KEBIJAKAN PENGELOLAAN MERCURY (Hg) DALAM USAHA PERTAMBANGAN DAN PERDAGANGAN EMAS (Sebuah Review dan Opsi Kebijakan) Tata Urut Presentasi Latar belakang.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah Daerah (RPJP/MD)
Advertisements

PEDOMAN CARA PRODUKSI PANGAN OLAHAN YANG BAIK (GOOD MANUFACTURING PRACTICES) INDUSTRI MAKANAN, HASIL LAUT DAN PERIKANAN Direktorat Jenderal Industri Agro.
STRATEGI DAN LANGKAH DALAM MEWUJUDKAN LAPORAN KEUANGAN MAHKAMAH AGUNG RI DENGAN OPINI WAJAR TANPA PENGECUALIAN (WTP) Bagian Akuntansi 1.
SUMBER: Pokok-Pokok Substansi PERATURAN PEMERINTAH NO 24 TAHUN 2009 TENTANG KAWASAN INDUSTRI SUMBER:
PROGRAM Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah
DALAM RANGKA PENYUSUNAN KERANGKA ACUAN ANDAL
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
ANALISIS DATA DAN INFORMASI
Apa yang dimaksud dengan AMDAL?
SKEMA PENERAPAN SISTEM KEAMANAN PANGAN PADA TIAP TAHAPAN PRODUKSI
PERUBAHAN UU NO. 24 TAHUN 1992 DAN PENYUSUNAN RTRW PULAU DALAM RANGKA MENINGKATKAN KETERPADUAN PEMBANGUNAN Oleh Direktur Jenderal Penataan Ruang Departemen.
PERANAN SATPOL PP DALAM KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN MASYARAKAT
FAKTOR-FAKTOR DALAM USAHA DRA. ENTRI SULISTARI,M.Si.
PERATURAN PERUNDANGAN & KEBIJAKAN PENGELOLAAN AIR
DINAS PERTANIAN PROVINSI BENGKULU 2012
PAPARAN SEKRETARIS JENDERAL DEPARTEMEN SOSIAL RI PADA KUNJUNGAN KERJA KOMISI “D” DPRD KABUPATEN PONOROGO “PELAYANAN MASYARAKAT MISKIN” TANGGAL ,
PENGERTIAN, PERANAN DAN PROSES AMDAL
Pelayanan Publik pada PDAM Tirta Mayang Jambi
KELENGKAPAN DAN PROSES AMDAL
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
Mitigasi Laut.
AMDAL Oleh : Nastain, ST., MT.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Sektor Industri Oleh : Hermien Roosita Asisten Deputi Urusan Manufaktur, Prasarana dan.
BAKU MUTU LINGKUNGAN (Kualitas lingkungan yang ditentukan berdasar standar tertentu) Baku Mutu Lingkungan ditentukan berdasar daya dukung lingkungan atau.
PENYUSUNAN DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU DALAM RANGKA PERSIAPAN PEMBENTUKAN UPTD METROLOGI LEGAL KABUPATEN/KOTA Disampaikan pada : In-House Seminar 14.
PEDOMAN CARA PRODUKSI PANGAN OLAHAN YANG BAIK (GOOD MANUFACTURING PRACTICES) INDUSTRI MAKANAN, HASIL LAUT DAN PERIKANAN Direktorat Jenderal Industri Agro.
PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI DAN UKM RI TENTANG
TIM PENGAWAL DAN PENGAMANAN PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN daerah (TP4D)
KOORDINASI, INTEGRASI DAN SINKRONISASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN
Latar Belakang Sebagaimana telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional Bab VII Pasal 31,
Peranan Usaha Mikro, Usaha Kecil Dan Menengah (UMKM)
LATAR BELAKANG PP TENTANG KAWASAN INDUSTRI
Pengelolaan Lingkungan
PENATAAN UPT. PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN PENGELOLAAN STANDAR DINAS DI LINGKUNGAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI SUMATERA UTARA PEMERINTAH.
AIR PERLUKAH KITA LESTARIKAN ?
SOSIALISASI KEBIJAKAN DAN PROGRAM NASIONAL BIDANG PERUMAHAN (Dalam Rangka Dekonsentrasi Perencanaan Bidang Perumahan Tahun 2015) Permenpera No. 22 Tahun.
RENCANA KERJA DINAS KEHUTANAN TAHUN 2017
Minimum Environmental Standards Environmental Quality Standards
PENGERTIAN, PERANAN DAN PROSES AMDAL
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENGEMBANGAN KOPERASI DAN UMKM
HUKUM PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP
Pengenalan tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Lingkungan Hidup.
TEKNIS PENYUSUNAN DOKUMEN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP.
Studi Kelayakan Bisnis
Kejahatan di bidang Pasar Modal (Insider Trading)
Ilmu Pengetahuan Alam SMK
Modul 2: Manajemen Limbah
KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI MONITORING DAN EVALUASI PEMBERIAN HIBAH DAN BANTUAN SOSIAL DI PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN ANGGARAN 2017 DARI SISI PELAPORAN.
“Kelembagaan dalam Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Restorasi Sungai”
“Arah Kebijakan & Perkembangan Asuransi Syariah di Indonesia”
10. Penyelesaian Masalah Kurangnya pengecekan berkala oleh pemerintah Dilakukan pengecekan berkala dan harus bersertifikat dan Standar air limbah sebelum.
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN Oleh DANIEL ARNOP HUTAPEA, S
MANAJEMEN SAMPAH DAN SANKSI
AKUNTABILITAS KINERJA
Pembangunan secara terus - menerus
PARADIGMA BARU PENGELOLAAN LINGKUNGAN hidup
STANDAR KESELAMATAN KERJA
PRINSIP DASAR MANAJEMEN BENCANA
Pengertian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan.
Konservasi Air Untuk Keserjahteraan Hidup
PENGERTIAN, PERANAN DAN PROSES AMDAL MODUL 4 DAMPAKKEGIATANDAMPAK PEMBANGUNAN SOSIAL, EKONOMI, BUDAYA BIOFISIK KENAIKAN KESEJAHTERAAN BIOFISIK PRIMER.
Program Penyehatan Makanan
PENANGGULANGAN BENCANA DI INDONESIA
SEJARAH DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN KEBUMEN
SANKSI ADMINISTRATIF LINGKUNGAN HIDUP
PENGERTIAN, PERANAN DAN PROSES AMDAL
REGULASI PENGELOLAAN SAMPAH DI PROVINSI JAWA TENGAH
PELATIHAN DASAR TEKNIS BIDANG SUMBER DAYA AIR
PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA AIR
Transcript presentasi:

