MILITARY STANDARD 105E (MIL-STD-105E)

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Pemrograman Terstruktur
Advertisements

Bab 4 Basic Probability Business Statistics, A First Course (4e) © 2006 Prentice-Hall, Inc.
ANALISIS PROSES BISNIS 8
BAB 4 DERET Kuliah ke 2.
Menempatkan Pointer Q 6.3 & 7.3 NESTED LOOP.
Uji Hipotesis Dua Populasi
Z - SCORE Presented by Astuti Mahardika, M.Pd.
SOAL ESSAY KELAS XI IPS.
Lot by lot Acceptance sampling by Atributes
TENDENSI SENTRAL.
PS. SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN
PS. SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN
STATISTIKA NON PARAMETRIK
Peta Kendali Variabel.
Peta Kendali Variabel.
UKURAN PEMUSATAN Rata-rata, Median, Modus Oleh: ENDANG LISTYANI.
8 Statistik Selang untuk Sampel Tunggal.
Barisan & deret Segaf, SE.MSc. Mathematical Economics
GRAFIK KENDALI (CONTROL CHARTS)
2 Faktor (EXPERIMENTAL DESIGN)
RANCANGAN PERCOBAAN (EXPERIMENTAL DESIGN)
RENCANA PENARIKAN SAMPEL PENERIMAAN (ACCEPTANCE SAMPLING PLAN)
RANCANGAN PERCOBAAN (EXPERIMENTAL DESIGN)
ACCEPTANCE SAMPLING PLANS DODGE - ROMIG
Interval Prediksi 1. Digunakan untuk melakukan estimasi nilai X secara individu 2. Tidak digunakan untuk melakukan estimasi parameter populasi yang tidak.
THE RATIO ESTIMATOR VARIANCE DAN BIAS RATIO PENDUGA SAMPEL VARIANCE
Pengujian Hipotesis.
MK. PENGELOLAAN DATA MUTU PANGAN
Fisika Dasar Oleh : Dody
BARISAN DAN DERET ARITMETIKA
Oleh Widiyastuti,S.Pd, M.Eng SMA N 3 BOYOLALI
Integral Lipat-Tiga.
RANCANGAN PERCOBAAN (EXPERIMENTAL DESIGN)
Persamaan Linier dua Variabel.
SAMPLING VARIABEL.
RESPONSI METODE NUMERIK Ir. BUDI NURTAMA, M. Agr. Dr. Ir. Nugraha E. Suyatma PS. SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN PROGRAM DIPLOMA - IPB.
Pengujian Hipotesis Parametrik 2
LANJUTAN SOAL-SOAL LATIHAN DAN JAWABAN PELUANG.
RANCANGAN PERCOBAAN (EXPERIMENTAL DESIGN) Ke-1
PENGUKURAN GEJALA PUSAT / NILAI PUSAT/UKURAN RATA-RATA
Chapter 4 The Income Statement.
Probabilitas & Distribusi Probabilitas
Probabilita Tujuan pembelajaran :
Kuliah ke 12 DISTRIBUSI SAMPLING
PENGERTIAN DASAR Prof.Dr. Kusriningrum
DISTRIBUSI NORMAL.
PENGUJIAN HIPOTESA Probo Hardini stapro.
Probabilita Tujuan pembelajaran :
HIPOTESIS & UJI PROPORSI
Teknik Pengambilan Sampel
Bahan Kuliah IF2120 Matematika Diskrit Oleh: Rinaldi Munir
SAMPLING DAN DISTRIBUSI SAMPLING
REGRESI LINEAR danKORELASI Dr.Ir. Nugraha E. Suyatma, DEA Ir. BUDI NURTAMA, M.Agr. PS. SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN PROGRAM DIPLOMA - IPB.
Acceptance sampling dalam Penanganan Bahan
Distribusi Sampling Tujuan Pembelajaran :
Penalaran Mamdani dan Tsukamoto Pada pendekatan Fuzzy Inference System
Dr. Nugraha E. Suyatma, STP, DEA PS. SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN
Anom Yudistira, Acceptance Sampling Anom Yudistira, .
RESPONSI METODE GRAFIK
MULTIPLE COMPARISON TEST (UJI LANJUT, POSTHOC TEST ) MULTIPLE COMPARISON TEST (UJI LANJUT, POSTHOC TEST ) Dr. Nugraha E. Suyatma, STP, DEA Dr. Ir. Budi.
Acceptance Sampling ..
GRAFIK KENDALI (CONTROL CHARTS)
Anom Yudistira, Acceptance Sampling Anom Yudistira, .
PENGENDALIAN MUTU PROSES PADA PRODUK-PRODUK OLAHAN
TUGAS SEBELUM UAS Perencanaan & Pengendalian Mutu
Peta X dan R Peta kendal X :
Directorate General of Higher Education Ministry of National Education
UJI HIPOTESIS MK. PENGELOLAAN DATA MUTU PANGAN PS. SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN PROGRAM DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR Dr. Ir. Budi Nurtama, Magr Dr.
Acceptance Sampling dan AQL
Anom Yudistira, Acceptance Sampling Anom Yudistira, .
Transcript presentasi:

