Kata/susunan kata yang berfungsi sebagai subjek atau predikat = term

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
DASAR-DASAR LOGIKA PEMIKIRAN KRITIS
Advertisements

1 HASTARI MAYRITA, S.PD., M.PD.  UU RI No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1  Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana.
Kalimat Efektif Neneng Sri Wulan.
PERTEMUAN 6 PROPOSISI.
BAHASA DAN KAIDAH BERPIKIR
PENYUSUNAN KALIMAT EFEKTIF
Pertemuan IV - MAKNA Logika– Dewiyani.
KALIMAT EFEKTIF.
KOMPONEN SBD DAN INTERAKSI
Stratifikasi Sosial Stratifikasi Sosial berasal dari kata Latin.
Definisi dan Unsurnya Definisi adalah pengetahuan yang dibutuhkan manusia. Membicarakan permulaan Ilmu selalu bertemu dengan definisinya.
Merupakan unsur kedua logika.
PERNYATAAN YANG SAMA Permasalahan
[SAP 6] KEPUTUSAN, PROPOSISI DAN KALIMAT
Kalimat Efektif.
Hal Ihwal Bahasa Baku.
SECARA ETIMOLOGIS  BHS. LATIN  BHS YUNANI LOGOS: PERKATAAN, AKAL
FILSAFAT DAN LOGIKA Topik 8 DEDUKSI.
HUKUM pERDATA BARAT m. Hamidi masykur, S.H., M.KN.
PENALARAN Pengertian Penalaran merupakan suatu proses berpikir manusia untuk menghubung-hubungkan dat atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu kesimpulan.
PROPOSISI Affirmatif partial
PROPOSISI PENGERTIAN Logika mempelajari cara bernalar benar dan tidak dapat dilaksanakan tanpa memiliki dahulu pengetahuan yang menjadi premisnya.
Topik XII : PENALARAN / PENYIMPULAN
BAB XI KEPUTUSAN Pertemuan 11
PEMBAHASAN KATA Hartanto, S.I.P, M.A..
DASAR_DASAR LOGIKA / herwanparwiyanto
DASAR_DASAR LOGIKA / herwanparwiyanto
Pengantar Kuliah Bahasa Indonesia
Pengantar Kuliah Bahasa Indonesia
KLASIFIKASI PENGERTIAN
BAHAN 11 DASAR-DASAR LOGIKA SEMESTER 1
DASAR_DASAR LOGIKA / 3 BAHAN TIGA DASAR-DASAR LOGIKA SEMESTER 1
PENYEDERHANAAN PROPOSISI
Kalimat Efektif.
Bab 3 KONSEP.
BAB VII. Kalimat Efektif Kompetensi dasar: Mahasiswa dapat menerapkan kalimat efektif dalam penulisan karangan ilmiah. Tujuan tulis-menulis atau karang-mengarang.
PROPOSISI Hartanto, S.I.P, M.A..
Materi 8 Logika.
Silogisme Kategoris Dasar-Dasar Logika
REPRESENTASI PENGETAHUAN
PROPOSISI Setelah proses berpikir dilakukan maka selanjutnya akal membuat kesimpulan-kesimpulan yang membuahkan pernyataan. Pernyataan yang dihubungkan.
Berpikir Dengan Pernyataan
II. Logika dan Bahasa Zainul Maarif, Lc., M.Hum..
Kesantunan Kalimat Kehematan Kecermatan Kesejajaran Keharmonisan
DASAR_DASAR LOGIKA / 3 BAHAN TIGA DASAR-DASAR LOGIKA SEMESTER 1
V. Penalaran Langsung Zainul Maarif, Lc., M.Hum..
FRASA DAN KLAUSA.
Pengertian Klasifikasi
Pengertian Klasifikasi
BAB VI Kesimpulan Fakultas Psikologi Rene Descartes Kelas D
PENYEDERHANAAN PROPOSISI
BAHAN 11 DASAR-DASAR LOGIKA SEMESTER 1
Materi 9 Deduksi.
Perilaku Masyarakat dalam Perubahan Sosial Budaya di Era Global
DASAR-DASAR LOGIKA Drs. Muhammad YGG Seran, M.Si
LIMA UNIVERSAL الكليات الخمسة.
DASAR-DASAR LOGIKA PEMIKIRAN KRITIS
DISUSUN OLEH : KELOMPOK 2
DASAR_DASAR LOGIKA / 3 BAHAN TIGA DASAR-DASAR LOGIKA SEMESTER 1
Representasi Pengetahuan Logika Predikat
TUGAS ANDA HANYA MENYEBUTKAN WARNANYA SAJA.
OPISISI A.Permasalahan: opisisi berkaitan dengan relasi antar proposisi. Apabila kita menghadapi dua proposisi yang menginformasikan hal yang sama, bagaimana.
II. Logika dan Bahasa Zainul Maarif, Lc., M.Hum..
Penulisan Ilmiah.
PENYIMPULAN Kegiatan manusia yang bertitik tolak dari pengetahuan yang telah dimiliki bergerak ke pengetahuan baru. Pengetahuan yang telah dimiliki = titik.
Karina Jayanti,S.I.Kom.,M.Si
DASAR_DASAR LOGIKA / herwanparwiyanto
PILIHAN KATA (DIKSI).
PENYEDERHANAAN PROPOSISI
BAHAN 11 DASAR-DASAR LOGIKA SEMESTER 1
Transcript presentasi:

Kata/susunan kata yang berfungsi sebagai subjek atau predikat = term Kata sebagai Predikat Kata/susunan kata yang berfungsi sebagai subjek atau predikat = term

Sebuah term dapat dibedakan: Genus (jenis) Differentia (sifat pembeda) Spesies (kelas) Propia (sifat khusus) Accidentia (sifat umum)

Contoh: Manusia adalah binatang yang berpikir spesies genus differentia Sifat pembeda= berpikir; dari sifat berpikir inilah timbul sifat2 khusus: kawin, membentuk pemerintahan, membuat lembaga, berpakaian, mengembangkan kebudayaan Sifat umum = term yang tidak harus dimiliki oleh suatu spesia, mis: gemuk, kurus, pandai, ceroboh.

Konotasi dan Denotasi serta batas-batasnya Batas Konotasi Pembahasan kata dalam logika bertujuan mencari pengertian agar didapat penggunaan secara cermat. Setiap kata mempunyai pengertian yang tertentu serta merangkum semua sifat yang menjadi denotasinya, tidak kurang dan tidak lebih, sehingga dengan jelas membedakan pengertian yang satu dengan yang lainnya

Contoh: Pengertian manusia adalah binatang yang berpikir Sebagai sebuah batas konotasi, tidak perlu disebutkan propia dan accidentia 2. Batas denotasi Kesulitan dalam membicarakan batas denotasi adalahyang menjadi kesatuannya; jenis, spesia, keadaan khusus atau individu? Mis: term buku, apakah denotasinya? Buku cetak atau buku tulis. Apa pula denotasi manusia, warna kulit, tempat tingggal, atau individunya.

Batas konotasi: spesia yakni jenis yang telah dihadirkan sifat pembedanya Karena batas konotasi dan denotasi menggunakan spesia sebagai batas, maka antara konotasi dan denotasi terjadi perbandingan terbalik. Semakin bertambah pengertian yang membentuk konotasi, semakin kuranglah kesatuan yang dicakup denotasi dan sebaliknya, semakin kurang pengertian yang membentuk konotasi, semakin luaslah kesatuan yang dicakup denotasi.

Contoh: kata kendaraan Dalam kata kendaraan tercakup olehnya semua macam dan jenis kendaraan. Jika kontasi ditambah menjadi “kendaraan darat”, maka kendaraan laut dan udara tidak tercakup lagi. Denotasi kendaraan akan lebih sempit lagi jika konotasinya menjadi “ kendaraan darat beroda dua”, demikian selanjutnya semakin bertambah luas pengertiannya semakin sempit denotasinya.

Contoh: Manusia Manusia berkulit kuning Manusia berkulit kuning bangsa Indonesia Manusia berkulit kuning bangsa Indonesia mahasiswa Manusia berkulit kuning bangsa Indonesia mahasiswa belum menikah.

Perbandingan itu terjadi apabila: Konotasi daripada term itu jelas dan bukan term tunggal. Term “Himalaya” tidak akan melahirkan perbandingan terbalik, meskipun konotasinya menjadi: Himalaya yang tinggi dan bersalju Tambahan haruslah bukan sifat kekhususan. Perubahan dari manusia, menjadi manusia yang mengembangkan kebudayaannya, tidak mengakibatkan perubahan perbandingan

lanjutan 3. Hukum perbandingan terbalik antara konotasi dan denotasi harus hanya digantungkan atas konotasi saja, tidak boleh atas denotasi. Bila denotasi bertambah maka konotasi berkurang, dan bila denotasi berkurang konotasi bertambah adalah tidak benar. Bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk tidak mengubah konotasi term “manusia”

lanjutan 4. Perbandingan itu hanya terjadi pada term universal yang dapat dibagi secara menurun (dapat dibagi menjadi division dan sub division)