BUNYI BAHASA KELOMPOK 3.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
CIRI-CIRI SUPRASEGMENTAL BAHASA INDONESIA
Advertisements

STRUKTUR KALIMAT.
Menyimak lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang baku dan yang tidak
Kemampuan berbahasa di SD
Pertemuan ke-1 Hukum Pemenggalan Kata
Oleh Litta Mirnawati / Silyawati /
Kelompok 4 Anom Sulton Iskandar ( )
KJ 396 : “ YESUS SEGALA-GALANYA ” Syair dan Lagu: Will L. Thompson (1904) Terjemahan: Yamuger (1984)
Assalamu’alaikum Wr. Wb…
EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN
NKB 007 : “ NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU ” Syair: T. Lubis (1988)
Fonologi Dewi Puspitasari.
Struktur Fonologi Bahasa Indonesia
KLASIFIKASI BUNYI SEGMENTAL DAN SURASEGMENTAL
Fonologi Dewi Puspitasari.
BUKU MAZMUR “ MAZMUR 93 ” Syair dan Musik: Pdt. Arliyanus Larosa
“ GEREJA BAGAI BAHTERA ”
PKJ 277 : “ SEKALIPUN DIRIKU DAPAT BERKATA-KATA ”
“ JADILAH SAKSI KRISTUS ”
FONOLOGI (KAPITA SELEKTA)
Pemakaian Huruf, Pemakaian Huruf Kapital dan Huruf Miring
EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN
Pengantar Linguistik Umum 5 November 2012 Nadya Inda Syartanti
NKB 126 : “ TUHAN MEMANGGILMU ” Syair: S. C. Kirk Terjemahan:
Kesantunan ejaan dan istilah
JALAN SIWALANKERTO PERMAI NO. 1-A SURABAYA
BENTUK DAN MAKNA FONEM bunyi terkecil yang dapat membedakan arti, sedangkan huruf adalah lambang bunyi atau lambang fonem. Apakah fonem sama.
NKB 200 : “ DI JALAN HIDUP YANG LEBAR, SEMPIT ” Syair : Ira B. Wilson (1909) Terjemahan: E. L. Pohan ( ) Lagu: George S. Schuler ( )
BUKU MAZMUR “ MAZMUR 16 ” Syair dan Musik: Marty Haugh Terjemahan:
KJ 426 : “ KITA HARUS MEMBAWA BERITA ” Syair dan Lagu: Ernest Nichol (1896) Terjemahan: E. L. Pohan Shn. (1970)
EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN
“ DALAM ROH YESUS KRISTUS ”
J. Uktolseja, dengan penyesuaian oleh Tim Nyanyian GKI (1989)
Arnoldus Isaak Apituley (1999)
PKJ 153 : “ PAKAILAH SELURUH HIDUPMU ” Syair dan Lagu: Arnoldus Isaak Apituley (1998)
KJ 287b : “ SEKARANG B’RI SYUKUR ” Syair: Martin Rinckart (1636)
KJ 287a : “ SEKARANG B’RI SYUKUR ” Syair: Martin Rinckart (1636) Terjemahan: Yamuger (1977) Berdasarkan Amsal Yesus Sirakh 50 : Lagu: Johann.
Bahasa lisan dan tulisan Kelompok 2 : Arie stiawan Chania gusna devi Darmaji Edih suaedih.
KJ 332 : “ KEKUATAN SERTA PENGHIBURAN ” Syair:
EJAAN YANG DI SEMPURNAKAN
Assalamu’alaikum Wr. Wb…
Pemakaian Huruf, Pemakaian Huruf Kapital dan Huruf Miring
pemenggalannya--yang dilengkapi juga
FONOLOGI Oleh : Opik Sukmana / 19
Persembahan dari kelompok 1
Struktur Fonologi Bahasa Indonesia
STKIP Siliwangi Bandung
Proses Pembentukan dan Karakteristik Sinyal Ucapan
Penulisan kata 1.Kata dasar
Ejaan dan Tanda Baca dalam Bahasa Indonesia
BAHASA MELAYU AKADEMIK 1 (SISTEM EJAAN:SUKU KATA TERBUKA & TERTUTUP)
STRUKTUR BAHASA INDONESIA ILMU FONOLOGI
Sebutkan gambar, eja, dan baca.
SISTEM EJAAN PEMBENTUKAN DUA SUKU KATA.
DASAR-DASAR MENYANYI OLEH : ANTAMA B.,M.Pd.
--KHUSNUL FATONAH, M.PD. --
MEMBACA PERMULAAN (3) PERTEMUAN KE-5 Khusnul Fatonah, M.Pd. PGSD.
Bahasa berupa bunyi.
FONOLOGI Dosen : ABUSAMAN BIN AHMAD,S.Pd Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Universitas Terbuka.
PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA
PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH
PEMBAKUAN SEBUTAN Pengenalan
Sukukata kvkvk Minta anak-anak bunyikan suku kata
LINGUISTIK BAHASA JEPANG
PEMBAKUAN SEBUTAN Pengenalan
BUNYI DIFTONG Diftong ialah dua bunyi vokal yang disebut sebagai satu bunyi dan satu hembusan nafas sahaja Dilambangkan dalam dua huruf vokal. 3 jenis.
BUNYI KONSONAN Terdapat dua belas titik artikulasi yang terlibat bagi menghasilkan bunyi-bunyi konsonan. 1. Bibir 7. Gigi Gusi - Lelangit keras 2.
TL10203 PRINSIP PENGAJARAN BACAAN
KONSONAN bahasa jawa.
MEMBENTUK SUARA Diakon Yulius Maran, SS.CC Bahan Ajar Musik: Novisiat SSCC.
Transcript presentasi:

BUNYI BAHASA KELOMPOK 3

Bunyi Bahasa Getaran udara yang masuk ke telinga dapat berupa bunyi atau udara. Bunyi sebagai getaran udara dapat pula merupakan hasil yang dibuat oleh alat ucap manusia seperti pita suara, lidah dan bibir. Bunyi bahasa dibuat oleh manusia untuk mengungkapkan sesuatu. Bunyi bahasa dapat terwujud dalam nyanyian atau dalam tuturan.

Macam-macam Bunyi Bahasa 1. Bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia

Bunyi bersuara, bunyi tak bersuara, dan bunyi hambat glotal.

2. Vokal dan Konsonan Vokal adalah bunyi bahasa yang arus udaranya tidak memiliki rintangan, dan kualitasnya ditentukan oleh tiga faktor : tinggi rendahnya posisi lidah, bagian lidah yang dinaikkan, dan bentuk bibir pada pembentukan vokal itu.

Bunyi konsonan dibuat dengan cara yang berbeda Bunyi konsonan dibuat dengan cara yang berbeda. Pada pelafalan konsonan, ada tiga faktor yang terlibat : keadaan pita suara, penyentuhan atau pendekatan berbagai alat ucap, dan cara alat ucap itu bersentuhan atau berdekatan.

3. Diftong Diftong adalah vokal yang berubah kualitasnya pada saat pengucapannya. Dalam sistem penulisan, diftong biasa dilambangkan oleh dua huruf vokal. Contoh : Harimau, Sungai

4. Gugus Konsonan Gugus konsonan adalah deretan dua konsonan atau lebih yang tergolong satu suku kata yang sama. Contoh : Praktik, Struktur

5. Fonem dan Grafem Fonem adalah satuan bahasa terkecil berupa bunyi atau aspek bunyi bahasa yang membedakan bentuk dan makna kata.

6. Fonem Segmental dan Suprasegmental

7. Suku Kata Suku kata adalah bagian kata yang diucapkan dalam satu hembusan nafas dan umumnya terdiri atas beberapa fonem. Suku kata yang berakhir dengan vokal disebut suku buka, dan yang berakhir dengan konsonan disebut suku tutup.