MILITARY STANDARD 105E (MIL-STD-105E) Ir. BUDI NURTAMA, M. Agr. Dr. Nugraha E. Suyatma, STP, DEA PS. SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN PROGRAM DIPLOMA - IPB

MIL-STD-105E Suatu sistem rencana penarikan sampel atribut (attribute acceptance sampling plan) Dikembangkan dari tabel-tabel inspeksi sampel untuk Army Ordnance, US selama PD II 1950 – 1963 : 105A, B, C 1963 – 1989 : 105D 1989 – sekarang : 105E diadopsi : - US = ANSI/ASQC Z1.4 - Internasional = ISO 2859 Berisi single, double, multiple sampling plans yang berindeks AQL.

Indeks AQL Klarifikasi konsep AQL : “the selection or use of an AQL shall not imply that the contractor has the right to supply any defective unit of product “ Level AQL : - rendah (0.01% - 10%) = utk nonconforming items - tinggi (10% - 1000%) = utk nonconformities per 100 units Nilai AQL = kelipatan 10 & 4 AQL diantara dua AQL 10-2 0.015 0.025 0.040 0.065 10-1 10-1 0.15 0.25 0.40 0.65 100 ….. dst.

Modus dan Tingkat Inspeksi : General (I, II, III) dan Special (S-1, S-2, S-3, S-4) Jika tidak ada kasus yang spesifik, General Inspection level II paling umum digunakan Tingkat inspeksi menentukan hubungan ukuran lot (N) dengan ukuran sampel (n). Tingkat inspeksi menunjukkan tingkat diskriminasi, misalnya General Inspection Level I  II  III  kurva KO semakin “jatuh”. Special Inspection Levels hanya digunakan jika destruktif  pengujian mahal  perlu n kecil.

Kurva KO Untuk AQL tetap, jika ukuran lot (N) berubah maka nilai Pa berubah. Plans dengan c = 0 (zero acceptance plans)  Pa  0.88 Plans dengan c  1 (nonzero acceptance plans)  Pa  0.91 – 0.99 Berbagai kurva KO disediakan MIL-STD-105E.

SWITCHING RULES Dari Normal ke Tightened Inspection : Setelah 2 lot ditolak dari 2, 3, 4, atau 5 lot berurutan. Dari Tightened ke Normal Inspection : Setelah 5 lot berurutan diterima. Dari Normal ke Reduced Inspection : Jika (i) 10 lot berurutan diterima, dan (ii) jumlah total nonconforming items dlm 10 lot tersebut sesuai dgn Table VIII. Limit Numbers for Reduced Inspection., dan (iii) produksi stabil/mantap, dan (iv) disetujui oleh otoritas yang bertanggungjawab. Dari Reduced ke Normal Inspection : Jika (i) suatu lot tunggal ditolak, atau (ii) suatu lot hanya sebagian dpt diterima (jumlah nonconforming items diantara angka diterima dan ditolak), atau (iii) produksi menjadi tidak stabil, atau (iv) kondisi lain yg menjamin bhw inspeksi Normal dpt dilakukan.

Tahapan Implementasi MIL-STD-105E Tentukan AQL (Acceptable Quality Level) berdasarkan perjanjian produsen dan pelanggan. Tetapkan modus dan tingkat inspeksi (jika tidak, gunakan Normal Inspection, Level II ). Tentukan ukuran lot (lot size). Gunakan tabel Sample Size Code Letters utk memilih huruf kode. Tetapkan tipe prosedur pengambilan sampel : single, double, atau multiple sampling. Gunakan tabel yg berkaitan dg prosedur pengambilan sampel terpilih (tahap 5) dan modus/tingkat inspeksi (tahap 2) untuk mendapatkan ukuran sampel, angka penerimaan (Ac) dan angka penolakan (Re). Dalam kasus dimana suatu rancangan tidak ada untuk ukuran lot dan AQL-nya, hati-hati mengikuti tanda panah dalam tabel ke rancangan terdekat yang ada. Mulailah gunakan rancangan tsb. Catat penerimaan dan penolakan shg switching rule dpt diterapkan. Jika switching dilakukan, tentukan modus dan tingkat dan ulangi tahap 4-6 utk mendapatkan plan baru.

