukkan tingkat resiko mendapatkan kerugian jika terjadi kenaikan titik impas akibat suatu kondisi

Rumus MOS MOS = Penjualan (dianggarkan – BEP) Persentase MOS = MOS : Penjualan Jika perusahaan menganggarkan penjualan 800 unit DVD Maka MOS = 200.000.000 – 175.000.000 = Rp. 25.000.000

PT. OKKY PT. MAHARDIKHA Jumlah % Penjualan Biaya variabel Rp. 600.000 Rp. 450.000 100 75 Rp. 300.000 50 Margin Kontribusi Biaya Tetap Rp. 150.000 Rp. 120.000 25 Rp. 270.000 Laba Bersih Rp. 30.000 Titik Impas Rp. 120.000 : 25% Rp. 270.000 : 50% Margin Pengaman / MOS (Penjualan – BEP) Rp. 600.000 – Rp. 480.000 Rp. 600.000 – Rp. 540.000 Persentase MOS Rp. 120.000 : Rp. 600.000 Rp. 60.000 : Rp. 600.000 Rp. 480.000 20% Rp. 540.000 Rp. 60.000 10%

Tuasan Operasi Tingkat pengeluaran biaya tetap di dalam sebuah perusahaan Bagi akuntan manajemen, tuasan operasi mengacu kepada kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kenaikan laba manakala volume penjualan berubah

Kasus Tuasan Operasi PT. OKKY PT. MAHARDIKHA Jumlah % Penjualan Biaya variabel Rp. 400.000 Rp. 240.000 100 60 Rp. 120.000 30 Margin Kontribusi Biaya Tetap Rp. 160.000 40 Rp. 280.000 70 Laba Bersih Rp. 40.000

PT. OKKY memiliki komposisi biaya tetap lebih besar dibanding PT PT. OKKY memiliki komposisi biaya tetap lebih besar dibanding PT. Mahardhika walaupun jumlah biaya totalnya sama Rp. 360.000 Hal ini menggambarkan bagaimana dampak komposisi biaya tetap dan biaya variabel yang berbeda seperti ini ?

Bagaimana Jika penjualan naik 10% ? Apa yang akan terjadi ??? PT. OKKY PT. MAHARDIKHA Jumlah % Penjualan Biaya variabel Rp. 440.000 Rp. 264.000 100 60 Rp. 132.000 30 Margin Kontribusi Biaya Tetap Rp. 176.000 Rp. 120.000 40 Rp. 308.000 Rp. 240.000 70 Laba Bersih Rp. 56.000 Rp. 68.000 Kenaikan laba PT OKKY Rp. 16.000 : Rp. 40.000 = 40% Kenaikan laba PT Mahardikha Rp. 28.000 : Rp. 40.000 = 70%

Kesimpulan : Perusahaan dengan Tuasan operasi Tinggi (komposisi biaya tetap lebih besar dari komposisi biaya variabel) akan SANGAT PEKA terhadap perubahan LABA akibat adanya berubahan VOLUME PENJUALAN PT. Mahardikha punya Tuasan Operasi yang lebih besar  perubahan laba lebih besar akibat perubahan volume penjualan 10%

Faktor Tuasan Operasi Faktor Tuasan Operasi adalah : Suatu ukuran pada tingkat penjualan tertentu, seberapa besar prosentase perubahan volume penjualan akan mempengaruhi laba, dimana manajemen berminat dalam pengukuran ini untuk mementukan seberapa sensitif laba terhadap perubahan penjualan. Margin Kontribusi Faktor Tuasan Operasi = -------------------------- Laba Bersih

Faktor Tuasan Operasi PT. Okky  Rp. 160.000 : Rp. 40.000 = 4 Maka Perubahan Penjualan :  4 x 10% = 40% Faktor Tuasan Operasi PT. Mahardikha  Rp. 280.000 : Rp. 40.000 = 7  7 x 10% = 70%

Dampak Pajak Penghasilan Pada saat menghitung titik impas, pajak penghasilan tidak memainkan peranan karena perusahaan tidak membayar pajak bila tidak mendapatkan laba Banyak perusahaan memilih menetapkan laba sasaran mereka sebagai laba bersih seteleh pajak  dalam hal ini pajak penghasilan dianggap sebagai biaya

Misal : Persentase Pajak = 15% Laba bersih = Laba sebelum pajak – 15% x (laba sebelum pajak) Laba bersih = 85% x laba sebelum pajak Laba sebelum Pajak = Laba Besih : 85% atau Laba sebelum Pajak = Laba Bersih : (1- % pajak) atau.. Pendapatan – Biaya = Laba Bersih setelah pajak : (1 - % pajak)

Manfaat analisis BEP Perencanaan Penjualan atau produksi Penjualan minimal dalam unit PM unit=(FC+laba)/(P-Vc) penjualan minimal dalam rupiah: PM (Rp)= (FC+Laba)/(1-(VC/P)) 2. Perencanaan harga jual normal 3. Perencanaan metode produksi 4. Titik tutup Pabrik SDP= Biaya Tetap Tunai / rasio kontribusi margin