BAB IV WAWANCARA DWI ATMAJA, S.PD, MPsi

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
TEKNIK PENGUMPULAN DATA PENELITIAN KUANTITATIF
Advertisements

Management Tutorial dan The Seven Jumps
Keterampilan Dasar Mengajar
Teknik pengumpulan data termasuk penentuan populasi dan sampling.
TEKNIK WAWANCARA WAWANCARA MERUPAKAN CARA YANG DIGUNAKAN UNTUK MEMPEROLEH KETERANGAN SECARA LISAN GUNA TUJUAN TERTENTU. TUJUAN INI BERMACAM-MACAM ANTARA.
BAB III ANGKET DWI ATMAJA, S.Pd, M.Psi
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
Kelompok 5 Vivin Anggraeni ( ) Erna Yuliati ( )
Badan Penelitian & Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI
Metode Pembelajaran (Ceramah, Ekspositori, Demonstrasi, Drill dan Latihan, Tanya Jawab) Kelompok 6 : Febi Putri Rahmadini Fuji Rahayu Wulandari.
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
11 dan 12. PENGUMPULAN DATA ARTI PENGUMPULAN DATA
ASESMEN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING
BEBERAPA CARA PENGUMPULAN DATA
12. PENGUMPULAN DATA ARTI PENGUMPULAN DATA
DISUSUN OLEH : DIAH NUR SIANTI IMRON NOVIRA MUTIA SAFITRI WAHYU RETNO SARI.
BERBASIS LABORATORIUM
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
Teknik Penelitian Kualitatif
Observasi, Wawancara Dan Studi Dokumentasi
J Refleksi Pembelajaran dan Tindak Lanjutnya Melalui PTK
OLEH: FITRIA WALLY NPM :
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PENDEKATAN INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN SAINS
12. PENGUMPULAN DATA ARTI PENGUMPULAN DATA
KAJIAN RUTIN UKMF RATI “KARYA TULIS ILMIAH”
Pedoman & proses Wawancara
WAWANCARA FAKULTAS EONOMI, MANAJEMEN, UMBY.
METODE DAN INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA
PENELITIAN TINDAKAN KELAS DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING
OLEH : IRWANTO, S.Pd.SD Guru Kelas SDN 1 Ngelo Kec. Jatiroto
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
INSTRUMENT/KUISIONER,
PENDEKATAN PENELITIAN (Strategi Penelitian) KUALITATIF
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
METODOLOGI PENELITIAN KEBUDAYAAN
TEKNIK PELATIHAN.
WAWANCARA Rian ardi Pratama Dian Setyowati
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTU MEDIA GAMBAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 04 JAMBANGAN.
Bentuk Wawancara Wawancara Terstruktur Wawancara Tidak Terstruktur
11 dan 12. PENGUMPULAN DATA ARTI PENGUMPULAN DATA
Kerja Ilmiah Kerja ilmiah yang dilandasi sikap ilmiah akan menghasilkan kebenaran ilmiah. Hasilnya dapat berupa fakta, konsep, prinsip, prosedur, teori,
Pengertian wawancara Charles Stewart dan W. B. Cash : “sebuah proses komunikasi berpasangan dengan suatu tujuan.
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
METODOLOGI PENELITIAN (Model Penelitian Tindakan)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
SENI MENGAJAR GURU MATEMATIKA IDAMAN SISWA
Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yg tidak dapat dipisahkan
Bab II : Seleksi dan Penempatan Naker
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
PEMINATAN PESERTA DIDIK
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
M O D U L ? SUATU PAKET BELAJAR MENGAJAR (DRS. SRIYONO)
METODE WAWANCARA Disusun oleh : Cerly Ferly Andina Melva Melani Restya Puspa Pertiwi
PROBING PROMTING. konsep probing adalah penyelidikan, pemeriksaan dan prompting adalah mendorong atau menuntun. Penyelidikan atau pemeriksaan disini bertujuan.
Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yg tidak dapat dipisahkan
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
TEKNIK PENGUMPULAN DATA : WAWANCARA DAN OBSERVASI
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN MODEL PEMBELAJARAN.
Transcript presentasi:

BAB IV WAWANCARA DWI ATMAJA, S.PD, MPsi

A. Tujuan Setelah mempelajari wawancara sebagai teknik pengumpulan data, maka mahasiswa dapat membuat pedoman wawancara, dan selanjutnya mampu mempraktekkannya untuk kepentingan bimbingan. Tujuan khusus mempelajari wawancara, agar mahasiswa dapat : 1. Menjelaskan pengertian wawancara sebagai teknik pengumpulan data. 2. Membuat pedoman wawancara informatif untuk tujuan tertentu. 3. Mengadakan wawancara dengan seorang siswa menurut pedoman wawancara yang sudah disiapkan. 4. Mengemukakan kembali keterbatasan selama proses wawancara dengan tepat. 5. Menganalisis hasil data dari wawancara.

