Menentukan komposisi dua fungsi dan invers suatu fungsi

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
TURUNAN/ DIFERENSIAL.
Advertisements

Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
START.
Menunjukkan berbagai peralatan TIK melalui gambar
Mata Kuliah Teknik Digital TKE 113
Translasi Rotasi Refleksi Dilatasi
1 ANALISA VARIABEL KOMPLEKS Oleh: Drs. Toto’ Bara Setiawan, M.Si. (
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini 1. Kuliah terbuka kali ini berjudul “Pilihan Topik Matematika -III” 2.
Menempatkan Pointer Q 6.3 & 7.3 NESTED LOOP.
Tugas Praktikum 1 Dani Firdaus  1,12,23,34 Amanda  2,13,24,35 Dede  3,14,25,36 Gregorius  4,15,26,37 Mirza  5,16,27,38 M. Ari  6,17,28,39 Mughni.
3. MATRIKS, RELASI, DAN FUNGSI
ALJABAR.
1suhardjono waktu 1Keterkatian PKB dengan Karya Inovatif, Macam dan Angka Kredit Karya Inovatif (buku 4 halaman ) 3 Jp 3Menilai Karya Inovatif.
3. MATRIKS, RELASI, DAN FUNGSI
BAHAN AJAR TEORI BILANGAN
Bab 6 Fungsi Komposisi dan Fungsi Invers
1. = 5 – 12 – 6 = – (1 - - ) X 300 = = = 130.
KETENTUAN SOAL - Untuk soal no. 1 s/d 15, pilihlah salah satu
Faktorisasi Aljabar Pemfaktoran.
Klik Esc pada Keyboard untuk mengakhiri Program
MATRIKS Trihastuti Agustinah.
Sudaryatno Sudirham Bilangan Kompleks Klik untuk melanjutkan.
Materi Kuliah Kalkulus II
RELASI DAN FUNGSI Oleh : Watik Purnomo S A /7/2017.
Untuk Kelas XI Ips Semester Genap
LIMIT FUNGSI LIMIT FUNGSI ALJABAR.
TURUNAN DIFERENSIAL Pertemuan ke
7. APLIKASI INTEGRAL MA1114 KALKULUS I.
Tugas: Power Point Nama : cici indah sari NIM : DOSEN : suartin marzuki.
Integral Lipat-Tiga.
LIMIT FUNGSI.
Persamaan Linier dua Variabel.
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
INVERS MATRIKS (dengan adjoint)
THEOREMA SISA, THEOREMA FAKTOR BENTUK POLINUM
Luas Daerah ( Integral ).
ASSALAMU’ALAIKUM WR WB
Memahami KONSEP FUNGSI Fungsi : f(x) Oleh: Ibnu Fajar,S.Pd
PEMINDAHAN HAK DENGAN INBRENG
Fungsi Invers, Eksponensial, Logaritma, dan Trigonometri
Pertemuan-4 : Recurrences
FUNGSI MATEMATIKA DISKRIT K- 6 Universitas Indonesia
EKUIVALENSI LOGIKA PERTEMUAN KE-7 OLEH: SUHARMAWAN, S.Pd., S.Kom.
Turunan Numerik Bahan Kuliah IF4058 Topik Khusus Informatika I
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
PELUANG SUATU KEJADIAN
PERNYATAAN IMPLIKASI DAN BIIMPLIKASI
Waniwatining II. HIMPUNAN 1. Definisi
PEMERINTAH KOTA PONTIANAK DINAS PENDIDIKAN PEMERINTAH KOTA PONTIANAK DINAS PENDIDIKAN Jl. Letjen. Sutoyo Pontianak, Telp. (0561) , Website:
FUNGSI STRUKTUR DISKRIT K-8 Program Studi Teknik Komputer
Algoritma Branch and Bound
Relasi dan Fungsi.
BAB I SISTEM BILANGAN.
HUBUNGAN ANTARA GARIS LURUS DAN PARABOLA
SISTEM PERSAMAAN LINIER
IRISAN KERUCUT PERSAMAAN LINGKARAN.
DETERMINAN DAN INVERSE MATRIKS.
Kompleksitas Waktu Asimptotik
PEMERINTAH KOTA PONTIANAK DINAS PENDIDIKAN PEMERINTAH KOTA PONTIANAK DINAS PENDIDIKAN Jl. Letjen. Sutoyo Pontianak, Telp. (0561) , Website:
PENYELESAIAN PERSAMAAN KUADRAT
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2010
P OHON 1. D EFINISI Pohon adalah graf tak-berarah terhubung yang tidak mengandung sirkuit 2.
Fungsi WAHYU WIDODO..
WISNU HENDRO MARTONO,M.Sc
Dimensi Tiga (Jarak) SMA 5 Mtr.
MENU UTAMA PILIHAN MENU PILIHAN MENU KOMPETENSI DASAR/INDIKATOR
FUNGSI KOMPOSISI DAN FUNGSI INVERS
ASSALAMU’ALAIKUM Wr Wb
A. RELASI DAN FUNGSI Indikator : siswa dapat
FUNGSI KOMPOSISI. Suatu relasi dari A ke B yang memasangkan setiap anggota A ke tepat satu anggota B disebut fungsi atau pemetaan dari A ke B Pengertian.
Transcript presentasi:

Menentukan komposisi dua fungsi dan invers suatu fungsi Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Menentukan komposisi dua fungsi dan invers suatu fungsi Menentukan komposisi fungsi dari dua fungsi Menentukan invers suatu fungsi

Indikator Mendeskripsikan pengertian fungsi dan sifat-sifatnya Menentukan komposisi fungsi dari dua fungsi Menentukan invers dari suatu fungsi

Definisi Fungsi Suatu fungsi f dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu relasi yang memasangkan setiap elemen dari A secara tunggal, dengan elemen pada B Ditulis f : A B Dibaca “fungsi f memetakan A ke B” A B 2. 3. 4. 5. 6. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Cara Penyajian Fungsi Dalam Diagram Panah D K F: D K. Ini menyatakan bahwa fungsi f memiliki domain D dan kodomain K. Misalkan f(x) = √x , hanya terdefinisi bila x ≥ 0 dan x € R. 2. 3. 4. 5. 6. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Penyajian Pasangan Berurutan Cara ini efektif hanya jika himpunannya terbatas dan anggotanya “diskrit” Grafik Kartesius y 3 (3,p) 2 (2,q) 1 (1,p) (1,q) p q x

Dalam bentuk aturan- aturan atau dengan kata- kata Misalkan Tambah 1dan (kemudian) kuadratkan Kuadratkan dan (kemudian) tambah 1 Aturan dalam bentuk aturan-aturan atau kata- kata dapat berupa bentuk aljabar Misalkan (x+1)2 atau f(x) = (x+1)2 x2 + 1 atau f(x) = x2 + 1

Dalam bentuk persamaan Misalkan eksplisit, y = 2x + 3 dengan y = f(x) Implisit, 2x-y+3=0

Macam-macam Fungsi Fungsi konstan Fungsi f:x C dengan C konstan disebut fungsi konstan (tetap) Contoh : y 3 y=f(x)=3 F(-2)=3 f(5) = 3 -2 5 x Fungsi Identitas Fungsi R R yang didefinisikan sebagai : I : x x disebut fungsi identitas Grafik fungsi identitas y = x adalah garis lurus yang melalui O (0,0) y y = x 3 2 1 O 1 2 3 x

Fungsi Linear Fungsi f: R R yang didefinisikan : f(x) = ax+b, a dan b konstan dengan a ≠ 0 Disebut fungsi linear Fungsi Kuadrat Fungsi f: R R yang didefinisikan : f(x) = ax2 + bx + c dengan a,b,c € R dan a ≠ 0 disebut fungsi kuadrat

Fungsi Turunan Fungsi f : R R adalah suatu fungsi yang diketahui dan f ditentukan oleh : f’(x) = maka f’(x) disebut fungsi turunan

Komposisi Fungsi Penggabungan operasi dua fungsi secara berurutan akan menghasilkan sebuah fungsi baru. Penggabungan tersebut disebut komposisi fungsi dan hasilnya disebut fungsi komposisi.

x  A dipetakan oleh f ke y  B ditulis f : x → y atau y = f(x) C z g f x  A dipetakan oleh f ke y  B ditulis f : x → y atau y = f(x) y  B dipetakan oleh g ke z  C ditulis g : y → z atau z = g(y) atau z = g(f(x))

maka fungsi yang memetakan x  A ke z  C B C x z y f g g o f maka fungsi yang memetakan x  A ke z  C adalah komposisi fungsi f dan g ditulis (g o f)(x) = g(f(x))

contoh 1 f : A → B dan g: B → C didefinisikan seperti pada gambar Tentukan (g o f)(a) dan (g o f)(b) A B C a b p q 1 2 3 f g

