Program Studi Teknik Industri, Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
ANALISIS KEPUTUSAN INVESTASI (CAPITAL BUDGETING)
Advertisements

ANALISIS BISNIS DAN STUDI KELAYAKAN USAHA
ASPEK-ASPEK YANG DI ANALISIS DLM SKB
EVALUASI PROYEK KAPITAL
ANALISA BIAYA DAN PENDAPATAN
TIME VALUE OF MONEY.
MATERI KEWIRAUSAHAAN (ENTREPREUNERSHIP)
Analisis Bisnis & Studi Kelayakan Usaha
Studi kelayakan investasi Agribisnis
Analisis Bisnis Dan Studi Kelayakan Usaha
Aspek Keuangan.
Studi Kelayakan Bisnis
ANALISIS KEPUTUSAN INVESTASI (CAPITAL BUDGETING)
Lecture Note: Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom
PEMILIHAN ALTERNATIF.
KRITERIA INVESTASI.
STUDI KELAYAKAN BISNIS AIR MINUM ISI ULANG AIRIN DI RAWA DIRGHA ARRIE DHIANSYAH, for further detail, please visit
Analisis Laju/Tingkat Pengembalian Modal Rate of Return (RoR)
Feasibility Study (FS) Studi Kelayakan Bisnis (SKB)
PENILAIAN INVESTASI Dosen Pengampu Rini Handayani, SE.,M.Si.
KONSEP PENILAIAN INVESTASI PADA RUMAH SAKIT
Rika Kharlina Ekawati, S.E., M.T.I
Analisis Bisnis & Studi Kelayakan Usaha
KRITERIA INVESTASI.
Studi Kelayakan Bisnis
Metode Penilaian Investasi
Evaluasi Investasi Tujuan:
ANALISIS CASH FLOW (1) Pertemuan ke-3.
ANALISIS INVESTASI BUDI SULISTYO.
STUDI KELAYAKAN (FEASIBILITY STUDY)
Lecture Note: Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom
ANALISIS INVESTASI PUBLIK
ANALISIS CASH FLOW (1) Pertemuan ke-4.
ASPEK KEUANGAN.
KRITERIA INVESTASI.
Metode Penilaian Investasi Pada Aset Riil
analisis kelayakan & proposal sistem Pertemuan 10 & 11
Tutorial ke 4 CAPITAL BUDGETING.
KRITERIA INVESTASI.
ANALISIS KEPUTUSAN INVESTASI (CAPITAL BUDGETING)
Analisis keputusan invetasi modal
MODUL 8 ASPEK KEUANGAN (ASPEK KEUANGAN : ALIRAN KAS)
Latar belakang Masalah :
Pengambilan Keputusan Investasi (Jk. Panjang)
KRITERIA INVESTASI.
“ANALISIS STUDI KELAYAKAN INVESTASI PADA USAHA STUDIO MUSIK BOOPIE”
PRINSIP – PRINSIP INVESTASI MODAL
Pengambilan Keputusan Investasi (Jk. Panjang) dan Harga Transfer
Faculty Member of STIE AsiA MALANG
ANALISIS BISNIS DAN STUDI KELAYAKAN USAHA
Studi Kelayakan Bisnis
Pengelolaan Proyek Sistem Informasi
Studi Kelayakan Bisnis
ANALISIS KEPUTUSAN INVESTASI (CAPITAL BUDGETING)
Analisis keputusan invetasi modal
08 Studi Kelayakan Bisnis
STUDI KELAYAKAN BISNIS
Analisis Bisnis & Studi Kelayakan Usaha
10 Aspek Keuangan (3) Zulfa Fitri Ikatrinasari, Dr.
STUDI KELAYAKAN (FEASIBILITY STUDY)
Perhitungan Investasi Proyek
ASPEK KEUANGAN Pendapatan (Projected) xxx Biaya (Anggaran) ( xxx )
PERTEMUAN V Analisis Bisnis & Studi Kelayakan Usaha
ANALISIS KELAYAKAN DUA PROYEK ATAU LEBIH
KRITERIA INVESTASI.
KRITERIA INVESTASI.
Analisis Kelayakan Proyek Tunggal
Studi Kelayakan Bisnis
ASPEK KEUANGAN.
Manajemen Keuangan 1 Penganggaran Modal (Analisis Usulan Investasi)
Transcript presentasi:

Program Studi Teknik Industri, Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi ANALISA KELAYAKAN INVESTASI PERBAIKAN SARANA PRODUKSI PADA HOME INDUSTRI KERUPUK BAWANG Herdiana Dyah Susanti Program Studi Teknik Industri, Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi Tri Desi Rahyu W.