KEBIJAKAN PENGELOLAAN MERCURY (Hg) DALAM USAHA PERTAMBANGAN DAN PERDAGANGAN EMAS (Sebuah Review dan Opsi Kebijakan) Tata Urut Presentasi Latar belakang Pertambangan, Perdagangan dan Industri Emas di Kabupaten Katingan Pendekatan Pengelolaan Bertanggungjawab Kebijakan Pengelolaan Mercury 4.1. Kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah 4.2. Opsi Kebijakan Untuk Pemerintah Kabupaten Katingan 4.2.1. Penggunaan Teknologi Tepat Guna 4.2.2. Pengaturan (Regulasi) Penggunaan Mercury A.Dalam Usaha Pertambangan B. Dalam Usaha Perindustrian dan Perdagangan 4.2.3. Sosialisasi Teknologi Tepat Guna dan Penyadaran Masyarakat Terhadap Bahaya Mercury A. Program dan Kegiatan Bidang Kesehatan B. Program dan Kegiatan Bidang Pendidikan C. Program dan Kegiatan Bidang Perindustrian dan Perdagangan D. Program dan Kegiatan Bidang Pertambangan E. Program dan Kegiatan Bidang Lingkungan Hidup Penutup 5. Penutup

Kontribusi sektor pertambangan cukup tinggi Latar Belakang Kontribusi sektor pertambangan cukup tinggi Namun Dampak lingkungan aktivitaspertambangan juga cukup tinggi Untuk Kalimantan Tengah umumnya dan kabupaten Katingan khususnya pelaku kegiatan pertambangan emas umumnya adalah penambang rakyat. Oleh karena itu pemerintah daerah dihadapkan pada Dilema kebijakan dalam pertambangan Rakyat yang pada prinsipnya adalah bagaimana upaya yang harus ditempuh untuk menyeimbangakan manfaat ekonomis dan dampak lingkungannya; Permasalahan yang dipandang sangat berbahaya dari kegiatan pertambangan rakyat adalah Penggunaan Bahan Berbahaya seperti Mercury. Karena itu dipandang perlu untuk mengatur penggunaan mercury.

Sekilas Permasalahan Pertambangan emas di Kabupaten Katingan Penambangan emas di sungai – Masyarakat Lokal – awalnya tidak menggunakan mercury Penambangan emas didarat- awalnya dilakukan oleh perusahaan Penambangan emas didarat – masyarakat lokal dan pendatang – menggunakan mercury Penambangan Emas didarat dan sungai – masyarakat lokal dan pendatang – menggunakan mercury.

