BAB 2 SASARAN UKUR HAKIKAT 1. BENTUK SASARAN UKUR

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PSIKOTES M. FAKHRURROZI.
Advertisements

(Tes Prestasi Belajar – Pertemuan 1)
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
Perbedaan Individu dan Prilaku Kerja
Pengukuran, Penilaian dan Evalusi
PENGANTAR TES.
PEMBELAJARAN TUNTAS (Mastery Learning).
VALIDITAS DALAM PENELITIAN EKSPERIMEN
PERILAKU INDIVIDU DALAM ORGANISASI
SUBJEK DAN SASARAN EVALUASI
Pengukuran dan Skala.
PENGUKURAN PSIKOLOGI.
DASAR PENGUKURAN DAN PENGUKURAN PSIKOLOGIS
Nia Septiannie Anugrah, S.Psi
PENGKOMUNIKASIAN HASIL TES BAKAT DAN MINAT DALAM KONSELING UNTUK PENJURUSAN SISWA SMA.
Tujuan Pembelajaran 5th session.
Bab 2 Sasaran Ukur.
S0192 – Metode Penelitian dan Penulisan Telnik Sipil PERTEMUAN : 9
(2)KARAKTERISTIK IPS SD
Tes Psikologis Maria Astri Wanda
ASESMEN DALAM BK PPT 3 1 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN.
Validitas & Reliabilitas Instrumen
KONSEP PENGUKURAN.
PERILAKU INDIVIDU & PERBEDAANNYA..
Pengukuran, Skala, Sumber Sekunder
Studi Kasus.
VARIABEL PENELITIAN.
Tes Psikologi.
INTELIGENSI.
PENGANTAR PEMERIKSAAN PSIKOLOGIS
Persepsi Benda dan Persepsi Sosial
KONSEP-KONSEP DASAR PENELITIAN KOMUNIKASI
Tes Prestasi (Pertemuan 2)
KONSTRUKSI ALAT UKUR (Pertemuan 1).
Konstruksi Tes 1 Kontrak Belajar.
PERILAKU INDIVIDU DALAM ORGANISASI
PRINSIP-PRINSIP BELAJAR
PERILAKU INDIVIDUAL DAN PERBEDAAN INDIVIDUAL
PSIKOMETRI PERTEMUAN Lanjutan.
RiTA RAHMANIATI, M.Pd DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALANGKA RAYA
PENGUKURAN PSIKOLOGI Pengantar Pengertian Karakteristik
EVALUASI PEMBELAJARAN SEJARAH
BAB ll PERILAKU INDIVIDU DALAM ORGANISASI
Skala Psikologi Sebagai Alat Ukur
DOSEN FEBRIYANTO PSIKOLOGI PENDIDIKAN DOSEN FEBRIYANTO
Karateristik dan Perbedaan Individu
PERBEDAAN INDIVIDU Nataya Charoonsri R.
Prosedur Pengembangan Evaluasi Pembelajaran
Konsep Belajar dan Teori Belajar IPA
ASESMEN DALAM BK PPT 3 1 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN.
CBSA DALAM PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES Kelompok IV
Tes Psikologi Annisa Julianti
HAKIKAT BELAJAR & PEMBELAJARAN
Konsep Belajar dan Teori Belajar IPA
PERILAKU INDIVIDU & PERBEDAANNYA..
REVIEW SELURUH MATERI Pertemuan 13
LANDAS AN PSIKOLOGIS DALAM PENGEM BANGAN KURIKULUM
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
STRATEGI PEMBELAJARAN BERORIENTASI PADA AKTIVITAS SISWA (PBAS)
PENGUJIAN HIPOTESIS MENGUMPULKAN DATA
PENGUKURAN PSIKOLOGI Pengantar Pengertian Karakteristik
Pengumpulan DATA.
SKALA PSIKOLOGI SEBAGAI ALAT UKUR
Bab 13 Validitas Pengukuran.
KONSEP PENGUKURAN.
Tes Prestasi (Pertemuan 2)
Penilaian Hasil Belajar Teknik Tes Teknik Non Tes
KONSTRTUKSI ALAT UKUR PSIKOLOGI
KONSEP PENGUKURAN.
NAMA : Joan Jamarsi Ginting NIM : FAKULTAS TEKNIK JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2019.
Transcript presentasi:

BAB 2 SASARAN UKUR HAKIKAT 1. BENTUK SASARAN UKUR SASARN UKUR ADALAH ATRIBUT (CIRI, SIFAT, KARAKTERISTIK) DARI ORANG, OBJEK, ATAU PERISTIWA (SUBJEK, RESPONDEN) MISAL: SIKAP KARYAWAN ATRIBUT ORANG TINGGI MEJA ATRIBUT OBJEK TEMPERATUR KEBAKARAN ATRIBUT PERISTIWA

2. DIMENSI SASARAN UKUR PENGUKURAN DAPAT DILAKUKAN TERHADAP SATU ATAU LEBIH DIMENSI (UNI DIMENSI & MULTIDIMENSI) UNIDIMENSI: MENGUKUR SATU DIMENSI SAJA, MISALNYA: KEMAMPUAN MATEMATIKA, KEMAMPUAN BAHASA, MINAT BELAJAR, BAKAT MELUKIS, SIKAP TERHADAP KERJA, DSB. MULTIDIMENSI: SEKALIGUS MENGUKUR LEBIH DARI SATU DIMENSI, MISALNYA: KEMAMPUAN MATEMATIKA DAN BAHASA, SIKAP TERHADAP PELAJARAN DAN GURU, DSB.

3. CAKUPAN SASARAN UKUR BANYAK HAL DAPAT DIUKUR. APAKAH SEMUA HAL DAPAT DIUKUR ? JIKA SESUATU ADA, MAKA IA ADA DALAM SUATU JUMLAH. JIKA IA ADA DALAM SUATU JUMLAH, MAKA SEHARUSNYA IA DAPAT DIUKUR (LEE J. CRONBACH) JIKA SESUATU MEMBUAT PERBEDAAN, MAKA TERDAPAT DASAR UNTUK PENGUKURAN (ROBERT L. EBEL) KALAU ADA DALAM SUATU JUMLAH, KALAU ADA PERBEDAAN, MAKA DAPAT DICARI ALAT DAN SKALA UKUR UNTUK MENGUKURNYA

4. BESARAN SASARAN UKUR ATRIBUT PADA SASARAN UKUR DAPAT BERBENTUK: KONSTANTA, ATAU VARIABEL ATRIBUT KONSTANTA: ATRIBUT YANG HARGANYA KONSTAN; MISAL: PERBANDINGAN PANJANG KELILING TERHADAP PANJANG DIAMETER PADA SUATU LINGKARAN; MUATAN LISTRIK PADA ELEKTRON, DSB. ATRIBUT VARIABEL: ATRIBUT YANG HARGANYA DAPAT BERUBAH; MISALNYA: HASIL BELAJAR MAHASISWA, SIKAP KARYAWAN, INTELLIGENSI SISWA, LUAS RUANGAN, BANYAKNYA CALON MAHASISWA, DSB. INI YANG TERBANYAK DAN SERING DIGUNAKAN PADA PENGUKURAN ATAU PENELITIAN DAN DIKENAL SEBAGAI VARIABEL PENELITIAN.

B. VARIABEL PENGERTIAN: VARIABEL ADALAH SASARAN UKUR (ATRIBUT ORANG, OBJEK, ATAU PERISTIWA) YANG HARGANYA (SKOR) DAPAT BERUBAH. DALAM BANYAK HAL, PENGUKURAN DILAKUKAN TERHADAP VARIABEL DENGAN MENGHASILKAN HASIL UKUR. JENIS VARIABEL: ADA BANYAK CARA UNTUK MELIHAT VARIABEL. SETIAP CARA AKAN MENGHASILKAN SEJUMLAH JENIS VARIABELNYA SENDIRI. DISINI HANYA DIBICARAKAN DUA CARA MELIHAT KETERUKURAN: (1) VARIABEL MANIFES (VARIABEL INI DAPAT LANGSUNG DIUKUR), DAN (2) VARIABEL LATEN (VARIABEL TERSEMBUNYI SEHINGGA TIDAK DAPAT LANGSUNG DIUKUR) WUJUD: (1) VARIABEL FAKTA (VARIABEL BERWUJUD BESARAN FAKTA: PANJANG, WAKTU, KUAT CAHAYA,GAYA, BERAT), (2) VARIABEL MENTAL (VARIABEL BERWUJUD BESARAN MENTAL MANUSIA: BAKAT ATAU INTELLIGENSI, KEBERHASILAN BELAJAR, KEPRIBADIAN). VARIABEL INI MENJADI SASARAN UKUR PADA PENGUKURAN.