Bunyi Bahasa dan Tata Bunyi Bahasa Dalam masyarakat diglosik seperti .Indonesia, bahasa Indonesia merupakan bahasa kedua dalam urtan pemerolehannya bagi kebanyakan orang Indonesia. Untuk situasi yang tidak resmi, orang Indonesia cenderung menggunakan ragam bahasa Indonesia informal atau bahasa daerah Akibat dari masyarakat yang diglosik itu, bahasa Indonesia mengenal diasistem, yaitu adanya dua sistem atau lebih dalam tata bunyi, karena tata bunyi sebagian bahsa daerah di Indonesia cukup besar perbedaannya dengan bahasa Indonesia

Vokal dalam Bahasa Indonesia Dalam bahasa Indonesia ada enam fonem vokal : /i/, /e/, /Ə/, /a/, /u/, dan /o/. Meskipun bentuk bibir mempengaruhi kualitas vokal, dalam bahasa Indonesia bentuk bibir tidak memegang peranan penting. Berdasarkan parameter tinggi rendah, bahasa Indonesia memiliki dua vokal tinggi, tiga vokal sedang, dan satu vokal rendah

ALOFON VOKAL Pada umumnya alofon setiap fonem mengikuti pola berikut ; lidah yang berada pada posisi tertentu bergerak ke atas atau ke bawah sehingga posisinya hampir berhimpitan dengan posisi untuk vokal yang ada diatas atau di bawahnya. Diasistem dalam bahasa indonesia cenderung menimbulkan adanya kaidah pelafalan yang mungkin beada dengan kaidah-kaidah yang di uraikan di dalam buku ini. Alopon fonem yang di berikan di bawah ini di dasarkan sistem lapal ragam bahasa indonesia yang biasa di ajarkan di sekolah-sekolah.

Fonem ( i ) Yaitu (i) dan (I), Fonem (i) di lapalkan (i) jika terdapat pada (1) suku kata buka, atau (2) suku kata tutup yang berakhiran dengan fonem m, n juga mendapat tekanan yang lebih keras daripada suku kata lain. Contoh ; Suku buka = gi-gi (gigi) i-ni (ini) ta-li (tali) Suku tutup =sim-pang (simpan) min-ta (minta) Pin-gul (pingul)

Jika tekanan kata berpindah pada i/i yang semula dilafalkan (I) akan berubah menjadi (i). Contoh : Bantin = Bantinan Salin = Salinan Kirim = Kiriman Perpindahan tekanan itu disebabakan oleh kecenderungan dominannya pola suku buka dalam bahasa indonesia sehingga kata turunan itu dilafalkan ( Banti-nan, Kiri-man, Sali-nan ) karena pengaruh ucapan itu, kata turunan itu kadang-kadang di[enggal ( secara salah ) menjadi banti-ngan, kiri-man, dan Sali-nan pada akhir baris.

Diftong Diftong = ay / sunay / sungai aw / harimaw / harimau Dalam bahasa indonesia terdapat tiga buah diftong, yakni ay, aw, ov yang masing-masing dapat dituliskan ai,au dan oi. Ketiga diftong itu bersifat fonemis dalam bahasa indonesia. Kedua huruf vokal pada diftong melambangkan satu bunyi vokal yang tidak dapat dipisahkan. Hal itu harus dibedakan dari deretan dua vokal yang berjejer. Bandingkan diftong berikut dengan deretan vokal biasa. Diftong = ay / sunay / sungai aw / harimaw / harimau oy / sekoy / sekoi ( semacam gandum )