Jawab: (g o f)(a) = ? f(a) = 1 dan g(1) = q C a b p q 1 2 3 f g f(a) = 1 dan g(1) = q Jadi (g o f)(a) = g(f(a)) = g(1) q

Jadi (g o f) = g(f(b)) = g(3) = p (g o f)(b) = ? A B C a b p q 1 2 3 f g f(b) = 3 dan g(3) = p Jadi (g o f) = g(f(b)) = g(3) = p

Ditentukan g(f(x)) = f(g(x)). contoh 2 Ditentukan g(f(x)) = f(g(x)). Jika f(x) = 2x + p dan g(x) = 3x + 120 maka nilai p = … .

Jawab: g(2x+ p) = f(3x + 120) 3(2x + p) + 120 = 2(3x + 120) + p f(x) = 2x + p dan g(x) = 3x + 120 g(f(x)) = f(g(x)) g(2x+ p) = f(3x + 120) 3(2x + p) + 120 = 2(3x + 120) + p 6x + 3p + 120 = 6x + 360 + p 3p – p = 360 – 120 2p = 240  p = 120

Sifat Komposisi Fungsi Tidak komutatif: f o g ≠ g o f 2. Bersifat assosiatif: f o (g o h) = (f o g) o h = f o g o h 3. Memiliki fungsi identitas: I(x) = x f o I = I o f = f

contoh 1 f : R → R dan g : R → R f(x) = 3x – 1 dan g(x) = 2x2 + 5 Tentukan: a. (g o f)(x) b. (f o g)(x)

Jawab: f(x) = 3x – 1 dan g(x) = 2x2 + 5 (g o f)(x) = g[f(x)] = g(3x – 1) = 2(3x – 1)2 + 5 = 2(9x2 – 6x + 1) + 5 = 18x2 – 12x + 2 + 5 = 18x2 – 12x + 7

b. (f o g)(x) = f[g(x)] = f(2x2 + 5) = 3(2x2 + 5) – 1 = 6x2 + 15 – 1 f(x) = 3x – 1 dan g(x) = 2x2 + 5 b. (f o g)(x) = f[g(x)] = f(2x2 + 5) = 3(2x2 + 5) – 1 = 6x2 + 15 – 1 (f o g)(x) = 6x2 + 14 (g o f)(x) = 18x2 – 12x + 7 (g o f)(x) ≠ (f o g )(x) tidak bersifat komutatif

contoh 2 f(x) = x – 1, g(x) = x2 – 1 dan h(x) = 1/x Tentukan: a. (f o g) o h b. f o (g o h)

Jawab: f(x) = x – 1, g(x) = x2 – 1 dan h(x) = 1/x ((f o g) o h)(x) = (f o g)(h(x)) (f o g)(x) = (x2 – 1) – 1 = x2 – 2 (f o g(h(x))) = (f o g)(1/x) = (1/x)2 – 2

(f o (g o h))(x) = (f(g oh)(x)) f(x) = x – 1, g(x) = x2 – 1 dan h(x) = 1/x (f o (g o h))(x) = (f(g oh)(x)) (g o h)(x)= g(1/x) = (1/x)2 – 1 = 1/x2 - 1 f(g o h)(x)= f(1/x2 – 1) = (1/x2 – 1) – 1 =(1/x)2 – 2

I(x) = x, f(x) = x2 dan g(x) = x + 1 contoh 3 I(x) = x, f(x) = x2 dan g(x) = x + 1 Tentukan: (f o I)(x) dan (g o I) (I o f) dan (I o g)

I(x) = x, f(x) = x2 dan g(x) = x + 1 Jawab: I(x) = x, f(x) = x2 dan g(x) = x + 1 (f o I)(x) = x2 (g o I)(x) = x + 1 (I o f)(x) = x2 (I o g)(x) = x + 1 (I o f)(x) = (f o I) = f

Fungsi Yang Lain Diketahui Menentukan Suatu Fungsi Jika Fungsi Komposisi dan Fungsi Yang Lain Diketahui

Contoh 1 Diketahui f(x) = 3x – 1 dan (f o g)(x) = x2 + 5 Tentukan g(x).

