Manajemen Perubahan menuju SEKOLAH EFEKTIF

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Permendiknas No. 19 Tahun 2007 TENTANG STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN OLEH SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH.
Advertisements

BUDAYA PERUSAHAAN DAN ETIKA
TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
4 Sifat PRIBADI YANG BERHASIL
MANAJEMEN MUTU TERPADU (MMT) BAHASA KE
Perubahan Menuju Madrasah Hebat…
KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN
DASAR-DASAR KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)
Menunjukkan sikap pantang menyerah
KEPEMIMPINAN Dr.H.KUSWANDI,Msi.,MM.
KEPEMIMPINAN DALAM BERORGANISASI
KEPEMIMPINAN STRATEGIS DAN VISIONER
Kepemimpinan Wirausaha
PERTEMUAN 15.
KEPEMIMPINAN DAN PENERAPAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) DALAM MENUNJANG FUNGSI MANAJEMEN PENDIDIKAN Di Susun Oleh: Hadi Prana Abadi Tulus Suratno Lizza.
BAB V KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF, DELEGASI DAN PEMBERDAYAAN
MANAJEMEN KONFLIK  .
PENGEMBANGAN KULTUR SEKOLAH
KEPEMIMPINAN STRATEGIS DAN VISIONER
KEPEMIMPINAN STRATEGIS DAN
PERTEMUAN 12 Kepemimpinan
Keprofesian Bidang Kekepalasekolahan
KEPEMIMPINAN, PENGARUH DAN KOMUNIKASI DALAM BISNIS
KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN
PERTEMUAN 9 KEPEMIMPINAN.
Prof. Dr. H. Engking S. Hasan, M.Pd.
Dosen Pengampu : Ali Hanafiah, SE. MM.
Pertemuan 3 Budaya Pelayanan.
KEPEMIMPINAN STRATEGIS DAN VISIONER
KEPEMPIMPINAN PEMBELAJARAN
KEPEMIMPINAN 1. M. Ghantar
Pertemuan ke-12 KEPEMIMPINAN
KEPEMIMPINAN PERTEMUAN 9.
PEMIMPIN SEBAGAI GURU (PEOPLE DEVELOPER)
Berbasis Kurikulum 2013 Dokumen 1 Penyusunan KTSP BIMBINGAN TEKNIS
  Disusun Oleh: PATMAWATI NPM
Membangun Unit Usaha dan Mitra Usaha
Permendiknas No. 19 Tahun 2007 TENTANG STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN OLEH SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH.
By: Stevanus Liverdy UPH MPd 21 A ( )
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN PELAYANAN PELANGGAN
KELOMPOK.
KEPEMIMPINAN.
KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN
Kepemimpinan dan Budaya Pelayanan
Speak Your Mind Program Quality System
PENGELOLAAN PERUBAHAN
KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN
Pengelolaan Sekolah Efektif
CIRI-CIRI SEKOLAH BERMUTU Disajikan oleh KUDI AJA.
Pengertian Dasar Fasilitasi
BUDAYA KERJA & ETOS KERJA
DASAR-DASAR KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)
KEPEMIMPINAN Pertemuan ke XI - XII.
KEPEMIMPINAN STRATEGIS DAN VISIONER
SELAMAT DATANG DI PERKULIAHAN KEWIRAUSAHAAN
MENGEMBANGKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA GURU DENGAN PESERTA DIDIK OLEH KEPALA SEKOLAH GUNA MENINGKATKAN EFEKTIFITAS KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR Sufyan,
Team Building Oleh : Muhammad Syaifudin Bajeri Dhika Baskoro
PEMBERDAYAAN.
KEPEMIMPINAN.
SELAMAT DATANG DI PERKULIAHAN KEWIRAUSAHAAN
BUDAYA KERJA & ETOS KERJA
Kepuasan Kerja, dan Stress
BUDAYA KERJA & ETOS KERJA Bahan – 9 PERILAKU ORGANISASI ADM. NEGARA, FISIP, SMT. IV
Karakteristik & Tantangan WIRAUSAHA
Karakteristik & Tantangan WIRAUSAHA
BALANCED SCORECARD DAN PERKEMBANGAN NYA
Karakteristik & Tantangan WIRAUSAHA
BALANCED SCORECARD DAN PERKEMBANGAN NYA
Kepemimpinan Wirausaha. Definisi Kepemimpinan Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain atau sekelompok orang ke arah tercapainya.
Peranan Kepala Sekolah dalam Pelaksanaan Bimbingan Konseling (BK)
Transcript presentasi:

Manajemen Perubahan menuju SEKOLAH EFEKTIF Oleh: RUA Zainal Fanani Konsultan Manajemen Pendidikan

CIRI SEKOLAH EFEKTIF Menurut Edmond (1979) Kepemimpinan Kepala Sekolah yang kuat Iklim sekolah yang aman dan kondusif Penekanan pada penguasaan kecakapan dasar Harapan guru yang tinggi terhadap hasil belajar siswa Evaluasi belajar secara teratur

CIRI SEKOLAH EFEKTIF Menurut Umaedi (2004) Lingkungan sekolah yang aman & tertib Visi dan misi sekolah yang jelas Kepemimpinan instruksional yang kuat Harapan yang tinggi terhadap keberhasilan belajar siswa Pengembangan staf sekolah

Pemantauan dan penilaian hasil belajar siswa secara teratur Dukungan dan komunikasi efektif antara sekolah dengan orang tua dan masyarakat Komitmen seluruh warga sekolah akan pentingnya peningkatan mutu

CIRI SEKOLAH EFEKTIF Berdasarkan rangkuman pendapat para ahli Kepemimpinan Kepala Sekolah yang kuat: visioner, tegas, membimbing, optimis & komunikatif Penghargaan atas waktu dan disiplin dari semua warga sekolah Komitmen guru pada terciptanya budaya keunggulan Aktivitas sekolah yang kaya dan penuh gairah Antusiasme yang tinggi untuk maju dan berubah Suasana sekolah yang tertib, aman, bersih, nyaman dan ‘merangsang’.

Rasa harga diri dan rasa bangga warga sekolah terhadap sekolah Pembelajaran yang bermutu Pembentukan karakter siswa sebagai pembelajar mandiri Harapan & komitmen yang tinggi pd prestasi siswa Penilaian & evaluasi berkesinambungan Dukungan dan keterlibatan yang tinggi dari orang tua dan masyarakat pada program-program sekolah Pengembangan & pembinaan guru dan staf yang berkesinambungan dan terprogram

LEADERSHIP vs MANAGERSHIP Fokus Leadership melaksanakan sesuatu yang “tepat”, managership melakukan dengan benar Leadership mengupayakan efektifitas, managership menekankan efisiensi Leadership berkaitan dengan terobosan, inovasi dan pemicuan inisiatif, managership berkaitan dengan duplikasi, pengelolaan status quo dan rutinitas.

Leadership berkaitan dengan visi, filosofi, nilai-nilai, trust, networking, dan motivasi, managership berkaitan dengan sistem, pengendalian, kebijakan, prosedur dan struktur. Leadership berkaitan dengan keberanian, pengambilan resiko dan pengaruh untuk menarik orang lain, managership berkaitan dengan keteraturan, ketekunan dan usaha untuk memastikan bahwa semua hal terlaksana sebagaimana mestinya

Leadership berkaitan dengan integritas, managership berkaitan dengan kompetensi. Leadership memberi inspirasi di depan, managership mengurus, mengawasi dan memberi dukungan Leadership menggariskan visi dan strategi, managership menindaklanjuti dengan rencana dan anggaran Leadership lebih banyak berhubungan dengan manusia, managership lebih banyak berhubungan dengan pekerjaan

MANAJEMEN PERUBAHAN LEADER SEKOLAH selalu memiliki komitmen tinggi atas terjadinya perubahan, kadang-kadang sangat besar dan radikal. LEADER SEKOLAH mempertaruhkan segenap reputasi pribadinya, mengerahkan segala kemampuannya, menggunakan daya pengaruhnya, untuk menggerakkan terjadinya perubahan positif. LEADER SEKOLAH tidak mengeluhkan keadaan dan SDM yang buruk. Justru memandangnya sebagai tantangan & sasaran

3 Leadership Skill utama: Watching (Kepekaan dan kemampuan “melihat”: Ke depan-ke belakang, ke dalam-ke luar, ke atas-ke bawah…) Visioning (kemampuan menggambarkan perubahan positif di masa depan) Communicating (kemampuan menjalin relasi positif, memotivasi, menjelaskan, mencari dukungan, dsb.)

