DINAMIKA HIDROSFER Kelompok 5 : Ratih Kamastri (31) Jonathan (32)

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Tugas Sains “Daur air/Siklus air”
Advertisements

Tugas Ipa DAUR AIR / SIKLUS AIR
TUGAS IPA KELAS 5 “DAUR AIR”
Pemanasan Global Disusun oleh: Habibatur Rohmah Layung Sekar P.
PEDOSFER KELAS X SEMESTER I.
HIDROSFER KELAS X SEMESTER GENAP. HIDROSFER KELAS X SEMESTER GENAP.
Siklus Air Praktikum Bahan Ajar Biologi http//:ltps.uad.ac.id
HIDROSFER dan PERAIRAN DARAT KELAS X SEMESTER GENAP.
PROSES PEMBENTUKAN DAN JENIS TANAH
KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA
SEDIMENTASI Oleh : Furqon Al Khudzaefi ( 7 ) M. Khaerul Umam ( 13 )
Dinamika HIDROSFER.
Proses Alam Eksogen Merupakan tenaga yang berasal dari luar bumi yang membentuk relief permukaan bumi Dapat berupa proses penghancuran yang dapat menyebabkan.
BAHAN KULIAH AGROHIDROLOGI DAN PENGELOLAAN DAS
JENIS PERAIRAN DARAT Materi Pertemuan ke-14.
BANJIR Disusun oleh : Arif Nur Hidayat (04) Desfi Ida Muryani (08)
Siklus daur air By:Muhammad Alfian.
B. Hidrosfer.
DIERA ANNISA INSYIRAH ASIKIN KELAS 5B SD MUHAMMADIYAH CONDONG CATUR
By:Salsabilina Ariba Nurhutami
HIDROSFER
By: Berliana Farah Diba 5A
Designed by: Fadhila Syifa Khairunnisa VC Semoga bermanfaat ^.^
Siklus air Athallah Naufal Hadi.
EROSI Erosi adalah suatu proses di mana tanah dihancurkan dan kemudian dipindahkan ke tempat lain oleh kekuatan angin, air atau gravitasi. Di Indonesia,
Siklus air BY: Aditya Naufal F. V-A.
Potensi Sumber Daya Air
Daur air Faradella Buraira 5C.
KERAGAMAN KENAMPAKAN ALAM DAN BUATAN DI INDONESIA
Karya:Ira Meidiana Putri
Siklus air By:Zidane h.s.
By: FARIDA RATNAWATI 13/5B
HIDROSFER. SALMAN MA. DARUL HIKMAH CIBATU - PURWAKARTA.
Siklus Hidrologi Pendek
MANAJEMEN SUMBER DAYA ALAM TANAH DAN LAHAN
TKW 435 PENGANTAR GEOLOGI PERTEMUAN 05
Potensi Fisik Wilayah Indonesia
KONSERVASI LANSKAP : BENTANG ALAM EKOSISTEM PESISIR DAN PULAU KECIL
Hidrosfer dan Gejala Fisiknya
HUJAN Proses terjadinya hujan.
Dinamika Hidrosfer
KARAKTER BIOFISIK DAS Oleh Andang Suryana.
Oleh : ANDRI IMAM SETIAWAN
Siklus Hidrologi Ada yang tahu apa itu siklus hidrologi? Back.
SIKLUS HIDROLOGI Disusun oleh: Nama : Rina Murtafi’atun
AIR PERMUKAAN.
EIS MARLIA NINGRUM K / 5B PGSD UNS SURAKARTA
VI Bab Hidrosfer dan Kaitannya dalam Kehidupan
By: Era Duwi Setyowati ( )
Bab 6 HIDROSFER.
HIDROSFER KELAS VII NARI HASTUTI,S.Pd Materi 1 Materi 2 Materi 3
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Oleh: Marcellinus Randy
HIDROSFER.
SUMBER-SUMBER AIR BERSIH/BAKU PERTEMUAN III Nayla Kamilia Fithri
PERISTIWA ALAM Lili Andajani, M.Pd.
Bab 4 pedosfer.
PEDOSFER.
SIKLUS HIDROLOGI Oleh Ajeng meilinda kd.
KEUNGGULAN TANAH DI INDONESIA
LINGKUNGAN ALAM DAN BUATAN (untuk siswa SD kelas 3 semester 1)
Daur air dan Fosfor Nama Kelompok :.
Proses terjadinya hujan
Dinamika hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan
Keunggulan SDA Non Hayati Perairan
Pengaruh Dinamika Hidrosfer Terhadap Kehidupan Manusia
PSB-SMA Rela Berbagi, Ikhlas Memberi PSB-SMA Rela Berbagi, Ikhlas Memberi 3. Menganalisis unsur-unsur geosfer SK - KD 3.3. Menganalisis hidrosfer dan.
DINAMIKA HIDROSFER DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN RAHMAT, S.Pd.
Siklus hidrologi Oleh : INDAR PRABOWO, S.Pd. Unsur-unsur utama (komponen ) yang terjadi dalam siklus hidrologi :  Evaporasi (prestipasi) proses evapotranspirasi.
SEDIMENTASI Oleh : -Furqon Al Khudzaefi ( 7 ) - M. Khaerul Umam ( 13 ) - M. Rizal (14 ) - Prayoga Legawa (23)
Transcript presentasi:

