Policy Brief Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Direktorat Pembinaan SMA
Advertisements

Drs. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.IP.,M.Si
Masukan PSHK terhadap RUU tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan Disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum 27 September 2011.
LEMBAGA PENJAMIN MUTU PENDIDIKAN (LPMP) PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
STRATEGI DAN LANGKAH DALAM MEWUJUDKAN LAPORAN KEUANGAN MAHKAMAH AGUNG RI DENGAN OPINI WAJAR TANPA PENGECUALIAN (WTP) Bagian Akuntansi 1.
Administrasi Pelayanan Publik
Mekanisme Pelaksanaan untuk Pemeliharaan Jalan
Disampaikan Oleh : Dirjen Penataan Ruang
PAU-PPAI-UT 1 2 Peserta dapat menjelaskan strategi pengembangan pendidikan tinggi Tujuan Instruksional Umum Tujuan Instruksional Khusus Peserta dapat.
SEMINAR: Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik
POLA TATA KELOLA Bogor, 4 Oktober 2011.
4/6/2017 STRATEGI PENGUATAN KELEMBAGAAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH   Oleh : Drs. H. LA ODE ALI HANAFI, M.Si. Kepala BAPEDALDA Provinsi Sulawesi Tenggara.
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
RENCANA KERJA MADRASAH (RKM)
H.Ghazaly Ama La Nora,S.Ip,M.Si Mercu Buana University
Sosialisasi EQA BAN-PT – Dikti, Juli-Agustus 2009.
KEBIJAKAN BAN-PT KEBIJAKAN BAN-PT BAN-PT BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2009.
Satryo Soemantri Brodjonegoro Direktur Jendral Pendidikan Tinggi
Pengendalian Muatan Berlebih di Indonesia: Sebuah Perspektif Baru Kajian Awal [Pre-Scoping Study] Jakarta, 10 Mei 2011 Clell Harral Rustam Rauf Shirley.
PENGENALAN SNP, SPM DAN IMPLEMENTASI SPM
Lay Out Kantor Gubernur Gorontalo
PELUANG PEMBIAYAAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DI DAERAH
Sesi 1: PERUSAHAAN DAERAH DALAM PERSPEKTIF STRATEGIS
BADAN USAHA MILIK NEGARA DAN BADAN USAHA MILIK DAERAH
Bahan Perkuliahan Hukum Anggaran Negara
Oleh: Kelompok V Yusrizal Rita Marlinda Suyitno Zulminiati
BPSDMPK-PMP KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA JAKARTA, 2012.
KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KOPERASI DI INDONESIA
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Keterbukaan Informasi Publik
GOOD CORPORATE GOVERNANCE
PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ADMINISTRASI PEMERINTAHAN A. Latar belakang Tujuan kebijakan Reformasi Birokrasi di Indonesia adalah untuk.
DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DIY
PERENCANAAN PROGRAM/PROYEK UPAYA KESEHATAN
MANFAAT INVESTASI DAN KENDALA DALAM INVESTASI
Pembangunan Infrastruktur dan Sinergi Pusat-Daerah
Reformasi Administrasi dan Good Governance di Indonesia
REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERHUBUNGAN 2017
PETA KOMPETENSI 4 Dapat menjelaskan peran BUMN dan BUMD sebagai sumber penerimaan publik 5 Dapat menjelaskan administrasi perpajakan 6 Dapat menganalisis.
Percepatan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi
PELAKU KEGIATAN EKONOMI DI INDONESIA
ORGANISASI SEKTOR PUBLIK
Kebijakan akuntansi dan disclosure
Oleh: Indra Gunawan 08/278503/PEK/13108
DIREKTORAT RISET DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS INDONESIA 2009
PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI
MEWIRAUSAHAKAN BIROKRASI
Kejahatan di bidang Pasar Modal (Insider Trading)
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KABUPATEN BERAU TAHUN
Pendahuluan  Luruskan niat dan berdoa dulu!!!
PERAN PENGAWASAN KEMENTERIAN PANRB TERKAIT AMANAT
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
ANALISIS SWOT IMPLEMENTASI GERAKAN SADAR ARSIP DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN BANYUWANGI Oleh : Lastria Nurtanzila1, Widiatmoko Adi Putranto2.
POTENSI DAN KENDALA IMPLEMENTASI INOVASI DAERAH
Kelompok 3 Aini Musfiroh
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Keuangan Sekolah/Madrasah
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
PELUANG PROFESI AHLI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Pendahuluan  Luruskan niat dan berdoa dulu!!!
Pendahuluan  Luruskan niat dan berdoa dulu!!!
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
MANAJEMEN BUMD/BUMN.
SISTEM STATISTIK NASIONAL (SSN) SATU DATA INDONESIA (SDI)
Pengelolaan Pengaduan untuk pelayanan publik lebih baik
Penguatan Kapasitas Kecamatan untuk Meningkatkan Pelayanan Dasar
PROSES BISNIS KECAMATAN PUCUK
Akreditasi institusi.
SISTEM INFORMASI KESEHATAN
Akreditasi Institusi.
Transcript presentasi:

Policy Brief Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Wihana Kirana Jaya, PSEKP UGM

Latar Belakang Institutional Limbo BUMD Perlunya identifikasi bentuk organisasi perusahaan daerah yang sesuai dengan otonomi daerah UU No. 5 Tahun 1962 tentang Perusahaan Daerah sudah tidak sesuai untuk penyelenggaraan BUMD saat ini.

Tujuan Studi best practice pengelolaan BUMD di berbagai negara Mengkaji peranan BUMD bagi perekonomian Pemerintah Daerah Kajian terhadap peraturan perundangan tentang BUMD

Metodologi Menggabungkan kajian literatur, analisis data primer dan sekunder Menggunakan pendekatan New Institutional Economics

LEVEL NIE Embedded ness: informal institutions, customs, Tradition, norms, religion Social theory (L1) Economics of Property rights/ Positive political Theory (L2) Institutional environment: Formal rules of the game-esp. property (polity, judiciary, bureaucracy) Governance: Play of the game-esp. contract (aligning governance Structures with transactions) Transaction cost Economics (L3) Neoclassical Economics/ Agency theory (L4) Resource allocation and employment (prices and quantities; incentive alignment)

Masalah Ekonomi Kelembagaan BUMD Sesuai prediksi NIE di dalam kondisi transisi terjadi rules of the game yang berubah, tidak pasti, limbung, Menyebabkan seluruh pemain tidak mengenal insentif baru dan membangun sistem monitoring. Ketidakpastian ini menyebabkan ketidakjelasan siapa pelaku principal siapa pelaku agen, sehingga mendorong perilaku adverse selection dan moral hazard. .

Studi Literatur Pengelolaan BUMD di Berbagai Negara Perlunya pengaturan mekanisme kepemilikan BUMD Perlunya pengaturan untuk mengurangi korupsi dan intervensi oleh Pemerintah Daerah Perlunya ketentuan sumber pemodalan BUMD dan pengelolaan utang BUMD Perlunya ketentuan tentang sistem peningkatan kompetensi SDM BUMD Perlunya dukungan kerjasama dengan pihak ketiga Kejelasan pengaturan kewenangan pemerintah pusat dan daerah sehingga tidak tumpang tindih

.....Studi Literatur Pengelolaan BUMD di Berbagai Negara BUMD beroperasi dengan dasar hukum yang jelas dan didukung oleh mekanisme penegakannya. Perlunya prosedur operasi standar efisien Perlu kebijakan tentang peta jalan BUMD menuju privatisasi pelayanan publik. Pengaturan tentang peran Pemerintah Daerah sebagai regulator dalam pelayanan publik untuk melindungi kepentingan publik Kerjasama antar daerah yang berbagi sumber daya agar pelayanan publik lebih efisien dan efektif

Tinjauan Peraturan Perundang-Undangan Tentang BUMD UU No. 5 Tahun 1962 sudah tidak relevan dan kurang mampu mengakomodasi penyelenggaraan BUMD dan justru membuka celah salah kelola dan penyimpangan Ketentuan UU No. 5 Tahun 1962 yang perlu direvisi: Dasar dan tatacara pendirian BUMD Bentuk BUMD yang memaksimalkan profit dan yang memaksimalkan pelayanan publik Kerjasama dengan pihak ketiga Mekanisme kepemilikan dan pengambilan keputusan BUMD Pengangkatan dan kewenangan direksi Perencanaan jangka panjang dan pendek perusahaan Pertanggungjawaban dan pengawasan BUMD Kepegawaian Kebijakan manajemen peningkatan kinerja BUMD: restrukturisasi dll.

