5. Malas Beraktivitas Fisik

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
JANTUNG KORONER Satu dari dua kematian yang terjadi disebabkan oleh penyakit Jantung Koroner Dari data statistik WHO , untuk negara yang berpenduduk 200.
Advertisements

Hipertensi (Darah Tinggi)
Disusun oleh : Bondan kejawein  Berdasarkan penelitian dari University of Chicago, ibu muda masih memiliki sel telur yang sangat baik untuk.
Ayo Bersepeda! Bumi semakin tua, manusia pun cepat meninggal. Mengapa? Salah satunya mungkin karena gaya hidup mereka yang serba instan. Ada makanan cepat.
Rahasia Anti Lelah Pernahkah kita penasaran mengapa energi cepat sekali tergerus dari dalam tubuh sehingga rasa letih dan tak bergairah sering kali mampir.
Bahaya Dibalik Minuman Bersoda
DIABETES MELLITUS DYAH UMIYARNI P, SKM, M.Si.
Agar Gula Darah Tetap Stabil
Kenali dan Kendalikan Obesitas Obesitas (kegemukan) merupakan salah satu masalah yang ditakuti remaja, khususnya remaja putri. Mereka merasa kehilangan.
Penyebab Obesitas Anak dan Cara Mengatasinya
13 Masalah Pada Wanita Hamil Wanita hamil kerap mengalami permasalahan yang membuat mereka menderita bahkan hampir putus asa. Berikut ini beberapa beberapa.
Oleh : Irmayanti Sirman Nim : p Kelas : B
GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS)
Mengenal Tipe Kegemukan
Wanda Lestari, STP, M.Gizi
PENYAKIT DIABETES BY:SUN SIREGAR.
PENCEGAHAN DAN PENANGANAN HIPOGLIKEMI DIABETES
Jenis-jenis Diet: Diet Makrobiotik, Diet Zona, dan Food Combining
Mau Jantung Sehat? Jangan Lupa Serat!
Tips Mencegah Timbulnya Gangguan Pencernaan
Sepuluh Cara Memilih Makanan Sehat
Tinggalkan Rokok atau Alami Impotensi Bila penyakit jantung, stroke, ataupun kanker belum cukup menjadi alasan buat pria untuk berhenti merokok, cobalah.
Makanan dan Minuman Pembakar Lemak
Cuka Apel Stabilkan Tekanan Darah
Obesitas Ganggu Kecerdasan
DIABETES MELLITUS.
Jenis-jenis Diet: Atkins Diet dan South Beach Diet
5. Malas Beraktivitas Fisik
Perubahan Asupan Kafein dan Perubahan Berat Badan Jangka Panjang pada Pria dan Wanita Esther Lopez-Garcia, Rob M van Dam, Swapnil Rajpathak, Walter C.
22 Khasiat Madu Plus Kayu Manis
Beras Merah Jaga Gula Darah
Biar Nggak Pikun, Cukupi Vitamin D
MANAJEMEN NUTRISI PADA DIABETES MELITUS
Dr.hj.Suzan Pakpahan.M,Kes
Diabetes, Tak Hanya Soal Kadar Gula
Tatalaksana Diabetes Melitus
Jam Biologis pada Tubuh Manusia
Kurangi pemakaian garam, hindari penggunaan garam meja.
Kenali 3P Gejala Diabetes
DIABETES MELITUS (DM) SYAFRIANI
TIPS HIDUP SEHAT Annisa Nurul H. (A ).
Manfaat Puasa di Bulan Ramadhan
5 Fakta Medis Manfaat Apel
GIZI PADA LANSIA Intan Julianingsih I A.
NUTRISI PASIEN GANGGUAN HORMONAL (DIABETES MELLITUS)
DIABETES MELLITUS “The Best Prescription is Knowledge"
Cara Alam Menyayangi Jantung Kita
PENYAKIT JANTUNG Chania Dwi Mentary
Oleh : Lutfianah
GIZI UNTUK LANSIA TRIWIDIARTI
Disusun oleh: 1. nurofik 2. riko andriyansah
PERSENTASI PENYAKIT MAAG
DIABETES MELLITUS kiki hardiansyah, S.kEP,ns
NURUL HIDAYAH .A FARMASI A.
DIABETES MELITUS DAN HIPERTENSI PUSKESMAS KAMONJI
DISLIPIDEMIA oleh : dr. EKO YULI.
DISLIPIDEMI A Gangguan Metabolisme Lemak (Kolesterol, Trigliserid) Dr. SRI RAHMADANI PROLANIS – PUSKESMAS MEDAN DELI.
Diabetes Melitus KELOMPOK I WIRDA YUNIANI THERESIA.
DIABETES MELITUS L/O/G/O.
Penyuluhan Kesehatan Diet Kelebihan Kolesterol. Apa itu Kelebihan Kolesterol??? Kondisi dimana jumlah kolesterol dalam darah lebih dari 240 mg/dl.
Oleh : ERIKA NUR SAPFUTRI NPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN BANJARMASIN,
PENCEGAHAN DAN PENANGANAN HIPOGLIKEMI DIABETES PROLANIS KLINIK DAHLIA.
Serat Larut Oatmeal Turunkan Kolesterol
PKMRS MENGENAL STROKE.
TINJAUAN MEDIS PUASA TERHADAP BEBERAPA PENYAKIT
PENYAKIT DEGENERATIF. Apa itu PENYAKIT DEGENERATIF?  Merupakan suatu penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh yaitu dari keadaan.
NEUROPATI DIABETIK POLI SARAF RSUD CILEGON. Diabetes Melitus (DM) atau Kencing Manis merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik.
PENCEGAHAN DAN PENANGANAN HIPOGLIKEMI DIABETES PENYULUHAN PROLANIS.
SAAT BERPUASA DI BULAN RAMADHAN.  Gizi Seimbang : Keseimbangan antara zat- zat penting yang terkandung dalam makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh.
Apakah Diabetes itu ? Diabetes merupakan keadaan yang timbul karena ketidakmampuan tubuh mengolah karbohidrat/glukosa akibat kurangnya jumlah insulin.
Transcript presentasi:

5. Malas Beraktivitas Fisik 10 Pemicu Diabetes Diabetes Melitus sering dikenal sebagai penyakit kencing gula atau kencing manis. Penyakit ini terjadi akibat terganggunya kerja hormon insulin di dalam tubuh. Ketika seseorang menderita diabetes maka pankreas orang tersebut tidak dapat menghasilkan cukup insulin untuk menyerap gula yang diperoleh dari makanan. Itu yang menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi tinggi akibat timbunan gula dari makanan yang tidak dapat diserap dengan baik dan dibakar menjadi energi. Meningkatnya kadar gula dalam darah inilah yang memicu adanya penyakit diabetes. Seseorang terkadang tidak sadar bahwa kebiasaan yang dilakukannya bisa berisiko diabetes. Mulai dari segelas minuman favorit hingga suka menonton TV hingga larut. Tak ada yang menyangka bahwa itu bisa memicu berkembangnya diabetes. Lalu kebiasaan apalagi yang dapat menyebabkan penyakit diabetes berkembang dalam tubuh? Simak penjelasannya berikut ini. 1. Minum Teh Manis Anda penggemar teh manis? Sebaiknya Anda mulai berhenti mengkonsumsinya, karena kebiasaan ini dapat menyebabkan penyakit diabetes. Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Selain itu terdapat risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dengan meminum teh manis tiga kali sehari, kita sudah dapat 750-900 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Akibatnya terjadi obesitas dan diabetes. Sebagai pengganti teh manis, kita dapat meminum air putih dan teh tanpa gula. 2. Makan Gorengan Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak akan cukup untuk kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat), dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya risiko dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan. Dislipidemia berisiko menyebabkan penyakit diabetes. Sebagai pengganti makan gorengan, kita dapat mengkonsumsi pie buah. 3. Suka Ngemil Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah yang menyebabkan diabetes. Solusinya sebaiknya kita mengganti camilan kita dengan buah segar. 4. Kurang Tidur Kualitas tidur yang buruk menyebabkan metabolisme terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik. Solusinya tidurlah tidur kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari. 5. Malas Beraktivitas Fisik Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. “Penyebabnya di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat. Kesimpulannya, mereka yang sedikit melakukan aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya. Obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes. Solusi yang dapat dicoba adalah dengan bersepeda ke kantor. 6. Sering Stres Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan. Solusinya hindari stres dengan berbicara pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat. 7. Merokok Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga. Solusinya hentikan kebiasaan merokok dengan mengkonsumsi permen bebas gula. Cara yang lebih efektif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi. 8. Menggunakan Pil Kontrasepsi Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr. Dyah Purnamasari, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik. Solusinya batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun. 9. Kekurangan Vitamin D Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah. Solusinya adalah dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit. Gunakan krim tabir surya untuk menghindari gangguan kulit. 10. Mengkonsumsi Minuman Soda atau Minuman Beralkohol Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda atau minuman berkarbonasi membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak. Demikian pula pada minuman beralkohol. Sebagai pengganti minumlah jus buah tanpa gula. Demikian tadi adalah berbagai macam kebiasaan yang dapat memicu Anda terkena penyakit diabetes. Sebaiknya hindari kebiasaan tersebut sedini mungkin. Biasakan hidup sehat agar terhindar dari diabetes.