C. VARIABEL MANIFES DAN LATEN VARIABEL MANIFES: ADALAH VARIABEL YANG BERHUBUNGAN DENGAN ATRIBUT YANG LANGSUNG TERAMATI. Misalnya, tinggi badan, kuat suara, lama belajar, skor ujian, banyaknya mahasiswa. VARIABEL LATEN: ADALAH VARIABEL ABSTRAK (ATAU BERBENTUK KONSTRUK TEORETIK) YANG DIANGGAP BERHUBUNGAN DENGAN ATRIBUT YANG TIDAK LANGSUNG TERAMATI (MISAL: BAKAT, SIKAP, KEBERHASILAN BELAJAR, FRUSTRASI, DSB.). PENGUKURAN VARIABEL LATEN: DILAKUKAN DENGAN MENGGUNAKAN VARIABEL MANIFES YANG SEPADAN DENGAN VARIABEL LATEN YANG DIUKUR. MISALNYA, VARIABEL LATEN KEBERHASILAN BELAJAR DIUKUR MELALUI VARIABEL MANIFES SKOR UJIAN. MASALAHNYA, ADALAH BAHWA SEBERAPA JAUH KESEPADANAN DI ANTARA VARIABEL MANIFES DENGAN VARIABEL LATEN (VALIDITAS & RELIABILITAS)

D. VARIABEL FAKTA DAN MENTAL a. BERKENAAN DENGAN INVENTORI, SEPERTI: AGAMA YANG DIANUT, JENIS KELAMIN, STATUS PERKAWINAN, JUMLAH ANAK, UMUR b. BERKENAAN DENGAN BESARAN FISIK, TERMASUK PSIKOFISIK SEPERTI: TINGGI BADAN, LUAS RUANGAN, TINGGI NADA, KECEPATAN GERAK 2. BAKAT ATAU INTELIGENSI a. PENGERTIAN: KECENDERUNGAN UNTUK MENGAMBIL DAN MEMPERTAHANKAN ARAH; KEMAMPUAN UNTUK BERADAPTASI DENGAN MAKSUD UNTUK MENCAPAI TUJUAN; DAN KEMAMPUAN UNTUK OTOKRITIK (Lee J. Cronbach, mengutip Binet). KEMAMPUAN UNTUK MELAKUKAN RESPONSI YANG BAIK (ANNE ANASTASI)

c. DAPAT DIUKUR, DIANTARANYA MELALUI: b. CAKUPAN INTELIGENSI ATAU KEMAMPUAN UMUM TERMASUK FAKTOR “g” DARI SPEARMAN INTELIGENSI ATAU KEMAMPUAN SPESIFIK INTELIGENSI ATAU KEMAMPUAN GANDA (MULTIPLE ABILITY) c. DAPAT DIUKUR, DIANTARANYA MELALUI: STANFORD – BINET, WECCHSLER, KAUFMAN (K-ABC), SCHOOLASTIC APTITUDE TEST (SAT), DIFFERENTIAL APTITUDE TEST (DAT) 3. KEBERHASILAN (ACHIEVEMENT) a. PENGERTIAN: KEBERHASILAN ADALAH HASIL YANG DICAPAI MELALUI BELAJAR, SEPERTI: HASIL BELAJAR BAHASA, HASIL BELAJAR MATEMATIKA, HASIL BELAJAR SOPAN SANTUN, HASIL BELAJAR BERENANG.

4. KEPRIBADIAN (PERSONALITY) PENGERTIAN b. CAKUPAN KEBERHASILAN DAPAT DIGOLONGKAN MENURUT TAKSONOMI KE DALAM WILAYAH: KOGNITIF, AFEKTIF, PSIKOMOTORIK 4. KEPRIBADIAN (PERSONALITY) PENGERTIAN KEBIASAAN BERBUAT (HABITUAL PERFORMANCE) KESELURUHAN INDIVIDU BERINTERAKSI DENGAN LINGKUNGANNYA (J.C. NUNNALY) MINAT, MOTIF, KEYAKINAN, SIKAP, KEBIASAAN (J. CRONBACH) KARAKTERISTIK EMOSIONAL, MOTIVASIONAL, INTERPERSONAL, ATTITUDINAL (ANNE ANASTASI) c. PENGGOLONGAN: BAWAAN SOSIAL (SOCIAL TRAIT), MOTIF, KONSEPSI PRIBADI, PENYESUAIAN DIRI (J.C. NUNNALY)