Kesimpulan Analisis Profil BUMD di Indonesia Perbandingan Rasio BUMD/PAD Provinsi di Indonesia, 2004 0,73 9,63 6,61 4,26 2,27 4,70 1,72 4,57 2,46 0,00 5,59 9,02 5,55 2,96 3,67 6,01 6,67 0,74 8,99 0,99 6,19 1,29 3,14 7,44 1,10 7,30 1,50 2,00 4,00 6,00 8,00 10,00 12,00 Nanggore Aceh Darussalam Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Bangka Belitung DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Maluku Maluku Utara Papua (%) BUMD/PAD

.....Kesimpulan Analisis Profil BUMD di Indonesia Jumlah Kabupaten/Kota di Indonesia Menurut Nilai Rasio Laba BUMD/PAD 2003-2004 (dalam %) 2,65 7,96 69,50 19,89 3,45 11,67 68,17 16,71 0% 20% 40% 60% 80% 100% 2003 2004 Lebih dari 20% antara 10%-20% Kurang dari 10% Tidak ada

.....Kesimpulan Analisis Profil BUMD di Indonesia BUMD belum mampu memberikan kontribusi ke PAD pada sejumlah daerah karena merugi atau daerah tidak memiliki BUMD Peranan BUMD bagi Pemerintah Daerah tingkat Provinsi masih kecil. Provinsi masih bertumpu pada pajak daerah dan retribusi Hingga 2004, terdapat peningkatan rasio laba BUMD terhadap PAD Provinsi dan Kabupaten/Kota

Studi Lapangan BUMD di Provinsi DIY Profesionalisme yang rendah menyebabkan BUMD kurang berani mengambil resiko Ketidakjelasan payung badan pemerintah menyebabkan permasalahan birokrasi Intervensi Pemerintah Daerah yang berlebihan terhadap BUMD Infrastruktur yang belum siap untuk berubah bentuk badan hukum menjadi Perumda ataupun Perseroda BUMD tidak didukung oleh Pemerintah Daerah dan pihak swasta. Tuntutan fungsi sosial BUMD menyebabkan BUMD tidak fokus terhadap misi utamanya

.....Kesimpulan dari Studi Lapangan BUMD di Provinsi DIY Beberapa solusi yang disarankan terhadap pengelolaan BUMD adalah: Perlunya redefinisi BUMD agar menjadi perusahaan yang mendukung perekonomian daerah. Perlu peningkatan daya saing berfokus pada peluang pasar dan mekanisme pasar. Peningkatan kerjasama dengan Pemerintah Daerah yang terkait Peningkatan kualitas SDM secara keseluruhan Penetapan peraturan yang mendukung kegiatan operasional BUMD Optimalisasi Badan Pengawas

Rekomendasi RUU BUMD 2006 RUU BUMD 2006 melalui revisi dan penambahan telah mengakomodasi bidang-bidang pengelolaan BUMD Beberapa aspek dalam RUU BUMD 2006 yang perlu dikaji lebih jauh antara lain (1) Kajian privatisasi dan restrukturisasi yang mencakup grand strategy reformasi BUMD, (2) Hasil kajian peranan BUMD dapat dijadikan acuan pemerintah pusat untuk membina dan meningkatkan kemampuan daerah dalam penyelenggaraan BUMD Perlu adanya sosialiasi dan pembinaan dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Daerah tentang pengelolaan BUMD. Sosialisasi dan pembinaan dapat dilakukan dalam training dan workshop. Berbagai ketentuan tentang BUMD harus didukung oleh Peraturan Daerah Perbaikan dan peningkatan sistem informasi BUMD dengan sistem informasi berbasis e-BUMD.