BAB 10 DISTRIBUSI TEORITIS

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
DISTRIBUSI DISKRIT DAN KONTINYU
Advertisements

Pertemuan II SEBARAN PEUBAH ACAK
PROBABILITAS.
SEKOLAH TINGGI ILMU STATISTIK
Analisa Data Statistik
PROBABILITAS BERSYARAT DAN EKSPEKTASI BERSYARAT
Bab 4. Variabel Acak dan Distribusi Probabilitas
KONSEP DASAR PROBABILITAS
DISTRIBUSI PROBABILITAS
Pendugaan Parameter.
Pendahuluan Landasan Teori.
PrOBabilitas Oleh : Septi Ariadi.
DISTRIBUSI PROBABILITAS
DISTRIBUSI PELUANG.
BAB XIII Distribusi Binomial
LANJUTAN SOAL-SOAL LATIHAN DAN JAWABAN PELUANG.
DISTRIBUSI TEORITIS.
KONSEP DASAR PROBABILITAS (SSTS 2305 / 3 sks)
Distribusi Probabilitas
STATISTIKA DAN PROBABILITAS
Probabilitas & Distribusi Probabilitas
POPULASI, SAMPEL DAN PELUANG
Ekspektasi Matematika
DISTRIBUSI PROBABLITAS
VARIABEL RANDOM.
DISTRIBUSI TEORETIS.
SAMPLING DAN DISTRIBUSI SAMPLING
BAB IX DISTRIBUSI TEORITIS
BAB 1 TEORI PROBABILITAS
Distribusi Sampling Tujuan Pembelajaran :
DISTRIBUSI TEORETIS Tujuan :
PROBABILITAS (PELUANG)
Distribusi Hipergeometrik Distribusi Poisson.
DISTRIBUSI PELUANG STATISTIKA.
DISTRIBUSI PELUANG Pertemuan ke 5.
BAB II VARIABEL ACAK DAN NILAI HARAPAN.
DISTRIBUSI PROBABLITAS (SSTS 2305 / 3 sks)
DISTRIBUSI DARI FUNGSI VARIABEL RANDOM
BAB 2 ATURAN DASAR PROBABILITAS
Fungsi distribusi dari Y adalah : G(y)=Pr(Y≤y)=Pr(u(X ≤y)=Pr(X≤w(y))=
Oleh : Andri Wijaya, S.Pd., S.Psi., M.T.I.
PROBABILITY DAN JOINT DENSITY FUNCTION
VARIABEL ACAK DAN NILAI HARAPAN.
STATISTIKA MATEMATIKA 1.
DISTRIBUSI SAMPLING Inne Novita Sari.
RUANG SAMPEL & KEJADIAN
DISTRIBUSI PELUANG Jika melakukan undian sebuah mata uang maka peristiwa yang terjadi muncul = G dan A. Jika X menyatakan banyaknya G maka X = 0, 1 Maka.
VARIABEL RANDOM VARIABEL RANDOM (VR) pada dasarnya adalah bilangan random. Misalkan kita melempar 3 koin, maka ruang sampelnya adalah: Beberapa contoh.
Distribusi Normal.
DISTRIBUSI KONTINU DISTRIBUSI NORMAL.
Fungsi Distribusi normal
Probabilitas dan Statistika
DISTRIBUSI SAMPLING Inne Novita Sari.
DISTRIBUSI PROBABILITAS TEORITIS
BAB II VARIABEL ACAK DAN NILAI HARAPAN.
Harapan matematik (ekspektasi)
Oleh : FITRI UTAMININGRUM, ST, MT)
DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT TEORITIS 2
Distribusi Probabilitas Variabel Acak Diskrit
Kelompok 5 Nama Kelompok : Ari Eka Saputri Rani Haryani Syafira Ulfah
Distribusi Probabilitas Variabel Acak Diskrit
DISTRIBUSI PROBABILITAS TEORITIS
PELUANG.
Oleh : FITRI UTAMININGRUM, ST, MT)
Variabel Acak Sebuah variabel acak merupakan hasil numerik dari sebuah proses acak atau kejadian acak Contoh: pelemparan koin S = {HHH,THH,HTH,HHT,HTT,THT,TTH,TTT}
DISTRIBUSI PROBABILITAS TEORITIS
PENGERTIAN DISTRIBUSI TEORITIS
Konsep Probabilitas.
KONSEP DASAR PROBABILITAS
DISTRIBUSI BINOMIAL Suatu percobaan binomial yang diulang sebanyak n kali dengan P(sukses) = P(S) = p dan P(gagal) = P(G) = 1 – p = q adalah tetap pada.
Transcript presentasi:

BAB 10 DISTRIBUSI TEORITIS

Distribusi Teoritis Pada eksperimen statistik seringkali yang lebih menarik perhatian untuk diamati adalah nilai-nilai yang ditentukan oleh titik sampel,bukan titik sampel itu sendiri. Pandanglah kembali ruang sampel S yang menunjukkan semua hasil yang mungkin terjadi dari pelemparan dua uang logam berisi muka (m) dan besisi belakang (b) berikut ini S = {(m,m), (m,b), (b,m), (b,b)} Pada S kita dapat mengamati kejadian banyaknya muncul muka (m) yang kita sebut sebagai variabel X,dengan memakai relasi X pada S ke himpunan bagian bilangan riil Rx seperti berikut :

