Keteknikan Hutan Kuliah III Kuliah 2.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
DRAINASE JALAN RAYA.
Advertisements

Kelas XII SMA Titian Teras Jambi
L E R E N G 09.
Perkerasan Jalan By Leo Sentosa.
7.KONSTRUKSI TANGGA Oleh : Ignatius Haryanto.
Geografi Kelas XII Semester 1
DAERAH MANFAAT JALAN (DAMAJA)
#06 Prasarana/Infrastruktur Sumber Daya Air
ANALISIS KAPASITAS & ANALISIS TINGKAT PELAYANAN
Keteknikan Hutan Kuliah IX Kuliah 2.
PENETAPAN TERMINAL TIPE B DI JAWA BARAT
KETEKNIKAN HUTAN KTM 342 Laboratorium Pemanenan Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.
Keteknikan Hutan Kuliah V.
Matakuliah : S0362/Konstruksi Bangunan dan CAD II Tahun : 2006 Versi :
MANUAL KAPASITAS JALAN INDONESIA’97
Konsep Dasar dan Parameter Geometrik Jalan Raya
7 Oleh Ir. Nunung Widyaningsih,Pg.Dip.(Eng)
Klasifikasi Jalan Jalan umum dikelompokan berdasarkan (ada 5)
Klasifikasi Jalan Menurut Wewenang Pembinaan
Pendahuluan Jalan raya sejak mulai di rintis, hanya berupa lintas lalu lalang manusia untuk mencari nafkah dengan jalan kaki atau menggunakan kendaraan.
BAB II PENAMPANG MELINTANG JALAN
Bangunan Bendung Three Gorges Dam, China.
Energi Potensial Kemampuan melakukan kerja karena posisi atau letak disebut energi potensial. Sebagai contoh, benda yang terletak pada ketinggian tertentu.
BANGUNAN PENGENDALI EROSI
DERMAGA Peranan Demaga sangat penting, karena harus dapat memenuhi semua aktifitas-aktifitas distribusi fisik di Pelabuhan, antara lain : menaik turunkan.
PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN
DEFENISI DAN FUNGSI TERMINAL SECARA UMUM
PERENCANAAN SALURAN IRIGASI
KANDANG DAN PERALATAN TERNAK PERAH Ilmu Produksi Ternak Perah
PERENCANAAN TEBAL KONSTRUKSI JALAN
Pengenalan Alat dan Mesin
08 DEFENISI DAN FUNGSI TERMINAL SECARA UMUM
PERSIMPANGAN BERSINYAL
PENGANTAR PERENCANAAN JALAN RAYA
ANALISIS KAPASITAS & ANALISIS TINGKAT PELAYANAN
PENGANTAR PERENCANAAN JALAN RAYA
KONSERVASI TANAH DAN AIR SECARA MEKANIK
Sartika Nisumanti, ST.,MT
REKAYASA TRANSPORTASI
Teknologi Dan Rekayasa
PERSYARATAN TEKNIS JALAN
REKAYASA TRANSPORTASI
ANALISIS TEMPAT KERJA.
JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS JAYABAYA
PERENCANAAN GEOMETRIK DAN
REKAYASA JALAN RAYA I TKS 232 (2 SKS) Dosen : Weka Indra Dharmawan, ST
PENGANTAR PERENCANAAN JALAN RAYA
PENGANTAR PERENCANAAN JALAN RAYA
03. SISTEM PRASARANA TRANSPORTASI DARAT
Jaringan Transportasi
PENGANTAR PERENCANAAN JALAN RAYA
PARAMETER PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN
ANALISIS KAPASITAS & ANALISIS TINGKAT PELAYANAN
Ratna Septi Hendrasari
PEMINDAHAN TANAH MEKANIS DONNY DWY JUDIANTO LEIHITU, ST, MT
PARAMETER PERENCANAAN
FIRMANSYAH, ST, M.S 1 Pendahuluan REKAYASA BAHAN PERKERASAN.
Pertemuan 05 PERALATAN PENGANGKUT
PENGANTAR PERENCANAAN JALAN RAYA
DISAIN TRASE JALAN BARU DIATAS PERMUKAAN TANAH
DRAINASE JALAN RAYA.
6 PROYEK CIVIL – DAM TEKNOLOGI DAN MANAGEMEN ALAT BERAT
Perancangan Geometrik Jalan
DRAINASE JALAN RAYA.
DASAR – DASAR PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN
Konsep Dasar dan Parameter Geometrik Jalan Raya Perencanaan geometrik merupakan bagian dari suatu perencanaan konstruksi jalan, yang meliputi rancangan.
Kelompok 3 : Ranugrah Pamula Priyoga Resty Rika Primeswari Rizky Rendyana Firmansyah Ronny Hendratmoko Saktya Dewanta
DIV 8. PENGEMBALIAN KONDISI
PELEBARAN PERKERASAN DAN BAHU JALAN
K O N S T R U K S I J A L A N D A N J E M B A T A N JENIS BAHAN PEKERASAN JALAN KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN KLASIFIKASI JALAN Pendidikan Teknik Sipil.
Transcript presentasi:

Keteknikan Hutan Kuliah III Kuliah 2

Bahasan Kuliah III Penggunaan dan fungsi jalan Jenis-jenis jalan                     Bahasan Kuliah III Penggunaan dan fungsi jalan Jenis-jenis jalan Menurut lokasi/ posisi jalan Menurut kelas/ standar jalan Menurut jenis perkerasan permukaan

                    Penggunaan Jalan

Contoh Penggunaan jalan Hutan di Slovenia (%)                    

Fungsi penghubung Melayani transportasi jarak jauh (personal, barang) Fungsi terminal merupakan jalan masuk ke suatu areal dan memiliki kapasitas untuk pelaksanaan aktivitas tertentu dan kapasitas sebagai pemberhentian dan tempat penimbunan

Posisi jalan dalam network                     Posisi jalan dalam network Perencanaan: pengangkutan maksimum dan pembuatan jalan minimum Tidak hanya berkaitan dg kerapatan tapi juga posisi jalan yang tepat Contour road Valley road Connecting road

Contour roads Relatif sejajar dengan garis kontur                     Contour roads Relatif sejajar dengan garis kontur Diperlukan jalan yang cukup panjang untuk mencapai lokasi tertentu Tanjakan dan turunan tidak tajam Kemungkinan erosi dan banjir sangat tinggi

Valley roads Biasanya memotong garis kontur Bersifat short cut                     Valley roads Biasanya memotong garis kontur Bersifat short cut Tanjakan dan turunan tajam Kemungkinan erosi dan banjir rendah

Connecting roads Penghubung antara contour dan valley roads                     Connecting roads Penghubung antara contour dan valley roads Untuk mengatasi beberapa kelemahan dari valley dan contour

Jalan menurut jenis perkerasan                     Jalan menurut jenis perkerasan Jalan tanah Jalan gravel Jalan aspal Beberapa type yang lain: Telford McAdam

                   

Menurut standar/kelas jalan                     Menurut standar/kelas jalan Kelas jalan biasanya disusun berdasarkan fungsi jalan, kepadatan lalu lintas dan sifat penggunaan Fungsi jalan (Dietz et al.,1984): - Fungsi penghubung (lengthwise function) - Fungsi terminal (crosswise/ terminal function)

Lalu lintas harian rerata Klasifikasi Lalu lintas harian rerata Fungsi Kelas Utama I > 20.000 Sekunder IIA 6.000-20.000   IIB 1.500-8.000 IIC <2,000 Penghubung III - Departemen PUTL, 1970

Volume angkutan (m3/ tahun) Klasifikasi Jalan Angkutan di Hutan Jati Klasifikasi Volume angkutan (m3/ tahun) Fungsi Kelas Induk A > 30.000 Cabang B 10.000-30.000 Ranting C < 10.000 LPHH, 1971

                    Klasifikasi jalan menurut Asia-Pasific Forestry Commission Major roads : rata-rata angkut lebih dari 2.500 m3/ minggu Minor roads: rata-rata angkut 1.000-2.500 m3/ minggu Haul tracks: rata-rata angkut kurang dari 1.000 m3/ minggu

                    Klasifikasi Jalan FAO (1974) Jalan angkutan (haul roads) Jalan sarad (skiddding or forwarding roads) Jalan masuk (access roads)

                    Standar Jalan Merupakan batasan-batasan atau spesifikasi teknis dalam konstruksi jalan sehingga jalan yang dibangun mampu mendukung fungsi yang telah ditetapkan Faktor: Jenis kendaraan Kecepatan Tingkat tanjakan Radius belokan

Contoh Standar Jalan di daerah datar (kelerengan < 10%)                     Standar Utama Sekunder Penghubung I IIA IIB IIC III LHR >20.000 6.000-20.000 1.500-8.000 < 2.000 - Kecepatan rencana (km/jam) 120 100 80 60 Lebar daerah milik jalan (m) 40 30 20 Lebar perkerasan (m) min 7.5* min 7* min 6* min 3.5 Lebar median minimum (m) 10 1,5   Lebar bahu (m) 3.5 3 2.5 1.5 Lebar melintang perkerasan 2% 3% 4% Lebar melintang bahu 6% Miring tikungan maksimum Radius belokan (m) 560 350 210 115 Landai maksimum 5%

Kecepatan maksimum dan kemampuan menanjak truk Nissan Diesel                     Kecepatan maksimum dan kemampuan menanjak truk Nissan Diesel Truck Type Daya (HP) Berat kendaraan (kg) Kecepatan maksimum (km/jam) Tanjakan Maksimum (Derajad) Logging truck TZA52 6X6 300 24530 93 26 Dump truck TZA52KD 6X6 23000 92 24

dan sampai jumpa minggu depan……                     Terima kasih dan sampai jumpa minggu depan……