PRINSIP-PRINSIP ANALISIS TANAMAN

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
VI. KUALITAS AIR DAN DEBIT
Advertisements

PENYIMPANAN DAN PENGGUDANGAN
UJI TANAH DAN INTERPRETASINYA SERTA PERAN BAHAN ORGANIK
REAKSI TANAH (pH).
HUBUNGAN CAHAYA DAN TANAMAN
Uji Hipotesis.
HUBUNGAN AIR DAN TANAMAN
Imbibisi dan Air.
Sidang Kompre FADHILAH SILVIANA PUTRI
1/2/2014 materi e-learning ttm ke-13 2  Si merupakan unsur ke-2 terbanyak di litosfer setelah oksigen, namun dalam bentuk tidak tersedia. Pelapukan.
Bahan Organik Tanah Biomasa Hidup (4%) Senyawa Non Humik (30%)
Struktur Biji Embrio Zat Cadangan Makanan Pembungkus / Kulit Biji
OLEH ARIANI LAMANI NPM :
KEBUTUHAN NUTRISI ITIK
RETENSI AIR TANAH.
ULTISOL DAN PERMASALAHANNYA
Materi kuliah GIZI DAN KESEHATAN prasyarat MKK 236
Membuat Pupuk Organik Sendiri
ABSTRAKSI PENELITIAN Penulis Dr.rer.net. Ganden Supriyanto, M.Sc.; Drs. Yusuf Syah, M.S. Asal Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sumber Dana.
Hubungan Suhu dan Pertumbuhan Tanaman
Skripsi Oleh: Husni Mubarak Nim:
EVALUASI KESUBURAN TANAH
HARA SULFUR Kandungan sulfur dalam tanaman sama dengan Ca, Mg, dan P.
KETERSEDIAAN HARA TANAH DAN HUBUNGANNYA DENGAN PERTUMBUHAN TANAMAN
Pengaruh Makanan Siap Saji terhadap Kecerdasan Otak Remaja
FAKTOR PEMBATAS LEIBIG’S “LAW” OF THE MINIMUM
Mengevaluasi Status Kesuburan Tanah
Umumnya pembatas produksi herbivora di daerah tropis (terutama) disebabkan oleh under nutrisi yaitu ketidakseimbangan zat- zat yang diberikan kepada herbivora.
Komposisi dan Potensi Bekatul Sebagai Pangan Fungsional
HUBUNGAN AIR, TANAH & TANAMAN.
MINERAL MINERAL : SENYAWA ANORGANIK YANG DIBUTUHKAN TERNAK DALAM JUMLAH YANG SEDIKIT, UNTUK MENGATUR BERBAGAI PROSES DALAM TUBUH AGAR BERJALAN NORMAL.
DIAGNOSIS DEFISIENSI DAN TOKSISITAS HARA MINERAL PADA TANAMAN
HUBUNGAN CAHAYA DAN TANAMAN
Kesuburan Tanah.
PENGARUH CAHAYA PADA KEHIDUPAN TANAMAN
UNSUR-UNSUR HARA ESENSIAL BAGI PERTUMBUHAN TANAMAN
Kesuburan Tanah.
`DASAR AGROTEKNOLOGI` Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
PENYERAPAN UNSUR HARA OLEH AKAR TANAMAN
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI HMT
PENGELOLAAN KESUBURAN TANAH SULFAT MASAM
SIFAT KIMIA TANAH : reaksi tanah
GIZI PADA USIA LANJUT NADIA AULIYA PUTRI.
Fisiologi Hewan Air Kelompok 2 Catur Ukas Diah Yessi Rolan.
NUTRISI DAN PERTUMBUHAN TANAMAN
UJIAN AKHIR SEMESTER Nama : Henny Ernawati NIM : Prodi : Pendidikan Biologi Semester : 3A.
FENOMENA RESPON TANAMAN TERHADAP NUTRISI TANAMAN
A = Konsentrasi Minimum B = Penyesuaian C = Konsumsi Berlebihan
FAKTOR PEMBATAS LEIBIG’S “LAW” OF THE MINIMUM
Kesuburan Tanah (2) Unsur Hara Semester Genap 2006/2007
Evaluasi Kesuburan Tanah
Oleh : Artharini Irsyammawati,S.Pt.MP
Kesuburan Tanah.
FENOMENA RESPON TANAMAN TERHADAP NUTRISI TANAMAN
HARA NITROGEN Kandungan nitrogen dalam tanaman paling banyak dibanding hara mineral yang lain, sebanyak 2-4% dari berat kering tanaman.   Kecuali bentuk.
Nutrisi NonRuminansia Babi
Erry Yudhya Mulyani, M.Sc
MEKANIKA TANAH 1 “Pemadatan Tanah” COMPACTION OF SOIL
TANAH TUGAS PRESENTASI KIMIA DASAR KELOMPOK 1.
HUBUNGAN AIR DAN TANAMAN
HUBUNGAN AIR DAN TANAMAN
Dra. ENY HARTADIYATI W.H, M.Si.Med
PENDAHULUAN.
BAB VI. KESUBURAN TANAH DAN PEMUPUKAN
PENGERTIAN DAN SEJARAH PERKEMBANGAN PERTANIAN
Pengaruh stress kekeringan terhadap kandungan klorofil tanaman Gomphrena globosa MINI RISET Kelompok 7A 2012.
Kesuburan Tanah Dan Pemupukan
HUBUNGAN CAHAYA DAN TANAMAN
IPTEK PENGOLAHAN BMT PENGOLAHAN FISIK
KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SUB DAS ALO TERHADAP PERILAKU PEMANFAATAN FISIK LAHAN Risman Jaya, S.Pd., M.Si.
Transcript presentasi:

PRINSIP-PRINSIP ANALISIS TANAMAN

Analisis tanaman : penetapan konsentrasi suatu unsur atau fraksi dari suatu unsur yand diekstrak dari suatu bagian tanaman, yang diambil pada waktu tertentu selama pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Konsentrasi hara –dinyatakan terhadap suatu bahan kering. Disisi lain—analisis tanaman juga mencakup analisisi terhadap komponen oragnik, selulosa, lignin, asam amino, protein, serat dan lain sebaginya. Biasanya analisis tanaman yang kita lakukan adalah analsis kandungan hara. Analisis tanaman– merupakan bagian integral dari sebagian besar percobaan agronomis yang digunakan untuk menguji pengaruh-pengaruh dari suatu perlakuan.

Prinsip Dasar. Analisis tanaman didasarkan pada prinsip-prinsip bahwa ----konsentrasi unsur hara didalam tanaman merupakan suatu nilai integral dari semua faktor-faktor yang telah berinterkasi untuk mempengaruhi unsur tersebut. Banyak penelitian yang telah dilakukan mengenai penetapan konsentrasi hara-hara optimum bagi tanaman tertentu dibawah berbagai macam kondisi. Namun dalam kenyataan, percobaan yang dilakukan hanya merupakan percobaan dengan I macam hara dan jarang dengan menggunakan banyak hara untuk mendekati tingkat optium. Apabila 1 hara dijumpai sebagai pembatas, kecukupan dari hara-hara lainnya tidak dapat ditetapkan secara benar sampai hara pembatas diberikan sampai mencukupi. Disamping itu penetuan hara optimum juga dipengaruhi oleh pengaruh unsur hara non esensensial seperti Al, Na dan juga kelebihan hara esensial itu sendiri.

Tahap-tahap dalam analisis tanaman Pengumpulan contoh yang representatif dari suatu bagian tanaman, yang diambil pada waktu atau fase pertumbuhan yang dapat mencerminkan status hara yang sebenarnya. Penanganan contoh sehingga analisis akan memberikan suatu pengukuran yang tepat dari status hara tanaman tersebut. Penetapan penggunaan metoda dan instrumen yang baik untuk analisis hara secara kimia. Penguasaan pengetahuan yang cukup sehingga hasil analisis dapat diinterpretasikan secara baik. Pembuatan rekomendasi terhadap perbaikan status hara dan produktivitas tanaman secara ekonomis.