B. Distribusi Probabilitas Pada ruang sampel S = {(b,b),(b,m), (m,b),(m,m) yang merupakan kumpulan semua hasil yang mungkin terjadi dari pelemparan dua uang logam tersebut,kita dapat menentukan probabilitas dari nilai-nilai variabel acak X, sebab titik sampel titik sampel S mempunyai nilai probabilitas Pada ruang sampel S tersebut nilai X menyatakan banyaknya muncul muka pada S, dan nilai dari X adalah X = 0, X=1, dan X =2. Nilai X = 0, berkaitan dengan titik sampel (b,b) dengan probabilitas P (X = 0 ) = P {(b,b)} = ¼ Nilai X =1, berkaitan dengan titik sampel (b,m) atau (m,b) dengan probabilitas : P (X=1) = P {(b,m)} + P{(m,b)} = ¼ + ¼ = ½

Nilai X = 2, berkaitan dengan titik sampel (m,m) dengan probabilitas : P(X = 2) = P {(m,m)} = P {m,m)} = ¼ Pasangan nilai-nilai variabel acak X dengan probabilitas dari nilai-nilai X, yaitu P (X=x) dapat dinyatakan dalam Tabel 10.1 seperti berikut : X = x 1 2 P(X=x) ¼ ½

{X1,P(X=x1)},{(x2,P(X=x2)},{x3,P(X=x3)},…………… Bisa juga pasangan nilai-nilai dari variabel acak X dengan probabilitas dari nilai-nilai X, yaitu P(X=x) dituliskan dengan pasangan terurut, yaitu : {X1,P(X=x1)},{(x2,P(X=x2)},{x3,P(X=x3)},…………… Gambar dari distribusi probabilitas X untuk pelemparan dua uang logam di atas adalah sebagai berikut : P(X=x) ¾ 2/4 ¼ 1 2 X

Contoh 10.1 Pada pelemparan tiga uang logam, bila X menyatakan banyaknya muncul muka (m),tentukanlah : Ruang sampel S nilai-nilai variabel acak X; Distribusi probabilitas X; Gambarlah distribusi probabilitas X!

Contoh 10.2 Pada pelemparan dua dadu, misal X adalah kejadian yang menyatakan jumlah 2 dadu, maka distribusi probabilitasnya adalah…?

C. DISTRIBUSI FUNGSI X DAN DISTRIBUSI KUMULATIF X Jika X adalah variabel acak dan P(X=x) adalah distribusi probabilitas dari X, maka fungsi f(x) = P(X=x) disebut fungsi probabilitas X atau fungsi frekuensi X Sedangkan fungsi distribusi kumulatif X adalah F(x):

P(a≤X≤b) = F(b) – F(a)

D. NILAI HARAPAN MATEMATIS Bila variabel acak X mempunyai fungsi probabilitas f(x) = P(X = x), maka harapan atau Ekspektasi Matematis X ditulis E(X) adalah: E(X) = ∑xf(x) = ∑xP(X = x), jika X diskrit ∫ +∞ -∞ Xf(x) dx, jika X kontinu Sifat-sifat dari Harapan Matematis: E (c) = c 2. E(bX) = bE(X) 3. E(a + bX) = a + bE(X)

Contoh 10.5. Pada pelemparan dua dadu, tentukan harapan matematis jumlah muka dua dadu!

E. KEGUNAAN NILAI HARAPAN MATEMATIS SALAH SATU MANFAAT YANG SANGAT PENTING DARI HARAPAN MATEMATIS ADALAH UNTUK MENENTUKAN MEAN (μ) DAN STANDAR DEVIASI (σ) DARI PARAMETER POPULASI.

SOAL-SOAL Tentukan mean dan standar deviasi dari banyaknya muka pada pelemparan tiga uang logam! Diketahui variabel acak mempunyai distribusi probabilitas sbb: X 8 12 16 20 24 P(X) ¼ 1/12 1/6 1/8 3/8 Tentukanlah: Mean X Standar deviasi X E { (2X – 3)2 } 3. Jika seseorang membeli sebuah lotere, maka ia dapat memenangkan hadiah pertama sebesar Rp.50.000.000 atau hadiah kedua sebesar Rp.20.000.000 dg probabilitas masing-masing 0,001 dan 0,003. Berapakah Seharusnya harga yang fair untuk lotere tsb?

4. Dalam suatu bisnis, seseorang dpt mendapat keuntungan sebesar Rp. 3 4. Dalam suatu bisnis, seseorang dpt mendapat keuntungan sebesar Rp.3.000.000 dengan probabilitas 0,6 atau menderita kerugian sebesar Rp.1.000.000 dg prob. 0,4. Tentukan nilai harapannya! 5. Suatu pengiriman 6 pesawat televisi, berisi 2 yang rusak. Sebuah hotel membeli 3 pesawat TV secara acak dari kiriman itu. Bila X menyatakan banyaknya TV rusak yang dibeli, tentukan: a. distribusi prob. X b. nilai harapan X c. simpangan baku X