BAB IV V E K T O R.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PERSAMAAN GERAK LURUS smanda giri.
Advertisements

BAB III VEKTOR.
VEKTOR.
Penjumlahan dan Pengurangan Dua Bilangan Bulat
Pertemuan 4 Vektor 2 dan 3 Dimensi bilqis.
BAB 2 VEKTOR Besaran Skalar Dan Vektor
R R O O T T K K E E V V Oleh Y. CANDRA.K, ST.S.Pd SMKN 1 KEDIRI.
RUANG VEKTOR Trihastuti Agustinah..
SUB RUANG ..
PERBANDINGAN VEKTOR B n C m O A Rahayu Siti Hasanah
Matrik dan Ruang Vektor
Vektor dan Skalar Vektor adalah Besaran yang mempunyai besar dan arah.
DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS INDONESIA
Vektor oleh : Hastuti.
Bab 4 vektor.
ALJABAR LINIER & MATRIKS
Program Studi Teknik Elektro, UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
BAB 2 MEDAN LISTRIK Hukum Coulomb :
RUANG VEKTOR EUCLIDEAN
PENGANTAR VEKTOR.
Matriks Dan Tranformasi Linear

SUDUT ANTARA DUA VEKTOR PROJEKSI & KOMPONEN DUA VEKTOR
BAB V (lanjutan) VEKTOR.
Pengantar Vektor.
Diferensial Vektor TKS 4007 Matematika III (Pertemuan II) Dr. AZ
V E K T O R (4 SKS ).
BAB VII RUANG VEKTOR UMUM.
RUANG VEKTOR EUCLIDEAN
BAB V (lanjutan) VEKTOR.
ALJABAR LINIER & MATRIKS
Vektor Ruang Dimensi 2 dan Dimensi 3
BAB V (lanjutan) VEKTOR.
BAB VIII RUANG HASILKALI DALAM (lanjutan).
BAB 1 VEKTOR DAN SKALAR Definisi
RUANG PERKALIAN DALAM.
BAB 8 RUANG PERKALIAN DALAM.
VEKTOR BUDI DARMA SETIAWAN.
VEKTOR-VEKTOR DALAM RUANG BERDIMENSI 2 DAN RUANG BERDIMENSI 3
2. VEKTOR 2.1 Vektor Perpindahan B
DASAR-DASAR ANALISA VEKTOR
Vektor: Suatu pendekatan intuitif Edi Cahyono Jurusan Matematika FMIPA Universitas Haluoleo Kendari..::.. Indonesia.
RUANG VEKTOR EUCLIDEAN
ALJABAR LINEAR RUANG EUCLID, RUANG VEKTOR, DAN SUB RUANG
(Tidak mempunyai arah)
Penjumlahan dan Pengurangan Dua Bilangan Bulat
VEKTOR VEKTOR PADA BIDANG.
P. X w A B B v v+w v+w w v v v+w w v -v v-w v v v-w -w w w
BAB 2 VEKTOR Pertemuan
BAB 4 VEKTOR Home.
PENGANTAR VEKTOR.
BESARAN dan SATUAN (review).
Aljabar Linier Pengantar vektor(geometris) Aljabar Linier Pengantar vektor(geometris) Perkalian titik vektor Proyeksi vektor Disusun oleh kelompok.
Akibat Muatan Garis dan Muatan Bidang
RUANG VEKTOR.
Aljabar Linier Vektor Oleh: Chaerul Anwar, MTI.
ALJABAR LINIER & MATRIKS
Definisi Jika n adalah sebuah bilangan bukat positif, maka tupel-n-terorde (ordered-n-tuple) adalah sebuah urutan n bilangan real (a1, a2, a3, ,
BAB 3 VEKTOR 2.1.
V e k t o r Materi kelas XII IPA Semester V.
Vektor dan Ruang Vektor
VEKTOR.
BAB 2 VEKTOR 2.1.
A. Tinjauan Vektor Secara Geometris
PERTEMUAN 4 Vektor Dimensi 2 dan Dimensi 3.
A. Tinjauan Vektor Secara Geometris
PERTEMUAN 7 RUANG N EUCLEDIAN.
Vektor Indriati., ST., MKom.
PENGANTAR VEKTOR.
Penjumlahan dan Pengurangan Dua Bilangan Bulat
Transcript presentasi:

BAB IV V E K T O R

Pengantar Vektor

Vektor Geometris Vektor disajikan secara geometris sebagai ruas garis berarah atau panah dalam ruang berdimensi 2 dan ruang berdimensi 3. Arah panah menentukan arah vektor dan panjang panah menentukan besarnya vektor. Ekor dari panah disebut titik pangkal vektor. Ujung panah disebut titik ujung vektor.