Hubungan produksi dengan konsentrasi dan suplai hara Dalam penelaahan hubungan dasar diantara kecepatan pertumbuhan, akumulasi bahan kering dan supai hara atau konsentrasi hara dalam tanaman, biasanya dalam satu percobaan hanya terdiri dari 1,2 atau 3 unsur hara yang berbeda. Unsur hara lainnya dianggap berada dalam jumlah cukup. Perlu diingat bahwa jika 1 unsur haraa ditambahkan maka 1 atau lebih unsur lainnya biasanya juga harus diberikan. Sistim ini jarang terkontrol dengan baik, khususnya dalam penelitian-penelitian lapangan.

Grafik hub. Antara suplai hara dengan konsentrasi hara dan hasil tanaman Optimum yield Luxury consumption zone Crop yield Zone of Poverty Adjustment Nutrient concentration Critical level or optimum Nutrient concentration Min.Percentage Nutrient supply

Grafik hubungan antara konsentrasi hara tanaman dengan persen maksimum Adequate zone Excess zone Max or Optimum yield Transition zone Critical range Percent of Maximum Deficient zone optimum Nutrient conc., g kg-1

Grafik hubungan antara hasil dan konsentrasi hara sering digunakan untuk menetapkan batas kritis (critical level) atau konsentrasi kritis suatu unsur hara tertentu, kecepatan pertumbuhan, dan hasil akan menjadi menurun. Peningkatan supai hara tersebut, konsentrasi hara tersebut dalam tanaman atau bagian tanaman meningkat sampai mencapa taraf optimum. Pertumbuhan atau hasil tanaman yang digunakan dalam pendekatan ini dinyatakan sebagai persentase dari maksimum. Dari Gb2. terlihat bahwa betapa cepatnya peningkatan hasil dengan hanya perubahan yang kecil dari konsentrasi hara di daerah defisiensi.

Ulrich (1976) menamakan daerah antara konsentrasi defisiensi dan optimum disebut daerah transisi . Daerah transisi menurut Ulrich ini dimulai dari konsentrasi yang menghasilkan kurang lebih 20 % reduksi dari pertumbuhan atau hasil 80 % dari hasil optimum atau 100% dari maksimum. Batas kritis adalah konsentrai hara yang menghasilkan 90 % dari hasil maksimum (reduksi 10 % dari hasil maksimum)

Reduksi hasil dalam penetapan konsentrasi kritis tergantung dari beberapa faktor.antara laian. Nilai ekonomi tanaman Konstrain lingkungan Sistem reduksi.

Robertr dan Dow, 1982. menyarankan nilai selang kritikal yang memproduksi 95-100 % dari hasil maksimum untuk tanaman kentang, karena tanaman kentang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Batas kritis suatu unsur hara akan meningkat atau bergeser ke kanan dari kurva untuk tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan sebaliknya. Sedangkan dibawah sistem produksi yang beresiko tinggi, maka konsentrasi kritis 80 % dari hasil maksimum dapat diterima (Lanyon dan Smith, 1985).

Alasan menerima kadar optimum atau hasil pada 100% dari maksimum berhubungan dengan konsep kecukupan hara dan interaksi hara. Konsep tersebut: jika 2 unsur hara esensial pada konsentrasi dalam tanaman hanya menghasilkan 90 % dari hasil maksimum untuk masing-masing hara dan hara yang lainnya pada konsentrasi optimum atau 100% dari hasil maksium. Kecepatan pertumbuhan dan hasil tertinggi yang dapat dicapai akan menjadi 81 % dari maksimum (0,9 x 0,9 =0,81 x 100 % = 81 %. Asums bahwa ada 13 unsur mineral yang berasl dari tanah dan ditetapkan konsentrasi kritis untuk masing-masing