Menuju Pembiayaan Sektor Pertanian yang Berkelanjutan Dr. Muliaman D. Hadad Deputi Gubernur Seminar Nasional Feed The World : Munuju Swasembada yang Kompetitif.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
STRATEGI POKOK Kebijakan Fiskal Kebijakan Perbankan/Keuangan
Advertisements

Hans Timmer Januari Krisis, keuangan dan pertumbuhan Fase akut dari krisis ini telah berakhir, tetapi dengan pemulihan yang berjalan lambat, butuh.
Jakarta Convention Centre, 29 Januari 2010
Workshop Rehabilitasi & Rekonstruksi Usaha Peternakan Sapi
PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk.
B. Kombaitan dan Ridwan Sutriadi
Tugas kelompok Ekonomi
DINAS PERTANIAN PROVINSI BENGKULU 2012
KEBIJAKAN PUBLIK.
Ekonomi untuk SMA/MA kelas X
PELUANG AGROINDUSTRI PEDESAAN BERBASIS KOMODITAS UNGGULAN
PERTANIAN PERTEMUAN 8 Powerpoint Templates.
KEBIJAKAN DAN REVITALISASI PERTANIAN
Kebijakan moneter A. Ika Rahutami.
Pertumbuhan Ekonomi, Perubahan Struktur Ekonomi dan Krisis Ekonomi
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!
KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL PERTEMUAN PENDAHULUAN PENYUSUNAN RKP 2013 Oleh: Menteri Negara PPN/Kepala.
KEBIJAKAN EKONOMI MAKRO DAN MIKRO Eny Lia purwandari A
Faktor Eksternal Kebijakan Fiskal Faktor Internal Output
TRANSFORMASI STRUKTURAL EKONOMI NASIONAL
Sistem Keuangan dan Perbankan Indonesia
RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2010
Oleh: Dr.Ir. Achmad Suryana Kepala Badan Litbang Pertanian
Peran Dewan Komisaris Menyongsong Era Masyarakat Ekonomi Asean 2015
Kementerian Koperasi dan UKM
DUKUNGAN DPR DALAM PEMBENTUKAN LEMBAGA PEMBIAYAAN INDUSTRI
SISTEM NILAI TUKAR RUPIAH
Utang Pemerintah dan Kebijakan Fiskal
KEBIJAKAN FISKAL.
SISTEM PERBANKAN INDONESIA
“Peran Bank Pertanian dalam Pembiayaan Sektor Pertanian”
MENGKAJI KEBERHASILAN
Garapan Drs. Puji Suharjoko
Arah Kebijakan Persusuan
INFLASI.
PERUBAHAN DAN PERTUMBUHAN STRUKTUR EKONOMI INDONESIA
IKHTISAR PEREKONOMIAN 2010 DAN PROSPEK 2011
Suku Bunga dan Sistem Perbankan
Maria Lusia Hutagalung D1B011024
Ekonomi untuk SMA/MA kelas XI Oleh: Alam S..
Arah Kebijakan Persusuan
Arah Kebijakan Persusuan
PERAN UMKM DALAM PEREKONOMIAN DI INDONESIA
Definisi dan Arti Penting Agroindustri
Rapat Panitia Anggaran DPR RI Tentang Asumsi Makro APBN 2009 dan RAPBN 2010 Bank Indonesia Jakarta, 1 Juni 2009.
KEBIJAKAN MONETER & KEBIJAKAN FISKAL
BAHAN AJAR EKONOMI Kelas X Semester 2.
Bank, Lembaga Keuangan Bukan Bank, dan Otoritas Jasa Keuangan
Kebijakan moneter.
KEBIJAKAN PEREKONOMIAN
KEBIJAKAN EKONOMI LENI PRAMITA A
PENGARUH KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA
BAB II PEMBANGUNAN EKONOMI.
Arah Kebijakan Persusuan
Faktor Eksternal Kebijakan Fiskal Faktor Internal Output
MANAJEMEN DAN BISNIS Lingkungan Bisnis Pertemuan 10 1.
PEREKONOMIAN INDONESIA
Mempercepat Transformasi Industri Manufaktur Untuk Mewujudkan Industrialisasi Indonesia Yang Berdaya Saing Global Presented by :
KINERJA PROGRAM PEMBANGUNAN PERTANIAN
Siklus dan mekanisme APBN ini meliputi
PENGANTAR EKONOMI MAKRO
KESIAPAN UMKM BABEL MENJALANKAN MEA
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENGHADAPI MASALAH EKONOMI
KEUANGAN: 1. SEMUA YANG BERNILAI UANG (SURAT BERHARGA, PIUTANG, TABUNGAN DLL) 2. URUSAN MENGENAI UANG (KURS MATA UANG, KREDIT, PEMBUKUAN DLL)
Perkembangan Ekonomi Indonesia dan Prospek Ekonomi Sektoral
KEBIJAKAN FISKAL. Pengertian kebijakan fiskal (Fiskal Policy )  Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian.
EKONOMI MIKRO dan EKONOMI MAKRO STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN.
TANGGAPAN ATAS (Draft) RENSTRA DISHANPAN
Pokok-Pokok Pikiran Penguatan Ketahanan Pangan di Jawa Tengah Oleh: Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah M. Chamim Irfani Disampaikan dalam Forum Perangkat.
Kebijakan Fiskal dalam Hutang Pemerintah dan Pengaruhnya Bagi Perekonomian Negara Nama : Zuda Karimatur Rohmah NIM :
Transcript presentasi:

Menuju Pembiayaan Sektor Pertanian yang Berkelanjutan Dr. Muliaman D. Hadad Deputi Gubernur Seminar Nasional Feed The World : Munuju Swasembada yang Kompetitif dan Berkelanjutan serta Mendorong Produk-produk Unggulan Menjadi Primadona Dunia” Jakarta Convention Centre, 29 Januari 2010

2 Dampak Dari Krisis Finansial …  Kontraksi Pertumbuhan Dunia  Kontraksi Volume Perdagangan Dunia  Unwinding Arus Modal  Kekeringan Likuiditas karena meningkatnya counterparty risk

3 Respons terhadap Krisis Finansial … G - 20 Individual Countries Indonesia Concerted Efforts on : Restoring Global Growth Strengthening the Financial System Aktivasi Crisis Mgt Protocol Serangkaian Kebijakan Untuk Mengatasi Kekeringan Likuiditas di PUAB Stimulus yg besar dari kebijakan fiskal dan pelonggaran kebijakan moneter moneter Unconventional Measures on Safeguarding the Financial System

The future looks bright, yet …  Bumpy Road Ahead … Proses Global Economic Recovery Kemungkinan Lebih Lambat  Antisipasi terhadap Exit policy Hard or Soft Landing ? Timing ?

5 Modal Pertumbuhan Ekonomi Nasional  Resiliensi perekonomian yang baik  Pertumbuhan ekonomi 2009 diperkirakan mencapai 4,3%, tertinggi setelah China dan India  Inflasi yang rendah dan nilai tukar yang stabil  Stabilitas sistem keuangan terjaga dengan baik  Ketersediaan likuiditas di industri perbankan yang mencukupi untuk memberikan pembiayaan pada pembangunan  Proyeksi pertumbuhan kredit 2010: 18-20%  Kuncinya adalah bagaimana memanfaatkan momentum pertumbuhan

Potensi Sektor Pertanian …  Studi Bank Indonesia menunjukkan Indonesia memiliki keunggulan pada produk yang berbasis SDA  Neraca perdagangan dengan Asean dan China Defisit untuk sektor Industri Surplus untuk sektor Pertambangan dan sektor Pertanian  Indonesia memiliki: Keanekaragaman hayati dan agroekosistem, Ketersediaan lahan yang cukup besar dan belum dimanfaatkan secara optimal Potensi tenaga kerja yang besar Jumlah penduduk yang sangat besar merupakan pasar yang potensial Strategi : Pengembangan Industri berbasis SDA

Karakteristik Sektor Pertanian Sektor Pertanian Pangsa Kredit Perbankan Hambatan Natural  Iklim, sifat produk yang mudah rusak, gestation period yang panjang Hambatan Struktural  Rendahnya penerapan teknologi  Rendahnya anggaran R&D  Kurangnya keberpihakan pada sektor ini  Pembangunan sektor industri tidak berbasis pertanian  Minimnya pemberdayaan ekonomi pedesaan  Rendahnya kewirausahaan  Akses ke pembiayaan  15% dari PDB nasional  40% employment  Pertumbuhan kredit sektor pertanian 13,1% (Nov. 09)  Backward dan forward linkage yang besar

Subsidi Bunga untuk Kredit Petani  Kementerian Pertanian telah mengembangkan berbagai skim kredit pertanian, Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E), Kredit Pembangunan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP) Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS), Perluasan pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR).  Subsidi bunga bervariasi antara 8-10%. * Khusus untuk KUPS, beban bunga bagi peminjam ditetapkan sebesar 5 persen.

Alternatif bagi Pembiayaan Pertanian  Pembentukan semacam lembaga penjamin kredit mengalihkan sebagian risiko  Menetapkan sektor pertanian atau subsektornya sebagai sektor unggulan meringankan perhitungan ATMR  Pembentukan suatu lembaga pembiayaan sektor pertanian tidak tergantung pada aturan prudential sumber pendanaan jangka panjang

Terima Kasih Akhir Presentasi