DINAMIKA HIDROSFER Kelompok 5 : Ratih Kamastri (31) Jonathan (32) Reno Ade Saputra (33) Restu Ninayanti (34) Rezha Dewangga N (35) Mia Narulita P utri (36) Suciati Andayani (37) Utari Novita Dewi (38) Vicky Ayu (39) Miftakhul Furqon (40) X-B

PENGERTIAN HIDROSFER DAN SIKLUS AIR Air merupakan sumber daya alam yang sangat penting untuk kehidupan di bumi. Contohnya, proses pembentukan muka bumi, erosi, pengangkutan, dan pengendapan. Air adalah senyawa gabungan antara dua atom hidrogen dan satu atom oksigen menjadi H2O. Air dapat ditemukan dalam tiga wujud, yaitu : padat, cair, dan gas. Lebih dari 70% permukaan bumi tertutup lapisan air, baik sebagai air samudra, air laut, air tanah, danau, sungai, gletser, salju, maupun uap air di atmosfer. Seluruh lapisan air yang menyelimuti permukaan bumi tersebut disebut hidrosfer. Air merupakan salah satu sumber daya secara alamiah dapat diperbaharui (renewable). Air mempunyai daya regerenasi dalam suatu sirkulasi yang disebut siklus air (water circle). Pemanasan air laut oleh sinar matahari dapat terus menerus berlangsung.

Siklus Air

Siklus ini terjadi jika uap air laut mengalami kondensasi di atas Siklus Pendek Siklus ini terjadi jika uap air laut mengalami kondensasi di atas laut, selanjutnya membentuk awan dan jatuh sebagai hujan di laut setempat. Karena terjadi pemanasan oleh sinar matahari, air di laut menguap, membubung di udara. Di udara uap air mengalami penurunan suhu karena perbedaan ketinggian (setiap naik 100 meter suhu udara turun 0,5 0C). Dengan demikian semakin ke atas suhu udara semakin rendah, sehingga terjadi proses kondensasi (pengembunan).

Siklus sedang selanjutnya membentuk awan yang terbawa angin menuju Siklus ini terjadi jika uap air laut mengalami kondensasi, selanjutnya membentuk awan yang terbawa angin menuju daratan dan jatuh sebagai hujan. Namun, terbentuknya awan tidak selalu di atas laut sehingga ada kemungkinan yang terbawa angin adalah uap airnya. Setelah di atas daratan uap air berubah menjadi awan dan selanjutnya turun sebagai hujan. Air hujan yang jatuh di darat ada yang menjadi aliran permukaan, meresap ke dalam tanah, mengalir di sungai, dan akhirnya kembali ke laut.  

Siklus Panjang Siklus ini terjadi jika uap air laut mengalami kondensasi, selanjutnya seperti pada siklus sedang, uap air atau awan terbawa angin menuju daratan hingga pegunungan tinggi. Karena pengaruh suhu, uap air berubah menjadi kristal-kristal es atau salju. Kemudian jatuh sebagai hujan es atau salju yang membentuk gletser, mengalir masuk ke sungai, dan akhirnya kembali ke laut.