Abstrak Kerupuk bawang mempunyai keunikan yaitu adonan setengah matangnya yang kenyal dan sulit dipotong tipis-tipis, hasil potongan bisa bagus hanya dengan menggunakan slicer. Para pelaku home industry banyak yang mengeluh bahwa keuntungan hasil produksi mereka tidak dapat maksimal karena kendala proses pemotongan yang masih tradisional. Oleh karena itu perlu perbaikan sarana produksi pada proses tersebut untuk meningkatkan kapasitas produksi kerupuk bawang. Berdasarkan aspek pasar, penggantian sarana produksi pada proses pemotongan dari pisau konvensional dengan menggunakan mesin potong baru di UD. Kalirejo dinilai layak karena dari data permintaan yang ada saat ini cenderung mengalami kenaikan yang signifikan. Ditinjau dari aspek teknik juga dinilai layak karena output yang dihasilkan dengan menggunakan mesin potong yang baru lebih besar dari output menggunakan pisau konvensional. Output pisau konvensional = 60 Kg per hari dan mesin potong kerupuk yang baru = 100 Kg per hari. Begitu juga dari aspek keuangan dinilai layak karena dengan mesin potong yang baru diperoleh NPV Rp. 514.604.751, IRR 65,88%, dan DPP 2 tahun 11 bulan. Penggantian sarana produksi pada proses pemotongan layak karena jumlah penghasilan yang diperoleh lebih besar dibandingkan biaya untuk investasi program dengan ROI sebesar 1, 44.

Pendahuluan Salah satu home industry yang saat ini terus berkembang dan persaingannya semakin ketat adalah home industry kerupuk, khususnya kerupuk bawang. Kerupuk bawang ini mempunyai keunikan yaitu adonan setengah matangnya yang kenyal dan sulit dipotong tipis-tipis, hasil potongan bisa bagus hanya dengan menggunakan slicer. Para pelaku home industry banyak yang mengeluh bahwa keuntungan hasil produksi mereka tidak dapat maksimal karena kendala proses pemotongan yang masih tradisional yang tinggi dan keuntungan yang dihasilkan juga tidak dapat maksimal. Home industry kerupuk yang tidak bisa bersaing untuk memaksimalkan keuntungan hasil produksi mereka akan mati, karena persaingan di dunia industri hanya akan didominasi dengan pelaku yang kreatif untuk meningkatkan keuntungan hasil produksi mereka. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan sarana produksi untuk peningkatan kapasitas produksi dan melakukan studi kelayakan dengan menganalisis aspek pasar, teknis, dan keuangan.

Metode Tahapan penelitian dimulai dari melakukan studi kelayakan dari aspek pasar untuk mencari pasar potensial (PP) dan mencari pangsa pasar UD. Kalirejo. Penentuan pasar potensial bertujuan untuk memperoleh jumlah total kebutuhan pasar sasaran, sedangkan penentuan pangsa pasar UD. Kalirejo bertujuan untuk mengetahui sisa pasar potensial yang dapat menjadi peluang bagi UD. Kalirejo (Ibrahim, 1998). Selanjutnya memperbaiki proses produksi dengan dengan merancang mesin alternatif pemotong kerupuk yang baru. Berdasarkan usulan tersebut, melakukan studi kelayakan dari aspek teknik dengan menganalisa output yang dihasilkan dari mesin alternatif pemotong kerupuk dan pisau tangan konvensional dengan menggunakan metode time study (Wignyosoebroto, 1992). Setelah dilakukan studi kelayakan teknik maka dilanjutkan dengan studi kelayakan dari aspek ekonomi dengan membandingkan MARR dan IRR (Suad dan Suwarsono, 2000). Rate of Return merupakan tingkat perolehan dari suatu kegiatan ekonomi atau usaha yang digunakan untuk mengukur tingkat studi kelayakan suatu usaha. Ada beberapa rate of return yang dikenal, antara lain Internal Rate of Return (IRR), External Rate of Return (ERR) dan Explisit Reinvesment Rate of Return (ERRR). Dalam menganalisa kelayakan investasi proses yang sangat kecil kemungkinannya ada hubungan pihak luar perusahaan (misalnya: bank) dalam masalah pendanaan digunakan metode IRR. Metode IRR langsung mengambil perkiraan internal interest rate (i) dengan net cash flow yang umum atau memenuhi pada akhir umum proyek dan diinvestasikan kembali (dipinjamkan) diluar perusahaan.

Kesimpulan Berdasarkan aspek pasar, penggantian sarana produksi pada proses pemotongan di UD. Kalirejo dinilai layak karena dari data permintaan yang ada saat ini cenderung mengalami kenaikan yang signifikan. Berdasarkan aspek teknik, mesin potong kerupuk yang baru dinilai layak karena output yang dihasilkan dengan menggunakan mesin potong yang baru lebih besar dari output menggunakan pisau konvensional. Begitu juga dari aspek keuangan, mesin potong kerupuk yang baru dinilai layak karena NPV, IRR, Discounted Payback Period yang dihasilkan dengan menggunakan mesin potong yang baru lebih besar dari NPV, IRR, Discounted Payback Period menggunakan pisau konvensional. Investasi dengan mengganti pisau konvensional dengan mesin potong kerupuk yang baru disimpulkan layak karena menghasilkan ROI sebesar 1, 44.