RANCANGAN PELEDAKAN.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
FISIKA SMA KELAS XII SEM 1
Advertisements

12 penggalian terbuka atau penggalian bagian bawah dari suatu lereng.
Definisi Penampang stratigrafi terukur (measured stratigraphic section) adalah suatu penampang atau kolom yang menggambarkan kondisi stratigrafi suatu.
OLEH ENY SETYAWATI SOETRISNO, M.M
BENTUK ENDAPAN Bentuk endapan batubara di alam dapat dikelompokkan menjadi dua. Bentuk endapan batubara ini sangat erat kaitannya dengan gejala geologi.
SNI sambil mengalami pembesaran, bergantung pada jenis lapisan tanah yang berada di atas batuan dasar tersebut. Pembesaran gerakan tanah inilah.
Gerak Harmonik Pegas Energi Getaran Pegas
Cara-cara Penggambaran Khusus
PELEDAKAN TAMBANG BAWAH TANAH
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
GELOMBANG Gelombang Transversal Gelombang Longitudinal
GERAK GELOMBANG.
Pertemuan XIII GELOMBANG DAN BUNYI.
KEMANTAPAN LERENG.
FI-1201 Fisika Dasar IIA Kuliah-14 Fenomena Gelombang PHYSI S.
PEMBORAN.
TEKNIK PEMBORAN DAN PELEDAKAN
GELOMBANG MEKANIK.
TEORI PELEDAKAN.
CONTROLLED BLASTING DAN PRECUTTING
PERKALIAN DENGAN METODE GARIS bagian 1
MESIN BOR.
Parameter Antena Pertemuan V.
Pondasi Pertemuan – 12,13,14 Mata Kuliah : Perancangan Struktur Beton
Pertemuan 3 – Metode Garis Leleh
Berkelas.
BAB 1 .GERAK GELOMBANG Gejala gelombang Apakah gelombang itu
Matakuliah : K0614 / FISIKA Tahun : 2006
Bunyi (SOUND), Gelombang : getaran yang merambat melalui medium.
Pertemuan 5 Keseimbangan
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK MESIN
3.
AIR PERMUKAAN.
Penampang Stratigrafi Suatu gambaran urutan vertikal lapisan lapisan batuan sedimen pada lintasan yang dipilih. Setiap titik dalam urutan mengikuti kaidah.
Gelombang Mekanik Gelombang mekanik adalah suatu gangguan yang berjalan melalui beberapa material atau zat yang dinamakan medium untuk gelombang itu. Gelombang.
MEKANIKA BATUAN PADA OPERASI PEMBORAN
LATIHAN SOAL MENJELANG UJIAN TENGAH SEMESTER
Pertemuan XI GELOMBANG DAN BUNYI.
Getaran dan Gelombang ALAT YANG DIPERLUKAN TALI SLINKI PEGAS BANDUL.
Parameter Antena Pertemuan V.
Gelombang Mekanik Gelombang mekanik adalah suatu gangguan yang berjalan melalui beberapa material atau zat yang dinamakan medium untuk gelombang itu. Gelombang.
VIBRASI PADA PELEDAKAN
PENGARUH PELEDAKAN TERHADAP LINGKUNGAN
By: Yusuf Umardani, ST, M.Eng
SELAMAT DATANG DI PRESENTASI NURUL MAULIDA
Latihan Soal Kinematika Partikel
Alat Sambung Macam-macam alat sambung : Paku keling
Akademi Farmasi Hang Tuah
VIBRASI PADA PELEDAKAN
Analisis kestabilan lereng
Oky Lutfianita Jayantri :
Air Blast.
GELOMBANG
PEMBORAN.
Oleh: Joko Suhadha Harta N.
KRAKTRISTIK DDAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS)
TAMBANG DALAM BATUBARA
Tugas Mekanika Batuan Tawakkal Mursyid
Getaran dan Gelombang ALAT YANG DIPERLUKAN TALI SLINKI PEGAS BANDUL.
DRAINASE JALAN RAYA.
GURIL NIS/NISN : SMK NEGERI 8 PALU. Sejarah Singkat PT.Bosowa Semen Maros PT. Bosowa Semen Maros merupakan perusahaan cabang dari Bosowa group.
Pertemuan XI GELOMBANG DAN BUNYI.
Wiratno A.Asmoro LAB.AKUSTIK - TEKNIK FISIKA ITS
SISTEM STRUKTUR Bangunan
GELOMBANG DAN BUNYI Geloombang
STKIP NURUL HUDA SUKARAJA FISIKA DASAR II OLEH: THOHA FIRDAUS, M.PD.SI
KESTABILAN LERENG Pada umumnya tanah atau batuan di alam berada dalam keadaan seimbang dalam artian lain keadaan dimana distribusi tegangan pada tanah.
Adalah semua kegiatan baik teknis maupun tindakan pengamanan yang ditujukan untuk dapat melaksanakan suatu peledakan dengan efisien dan aman Topik bahasan:
METODE TAMBANG BAWAH TANAH. Kelebihan tambang bawah tanah dibanding tambang terbuka Tambang Bawah TanahTambang Terbuka 1.Tidak merusak ekosistem /kehidupan.
OLEH : Wiwi Rahmadani Junaidi Reza DESIGN PELEDAKAN TEROWONGAN.
Transcript presentasi:

RANCANGAN PELEDAKAN

Faktor-faktor yang tidak dapat dikontrol, terjadi karena sifat alamiahnya. - Struktur geologi - Sifat batuan - Pengaruh air

A. Struktur Geologi Umum dijumpai berupa perlapisan, patahan dan kekar. Adanya struktur kekar dalam masa batuan akan mempengaruhi: - penyebaran energi ledakan, - penentuan arah ledakan - fragmentasi batuan yang dihasilkan

Penentuan arah peledakan menurut RL. Ash Pada batuan sedimen, bidang kekar saling berpotongan. Sudut horisontal yang dibentuk oleh bidang kekar vertikal ± 105 dan bagian lain membentuk sudut ± 75 Fragmentasi yang dihasilkan mengikuti perpotongan bidang kekar. Bila peledakan diarahkan pada sudut runcing, akan terjadi over break dan retakan-retakan pada jenjang. Peledakan selanjutnya menghasilkan bongkah, getaran, airblast, flyrock.

3. Jika dijumpai kemiringan kekar horisontal atau miring dan lubang ledak miring,maka energi peledakan akan berfungsi efisien. Jika kemiringan vertikal seragam, peledakan sejajar dengan kemiringan kekar, diperoleh fragmentasi yang seragam.

B. Sifat-sifat batuan Sifat fisik : - bobot isi → kemudahan batuan untuk dipisahkan dan dipindahkan - cepat rambat batuan → disesuaikan dengan VOD, makin keras, perambatan gelombang tinggi. Sifat mekanik : - Kuat tekan - kuat tarik

C. Pengaruh Air Mempengaruhi kecepatan reaksi bahan peledak, mengurangi energi ledakan, fragmentasi rendah. Faktor rancangan yang dapat dikontrol - Arah lubang ledak - Pola pemboran - Geometri peledakan

Arah lubang ledak Pemboran tegak: - Lantai jenjang akan menerima gelombang tekan yang besar sehingga gelombang dapat dipantulkan dan diteruskan. - Untuk tinggi jenjang yang sama, panjang lubang ledak lebih pendek. - Mudah dalam pengerjaan - Lontaran batuan lebih sedikit

Pemboran miring: - Fragmentasi lebih seragam Pembuatan lubang miring yang sama lebih sulit Bila sudut miring tidak sama, maka muncul fragmentasi yang tidak seragam. B. Pola pemboran - pola sejajar - pola selang-seling

C. Geometri Peledakan - Burden (B) - Spasing (S) - Steming (T) - Subdrilling (J) - Tinggi jenjang (L) - Kedalaman lubang (H) - Panjang kolom isian (PC)

Waktu tunda tujuannya untuk mendapatkan perbedaan waktu peledakan antara dua lubang ledak. tr = Tr x B Dimana : tr = waktu tunda antar baris lubang ledak,ms Tr = Konstanta waktu tunda B = jarak, ft.

Konstanta waktu tunda antar baris Akibat yang dihasilkan Konstanta Tr Keras, airblast berlebih, back breack, dll 2 Runtuhan tinggi dekat jenjang, airblast moderat 2 - 3 Tinggi runtuhan cukup, airblast dan backbreack cukup 3 - 4 Runtuhan berpencar dengan backbreak minimum 4 - 6 Casting peledakan 7 - 14