Jawab f(x) = 3x – 1dan (f o g)(x) = x2 + 5 fg(x)] = x2 + 5 3.g(x) = x2 + 5 + 1 = x2 + 6 Jadi g(x) = ⅓(x2 + 6)

contoh 2 Diketahui g(x) = x + 9 dan (f o g)(x) = ⅓x2 – 6 maka f(x) = … .

Jawab: g(x) = x + 9 (f o g)(x) = f(g(x)) = ⅓x2 – 6 f(x + 9) = ⅓x2 – 6 Misal: x + 9 = y  x = y – 9 f(y) = ⅓(y – 9)2 – 6

f(y) = ⅓(y – 9)2 – 6 = ⅓(y2 – 18y + 81) – 6 = ⅓y2 – 6y + 27 – 6 Jadi f(x) = ⅓x2 – 6x + 21

contoh 3 Diketahui f(x) = x – 3 dan (g of)(x) = x2 + 6x + 9 maka g(x – 1) = … .

(g o f)(x) = g (f(x)) = x2 + 6x + 9 Jawab: f(x) = x – 3; (g o f)(x) = g (f(x)) = x2 + 6x + 9 g(x – 3) = x2 + 6x + 9 Misal: x – 3 = y  x = y + 3 g(y) = (y + 3)2 + 6(y + 3) + 9 = y2 + 6y + 9 + 6y + 18 + 9

g(y) = y2 + 6y + 9 + 6y + 18 + 9 = y2 + 12y + 36 g(x – 1) = (x – 1)2 + 12(x – 1) + 36 = x2 – 2x + 1 + 12x – 12 + 36 = x2 + 10x + 25 Jadi g(x – 1) = x2 + 10x + 25

Contoh 4 Diketahui f(x) = 2x + 1 dan (f o g)(x + 1)= -2x2 – 4x + 1 Nilai g(-2) =….

f(x) = 2x + 1 → f(g(x))= 2g(x) + 1 Jawaban: f(g(x + 1))= -2x2 – 4x + 1 f(x) = 2x + 1 → f(g(x))= 2g(x) + 1 f(g(x + 1)) = 2g (x + 1) + 1 2g(x + 1) + 1 = -2x2 – 4x – 1 2g(x + 1) = -2x2 – 4x – 2 g(x + 1) = -x2 – 2x – 1

g(x + 1) = -x2 – 2x – 1 g(x) = -(x – 1)2 – 2(x – 1) – 1 g(2) = -(2 – 1)2 – 2(2 – 1) – 1 = -1 – 2 – 1 = -4 Jadi g(2) = - 4

Menentukan komposisi dua fungsi dan invers suatu fungsi Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Menentukan komposisi dua fungsi dan invers suatu fungsi Menentukan invers suatu fungsi

Fungsi invers

ket : f : y = f(x) cara mencari fungsi invers f-1 : x = f(y) ® nyatakan x dalam y TEOREMA f : A ® B dan f-1 : B ® A f-1 o f : A ® A : fungsi indentitas di A    f    f-1            A ® B ® A   (f-1 o f) f o f-1 : B ® B : fungsi identitas di B   f-1   f B ® A ® B  (f o f-1)

Misal fungsi f : A B maka invers fungsi f dinyatakan dengan Jika y = f (x) maka Contoh : Tentukan invers fungsi a. f (x) = 2 x + 6 misalnya : y = 2x +6 2x = y-6

Cara lain :

Rumus Fungsi (gof)’(x) dan (fog)’ (x)

Contoh Diketahui : f(x) = x – 1 g(x) = 1/x x tidak sama dengan nol Ditanyakan : a.) rumus fungsi (gof)’(x) dan (fog) (x) b.) daerah asal fungsi (gof)’(x) dan (fog)’(x) SOLUSI a.) (gof)(x) = g (f(x)) (gof)’ (y) = y +1/ y = g (x-1) (g0f)’(x) = x +1/ x = 1/x-1 (gof)(x) = y 1/ x-1 = y xy – y = 1 xy = y + 1 x = y +1/ y

(fog)(x) = f(g(x)) Hasil Akhir = f(1/x) = (1/x) – 1 (gof)’(x) = (x + 1)/x (fog)(x) = (1-x)/x (fog)’(x) = 1/(x+ 1) (fog)(x) = y (1-x)/x = y xy = 1 - x xy + x = 1 x(y +1) = 1 x = 1/(y +1) (fog)’(y) = 1/(y + 1) (fog)’(x) = 1/(x+1)

Terimakasih atas perhatiannya Wassalamualaikum wr. wb.