GANGGUAN AFEKTIF & BUNUH DIRI

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
GANGGUAN DEPRESI BERAT
Advertisements

A. Pengertian 1. Gangguan psikosis akut dan sementara adalah sekelompok gangguan jiwa yang : Onsetnya akut ( 2 minggu) Sindrom polimorfik Ada stresor.
Muhammad Fakhrurrozi Gangguan Mood.
GANGGUAN SUASANA PERASAAN ( A F E K T I F )
Praktikum Jiwa 1 Modul Saraf Jiwa
TEKANAN (STRESS) DAN INDIVIDU
PENGERTIAN EMOSI Perasaan (feeling) atau afek yang meliputi antara perubahan fisiologis dengan tingkah laku nyata (overt behavior) Klasifikasi emosi :
“DEPRESSION : A GLOBAL CRISIS” HIMPSI Wilayah DKI Jakarta
MOOD DISORDER M. Chandika (002) Azka Ananda S (015)
Presentasi Kasus Kertas DT03 Oleh: Calvin Kurnia Mulyadi, Reiva Wisdharila,
PSIKOSIS dan DEPRESI POSTPARTUM
PSIKOLOGI ABNORMAL GANGGUAN AFEKTIF (MOOD) OLEH : KELOMPOK VI ROHANA KOMALA SARI UPNI WATI NISA VIRGINIA.
STRESS KERJA PERTEMUAN KE 8.
STREsS.
STRESS KERJA.
KEHAMILAN DENGAN PENYAKIT GANGGUAN JIWA
Psikiatri: Asesmen diagnosis-spesifik
ASUHAN KEBIDANAN IV.
PENGELOLAAN SDM : MANAJEMEN STRES KERJA
MATERI KULIAH PSIKOLOGI KLINIS
Dissociative disorder
PSIKOLOGI INDUSTRI & ORGANISASI: MANAJEMEN STRES KERJA
Psikiatri: Asesmen psikiatri dasar
By TUTU APRIL ARIANI,SKp,MKes
depresi Dinas Kesehatan Kota Palembang
Dasar-Dasar Dukungan Psikososial
ASPEK PSIKOSOSIOSPIRITUAL PERAWATAN PALIATIF
Contoh presentasi ilmiah SEMINAR PSIKOLOGI KLINIS Tema: KECEMASAN
STRESSOR PADA LANSIA Oleh; Syaifurrahaman Hidayat, S.Kep.,Ns.
Menyampaikan Berita Duka
SKIZOFRENIA.
Gangguan Psikiatrik akibat Peristiwa Traumatik
Gangguan Psikologis.
STRESS KERJA.
Awas! Bahaya Diet Ada beberapa cara diet yang dapat menimbulkan gejala-gejala seperti berkurangnya volume darah (hypovolemia). Penyakit ini diketahui dengan.
Gangguan Jiwa dalam Kehamilan
GANGGUAN SKIZOAFEKTIF
GANGGUAN AFEKTIF BIPOLAR, GANGGUAN PSIKOTIK, GANGGUAN DEPRESI
FARMAKOTERAPI 2 “BIPOLAR”
EMOSI DAN SUASANA HATI bab IV.
GANGGUAN CEMAS, FOBIA,PANIK, SOMATOFORM DAN OBSESI KOMPULSIF
Gangguan psikosos akut
Psikiatri Asesemen risiko: Harm, self-harm, suicide
Trauma Adhyatman Prabowo, M.Psi.
STREsS.
KONSEP DASAR KESEHATAN JIWA
MANAGEMEN PENCEGAHAN BUNUH DIRI
Stres....
PSYCHOSOCIAL PROBLEMS RELATED TO DISASTER AND MANAGEMENT
GANGGUAN ALAM PERASAAN
PSIKOSIS DAN DEPRESI POSTPARTUM
Selamat Sore.
Pembimbing: dr. Dina Fitriningsih,SpKJ, MARS
BIPOLAR START.
Depresi Dr. Juwita, Sp.KJ.
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) Mengenal Lebih Dekat dan Penanganannya di Kelas Oleh: Ana Karunia, S.Psi.
MOOD DISORDER REGHINA AMELIA HANIM MUHAMMAD SHIDIQ KRIDANI
KEPERAWATAN &FAKULTAS ILMU KESEHATAN
STREsS.
OLEH : Dr. Hubertus Kasan Hidajat,Sp.KJ. SEMINAR PROFESIONAL.
Manajemen Stres TUJUAN PEMBELAJARAN  Peserta pelatihan dapat Mengetahui gambaran umum mengenai Definisi Stress  Peserta dapat Mengetahui Penyebab dan.
Psychological Disorders
Gangguan Skizoafektif
Sinopsis Setelah merenungkan bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Brooklyn , Craig Gilner yang berusia 16 tahun memutuskan untuk pergi ke rumah sakit.
GANGGUAN MOOD MENETAP SIKLOTIMIK & DISTIMIK.
GANGGUAN AFEKTIF TIPE DEPRESI GANGGUAN AFEKTIF TIPE DEPRESI A. Soraya Tenri uleng.
STRESS KERJA.
EMOSI dan STRES ADAPTASI
GANGGUAN JIWA PADA MASA KEHAMILAN
Kegawatdaruratan Psikiatri & Tatalaksana. Pengertian Kedaruratan Psikiatri  Adalah tiap gangguan pada pikiran, perasaan dan tindakan seseorang yang memerlukan.
Transcript presentasi:

GANGGUAN AFEKTIF & BUNUH DIRI PSIKOLOGI ABNORMAL 2009

Kegiatan Perkuliahan Mengisi Inventori BDI Presentasi kliping kasus bunuh diri Kuliah dan tanya jawab

GANGGUAN AFEKTIF (MOOD DISORDER) Mood : situasi emosi internal yang persisten dan bertahan lama, dialami dan dirasakan secara subyektif. Mood mungkin naik / meningkat (elatif), normal atau menurun (depresif) Afek : ekspresi emosi yang dapat diobservasi, durasi lebih singkat, bisa sesuai atau tidak dengan mood yang dirasakan individu

Dua macam gangguan afektif Gangguan Depresif Mayor Gangguan Bipolar Gangguan afektif melibatkan masalah emosi yang mengganggu, berkisar antara dysphoria (kesedihan) pada depresi hingga euphoria (elasi/ peningkatan) serta iritabilitas mood pada mania

Gangguan Afektif (3) Orang yang normal mengalami berbagai mood dan memiliki berbagai ekspresi afektif yang seimbang juga merasa mampu mengontrol mood dan afeknya. Penderita gangguan afektif merasa kehilangan kontrol tersebut dan karena itu mengalami stres berat

CIRI-CIRI DEPRESI Kehilangan energi Merasa sedih, tak berharga & merasa bersalah Sulit konsentrasi Menarik diri Hilang minat & kesenangan Berpikir tentang kematian & bunuh diri. Perubahan kemampuan kognitif Perubahan kemampuan bicara Perubahan dalam fungsi vegetatif  Semua gangguan ini menimbulkan masalah dalam hubungan interpresonal, sosial serta pekerjaan

Ciri–Ciri Depresi (2) Depresi biasanya berhubungan dengan gangguan lain seperti serangan panik, penyalahgunaan obat, gangguan seksual dan gangguan kepribadian. Cemas dan depresi berkait erat, sering sulit membedakan. Hampir semua penderita depresi juga alami kecemasan, namun tidak semua penderita cemas alami depresi.

CIRI-CIRI MANIA Peningkatan berlebih pada mood Mudah marah/ tersinggung Hiperaktif Mudah terganggu Flight of ideas Kurang tidur Kepercayaan diri meningkat Ide ttg kebesaran. Masalah dalam hubungan interpersonal, sosial & pekerjaan.

GANGGUAN DEPRESI MAYOR Nama lain : gangguan unipolar Kriteria diagnostik menurut DSM IV: Munculnya 5 atau lebih simtom minimal 2 minggu dan mempengaruhi perubahan dari kondisi sebelumnya. Salah satu simtom minimal adalah (1) mood depresif atau (2) hilangnya minat atau kesenangan

Gangguan Depresi Mayor (2) Simtom-simtomnya adalah: Mood depresif sepanjang hari, hampir setiap hari Hilangnya minat atau kesenangan pada semua aktivitas harian Hilangnya/ bertambahnya berat badan/ selera makan secara signifikan Insomnia atau hipersomnia hampir setiap hari Agitasi atau retardasi psikomotor hampir setiap hari Kelelahan atau kehilangan energi hampir setiap hari Perasaan tidak berdaya atau bersalah yang berlebihan atau tidak sesuai Berkurangnya kemampuan untuk berpikir atau konsentrasi atau keragu-raguan hampir setiap hari Pemikiran tentang kematian yang berulang-ulang, ide bunuh diri tanpa rencana spesifik, atau usaha bunuh diri atau rencana spesifik untuk melakukan bunuh diri

Gangguan Depresi Mayor (3) Prevalensi penderita gangguan depresi mayor : Lebih banyak pada perempuan Kelas ekonomi bawah Usia 20-an Cenderung kronis dan berulang  Semakin sering penderita mengalami gangguan depresi, durasi setiap episode akan bertambah dan keparahan akan meningkat

GANGGUAN BIPOLAR I Pasien mengalami eposide manik atau episode campuran (simtom mania maupun depresi) Kriteria Diagnostik DSM IV: Munculnya 1 atau lebih episode manik atau episode campuran, kadang alami episode depresi mayor.