Air di Daratan asin dan air tawar, dan masing-masing dibedakan sebagai Lapisan hidrosfer dibedakan menjadi dua jenis, yaitu air asin dan air tawar, dan masing-masing dibedakan sebagai berikut : 1.  Air tawar a. Rawa Rawa yaitu daerah dataran rendah yang tergenang air, baik yang berasal dari air hujan, air tanah maupun dari aliran air tawar yang menggumpal.   Jenis rawa Berdasarkan sifat airnya, rawa dibedakan menjadi dua, yaitu rawa pasang surut dan rawa lebak. - Rawa pasang surut adalah rawa yang pengisian airnya dipengaruhi oleh adanya pasang surut laut atau sungai. - Rawa lebak adalah rawa yang pengisian airnya dipengaruhi oleh adanya hujan, baik yang turun di sekitar rawa maupun di daerah hulu.

Berdasarkan pergantian airnya, ada dua jenis rawa, yaitu : Rawa yang airnya tidak mengalami pergantian Rawa yang airnya selalu mengalami pergantian Rawa yang airnya tidak mengalami pergantian memiliki ciri-ciri sebagai berikut : Airnya asam atau payau, berwarna merah, kurang bagus untuk mengairi tanaman dan tidak dapat dijadikan air minum, kadar keasaman air mencapai 4,5. Karena airnya asam, maka tidak banyak organisme yang hidup. Pada bagian dasar rawa umumnya tertutup gambut yang tebal. Rawa yang airnya mengalami pergantian memiliki ciri-ciri sebagai berikut : Airnya tidak terlalu asam. Banyak organisme yang hidup. Dapat diolah menjadi lahan pertanian.

Manfaat rawa bagi kehidupan kita adalah : a. Seperti enceng gondok dapat dijadikan bahan baku pembuatan bioas dan barang-barang kerajinan anyaman seperti tas, dompet, hiasan dinding, dan lain-lain. b. Dapat dijadikan daerah pertanian pasang surut. c. Sebagai lahan untuk usaha perikanan darat. d. Dapat dikembangkan menjadi daerah wisata. e. Dapat menahan kerasnya terjangan gelombang tsunami. b. Danau Yaitu cekungan yang terisi oleh air dengan permukaan air lebih tinggi dari rata-rata permukaan air laut.

Jenis Danau Berdasarkan proses terjadinya, danau dibedakan menjadi dua macam, yaitu danau alam dan danau buatan. Danau Alam Danau alam merupakan danau yang terbentuk secara alami. Danau alam dibedakan menjadi empat macam, yaitu : - Danau tektonik Yaitu danau yang terbentuk sebagai hasil tenaga tektonik, contohnya danau Maninjau di Sumatera dan danau Poso di Sulawesi. - Danau vulkanik Yaitu jenis danau yang terbentuk di daerah kawah bekas letusan gunung api akibat proses vulkanisme. Contohnya, danau kawah gunung Kelud dan danau Grati di Jawa Timur.

Danau Buatan - Danau tekton vulkanik Merupakan jenis danau yang terbentuk akibat gabungan dari proses tektonik dan vulkanik, contohnya danau Toba di Sumatera Utara. - Danau glasial Yaitu danau di daerah es/gletser seperti danau-danau besar di perbatasan antara USA dengan Canada. - Danau karst Yaitu danau yang terbentuk di daerah kapur sebagai hasil pelarutan batu kapur. Contohnya Dolina, Polye, dan Lokva di daerah Gunung Kidul Jawa Tengah. Danau Buatan Merupakan jenis danau yang sengaja dibuat oleh manusia. Danau buatan juga disebut waduk atau bendungan. Contoh danau buatan antara lain waduk Jati Luhur, dan waduk Karang Kates di Jawa Timur.

