Hakikat Manusia dan Perkembangannya

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Dosen : Ravianty Dony, Psikolog
Advertisements

Perkembangan Diri Individu
Apakah Nilai itu?.  Nilai merupakan wujud daripada afektif (affective domian) dan berada dalam diri seseorang.  Secara utuh, nilai merupakan suatu sistem.
Sasaran pendidikan Manusia, maka perlu tahu sifat hakikatnya
PANCASILA 10 PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA PENGANTAR
HAKEKAT MANUSIA Fenomena logis 1. Manusia sejak lahir merdeka
HAKEKAT KODRAT MANUSIA
NORMA DALAM MASYARAKAT
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB Oleh: Antarin Prasanthi.
Hakekat Manusia & kebutuhan akan Pendidikan Pengantar Ilmu Pendidikan.
MANUSIA SEBAGAI MAHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL
Pendahuluan Wawasan Budi Luhur
ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
HAKEKAT MANUSIA Pandangan tentang hakikat manusia adalah bagian dari filsafat antropologi manusia yang merupakan karya Tuhan yang paling sempurna/istimewa.
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT
Hakikat dan Landasan Pendidikan
Etika Komputer Tinjauan Umum bahan utama: Etika Komputer Teguh Wahyono.
Pancasila Sebagai SistemFalsafah Bangsa
Pert. 2 Dosen: Dr. Syahrial Syarbaini, MA.
KEMUNGKINAN DAN KEHARUSAN PENDIDIKAN
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL
ETIKA KESEHATAN MASYARAKAT
Oleh: RUSDIANTO UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA 2012
BAB III MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL
Etika Dan Regulasi Maria Christina.
AKTUALISASI PANCASILA DALAM BIDANG POLITIK
Manusia Dan Kebudayaan
Tugas persentasi kelompok 5 Manusia Dan Pandangan HIdup
PANCASILA SISTEM FILSAFAT TM 5
Oleh : Afrira Esa Putri, S.SiT
BEBERAPA TEMA PENTING DALAM ETIKA UMUM
Pancasila Sebagai Etika Politik (2)
PENGERTIAN PARADIGMA Definisi paradigma
Ilmu Sosial Budaya Dasar TANGGUNG JAWAB dan KESADARAN
PENGERTIAN DAN HAKIKAT IPS DALAM PROGRAM PENDIDIKAN
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU, SOSIAL, DAN BUDAYA
SIKAP DAN TINGKAH LAKU. TINGKAH LAKU MANUSIA DAN LINGKUNGAN SOSIAL (HUMAN BEHAVIOR AND SOCIAL ENVIRONMENT)
Pancasila Sebagai Etika Politik (2)
Kebutuhan pokok &tujuan utama hidup manusia
MANUSIA sebagai: mahluk individu mahluk sosial mahluk susila
Disusun Oleh : Raras Rakasiwi ( ) Ayuni Ratnasari( )
MANUSIA DAN PENDIDIKAN
PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA
DASAR-DASAR ILMU PENDIDIKAN “HAKEKAT MANUSIA”
MENUMBUHKAN KESADARAN DAN KETERIKATAN TERHADAP NORMA
Etika Pancasila.
Materi ALAM PIKIRAN MANUSIA DAN PERKEMBANGANNYA 1 OUTLINE
PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT
HAKIKAT MANUSIA DAN PENGEMBANGANNYA Jaya Dwi Putra, M.Pd
Masyarakat, Norma dan Hukum
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
PENGEMBANGAN NILAI UNTUK PENDIDIKAN MANUSIA SEUTUHNYA
Hakekat Manusia & kebutuhan akan Pendidikan
LANDASAN KONSELING LINTAS AGAMA BUDAYA
PANCASILA 10 PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA PENGANTAR
HAKIKAT DAN PERAN MANUSIA
Hakikat Manusia 9/16/ :07 PM.
Kedudukan dan Peran Pancasila bagi Bangsa Indonesia
Segi Tiga Keseimbangan: Tuhan, Manusia dan Alam Raya
ETIKA PROFESI.
DNJ //Landasan Pendidikan
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
Sasaran pendidikan Manusia, maka perlu tahu sifat hakikatnya
HUBUNGAN MANUSIA – KEBUDAYAAN
“PANCASILA SEBAGAI IDENTITAS NASIONAL”
PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA
Etika Komputer Tinjauan Umum bahan utama: Etika Komputer Teguh Wahyono.
Chintya Apriliani Siti Nur Arisah SIFAT DAN HAKIKAT JIWA MANUSIA hakikat manusia adalah rohani atau jiwa. Jasmani dan nafsu merupakan alat atau bagian.
PROSES PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN. SEBAGAIMANA DIKETAHUI BAHWA KEBUDAYAAN ADALAH HASIL CIPTA, KARSA DAN RASA MANUSIA OLEH KARENANYA KEBUDAYAAN MENGALAMI.
Transcript presentasi:

Hakikat Manusia dan Perkembangannya Pengantar Ilmu Pendidikan Hakikat Manusia dan Perkembangannya

Kelompok 3 Ahmad Faisol Arya (130631100138) Ulfatun Hasanah (130631100137) Febriantara Ramadhan (130631100132) Mufarrikoh (130631100128) Khoirul Aditya K. (130631100100)

Manusia adalah mahluk Tuhan yang paling sempurna yang memiliki ciri khas yang secara prinsipiil berbeda dari hewan. Ciri khas manusia yang membedakan dengan hewan ialah hakikat manusia. Disebut “Hakikat Manusia” karena secara hakiki sifat tersebut hanya dimiliki manusia dan tidak dimiliki hewan.

Wujud Sifat Hakikat Manusia Wujud sifat hakikat manusia ini dikemukakan oleh paham eksistensialisme dengan maksud menjadi masukan dalam membenahi konsep pendidikan, yaitu: Pemilikan Kata Hati Kata hati (conscience of man) juga sering disebut dengan istilah hati nurani, lubuk hati, suara hati, pelita hati, dsb. Kata hati adalah kemampuan membuat keputusan tentang yang baik-benar dan yang buruk-salah bagi manusia sebagai manusia. Moral Moral merupakan suatu perbuatan yang menyertai kata hati. Dengan kata lain, moral adalah perbuatan itu sendiri.

Kemampuan Menyadari Diri Kaum Rasionalis menunjuk kunci perbedaan manusia dengan hewan pada adanya kemampuan menyadari diri yang dimiliki oleh manusia. Berkat adanya kemampuan itu, manusia menyadari bahwa dirinya (akunya) memiliki ciri khas. Hal ini menyebabkan manusia dapat membedakan dirinya dengan aku-aku yang lain (ia, mereka) dan dengan yang bukan aku (lingkungan fisik) di sekitarnya. Bahkan bukan hanya membedakan. Kemampuan Bertanggung Jawab Tanggung jawab berarti keberanian untuk menentukan bahwa suatu perbuatan sesuai dengan tuntutan kodrat manusia dan bahwa hanya karena itu perbuatan itu dilakukan sehingga sanksi apa pun yang dituntut oleh kata hati, oleh masyarakat, oleh norma-norma agama diterima dengan penuh kesadaran dan kerelaan. Kemampuan Menghayati Kebahagian Pada saat orang menghayati kebahagiaan, aspek rasa lebih berperan daripada aspek nalar. Oleh karena itu, dikatakan bahwa kebahagiaan itu sifatnya rasional padahal kebahagiaan yang tampaknya didominasi