Episode Manik Periode yang jelas dan persisten dari mood yang naik, meluap-luap atau irritable, minimal 1 minggu. Dalam periode ini ada 3 atau lebih simtom berikut (atau 4 simtom jika mood hanya irritable)

Episode Manik (2) Simtom-simtom : Meningkatnya kepercayaan diri atau ide kebesaran Berkurangnya kebutuhan untuk tidur Jadi lebih banyak bicara aatau tekanan untuk terus bicara Flight of ideas atau perasaan subyektif bahwa pikiran seperti berlomba Distraktibilitas Peningkatan aktivitas yang mengarah pada tujuan Keterlibatan berlebihan pada aktivitas menyenangkan yang miliki potensi besar untuk timbulkan konsekuensi menyakitkan

Episode Campuran Minimal 1 minggu terpenuhi kriteria baik untuk episode manik maupun depresi utama, terjadi hampir setiap hari. Penderita alami perubahan mood yang sangat cepat yang disertai simtom dari episode manik maupun depresi utama. Gangguan ini sangat berat  timbulkan masalah nyata dalam fungsi sosial dan pekerjaan, mungkin muncul ciri-ciri psikotik atau perlu hospitalisasi Onset rata-rata usia 20-an, seimbang pria & wanita (wanita lebih umum episode depresif, pria sebaliknya)

GANGGUAN MOOD LAINNYA EPISODE CAMPURAN : alami episode mania dan depresi hampir setiap hari GANGGUAN BIPOLAR II: alami episode hipomania, yaitu perubahan perilaku dan mood yang tak terlalu ekstrim dibanding mania yang full-blown DIAGNOSIS SEASONAL : gangguan bipolar dan unipolar terjadi berkaitan dengan musim tertentu

Gangguan Mood Lainnya (2) GANGGUAN MOOD KRONIS : berlangsung lebih dari 2 tahun namun tak pernah cukup parah untuk didiagnosis depresi utama atau episode manik. Terdiri dari Gangguan Cyclothymic  mirip gangguan Bipolar II (ciri : ada episode hipomania (percaya diri meningkat, mencari orang lain, sedikit tidur) dan depresi ringan ( merasa tidak adekuat, menarik diri, banyak tidur)) Gangguan Dysthymic  mood depresif hampir setiap hari, merasa sedih, hilang kesenangan serta gejala lain depresi  kebanyakan pernah alami gangguan depresi mayor

Faktor Sosial & Gangguan Mood Peristiwa hidup yang menimbulkan stres tinggi (stressful life events) : 42-67% : mengalami peristiwa2 tersebut (seperti kehilangan pekerjaan, persahabatan, atau hubungan romantis) yang akhirnya menyebabkan munculnya depresi Stressor yang bersifat jangka panjang (seperti kemiskinan) Model diatesis-stres: Diatesis dapat bersifat biologis, sosial, atau psikologis Kurangnya dukungan sosial Problem interpersonal dalam keluarga : Ekspresi emosi yang tinggi Konflik marital

Faktor Sosial & Gangguan Mood Tingkah laku sosial yang negatif : Mencari pengyakinan diri secara berlebihan (excessive reassurance seeking) Rendahnya kompetensi sosial Bicara yang lambat atau pendiam Self-disclosures yang negatif Afek negatif Kurang adanya kontak mata & sedikitnya ekspresi wajah yang positif

BUNUH DIRI Perilaku bunuh diri bukan merupakan gangguan psikologis, namun merupakan simtom dari gangguan psikologis lain, umumnya gangguan mood Umumnya pelaku percobaan bunuh diri tidak segera mencari bantuan profesional setelah upaya bunuh diri dilakukan Munculnya pemikiran untuk bunuh diri umumnya merefleksikan semakin berkurangnya pilihan yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan masalah dan tidak melihat jalan keluar lain

Bunuh diri (2) Prevalensi Pria 4x lebih cenderung melakukan bunuh diri drpd wanita Angka bunuh diri tertinggi pada usia di atas 65 tahun Penderita gangguan mood yang parah seperti Depresi Mayor dan Gangguan Bipolar, memiliki resiko yang lebih besar untuk melakukan bunuh diri Bunuh diri juga dihubungkan dengan gangguan psikologis lain seperti ketergantungan obat dan alkohol, anorexia, skizofrenia, gangguan panik, gangguan kepribadian, PTSD dan gangguan kepribadian ambang

Bunuh diri (3) “Rational Suicide”  keyakinan untuk melakukan bunuh diri dilandasi keputusan rasional bahwa hidup sudah tidak dapat diperjuangkan lagi karena penderitaan yang berkelanjutan Pelaku bunuh diri mengisyaratkan keinginan mereka, kadangkala secara eksplisit, mengenai pemikiran bunuh diri ataupun memberikan petunjuk yang jelas (misalnya : membuang barang-barang, menyiapkan surat warisan ataupun menyiapkan alat bantu untuk bunuh diri)