TAHAP-TAHAP PERUBAHAN I. TAHAP PEMICUAN II. TAHAP KETIDAKPASTIAN III. TAHAP TRANSFORMASI IV. TAHAP RUTINISASI

I. TAHAP PEMICUAN Membangkitkan Sense of Urgency Membentuk Tim Pemandu Merumuskan Visi & Strategi Mengkomunikasikan Visi Perubahan Menghadapi Resistensi

Faktor Keengganan Berubah Sifat manusia untuk menghindari masalah atau beban baru Tidak melihat adanya krisis Merasa Sumber Daya telah melimpah Standar kinerja terlalu rendah Berfokus pada prosedur, bukan prestasi Masing-masing bidang terlalu asyik dengan bidangnya sendiri

Tak ada umpan balik eksternal Takut pada berita-berita buruk Para Top Leader sibuk dengan pembicaraan ‘serba-menyenangkan’ (mabuk) Merasa tidak mampu & tidak berdaya Frustrasi atau trauma

Membentuk Tim Pemandu (Perubahan Besar perlu Kekuatan Besar) Karakter anggota Tim: Memiliki legitimasi (posisi penting) Memiliki Skill/kapasitas yang andal Memiliki idealisme/progresif Memiliki kridibilitas Memiliki kemampuan leadership Tim Pemandu adalah pemicu dan pelopor perubahan.

Merumuskan & Mengkomunikasikan Visi Perubahan Gambaran akhir dari upaya perubahan harus JELAS, sehingga membangkitkan motivasi. Visi perubahan harus dirumuskan dan dikomunikasikan sehingga diketahui semua warga/SDM. Reaksi warga: mendukung, apatis, resisten

Selalu ada kendala bagi perubahan… Selalu ada perlawanan, baik terang-terangan maupun diam-diam Tak perlu menunggu kesiapan & solid 100% untuk berubah Kadang perlawanan dilakukan dengan sengit dan ‘heroik’ Leader menghadapinya sebagai realitas lumrah, dengan strategi jitu, sabar & berani

Menghadapi Resistensi (Strategi 6 I) Insentif Informasi Intervensi Indoktrinasi Ikut serta (partisipasi/perangkulan) Isolasi

4 Tipe Penentang Perubahan (menurut Rhenald Kasali) Tipe Hipokrit (berwajah ganda) Tipe Politis (Si Pintar, Si Populer, Si Senior, Si Kuat, dsb.) Tipe Complacence (status quo) Tipe Fobia (Si Takut, Si Khawatir, Si Lambat, Si Malas, dsb.)

II. TAHAP KETIDAKPASTIAN Ketika program perubahan mulai diimplementasikan, hasilnya membutuhkan waktu dan masih serba belum pasti. Apalagi bila Visi Perubahan yang dicanangkan tinggi. Implementasi program dapat menimbulkan ketegangan, panik, penyesalan, sangat terbebani, sikap menjaga jarak dengan pimpinan, dsb. Tahap ini sangat krusial, dibutuhkan keteguhan dan keyakinan yang kuat akan arah perubahan.

Mengelola Tahap Ketidakpastian Pemberdayaan & pemotivasian personel di semua lini. (Memperjelas Visi, adakan training, intensifkan komunikasi, dsb.) Menciptakan dan mengumumkan kemenangan-kemenangan jangka pendek Bersikap responsif, hangat & merangkul, namun tegas terhadap anasir penggembosan.

III. TAHAP TRANSFORMASI Bila Tahap Ketidakpastian berhasil dilewati, maka akan muncul kondisi positif: rasa percaya diri bahwa perubahan telah berada pada jalur yang benar, rasa memiliki keterampilan baru, sinergi, antusiasme yang lebih besar, dsb. WASPADAI: (a) Kelengahan, (b) Kelelahan

IV. TAHAP RUTINISASI Segala bentuk performansi kemajuan telah tercipta secara nyata dan berjalan secara rutin. Semua lini telah menyesuaikan diri dengan standar kinerja yang baru. Kultur sekolah juga terbentuk secara positif WASPADAI: (a) potensi konflik kepentingan, (b) Stagnasi

Solusi… Ciptakan ketidakpuasan kreatif Tanamkan rasa kebersamaan Solidkan Teamwork Kembangkan Network Canangkan tahap pemicuan jilid 2