CONTOH-CONTOH PENGGUNAAN MIL – STD – 105E

CONTOH 1. Ukuran lot (N) = 500 diperiksa pada AQL = 1.0% dg Normal inspection, level II. Table I. Sample-Size Code Letters : N = 500  Lot or batch size = 281 to 500 dan General inspection level II  diperoleh huruf kode "H" Table II-A. Single Sampling Plans for Normal Inspection : Sample size code letter = H  Sample size = ukuran sampel (n) = 50 Pada Acceptable Quality Levels = 1.0% diperoleh Ac = 1 dan Re = 2 Table III-A. Double Sampling Plans for Normal Inspection : Sample size code letter = H  ukuran sampel I (n1) = sampel II (n2) = 32 Pada Acceptable Quality Levels = 1.0 % diperoleh untuk sampel I : Ac = 0 dan Re = 2, dan utk sampel I + II : Ac = 1 dan Re = 2 Table IV-A. Multiple Sampling Plans for Normal Inspection : Sample size code letter = H  n1 = n2 = n3 = n4 = n5 = n6 = n7 = 13 Tanda # pada nilai Ac tahap 1 dan 2 : (1) lot ditolak pada salah satu tahap tersebut, atau (2) dilanjutkan sampai paling tidak tahap 3.

CONTOH 2. Jika AQL = 1.0 % pada CONTOH 1. diturunkan menjadi 0.025 % : Table II-A. Single Sampling Plans for Normal Inspection : Huruf kode H berubah menjadi N (karena harus mengikuti tanda panah). Ukuran sampel (n) = 500 = ukuran lot (N )  inspeksi 100 % ! Ac = 0 dan Re = 1  zero acceptance plan Jika dihitung nilai peluang penerimaan Pa = (1 – 0.00025)500 = 0.88 Latihan : Bagaimana dengan Double dan Multiple Sampling Plans ? Gunakan MIL-STD-105D untuk Multiple Sampling Plans.

CONTOH 3. Penerapan Switching Rules. N = 600, AQL = 1.0 %, Normal inspection, Level II  huruf kode : J Single Sampling Plans for Normal Inspection : n = 80 Ac = 2 Re = 3 Misalnya pada 10 lot berurutan dengan keputusannya adalah sbb : Lot: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Keputusan: A A R A A A A R A R Switch ke Tightened inspection karena terjadi 2 kali penolakan dari 3 lot berurutan (lot 8, 9, dan 10). Single Sampling Plans for Tightened Inspection : n = 80 Ac = 1 Re = 2 Misalnya pada lot 11 s/d 18 adalah sbb : Lot: 11 12 13 14 15 16 17 18 Keputusan: A A R A A A A A Switch ke Normal inspection kembali karena terjadi penerimaan pada 5 lot berurutan (lot 14 s/d lot 18).

CONTOH 3. Lanjutan .... Single Sampling Plans for Normal Inspection : n = 80 Ac = 2 Re = 3 Misalnya pada lot 19 s/d 30 adalah sbb : Lot: 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Keputusan: A R A A A A A A A A A A Switch ke Reduced inspection karena terjadi penerimaan pada 10 lot berurutan (lot 21 s/d lot 30), tetapi banyaknya cacat juga harus dicek dgn Table VIII. Limit Numbers for Reduced Inspection yaitu sbb : Number of sample units from last 10 lots or batches = 10 x 80 = 800  pada selang 800 - 1249 dg AQL = 1.0 % diperoleh limit numbers = 4. Misalnya jumlah cacat pada lot 21 s/d 30 = 3  4  switch diperbolehkan. Single Sampling Plans for Reduced Inspection : n = 32 Ac = 1 Re = 3 Keputusan kembali ke Normal inspection jika : (1) Selama Reduced Inspection terdapat lot yang ditolak. (2) Ada lot yg diterima dg nonconforming items = 2 (nilai antara Ac dan Re)

CONTOH 4. Untuk AQL = 1.0% dan ukuran lot = 500, single sampling plan CONTOH 1. mempunyai huruf kode H dengan ukuran sampel = 50. Nilai AOQL untuk plan tersebut dicari dengan Table V-A. Average Outgoing Quality Limit Factors for Normal Inspection (Single Sampling). Dari tabel tsb. diperoleh faktor =1.7 % pada huruf kode H dan AQL = 1.0 %. Untuk N = 500 dan n = 50 maka nilai AOQL = 0.017 [ 1 – (50/500) ] = 0.0153 atau 1.53 %

CONTOH 5. Kasus sub-lot MIL-STD-105E. Sebanyak 50,000 kentang dikemas dalam 100 kantong (setiap kantong berisi 500 kentang). Prosedur pengambilan sampel untuk AQL = 1.0 % dengan Normal Inspection adalah sebagai berikut : 1. Ukuran lot besar (NL) = 50,000 dan ukuran lot kecil (NS) = 100. AQL = 1.0 % dengan tingkat inspeksi General Inspection Level - II 2. Table I. Sample-Size Code Letters : Huruf kode untuk lot besar (NL) = N dan untuk lot kecil (NS) = F 3. Table II-A. Single Sampling Plans for Normal Inspection : Lot besar : Huruf kode N dan AQL 1.0%  ukuran sampel (nL ) = 500 Lot kecil : Huruf kode F dan AQL 1.0%  ukuran sampel (nS ) = 20 4. Hitung m = nL/nS = 500 / 20 = 25. 5. Cara pengambilan sampel : Secara acak ambil 20 kantong dan dari setiap kantong ambil 25 kentang (total = 20 x 25 = 500 buah).