Pendekatan Pengelolaan bertanggung jawab Tujuan pendekatan adalah menumbuhkan prakarsa masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan mercury: Pengenalan peralatan dan prosedur aman dalam penggunaan mercury Sosialisasi bahaya mercury

Kebijakan pengelolaan mercury Pemerintah Provinsi melalui Perda nomor 6 tahun 2003 dan keputusan Gubernur Kalimantan tengah nomor 133 tahun 2004. Dapat dikatakan kurang berhasil karena adanya satu komponen pelaku yang belum ada yaitu distributor mercury untuk Kalimantan tengah- Mercury yang beredar adalah illegal. Opsi Kebijakan untuk Kabupaten Katingan: Penggunaan Teknologi Tepat Guna Pengaturan Penggunaan Mercury: Pertambangan- Penggunaan alat dan cara pengolahan yang aman dan untuk Perdagangan dan pengolahan/industri melalui adanya tambahan ketentuan dalam penerbitan - SIUP, TDI, HO Sosialisasi Teknologi tepat guna dan penyadaran masyarakat terhadap bahaya Mercury dilakukan melalui program dan kegiatan Instansi terkait.

Dinas Kesehatan Program dan kegiatan dalam bidang kesehatan dalam rangka untuk mengakomodasi perlunya penanganan bahaya mercury bagi kesehatan dapat dilakukan melalui ”program pengembangan lingkungan sehat” yang kegiatannya meliputi Pengkajian pengembangan lingkungan sehat, penyuluhan menciptakan lingkungan sehat, dan sosialisasi kebijakan lingkungan sehat.

Dinas Pendidikan Program dan kegiatan dalam bidang kesehatan dalam rangka untuk mengakomodasi perlunya pengetahuan terhadap bahaya mercury bagi lingkungan biofisik dapat dilakukan melalui ”Program Pendidikan Non Formal”, melalui kegiatan ”pengembangan pendidikan kecakapan hidup”.

Perindustrian dan perdagangan Program dan kegiatan dalam bidang perdagangan dan industri dalam rangka untuk mengembangkan kegiatan perdagangan dan industri emas yang melibatkan penggunaan mercury dalam kegiatannya dapat dilakukan melalui ”Program Perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan” dan ”program pengembangan industri kecil dan menengah” yang masing-masing kegiatannya adalah ”peningkatan pengawasan peredaran barang dan jasa” dan kegiatan ”penyusunan kebijakan industri terkait dan industri penunjang industri kecil dan menengah”

Dinas Pertambangan Dalam bidang pertambangan, pemerintah daerah dapat melakukan ”program pengawasan dan penertiban kegiatan rakyat yang berpotensi untuk merusak lingkungan”. Dalam lampiran A.VII Permendagri 13, telah ditentukan kegiatan nama kegiatannya yaitu Pengawasan terhadap penambangan rakyat. Hal ini berarti pemerintah daerah melalui dinas pertambangan mempunyai kesempatan untuk menentukan kegiatan yang sebaiknya dilakukan untuk menangani dampak penggunaan mercury.

Lingkungan Hidup Bidang lingkungan hidup mempunyai dua macam program yang dapat diajukan untuk menangani masalah dampak mercury yaitu (1) ”program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup melalui kegiatan ”koordinasi penertiban kegiatan pertambangan tanpa ijin dan pengelolaan B3 dan limbah B3”; dan (2) ”program peningkatan pengendalian polusi melalui kegiatan ”pengujian kadar polusi limbah” dan kegiatan ”pembangunan tempat pembuangan benda padat/cair yang menimbulkan polisi”.

Penutup Pengelolaan terhadap bahaya mercury oleh pemerintah Kabupaten Katingan nampaknya dapat dikatakan sebagai sebuah kebutuhan nyata. Hal ini disebabkan karena adanya aktivitas usaha pertambangan rakyat yang tersebar diberbagai wilayah baik yang dilakukan didaratan maupun yang dilakukan di sungai. Pengembangan kebijakan dapat dilakukan melalui kegiatan sosialiasi terhadap bahaya mercury dan juga pengenalan yang terus menerus kepada kelompok masyarakat beresiko tinggi dengan menggunakan prosedur dan peralatan yang dapat mengurangi potensi timbulnya bahaya mercury kepada diri mereka sendiri dan lingkungan sekitar. Dibutuhkan komitmen yang kuat antara pemerintah Kabupaten dengan para pelaku Usaha dalam bidang pertambangan untuk mewujudkannya.

Terima Kasih