Disusun Oleh : Wahyu Prasetiyo 071212 B JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON – BANTEN 2010.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PENGENDALIAN MUTU PADA INDUSTRI
Advertisements

Overview Komponen Sistem SQA
Pengantar Sistem Manajemen Terintegrasi (GS-R-3)
MANAJEMEN KUALITAS ISO:9000 Disusun Oleh : Freddy ( )
PRINSIP-PRINSIP SISTEM MANAJEMEN MUTU
Disusun Oleh : Wahyu Prasetiyo B JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON – BANTEN 2010.
TAHAPAN PENYUSUNAN ISO 9001 : 2000.
PENGENDALIAN & PENJAMINAN MUTU RESUME JURNAL
Disusun oleh: SRI ENDAH (060602)
SISTEM AUDIT SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL PERGURUAN TINGGI
Proyek Sistem Informasi (Kuesioner + Manajemen kegagalan SI)
TUGAS JURNAL Dhita deliarwan
DIRESUME OLEH : PRASETIYO NUGROHO
Dirangkum oleh: Irsansyah Putra (071243)
RATRI WIJAYANTI ANINDITA
“Exploring the six sigma phenomenon using multiple case study evidence” “Mengeksplor Six Sigma dengan Menggunakan Studi Kasus” Di Susun Oleh : Pradipta.
PENGUKURAN EVALUASI TERHADAP INPUT, PROSES, OUTPUT DAN OUTCOME
TUGAS PENGENDALIAN KUALITAS (Setelah UTS) Disusun Oleh : Tika Yunirma (051529) Teknik Industri FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA.
SISTEM MUTU LABORATORIUM SESUAI ISO/IEC : 2005.
Pertemuan 5 ISO 9000 DALAM INDUSTRI JASA KONSTRUKSI
Disusun Oleh : Fathi Ihsan(070863) JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA BANTEN 2010.
PEMASARAN SOSIAL DAN HIJAU
Interpretasi Klausul 5, ISO TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN
5 LANGKAH MENUJU ISO 9001:2015 Mengidentifikasi perbedaan antara persyaratan ISO 9001:2008 dan ISO 9001:2015 Menetapkan Rencana Migrasi ISO 9001:2015 Melaksanakan.
DISUSUN OLEH: HESTY UTAMI PRATIWI ( ) ISO 9000: TAHAPAN DALAM TOTAL QUALITY MANAGEMENT UNTUK PERUSAHAAN KONTRUKSI.
Klausul 8, SMM ISO 9001:2008 PENGUKURAN, ANALISIS DAN PENINGKATAN
Bab 7 Manajemen dan Strategi Pemasaran
Materi – 03 Sistem Kantor.
EVALUASI DAN PENGENDALIAN STRATEGI
Universitas Gunadarma
ANALISIS PROSES BISNIS 10 The first step in quality … is to know the requirements of the customer or consumer; not only external customers, but also.
Desain untuk Six Sigma Oleh : Faisal Kamal teknik industri fakultas teknik universitas sultan ageng tirtayasa.
KORNELIUS BANDONO PENGENDALIAN DAN PENJAMINAN MUTU
Metodologi Pengembangan Sistem Informasi
PROSES MANAJEMEN OLEH : ADEK KURNIA ROZA, S.Kom.
PO2 define the information architecture Plan and organise
Materi Tutorial Tatap Muka Pertemuan ke-2
Resume jurnal TQM dan Six Sigma - Peran dan Dampak tentang Organisasi
TOTAL QUALITY MANAGEMENT DI SEKTOR PERPUSTAKAAN
Semantic Customer Voice Collection in House of Quality
ISO 2000 sebagai Standar Mutu Persaingan Global(Bisnis Global)
TUGAS PENGENDALIAN KUALITAS
BAB I PENDAHULUAN.
PERANAN STRATEGIS SDM DAN HUMAN RESOURCES SCORECARD
Jaminan Mutu dalam Kebutuhan Rekayasa
AUDIT SISTEM KEPASTIAN MUTU
Integrating Safety, Environmental and Quality Risks for Project Management Using a FMEA Method (Mengintegrasikan Keselamatan, dan Kualitas Lingkungan untuk.
UTILITY DESIGN FOR RELIABILITY OPTIMALISASI DENGAN ALAT SIX SIGMA
SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
MAN 344 : MANAJEMEN MUTU PERTEMUAN 9
Sistem Manajemen Mutu (SMM) III
Bagian 1 Definisi Pemasaran dan Proses Pemasaran
LESTARI PUTRI UTAMI TRIA HARYUNI DAMMAR ANDI SIMPUR SIANG
Mengevaluasi Pengaruh Praktek Total Quality Management pada Kinerja Bisnis pada sebuah Studi Perusahaan Manufaktur Pakistan FALAH QUEEN A-REGULER.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJERIAL
IMPLEMENTASI TQM PADA PENDIDIKAN TINGGI
KAJIAN TENTANG MANAJEMEN MUTU TOTAL
AUDIT SISTEM KEPASTIAN KUALITAS
TOTAL QUALITY MANAJEMEN
 PEDOMAN PENILAIAN DAN STRATEGI PENINGKATAN MATURITAS SPIP (PERKA BPKP Nomor 04 Tahun 2016)
ISO 9001 : 1994.
Materi Tutorial Tatap Muka Pertemuan ke-2
PERANAN STRATEGIS SDM DAN HUMAN RESOURCES SCORECARD
Netting, Kettner & McMurty
MANAJEMEN KUALITAS ISO:9000.
PEMASARAN SOSIAL DAN HIJAU
Metodologi Pengembangan Sistem Informasi
PERANAN STRATEGIS SDM DAN HUMAN RESOURCES SCORECARD
Bagian 1 Definisi Pemasaran dan Proses Pemasaran
PENILAIAN DAN PENINGKATAN MATURITAS SPIP Oleh : Inspektur I
Transcript presentasi:

Disusun Oleh : Wahyu Prasetiyo B JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON – BANTEN 2010

Tulisan ini memberikan konsep atau petunjuk dalam penerapan fungsi ISO 9001 sebagai sistem manajemen mutu pada perusahaan kecil dan menengah. Untuk membantu perusahaan memahami langkah awal yang harus dilakukan. Dimana sistem manajemen mutu terdefinisi atas 4 keadaan awal. Ada 5 jalur untuk bergerak dari keadaan awal ke keadaan yang diinginkan. Untuk mendukung transisi dari keadaan awal menuju ke keadaan yang diinginkan, beberapa pertimbangan dalam penerapan sistem manajemen mutu akan dibahas disini.

Usaha kecil dan Menengah (UKM) berperan penting dalam perekonomian dunia. Untuk tetap berkompetitif, UKM harus mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi dan layanan tepat waktu dengan biaya yang wajar. Sebagai respon terhadap tekanan-tekanan kompetitif dan permintaan para pelanggan, telah dikembangkan Sistem Manajemen Mutu yakni ISO 9001 sebagai standard internasional yang menetapkan persyaratan dasar untuk penerapan sistem manajemen mutu.

Ada dua tujuan utama dalam standardisasi ini yakni untuk membantu organisasi menunjukkan kemampuannya untuk memenuhi konsumen dan sebagai persyaratan untuk meningkatkan kepuasaan pelanggan. Untuk tujuan itu Sistem Manajemen Mutu berisi persyaratan yang berfokus pada : 1. Sistem Manajemen Mutu secara Umum 2. Manajemen tanggung jawab 3. Manajemen sumber daya 4. Realisasi produk 5. Pengukuran dan analisis

Penerapan suatu sistem ISO 9001 harus diakui bahwa ini hanyalah sebuah langkah dalam pengembangan jangka panjang dan terus menerus untuk meningkatkan Sistem Manajemen Mutu. Hal ini digambarkan dalam gambar : Kebutuhan Standard Sistem Ideal Pada keadaan awal organisasi harus dapat mengimplementasikan SMM dan memastikan Kebutuhan ISO terpenuhi. Persyaratan ISO 9001 dapat dijadikan sebagai persyaratan minimum dalam sertifikasi. Namun, iini bukanlah model ideal dari SMM Integrasi dari penerapan ISO 9001 secara penuh untuk peningkatan berkelanjutan, membantu tercapainya sistem yang ideal.

