Perilaku Menyimpang (SOS 311)

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
BUDAYA PERUSAHAAN DAN ETIKA
Advertisements

Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sebagai Salah Satu Bentuk Penyimpangan Sosial
Teori Labeling Para penganut Teori Labeling memandang para kriminal bukan sebagai orang yang bersifat jahat yang terlibat dalam perbuatan-perbuatan yang.
TEORI PERILAKU MENYIMPANG
SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK TINGKAH LAKU MENYIMPANG PADA REMAJA
Perilaku Menyimpang (SOS 311) Semester genap 2011/2012
KELOMPOK SOSIAL Adalah : kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat.
TEORI PERILAKU MENYIMPANG KONTEMPORER (Teori Labeling & Konflik)
TEORI PERILAKU MENYIMPANG KONTEMPORER: TEORI ANOMI
PERILAKU MENYIMPANG.
Agen-agen Sosialisasi
PENYIMPANGAN SOSIAL.
MIKRO OBJEKTIF.
PERILAKU MENYIMPANG SEBAGAI KAJIAN MULTI DISIPLIN
MASA ANAK SEKOLAH Materi Pertemuan 2. Masa anak sekolah (6 – 12 tahun) Keterampilan yang diperlukan pada masa anak sekolah (Hurlock dalam Munandar, 1999):
URBANISASI DAN PENYIMPANGAN PERILAKU
PERILAKU MENYIMPANG: SUBKULTUR MENYIMPANG
PERILAKU MENYIMPANG SUTINAH DEPARTEMEN SOSIOLOGI
Apakah fenomena sosial?
Dr. Leonardo W. Permana, MARS.
KONFORMITAS, PENYIMPANGAN dan KONTROL SOSIAL
SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN
ISTI'ANAH, Faktor-Faktor Yang Melatarbelakangi Kenakalan Siswa SMA Muria Pati dalam Mengkonsumsi Minuman Keras.
Matakuliah : O0174/Komunikasi Antar Budaya
Social Control.
PENGENDALIAN SOSIAL Disusun Oleh: Azzahra Jelita K P / 04
KONFORMITAS dan PERILAKU MENYIMPANG
Sosialisasi.
Penyimpangan Sosial By Amalia Husnayaini
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
BAB 4 ETIKA BISNIS 1. ETIKA DALAM ORGANISASI
Lembaga Sosial (pranata sosial)
CULTURAL DEVIANCE THEORIES (TEORI-TEORI PENYIMPANGAN BUDAYA)
PEMIKIRAN TOKOH – TOKOH DALAM ILMU SOSIAL
ETIKA BISNIS purwati.
SISTEM SOSIAL.
Sebab-sebab Kenakalan Remaja
PENYIMPANGAN SOSIAL PERTEMUAN 07
DIFUSI INOVASI Program Studi Agribisnis UPN ”Veteran” Yogyakarta.
PENGENDALIAN SOSIAL.
THEORY OF REASONED ACTION
THEORY OF REASONED ACTION
Oleh Kelompok 1 (X Unggulan 2)
DWI ERNAWATI ( ) STEVIANA ( )
MASA ANAK SEKOLAH Materi Pertemuan 2.
Lembaga Sosial (pranata sosial)
SOCIAL CONTROL Heru Susetyo.
Matakuliah : L0094-Ilmu Sosial Untuk Psikologi
SOSIALISASI
Oleh: Hetti Mulyaningsih
KULIAH 7 Rational Choice Theory Dua teori dalam pergerakan sosial ini adalah teori-teori yg berbeda dari teori mobilisasi sumber daya (RMT) karena dalam.
Teori Belajar Sosial.
SOSIALISASI dalam Proses Pembentukan Kepribadian
MASALAH-MASALAH SOSIAL
Matakuliah : L0094-Ilmu Sosial Untuk Psikologi
4.Rahayuni Muliana 5. Ratu Agung Cynthia L.D. 6. Risa Martia Aryanti
KOMPETENSI II INTERAKSI SOSIAL SESUAI NILAI DAN NORMA
Konformitas Dan Penyimpangan Sosial
Pengasuhan Anak Usia Sekolah Dasar PERTEMUAN 8
Definisi Kenakalan Remaja Menurut Para Ahli  K K K Kartono, ilmuwan sosiologi Dalam bahasa inggris di kenal dengan istilah juvenile delinquency.
KAIDAH SOSIAL.
KELOMPOK-KELOMPOK SOSIAL DAN PEMBELAJARAN POLITIK
Kelompok Sosial dan Organisasi Sosialisasi
Pengenalan Mata Kuliah
ETIKA & NORMA Baham 02 a.
PERILAKU MENYIMPANG Daftar Isi Pengertian Perilaku Menyimpang Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dalam.
Materi Kuliah Pengantar Ilmu Sosial
DI SUSUN OLEH : 1.ADI SAPUTERA NUGRAHA 2. MAHDA 3. MUHAMMAD AGUSMAULANA BAHAR R E T N P S A E KRIMINALOGI S E TEORI KONTROL SOSIAL.
Transcript presentasi:

Perilaku Menyimpang (SOS 311) Teori Perilaku Menyimpang Kontemporer (Teori Belajar/Sosialisasi &Teori Kontrol) Perilaku Menyimpang (SOS 311) http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id/

Teori Belajar/Sosialisasi TEORI BELAJAR/TEORI SOSIALISASI  TEORI ASOSIASI DIFERENSIAL (EDWIN H. SUTHERLAND) penyimpangan adalah bagian dari proses belajar pada diri seseorang  sama halnya dengan mempelajari nilai atau norma-norma sosial /konformitas. Sutherland: PENYIMPANGAN ADALAH KONSEKUENSI DARI KEMAHIRAN ATAS SUATU SIKAP/TINDAKAN YANG DIPELAJARI DARI NORMA-NORMA YANG MENYIMPANG  diperoleh dari SUBKULTUR yang menyimpang atau teman-teman sebaya yang menyimpang. Teori ini melihat penyimpangan baik dari sudut etiologi maupun epidemiologi (oleh karena itu, selain menggunakan pendekatan sosiologi juga memakai pendekatan psikologi sosial).

Lanjutan… Analisis teori ini mencakup: organisasi sosial atau subkultur yang ada di masyarakat; perbedaan di antara norma-norma yang ada di masyarakat (baik yang konform maupun yang menyimpang), terutama pada kelompok atau asosiasi yang berbeda. Konflik normatif (akibat perbedaan norma) yang dialami oleh individu (yang menyebabkan penyimpangan perilaku pada individu) atau di antara individu-individu yang ada di dalam kelompok

Lanjutan… Ditingkat kelompok perilaku menyimpang adalah konsekuensi dari konflik normatif, yaitu konflik yang terjadi di antara berbagai norma di dalam organisasi/institusi sosial yang berbeda. misalnya perbedaan norma di antara kelompok teman sebaya, organisasi keluarga, lingkungan ketetanggaan, dll. Teori ini secara spesifik lebih banyak digunakan untuk menganalisis kasus-kasus kriminal, tetapi tindakan menyimpang lainnya juga dapat dianalisis dengan teori ini, seperti: pelacuran, kecanduan minuman keras/narkoba, homoseksualitas, kenakalan remaja, dll.

9 Proposisi dari teori ini: perilaku menyimpang adalah hasil dari proses belajar/dipelajari; dalam proses belajar itu melibatkan proses interaksi dan komunikasi yang intens; proses belajar terjadi pada kelompok yang personal, intim dan akrab media massa (TV, majalah, koran) hanya berperan sekunder. hal-hal yang dipelajari: (a) cara-cara/teknik melakukan penyimpangan; (b) motif, dorongan dan rasionalisasi untuk memperkuat sikap/tindakan menyimpang. nilai-nilai tentang penyimpangan itu dipelajari/diperoleh juga dari pemahaman mereka tentang norma-norma umum tentang sesuatu yang baik ataupun tidak  misalnya: mencuri itu salah kalau yang dicuri adalah milik orang miskin, tetapi sebaliknya, mencuri itu sah bila yang dicuri adalah barang milik orang kaya.