Tujuan Wawancara 1.Membangun hubungan baik (rapport) dengan subyek wawancara 2.Meredakan ketegangan yang dirasakan subyek wawancara 3.Menyediakan informasi yang dibutuhkan 4.Mendorong kearah pemahaman diri pada interviewer dan interviewee 5.Mendorong kearah penyusunan kegiatan konstruktif subyek wawancara

B. Materi Ajar Konsep wawancara Wawancara adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan secara lisan dan dijawab responden secara langsung secara lisan pula. Berdasarkan subyeknya dan tujuan wawancara, dibedakan menjadi : (1) Wawancara jabatan, bertujuan mencocokkan seseorang calon pegawai dengan pekerjaannya. (2) Wawancara disipliner/administratif, ditujukan untuk “menuntut” perubahan tingkah laku individu. (3) Wawancara Konseling, bertujuan membantu individu mengatasi atau memecahkan masalahnya. (4) Wawancara Informatif/face-finding.

Wawancara secara Responden, 1. Bersifat langsung, data diperoleh langsung dari individu bersangkutan. 2. Bersifat tak langsung, memperoleh keterangan mengenai orang lain. Wawancara secara Prosedurnya, 1. Berstruktur, pertanyaan yang telah disusun secara jelas dan terperinci. 2. Tak Berstruktur, pertanyaan yang diajukan tidak disiapkan secara terperinci, lebih bersifat flekibel. Wawancara secara Perencanaanya, 1. Berencana, bila waktu dan tempat telah disepakati. 2. Insidetil, bila waktu dan tempat tidak dijadwalkan sebelumnya.

Faktor yang perlu diperhatikan : Pewancara, siswa (Responden), pedoman wawancara, situasi wawancara. Menciptakan suasana yang bebas, terbuka dan menyenangkan, sehingga mampu merangsang siswa untuk menjawabnya, dan menggali jawaban lebih jauh. Wawancara bergantung pada peranan pewancara, yaitu : 1. Mampu menciptakan hubungan baik dengan siswa, artinya bersedia bekerjasama, bersedia menjawab pertanyaan dan memberi informasi yang sebenarnya. 2. Mampu menyampaikan semua pertanyaan denganbaik dan tepat. 3. Mampu mencatat semua jawaban lisan responden dengan teliti dan jelas. 4. Mampu menggali tambahan informasi dengan menyampaikan pertanyaan yang tepat dan netral digunakan teknik probing.

Sifat-sifat pertanyaan dalam wawancara Kata kunci  Sesuai kebutuhan : – pertanyaan yang bersfiat mendorong pembahasan dan pemahaman –Pertanyaan yang menarik pemahaman –Pertanyaan yang mendorong penerimaan perasaan –Pertanyaan yang mendorong sikap / tingkah laku teretentu –Perntayaan mengenai dimensi masalah atau perilaku

Langkah-langkah Penyelenggaraan Wawancara (1) Tahap Persiapan, meliputi langkah menetapkan variabel, idikator, prediktor, membuat pedoman wawancara, dan menyusun item-item pertanyaan (2) Tahap Pelaksanaan, meliputi menetapkan kapan dan dimana wawancara dilaksanakan, menentukan taktik wawancara, kode etik wawancara dan sikap. (3) Tahap Analisis Hasil, meliputi pengelompokan ariabel yang akan ditabulasi, penyekoran jawaban, kesimpulan dan penginterpretasian.

C. Latihan Latihan Individual (1) Membuat pedoman wawancara tentang kebiasaan belajar di perpustakaan, kesulitan belajar matematika (pilih salah satu). (2) Mengadakan wawancara kepada seorang siswa dengan memakai pedoman wawancara yang anda buat. (3) Catatlah keterbatasan anda selama proses wawancara. Latihan kelompok (1) Diskusikanlah keterbatasan yang anda temui bersama 2-3 orang. (2) Buatlah kesimpulan dan interpreasi hasil pengumpulan data dengan teknik wawancara.