Suatu Sistem Manajemen Mutu dapat dikatakan sukses apabila fungsi berjalan secara penuh dan terdokumentasi. Berdasarkan hal tersebut keadaan awal Sistem Manajemen Mutu dalam suatu perusahaan dapat dikelompokkan sebagai berikut. 1. Sistem Manajemen sepenuhnya tidak berjalan.(Tidak ada dokumentasi dan fungsi tidak berjalan) 2. Sistem Manajemen Mutu berjalan secara informal. ( Tidak ada dokumentasi dan fungsi beberapa level berjalan. 3. Sistem Manajemen Mutu tidak berjalan secara formal. (Ada beberapa dokumentasi, namun fungsi tidak berjalan) 4. Sistem Manajemen Mutu berjalan secara formal. (Adanya beberapa dokumentasi dan fungsi berjalan.

Karakteristik yang unik dari setiap perusahaan akan mempengaruhi proses implementasi dan memiliki unsur cara dan langkah yang berbeda. Setelah menentukkan keadaan awalnya, suatu organisasi harus merumuskan pendekatan implementasi yang unik untuk membawa pada keadaan yang ideal.

Sistem manajaemen mutu ISO 9001 bergerak dari keadaan awal dimana sistem manajemen mutu berjalan secara formal menuju ke keadaan yang diinginkan atau ideal.

Gambar disamping menunjukkan jalur yang berbeda pada setiap perusahaan dari keadaan awalnya menuju ke keadaan ideal yang 100%.

Ada banyak masalah yang harus diatasi dalam penerapan SMM menuju ke keadaan yang ideal. Sebagai contoh: semua organisasi yang menerapkan ISO 9001 harus mempertimbangkan budaya yang unik dalam organisasi, ukuran, dan sumber daya yang tersedia. Tiga hal yang patut mendapat perhatian khusus adalah : 1. Perimbangan SMM sebagai sebuah fungsi paralel. 2. Pelatihan 3. Audit

Dalam semua hal transisi digambarkan dalam grafik arah perumusan pendekatan implementasi, manfaat nyata dari penerapan Sistem Manajemen Mutu dapat dirasakan apbila SMM diimplementasikan langsung kedalam struktur inti dari organisasi. Perusahaan harus berhati-hati terhadap pembentukan SMM yang dijalankan secara terpisah dalam suatu paralel sistem. Dalam suatu perusahan kecil atau menengah subsistem paralel paling sering dilakukan secara terpisah, seperti adanya departemen ISO Kemungkinan adanya alasan ini adalah adanya batasan-batasan kaku di beberapa departemen perusahaan atau adanya penekanan berlebihan pada kegiatan inti.

Pelatihan dan pengembangan staf lebih cenderung sebagai kebijakan ad hoc dan memiliki skala yang kecil. Karena manusia dan sumber daya keuangan serta anggaran pelatihan adalah sesuatu yang sederhana. Untuk mecegah suatu masalah yang timbul dari kurangnya pendidikan dan pelatihan, dua hal yang harus dilakukan : 1. Edukasi pada tingkat manajemen atas. 2. Edukasi dan pelatihan pada pekerja

Seperti yang ditekankan dalam penelitian ini, sebuah Sistem Manajemen Mutu tidak akan berhasil apabila ini tidak berfungsi secara penuh. Sehingga perlu adanya verifikasi terhadap keberadaan dokumentasi yang diperlukan. Dokumentasi juga harus berfokus pada fungsionalitas dari Sistem Manajemen Mutu. Pengukuran dan dampak kualitatif dari Sistem Manajemen Mutu telah menjadi subjek beberapa studi.

 Berbagai teknologi dan teknik telah digunakan untuk menerapkan ISO Namun, keberhasilan implementasi ISO 9001 pada perusahaan kecil dan menengah sulit untuk dapat dipahami. Salah satu alasan kunci untuk ini adalah bahwa banyak perusahaan kecildan menengah yang mengabaikan kompleksitas proses implementasi dan perubahan organisasi yang diperlukan untuk memastikan Sistem Manajemen Mutu sepenuhnya berfungsi.

 Sebuah Sistem Manajemen Mutu yang berfungsi sepenuhnya mengarah pada peningkatan kepuasan pelanggan dan peningkatan hasil usaha secara terus menerus. Meskipun adanya dokumentasi Sistem manajemen Mutu ISO 9001 yang merupakan persyaratan, ini tidaklah cukup. Untuk mengembangkan dan melaksanakan fungsi ISO 9001 sepenuhnya identifikasi keadaan awal dari perusahaan adalah hal yang penting untuk mencapai keadaal yang ideal.