Lanjutan… orang memilih untuk menyimpang, karena menganggap lebih menguntungkan melakukan pelanggaran dari pada tidak  akibat dari: (a) tidak adanya sanksi tegas; (b) tidak ada yang menegur/masyarakat membiarkan saja; (c) penyimpangan itu membawa keuntungan ekonomi. terbentuknya solidaritas dari kelompok yang menyimpang itu tergantung pula dari: frekuensi, durasi, prioritas dan intensitas. mempelajari perilaku menyimpang bukan merupakan suatu proses belajar yang unik  sama saja prosesnya dengan mempelajari perilaku konform. perilaku menyimpang dianggap sebagai salah satu bentuk ekspresi dari nilai-nilai atau kebutuhan masyarakat pada umumnya, tetapi perbuatan menyimpangnya tidak dapat dijelaskan melalui penerapan nilai-nilai umum tersebut.  seseorang ikut dalam pemilihan presiden ( (sebagai ekspresi untuk diakui atau memperoleh pengakuan), tetapi apakah tindakan pembunuhan massal atau bunuh diri massal, juga sebagai ekspresi untuk mendapatkan pengakuan ?

TEORI KONTROL Ide utama di belakang teori kontrol: Bahwa penyimpangan merupakan hasil dari kekosongan kontrol atau pengendalian sosial Teori ini dibangun atas pandangan bahwa setiap manusia cenderung untuk tidak patuh pada hukum/melakukan pelanggaran hukum; oleh karena itu perilaku menyimpang adalah konsekuensi logis dari kegagalan seseorang untuk mentaati hukum.

Proposisi teori kontrol Bahwa berbagai bentuk pengingkaran terhadap aturan sosial adalah akibat dari kegagalan mensosialisasikan individu untuk bertindak konform terhadap aturan yang ada; Penyimpangan perilaku adalah bukti kegagalan kelompok-kelompok sosial konvensional mengikat individu agar tetap konform (spt. keluarga, sekolah, lingkungan kerja, dsb; Setiap individu seharusnya belajar konform/tidak melakukan tindakan menyimpang/kriminal; Kontrol internal lebih berpengaruh dari pada kontrol eksternal.

Lanjutan… Hirschi: ada empat unsur utama di dalam kontrol sosial internal, yaitu: Attachement (kasih sayang)sumbernya adalah keluarga Commitment (tanggung jawab)tanggung jawab yang kuat terhadap aturan dan kesadaran akan pentingnya masa depan Involvement (keterlibatan/partisipasi) karena adanya komitmen, maka perilaku individu bersifat partisipatif & mentaati aturan-aturan tertentu Believe (kepercayaan/keyakinan) patuh pada norma sosial atau aturan masyarakat Keempatnya merupakan social bonds yang berfungsi untuk mengendalikan perilaku individu.

Pengembangan Teori Kontrol Sosial Albert J Reiss (1951): kenakalan remaja juga disebabkan oleh kurangnya kontrol sosial pada diri remaja tersebut. Menurut Reiss: ada 3 hal yang menyebabkan penyimpangan perilaku pada remaja: Kurangnya kontrol internal selama masa anak-anak; Kian menghilangnya kontrol internal tersebut; Inkonsistensi atau kontradiksi di antara norma-norma yang ada norma di keluarga atau masyarakat berbeda

Lanjutan… Reiss: ada perbedaan antara kontrol sosial (external control) dengan kontrol pribadi (internal control) Kontrol internal: kemampuan seseorang untuk menahan diri/tidak melanggar aturan sosial yang ada  mengikuti rule of the game Kontrol sosial/eksternal: kemampuan masyarakat, melalui institusi sosial, untuk memaksakan kepada anggota-anggotanya agar bersedia mentaati norma-norma sosial  efektivitas penegakkan tertib sosial tergantung pada kemampuan lembaga-lembaga sosial penegak hukum/tertib sosial.

Lanjutan… Walter Reckless: teori kontrol sosial disebut juga dengan teori pengawasan/pengendalian (containment theory) Ada 2 macam pengawasan (containment): Inner containment: ada dalam diri seseorang sama dengan kontrol internal Outer containment: kontrol muncul dari kekuatan atau tekanan lingkungan sosial Reckless berpendapat: Jika keduanya bergabung dapat menjaga anggota masyarakat untuk tidak melakukan penyimpangan; Keduanya berposisi netral dan berada di antara tekanan serta tarikan sosial (baik yang menyimpang atau tidak)