Pemanfaatan danau Danau bermanfaat antara lain untuk berikut ini : a Pemanfaatan danau Danau bermanfaat antara lain untuk berikut ini : a. Irigasi atau pengairan b. Pembangkit tenaga listrik c. Pemeliharaan ikan d. Olahraga air e. Pencegah banjir f. Rekreasi c. Air Tanah Yaitu air yang terdapat pada pori-pori di bawah permukaan tanah. Bentuk tubuh air tanah antara lain berupa berikut ini : Air lebih tinggi dari rata-rata permukaan air laut. - Air tanah dangkal (air preatis) Yaitu air tanah yang terdapat di atas lapisan yang kedap air dan dekat dengan permukaan bumi. Contohnya air sumur.

- Air Tanah Dalam Yaitu air tanah yang terdapat pada lapisan yang mengandung air dan berada diantara dua lapisan kedap air. Contohnya sumber air artesis. Air permukaan mempunyai beberapa manfaat yang sangat penting, antara lain : a. Air sebagai sarana transportasi b. Air sebagai sumber air bersih c. Air sebagai kegiatan pertanian dan perikanan d. Air sebagai sumber energi e. Air sebagai sarana pariwisata dan olahraga d. Sungai Sungai adalah bagian dari muka bumi yang rendah atau miring berupa alur tempat air tawar mengalir, baik ke laut maupun ke sungai induknya. Secara umum aliran sungai selalu dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian hulu, tengah dan hilir.

Ciri-ciri daerah bagian hulu sungai antara lain : Berada di daerah yang tinggi Aliran airnya sangat deras Tenaga erosinya sangat kuat ke arah vertikal Kekuatan erosinya membuat palung berbentuk V Terdapat air terjun Terdapat batuan dengan ukuran yang besar Ciri-ciri daerah bagian tengah sungai antara lain : Aliran airnya tidak begitu deras, umumnya berada di daerah kaki pegunungan hingga daerah dataran. Erosi dapat ke arah vertikal dan horizontal. Kekuatan erosinya membuat palung berbentuk U. Tidak terdapat air terjun. Ciri-ciri daerah bagian hilir sungai antara lain : Aliran airnya lambat dan tenang. Erosi ke arah horizontal. Tidak terdapat batuan yang berukuran besar. Bentuk sungainya berkelok (meander). Di muara sungainya banyak terdapat sedimen.

Jenis sungai Jenis sungai dapat dibedakan berdasarkan sumber airnya, ketetapan alirannya, arah alirannya dan struktur geologinya. Berdasarkan sumber airnya Sungai mata air adalah sungai yang sebagian besar sumber airnya berasal dari mata air. Contohnya sungai di pulau Jawa. Sungai hujan adalah sungai yang sebagian besar sumber airnya berasal dari air hujan. Contohnya : sungai-sungai di pulau-pulau di kawasan Nusa Tenggara. - Sungai gletser adalah sungai yang sebagian besar sumber airnya berasal dari lapisan es atau gletser yang mencair. Contohnya sungai yang airnya benar-benar murni berasal dari pencairan es saja (ansich), bagian hulu sungai Gangga di India - Sungai campuran adalah sungai yang sumber airnya berasal dari aliran es atau gletser yang mencair dan bercampur dengan mata air serta air hujan. Contohnya sungai Digul

Berdasarkan debit airnya - Sungai permanen (tetap) adalah sungai yang alirannya tetap sepanjang tahun. Contohnya sungai di pulau Sumatera, Kalimantan, dan Irian Jaya. - Sungai periodik (tidak tetap) adalah sungai yang aliran airnya tidak tetap sepanjang tahun. Contohnya sungai-sungai di pulau Jawa dan Nusa Tenggara. - Sungai episodik adalah sungai yang pada musim kemarau airnya kering dan pada musim hujan airnya banyak. Contohnya sungai Kalada di Pulau Sumba. - Sungai emphemeral adalah sungai yang ada airnya hanya saat musim hujan.

