Membongkar Praktik Mafia Hukum, Peluang, Tantangan dan Solusi

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PERAN SERTA APARATUR PEMERINTAH DALAM UPAYA PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI dan KPK Whistleblower’s system Jakarta, 17 SEPTEMBER 2013.
Advertisements

KEJAHATAN SEKSUAL TERHADAP ANAK
LINGKUNGAN HIDUP DR. Hj. Marni Emmy Mustafa, SH., MH
KD 1. Mendeskripsikan pengertian sistem hukum dan peradilan nasional
Membongkar Praktik Mafia Hukum, Peluang, Tantangan dan Solusi
Oleh : DR. Hj. MARNI EMMY MUSTAFA, SH.,MH Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat Karawang, 23 Juni 2014.
POKOK-POKOK HUKUM PIDANA oleh : Susan Fitriasari Heryanto,M.Pd
TEHNIS BANTUAN HUKUM BAGI PNS YANG TERLIBAT KASUS HUKUM.
DR. Hj. MARNI EMMY MUSTAFA, SH.,MH Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat
PUTUSAN PIDANA Aristo M A P.
SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-11 1AHS/SOSEK/2011.
TANGGUNG JAWAB PROFESI HAKIM
ETIKA PROFESI JAKSA.
PENEGAKAN HUKUM.
PROSEDUR PENYELESAIAN SEENGKETA PAJAK
AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN PENCEGAHAN KORUPSI
1 MEMERANGI KORUPSI di INDONESIA YANG TERDESENTRALISASI LOCAL GOVERNMENT CORRUPTION STUDY - LGCS Justice for the Poor Program, World Bank June, 2007.
Peran Pegawai Pemerintah sebagai Partisipan dalam Membangun Budaya Hukum Bangsa Penerangan Hukum Puspenkum Kejaksaan Agung R.I.
MAFIA PERADILAN.
STRATEGI PENGADILAN TINGGI BANJARMASIN DALAM PEMBERANTASAN PRAKTIK MAFIA HUKUM DI BIDANG PERTAMBANGAN Oleh : DR. Hj. Marni Emmy Mustafa, SH. MH. Ketua.
PENYELIDIKAN & PENYIDIKAN
REFRESHER COURSE KEJAKSAAN MEDAN, 2008
UPAYA HUKUM PERTEMUAN KE 10.
Teori tentang Rahasia Bank
PRAPERADILAN DAN KONEKSITAS
PERLINDUNGAN KORBAN DALAM REGULASI
KEKUASAAN KEHAKIMAN pada UU NO
PENYELESAIAN PERKARA PIDANA ANAK MELALUI DIVERSI DI PENGADILAN
PENYIDIKAN PAJAK XIV DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
Proses Persidangan Pidana Pengadilan Negeri di Indonesia. Oleh: Eka Priambodo, SH., MH. Advokat ekapriambodo.blogspot.com 07/06/2016hak cipta
PERTEMUAN KE-5.
“KEDUDUKAN AKTA PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH (PPAT) SEBAGAI AKTA OTENTIK SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM PERADILAN PIDANA” Oleh : DR. HJ. MARNI EMMY MUSTAFA, SH.,MH.
Assalamualaikum wr. wb..
TIM PENGAWAL DAN PENGAMANAN PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN daerah (TP4D)
PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA SELATAN BADAN PENDIDIKAN DAN LATIHAN MATERI DASAR HUKUM PENYIDIKAN KENDARAAN BERMOTOR DI JALAN DIKLAT TEKNIS PENGAWASAN.
Oleh: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
PENYIDIKAN NEGARA.
Hak Tersangka / Terdakwa
Penyitaan.
PENGANTAR ILMU POLITIK
HUKUM ACARA PIDANA Disampaikan pada Pertemuan Ke-9
PENJAMINAN MUTU DALAM PENANGANAN KASUS NARKOBA DI PERGURUAN TINGGI
Perumusan Delik yang Berasal dari KUHP
Oleh Dr. Mudzakkir, S.H., M.H Dosen Hukum Pidana
PENYIDIKAN.
Hukum acara pidana Pengantar ilmu hukum.
HUKUM PERLINDUNGAN ANAK
Kewenangan DJBC Kewenangan Administratif: Kewenangan Yudikatif:
KELOMPOK 2 NAMA KELOMPOK : Impro Atin Chodiriyah
PERSOALAN HUKUM DALAM PEMILIHAN GUBERNUR dan WAKIL GUBERNUR TAHUN 2018
PERKULIAHAN VII.
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN Oleh DANIEL ARNOP HUTAPEA, S
KOMISI YUDISIAL.
Lulusan perguruan tinggi dituntut untuk memiliki:
Konsep Pemidanaan Anak Dalam RKUHP
INKOSISTENSI (INCONSISTENCY) DALAM PENEGAKAN HUKUM
Oleh: Dr. Danang Wahyu Muhammad, S.H., M.Hum.
KELOMPOK 5 PPKN.
Menyiram Indahnya Keadilan dan Kedamaian
SANKSI ADMINISTRATIF LINGKUNGAN HIDUP
Upload By : Muhammad Iqbal ACHMAD ARYANDRA FE UNAS
STRUKTUR HUKUM PRANATA DI INDONESIA
MEMERANGI KORUPSI di INDONESIA YANG TERDESENTRALISASI
PENYITAAN DAN PERAMPASAN HARTA KEKAYAAN DALAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG YANG BERASAL DARI TINDAK PIDANA KORUPSI Disusun.
KEJAKSAAN NEGERI PURWOREJO
ANCAMAN SANKSI DAN HUKUMAN BAGI PELAKU PUNGUTAN LIAR
PERMASALAHAN PBJ DI PTN
PROSEDUR TINDAKAN KEPOLISIAN TERHADAP PEJABAT NEGARA
LEMBAGA-LEMBAGA PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA
NAMA KELOMPOK 2 1.NURHALIZA. RAKHMAN (KETUA) 2.ADIKA FEBRIANA 3.FARADINA JUNAEDI 4.NURALAN NASYRAH 5.HASANUDDIN 6.HAMDI YUSRI 7.M. NAIM NAMA KELOMPOK 2.
Transcript presentasi:

Membongkar Praktik Mafia Hukum, Peluang, Tantangan dan Solusi Oleh DR. HJ. MARNI EMMY MUSTAFA, SH.MH KETUA PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA

PENGERTIAN MAFIA HUKUM Mafia Hukum menurut Satgas Mafia Hukum: semua tindakan oleh perorangan atau kelompok yang terencana untuk kepentingan tertentu yang mempengaruhi penegak hukum dan pejabat publik yang menyimpang dari ketentuan hukum yang ada Mafia Hukum menurut KP2KKN (2006): Perbuatan yang bersifat sistematis, konspiratif, kolektif, dan terstruktur yang dilakukan oleh aktor tertentu (aparat penegak hukum dan masyarakat pencari keadilan) untuk memenangkan kepentingannya melalui penyalah gunaan wewenang, kesalahan administrasi dan perbuatan melawan hukum yang mempengaruhi proses penegakan hukum sehingga menyebabkan rusaknya system hukum dan tidak terpenuhinya rasa keadilan

PENGERTIAN MAFIA PERADILAN Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia : kelompok advokat yang menguasai proses peradilan sehingga mereka dapat membebaskan terdakwa apabila terdakwa dapat menyediakan uang sesuai dengan jumlah yang diminta mereka; persekongkolan di antara para penegak hukum dengan pencari keadilan.

PERMASALAHAN Terbentuknya opini publik tentang citra negatif dan ketidakpercayaan para pencari terhadap lembaga peradilan yang seharusnya memberikan rasa keadilan pada masyarakat. Hal ini terungkap dengan diadilinya beberapa pejabat peradilan yang melakukan tindakan yang merendahkan lembaga peradilan.

MENURUT SATGAS MAFIA HUKUM mafia peradilan dimulai dari : mulai dari pendaftaran perkara pengaturan majelis hakim penangguhan perkara merekayasa pembuktian penetapan dan pencabutan sita memperlambat perkara ada yang melelang putusan untuk mempercepat atau memperlambat

Akar masalah mafia peradilan adalah : kelemahan peraturan, kelemahan pengawasan internal dan eksternal serta sanksi, gaji kurang, kelemahan sistem penanganan perkara (minim cek and balance batas waktu dan akses informasi).

REFORMASI BIROKRASI PENGADILAN TINGGI SUMATRA UTARA

Rekapitulasi perkara pidana diputus pada Pengadilan Tingkat Pertama Propinsi Sumatera Utara adalah sebagai berikut : Jumlah perkara pidana diputus sebanyak : 17.154 perkara Jumlah perkara pidana banding sebanyak : 777 perkara Perkara yang diterima oleh para pihak 97 % Banding dalam perkara pidana tidak hanya dari terdakwa saja juga dari jaksa penuntut umum Sebesar 3

Rekapitulasi perkara perdata diputus pada Pengadilan Tingkat Pertama Propinsi Sumatera Utara adalah sebagai berikut : Jumlah perkara perdata diputus sebanyak : 1.371 perkara Jumlah perkara perdata banding sebanyak : 444 perkara Perkara yang diterima oleh para pihak 67,62 %

Tabel tindak pidana yang paling menonjol di Pengadilan Negeri se-Sumatera Utara sebagai berikut: PELAKU KEJAHATAN % PRIA WANITA ANAK2 1 Kejahatan Perjudian 5.756 186 67 2 Pencurian 4.876 205 552 3 Tindak Pidana Narkotika/Psikotropika 3.721 180 85 4 penganiayaan 1.439 187 71 5 penggelapan 630 56 6 Kejahatan kesusilaan 355 70 21 7 Tindak pidana perlindungan anak 332 69 52 8 penipuan 330 62 9 Menghancurkan dan merusak barang 260 40 15 10 penadahan 236 30

FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN MEMBERANTAS MAFIA PERADILAN Pemimpin/leader yang memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri sehingga dapat memulihkan kepercayaan publik terhadap pengadilan; Management perkara dengan bantuan informasi teknologi ; Sumber daya manusia yang berperilaku sesuai dengan kode etik dan perilaku hakim ; Anggaran mandiri bagi pengadilan ; - keadaan sekarang - keadaan yang diinginkan

If however, the polical-branches choke the judiaciary’s voice through-budget cuts, its independence will be threatened. In that instance, judges must be prepared to make their case , in some way, to the citizens. After all, it is the citizens who lose if the judiciary becomes a sycophant to the executive branch (tapi bila badan – badan politis mencekik lembaga peradilan melalui pemotongan budget kemandiriannya akan terancam, dalam kasus ini hakim harus siap untuk menyampaikan kasusnya kepada warganegara. Lagipula, adalah warganegara yang paling merugi kalau lembaga peradilan menjadi penjilat kekuasaan eksekutif.) Survey Tahunan Amerika tahun 2001 oleh Universitas New York.