Jika v dan w adalah dua vektor sebarang, maka jumlah v dan w adalah vektor yang ditentukan sebagai berikut : Letakkan vektor w sedemikian sehingga titik pangkalnya bertautan dengan titik ujung v. Vektor v + w disajikan oleh panah dari titik pangkal v ke titik ujung w. w v v + w = w + v v + w

Vektor yang panjangnya nol disebut vektor nol dan dinyatakan dengan 0. Jika v adalah sebarang vektor tak nol, maka –v, negatif dari v, didefinisikan sebagai vektor yang besarnya sama dengan v, tetapi arahnya terbalik. v Vektor ini mempunyai sifat : v + (-v) = 0 -v

Vektor-vektor dalam sistem koordinat Vektor-Vektor dalam Ruang Berdimensi 2 (Bidang) Koordinat v1 dan v2 dari titik ujung v disebut komponen v, dan kita tuliskan : v = (v1, v2) y (v1, v2) v x

Vektor-Vektor dalam Ruang Berdimensi 3 (Ruang) z x y Z P Y X

SIFAT-SIFAT OPERASI VEKTOR Jika u, v, dan w adalah vektor-vektor dalam ruang berdimensi 2 dan ruang berdimensi 3, k dan l adalah skalar, maka : 1. u + v = v + u 2. (u+v) + w = u + (v+w) 3. u + 0 = 0 + u = u 4. u + (-u) = 0 5. k ( lu ) = kl (u) 6. k (u+v) = ku + kv 7. (k+l) u = ku + lu 8. 1u = u

Panjang Vektor (Norma) Panjang suatu vektor u dinyatakan dengan |u|. Untuk ruang berdimensi 2. Untuk ruang berdimensi 3.

Jarak Vektor Untuk ruang berdimensi 2 Untuk ruang berdimensi 3

Hasil kali Titik dari Vektor Jika u dan v adalah vektor-vektor dalam ruang berdimensi 2 atau berdimensi 3 dan  adalah sudut antara u dan v, maka hasil kali titik atau hasil kali dalam euclidean u.v, didefinisikan sebagai :

Sudut Antara 2 Vektor Jika u dan v adalah vektor-vektor tak nol, maka :

 lancip jika dan hanya jika u.v>0 Hasil kali titik bisa digunakan untuk memperoleh informasi mengenai sudut antara 2 vektor. Jika u dan v adalah vektor-vektor tak nol dan  adalah sudut antara kedua vektor tersebut, maka :  lancip jika dan hanya jika u.v>0  tumpul jika dan hanya jika u.v<0  = /2 jika dan hanya jika u.v=0

Vektor-Vektor Ortogonal Vektor-vektor yang tegak lurus disebut juga vektor-vektor ortogonal. Dua vektor u dan v ortogonal (tegak lurus) jika dan hanya jika uv = 0. Untuk menunjukkan bahwa u dan v adalah vektor-vektor yang ortogonal maka kita tuliskan u  v.

Proyeksi Ortogonal Jika u dan a adalah vektor-vektor dalam ruang berdimensi 2 atau 3 dan jika a ≠ 0, maka : Komponen vektor u yang sejajar dengan a Komponen vektor u yang ortogonal terhadap a

Hasil Kali Silang Vektor Jika hasil kali titik berupa suatu skalar maka hasil kali silang berupa suatu vektor. Jika u=(u1,u2,u3) dan v=(v1,v2,v3) adalah vektor-vektor dalam ruang berdimensi 3, maka hasil kali silang u x v adalah vektor yang didefinisikan sebagai : u x v =(u2v3 - u3v2 , u3v1 - u1v3 , u1v2 - u2v1 ) atau dalam notasi determinan :

Sifat-sifat utama dari hasil kali silang. Jika u,v, dan w adalah sebarang vektor dalam ruang berdimensi 3 dan k adalah sebarang skalar, maka : u x v = -(v x u) u x (v+w) = (u x v) + (u x w) (u + v) x w = (u x w) + (v x w) k(u x v) = (ku) x v = u x (kv) u x 0 = 0 x u = 0 u x u = 0

Hubungan antara hasil kali titik dan hasil kali silang Jika u, v dan w adalah vektor-vektor dalam ruang berdimensi 3, maka : u.(u x v) = 0 u x v ortogonal terhadap u. v.(u x v) = 0 u x v ortogonal terhadap v. |u x v|2=|u|2|v|2 – (u.v)2 u x (v x w) = (u.w)v – (u.v)w (u x v) x w = (u.w)v – (v.w)u

GARIS DAN BIDANG DALAM RUANG DIMENSI 3 Teorema 1 Jika a,b,c,dan d adalah konstanta dan bukan nol maka grafik persamaan ax + by + cz + d = 0 adalah sebuah bidang yang mempunyai vektor n = (a,b,c) sebagai normal.

Contoh soal : Tentukan persamaan bidang yang melewati titik (3,-1,7) dan tegak lurus ke vektor n = (4,2,-5)! solusi : …?

Teorema 2 Jarak D antara titik P0(x0,y0,z0) dengan bidang ax + by + cz +d = 0 adalah

Contoh soal : Tentukan jarak D antara titik (1,-4,-3) dengan bidang 2x – 3y + 6z = -1 solusi : …?