Dramatism (Kenneth Burke)

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Penalaran, Asumsi, Konteks dan Peta Berpikir
Advertisements

BAB ORIENTASI KONSEP PPO
Tanggung Jawab Mahasiswa Dalam Mencegah Perilaku Korupsi di Indonesia
TEORI ANTROPOLOGI NON POSITIVISTIK
Isyu-isyu penting dalam teori Kepribadian.
MENGELOLA PERUBAHAN ORGANISASI DAN INOVASI
Elaboration Likelihood Model
STRUKTUR PENGETAHUAN ILMIAH
KONSEPTUAL TEORI KOMUNIKASI
«Sosiologi Komunikasi»
PERILAKU INDIVIDU DALAM ORGANISASI
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
MPS PENDEKATAN DAN KARAKTERISTIK PENELITIAN KUALITATIF.
Fenomenologi.
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
BAB 6 Menganalisis Pasar Konsumen
PERTEMUAN 15.
PERILAKU PEMBELIAN PADA PASAR KONSUMEN (CONSUMER MARKETS)
Teknik Industri, FTI –UAD 2010
Posisi Pengembangan Pribadi dan Sosial pada Kurikulum
Symbolic Convergence Theory (SCT)
Pendekatan Komunikasi di Asia
PROSES KEPERAWATAN MENU UTAMA
MENGELOLA PERUBAHAN ORGANISASI DAN INOVASI ( bahan ke-5 )
BAB 6 Menganalisis Pasar Konsumen
TRADISI - TRADISI DALAM TEORI KOMUNIKASI
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG KEBERAGAMAN BUDAYA BANGSAKU PADA PEMBELAJARAN.
KOMUNIKATOR BAGAIMANA SIFAT KOMUNIKATOR
Pertemuan-3 Beberapa pendekatan untuk memahami perilaku :
«Sosiologi Komunikasi»
Muhammmad Noor Hidayat
MENGELOLA PERUBAHAN ORGANISASI DAN INOVASI
Desain Komunikasi Visual | UDINUS
Konsep Diri Menentukan Identitas Individu
DETERMINAN PERILAKU Teori Lawrence Green (1980)
1. Mengenal karakteristik peserta didik
PERILAKU INDIVIDU DALAM ORGANISASI
Pertemuan 2 Paradigma Keperawatan Transkultural
BAB ORIENTASI KONSEP PPO
SISTEMATIKA ETIKA Sistematika Etika : Etika Individual Umum Etika
BAB 7 Menganalisis Pasar Konsumen
Pert. 7 & 8 Menganalisis Pasar Konsumen
Kuliah 6 Editorial dan Penyuntingan Berita
SILABUS MANAJEMEN PRODUKTIVITAS
Tugas Softskill Minggu 3: Prinsip dalam Bisnis dan Lingkungan
SEKILAS PSIKOANALISIS FREUD
Konsep Berfikir Kritis Dalam Keperawatan
PERTEMUAN 15.
PERILAKU INDIVIDU DALAM ORGANISASI
MAKALA KOMUNIKASI Tris budiyanto Surhatta Panji Darusman Farid Nur
Visual Rethoric.
Altobeli Lobodally, M.IKom
PERILAKU INDIVIDU DALAM ORGANISASI
Manajemen Konflik Rangkuman: Definisi dan Teori-teori Konflik
3 Paradigma Dasar Komunikasi
Teori belajar teori taksonomi bloom
MOTIVASI MOTIF: Segala yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu MOTIVASI :- pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang,agar.
Fenomenologi.
Topik : SOSIOLOGI KHALAYAK
Strategi Pembelajaran Afektif
STRATEGI DAN PENDEKATAN DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT
BAB 6 Menganalisis Pasar Konsumen
3 Paradigma Dasar Komunikasi
PENELITIAN KUALITATIF
MENGELOLA PERUBAHAN ORGANISASI DAN INOVASI Perubahan yang direncanakan (Planned Change) Perubahan yang direncanakan (Planned Change) usaha sistematik untuk.
F2F-4: Teori pemodelan.
DAYA TARIK PERIKLANAN DAYA TARIK SELEBRITIS DAYA TARIK RASIONAL
INTERPRETIF Pertemuan 5
KEBUTUHAN Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan pembelajaran dilaksanakan, peserta didik diharapkan dapat: Mendeskripsikan Pengertian kebutuhan.
NAMA : Joan Jamarsi Ginting NIM : FAKULTAS TEKNIK JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2019.
Transcript presentasi:

Dramatism (Kenneth Burke) Halomoan Harahap

Drmatism Teori dramatisme adalah teori yang mencoba memahami tindakan kehidupan manusia sebagai drama. Dramatisme, mengibaratkan kehidupan sebagai sebuah drama, yang terdiri dari adegan yang diperlihatkan oleh berbagai pemain. Setiap perilaku meruaka adegan yang mengandung motif-motof tertentu dari pelakunya. Dramatisme mencoba membahas tindakan komunikasi antara teks dan khalayak untuk teks, serta tindakan di dalam teks itu sendiri. Dengan demikian, kajian dramatisme mempelajari cara-cara dimana bahasa dan penggunaannya berhubungan dengan khalayak.

Asumsi Manusia adalah hewan yang menggunakan symbol. Beberapa hal yang dilakukan manusia dimotivasi oleh naluri hewan yang ada dalam diri kita dan beberapa hal lainnya dimotivasi oleh symbol-simbol. Dari semua symbol yang digunakan manusia yang paling penting adalah bahasa. Bahasa dan symbol membentuk sebuah system yang sangat penting bagi manusia. Sapir dan Whorf (1921; 1956) menyatakan bahwa sangat sulit untuk berfikir mengenai konsep atau objek tanpa adanya kata-kata bagi mereka. Jadi, orang dibatasi (dalam batas tertentu) dalam apa yang dapat mereka pahami oleh karena batasan bahasa mereka. Ketika manusia menggunakan bahasa, mereka juga digunakan oleh bahasa tertentu. Ketika bahasa dari suatu budaya tidak mempunyai symbol untuk motif tertentu, maka pembicara yang menggunakan bahasa tersebut juga cenderung untuk tidak memiliki motif tersebut. Kata-kata, pemikiran, dan tindakan memiliki hubungan yang sangat dekat satu sama lain. Manusia adalah pembuat pilihan. Dasar utama dari dramatisme adalah pilihan manusia. Hal ini ada keterikatannya dengan konseptualisasi akan agensi (agency), atau kemampuan actor sosial untuk bertindak sebagai hasil pilihannya.

Dramatisme sebagai Retorika Baru Dramatisme merupakan retorika baru. Bedanya dengan retorika lama adalah retorika baru lebih menekankan pada identifikasi dan hal ini dapat mencakup faktor-faktor yang secara parsial “tidak sadar” dalam mengajukan pernyataannya disamping retorika yang lama menekankan pada persuasi dan desain yang terencana.

Identifikasi dan Substansi Substansi : Karakterisitik Identifikasi bila dua karakteristik (tumpang tindih) overlaping Rasa bersalah (tekanan, rasa malu, rasa bersalah, rasa jijik, atau perasaan yang menyebalkan lainnya) adalah motif utama untuk semua aktifitas simbolik.

Proses merasa bersalah dan berusaha untuk menghilangkannya ada di dalam siklus Burke, yang mengikuti pola yang dapat diprediksi: Tatanan atau hierarki (peringkat yang ada dalam masyarakat terutama karena kemampuan kita untuk menggunakan bahasa). Negatifitas (menolak seseorang dalam tatanan sosial; memperlihatkan resistensi). Pengorbanan (cara dimana kita berusaha untuk memurnikan diri kita dari rasa bersalah yang kita rasakan sebagai tekanan). Ada dua metode untuk memurnikan diri dari rasa bersalah, dengan menyalahkan diri sendiri) dan pengkambinghitaman (salah satu metode untuk memurnikan diri dari rasa bersalah, dengan menyalahkan orang lain). Penebusan. Kembali pada tatanan baru setelah rasa bersalah diampuni sementara.

Pentad Selain mengembangkan teori dramatisme, Burke (1954) menciptakan suatu metode untuk menerapkan teorinya terhadap sebuah pemahaman aktifitas simbolik. Metode tersebut adalah pentad (metode yang diterapkan untuk menganalisis teks simbolik, yaitu): Tindakan (sesuatu yang dilakukan oleh seseorang). Adegan (konteks yang melingkupi tindakan). Agen (orang yang melakukan tindakan). Agensi (cara-cara yang digunakan untuk melakukan tindakan). Tujuan (hasil akhir yang dimiliki agen dari suatu tindakan). Sikap (cara dimana agen memposisikan diri relatif terhadap elemen lain).