ea / beasiswa ( beasiswa ) / kreasi / kreasi / reaktor / reaktor Deretan vokal biasa merupakan dua vokal masing-masing mempunyai satu hembusan napas dan karena itu masing-masing termasuk dalam suku kata yang berbeda. Pada umumnya, vokal dapat menjadi unsur pertama aupun unsur kedua deretan vokal. Meskipun demikian, tidak semua vokal dapat berderet sama vokal lain. Vokal e misalnya, hanya dapat berderet dengan vokal lain melalui pengimbuhan. Vokal e dan o hanya dapat diikuti oleh vokal tertentu. Deretan dua vokal yang terdapat dalam bahasa indonesia adalah sebagai berikut. ea / beasiswa ( beasiswa ) / kreasi / kreasi / reaktor / reaktor eo / feodal ( feodal ) / beo / beo / pemeo / pemeo

Cara penulisan vokal bahasa indonesia Pada umumnya fonem vokal bahasa indonesia mempunyai hubungan satu lawan satu dengan huruf yang mewakilinya. Dengan demikian, fonem vokal a/i/u misalnya, dinyatakan dengan huruf a, i, u. Hubungan antara fonem dan grafem atau huruf tidak selalu satu lawan satu. Fonem /a/ dengan alofon tunggalnya ditulis dengan hurua pula sehingga /a/ selalu ditulis dengan huruf itu. Contoh : adik ditulis adik pandu ditulis pandu dia ditulis dia

Konsonan dalam bahasa indonesia Konsonan dalam bahasa indonesia dapat dikategorikan berdasarkan tiga faktor: 1. keadaan pita suara Berdasarkan keadaan pita suara, konsonan dapat besuara atau tak bersuara. 2. daerah artikulasi Berdasarkan artikulasinya konsonan dapat berupa hambatan, frikatif, nasal, getar, atau lateral. 3. cara arti kulasinya. Ada juga yang selain itu berwujud semivokal.

Alofon konsonan Seperti halnya dengan vokal, tiap fonem konsonan mempunyai pula alofonyang dalam banyak hal ditentukan oleh posisi fonem tersebut dalam kata atau suku kata.

STRUKTUR SUKU KATA, KATA DAN GUGUS KONSONAN V :  a-mal, su-a-tu, tu-a. VK : ar-ti, ber-il-mu, da-un. KV : pa-sar, sar-ja-na, war-ga. KVK : pak-sa, ke-per-lu-an,pe-san. KVKK : pers, kon-teks-tu-al, mo-dern. KVKKK : korps. KKV : slo-gan, dra-ma, ko-pra. KKVK : trak-tor, a-trak-si, kon-trak. KKKV : stra-te-gi, stra-ta. KKKVK : struk-tur, in-struk-si, strom. KKVKK : kom-pleks.

GUGUS KONSONAN V : a-mal, su-a-tu, tu-a. VK : ar-ti, ber-il-mu, da-un. KV : pa-sar, sar-ja-na, war-ga. KVK : pak-sa, ke-per-lu-an,pe-san. KVKK : pers, kon-teks-tu-al, mo-dern. KVKKK : korps. KKV : slo-gan, dra-ma, ko-pra. KKVK : trak-tor, a-trak-si, kon-trak. KKKV : stra-te-gi, stra-ta. KKKVK : struk-tur, in-struk-si, strom. KKVKK : kom-pleks. Konsonan hambat /p, b, t, d, k, g/ Konsonan frikatif /f, s/ Konsonan /r/ atau /l, w, s, m, n, f, t, k/

GUGUS KONSONAN Deretan tiga konsonan Deretan dua konsonan

PEMENGGALAN KATA KATA BENAR SALAH abdimu ab-dimu a-bdimu abdi-mu sabuk berarti ber-arti be-rarti berar-ti berart-i

CIRI SUPRASEGMENTAL DALAM BAHASA INDONESIA TEKANAN PANJANG BUNYI INTONASI RITME

PERANAN CIRI SUPRASEGMENTAL titik Dia dapat pergi. tanda tanya Dia dapat pergi? tanda seru Dia dapat pergi!