- Pola dendritik (tree like) Berdasarkan asal kejadiannya (genetikanya) - Sungai konsekuen, adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti arah lereng awal. - Sungai subsekuen, atau strike valley adalah sungai yang aliran airnya mengikuti strike batuan. - Sungai obsekuen, adalah sungai yang aliran airnya berlawanan arah dengan sungai. - Sungai resekuen, adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti arah kemiringan lapisan batuan dan bermuara di sungai subsekuen. Sungai insekuen adalah sungai yang mengalir tanpa dikontrol oleh litologi maupun struktur geologi. Pola aliran sungai - Pola dendritik (tree like) Merupakan pola aliran sungai yang tidak teratur, mirip cabang atau akar tanaman. - Pola rectangular Merupakan pola aliran sungai berbentuk empat persegi panjang. - Pola trellis Merupakan pola aliran sungai berbentuk jaring.

- Pola radial Merupakan pola aliran sungai berbentuk jari-jari. - Pola pinate Merupakan pola aliran dimana muara-muara anak sungainya membentuk sudut lancip. - Pola annular Merupakan pola aliran trellis khusus yang dibentuk oleh sungai subsekuen dalam lapisan yang agak lemah pada bukit berbentuk kubah. Pemanfaatan sungai Sungai memiliki beberapa manfaat, antara lain : Air minum Pengairan (irigasi) Pembangkit tenaga listrik Rekreasi dan olahraga Penghasil bahan bangunan Sarana transportasi Jamban

Banjir Pengertian dan penyebab terjadinya banjir Banjir adalah tergenangnya daratan oleh air yang meluap dari tempat-tempat penampungan air bumi. Banyaknya air yang masuk ke penampungan melebihi kapasitas (daya tampungnya) sehingga air meluap. Luapan air dari penampungan ternyata juga melebihi daya serap daratan sehingga air tidak dapat lagi terserap ke dalam tanah. Akibatnya, air menggenangi daratan dalam waktu tertentu yang tidak terlalu lama.

Jenis banjir Jenis banjir dibedakan menjadi 3, yaitu : - Banjir sungai - Banjir danau, dan - Banjir laut pasang Banjir sungai Terjadi karena air sungai meluap, curah hujan yang tinggi serta mencairnya es atau gletser di kawasan hulu menjadi penyebab meluapnya sungai. Banjir danau Terjadi karena air danau meluap atau bendungannya jebol. Meluapnya air danau disebabkan oleh : - Terjadinya badai atau angin yang sangat kuat - Masuknya air ke dalam danau, baik curah hujan maupun dari sungai

Banjir laut pasang Faktor kondisi alam Terjadi antara lain akibat adanya badai dan gempa bumi. Banjir yang merupakan gelombang pasang yang sampai ke daratan akibat gempa bumi disebut tsunami.   Penyebab banjir Faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya banjir adalah peristiwa alam, kondisi alam, dan aktivitas manusia. Faktor peristiwa alam Bersifat dinamis, kondisi iklim yang ekstrem, antara lain intensitas curah hujan yang tinggi, penurunan tanah, dan pendangkalan sungai. Faktor kondisi alam Bersifat statis, antara lain kondisi geografis, topografi, serta kondisi sungai yang meliputi kemiringan aliran, sedimentasi, dan bentuk aliran.  Faktor aktivitas manusia Bersifat dinamis, antara lain melakukan pembangunan di kawasan daratan banjir, mendirikan pemukiman, dll.

Dampak terjadinya banjir Dampak negatif bagi lingkungan fisik Terkelupasnya lapisan tanah paling atas yang mengandung banyak unsur hara. Vegetasi yang hilang bersamaan dengan terkelupasnya lapisan tanah. Kondisi air tanah terganggu. Terjadinya polusi di sekitar pemukiman penduduk. Dampak negatif bagi lingkungan sosial Tempat tinggal penduduk hilang Jaringan transportasi terputus Cadangan bahan makanan habis Kondisi psikologis penduduk terganggu

Usaha mengurangi resiko terjadinya banjir Mengadakan reboisasi Mempertinggi kemampuan sungai dalam menerima masukan air Membuat kolam-kolam penampungan air Tidak membuang sampah di sembarang tempat   Usaha penanggulangan banjir Membangun dam-dam darurat di sekitar lokasi rawan banjir Memfungsikan pompa air Usaha perbaikan kerusakan akibat banjir Bantuan darurat Memperbaiki bersama fasilitas yang rusak

Siklus Pendek Siklus Sedang Siklus Panjang