Kebiasaan Melaksanakan Kewajiban Dan Menyadari Hak oleh perasaan itu ternyata tidak demikian karena aspek kepribadian yang lain seperti akal pikiran juga ikut berperan. Bukankan seseorang hanya mungkin menghayati kebahagiaan jika ia mengerti tentang sesuatu yang menjadi objek rasa bahagianya itu. Juga orang yang sedang terganggu pikiran atau tidak beres kesadarannya tidak akan sanggup menghayati kebahagiaan. Rasa Kebebasan Merdeka adalah rasa bebas (tidak merasa terikat oleh sesuatu), tetapi sesuai dengan tuntutan kodrat manusia. Dalam pernyataan ini sebenarnya ada dua hal yang saling bertentangan yaitu rasa “bebas” dan “sesuai dengan tuntutan kodrat manusia”. Meskipun antara rasa “bebas” dan “sesuai dengan tuntutan kodrat manusia” ini bertentangan, tetapi sebenarnya saling berkaitan. Kebiasaan Melaksanakan Kewajiban Dan Menyadari Hak Kewajiban dan hak adalah dua macam gejala yang timbul sebagai manifestasi dari manusia sebagai makhluk sosial. Jika seseorang mempunyai hak untuk menuntut sesuatu, tentu ada pihak lain yang berkewajiban untuk memenuhi hak tersebut.

  Kemampuan Bereksistensi Diri Kemampuan bereksistensi adalah kemampuan menerobos dan mengatasi batas-batas yang membelenggu dirinya.

Dimensi-Dimensi Hakikat Manusia Seseorang (individu manusia) yang sejak kelahirannya (dari penciptaannya) dibekali dengan hakikat manusia untuk pengembangan diri dan kehidupan selanjutnya, ia dilengkapi dengan dimensi-dimensi kemanusiaan yang melekat pada diri individu itu. Dimensi-dimensi itu adalah : Manusia sebagai mahluk pribadi/individu (individual being) Manusia sebagai mahluk social / dimensi social Manusia sebagai mahluk susila/ dimensi kesusialaan Manusia sebagai makhluk beragama/ Dimensi keberagaman

Pengembangan Dimensi Hakikat Manusia Pengembangan dimensi keindividuan harus diimbangi dengan dimensi kesosialan. Pengembangan dimensi kesosialan menuntut interaksinya dengan lingkungan sehingga harus berinteraksi, bergaul, bekerjasama, dan hidup bersama orang lain. Pengembangan dimensi pertama, kedua, dan ketiga baru menekankan kehidupan manusia di dunia. Kehidupan manusia yang lengkap meliputi dunia dan akhirat, sehingga diperlukan pengembangan dimensi keagamaan.  Terdapat 2 jenis pengembangan dimensi hakikat manusia,yaitu : Pengembangan yang utuh Pengembangan yang tidak utuh

Pengembangan yang utuh Pengembangan dimensi hakikat manusia yang utuh diartikan sebagai pembinaan terpadu terhadap pembinaan dimensi hakikat manusia sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara selaras. Perkembangan yang dimaksud mencakup yang bersifat horizontal (yang menciptakan keseimbangan) dan yang bersifat vertical (yang menciptakan ketinggian martabat manusia). Dengan demikian secara totalitas membentuk manusia yang utuh. Pengembangan yang tidak utuh Pengembangan dikatakan tidak utuh apabila didalam proses pengembangan ada unsur dimensi hakikat manusia yang terabaikan untuk ditangani, misalnya dimensi kesosialan didominasi oleh pengembangan dimensi keindividualan ataupun domain afektif didominasi oleh pengembangan domain kognitif. Pengembangan yang tidak utuh berakibat terbentuknya kepribadian yang pincang dan tidak mantap. Pengembangan yang semacam ini merupakan pengembangan yang patologis.

Kesimpulan sempurna. Kepribadian manusia memiliki Manusia merupakan makhluk yang sifat yang unik, potensial dan dinamis. Pemenuhan kebutuhan dan pengembangan diri manusia itu tampaknya memang dapat dilaksanakan dari, untuk dan oleh manusia itu sendiri. Manusia juga memiliki akal untuk menghadapi kehidupannya di dunia ini. Akal juga memerlukan pendidikan sebagai obyek yang akan dipikirkan. Fungsi akal tercapai apabila akal itu sendiri dapat menfungsikan, dan obyeknya itu sendiri adalah ilmu pengetahuan. Maka dari itu, manusia pada hakikatnya adalah makhluk peadagogis, makhluk sosial, makhluk individual, dan makhluk beragama.