Disampaikan dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh BEM Fisipol UMY dan Komisariat HMI MPO Fisipol UMY Yogyakarta.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Go !!! ARE YOU READY.
Advertisements

PUBLIC RELATIONS PERTEMUAN KE-8 Ami Purnamawati.
TANTANGAN-TANTANGAN PENDIDIKAN MASA KINI DAN MASA DEPAN
Seminar Pendidikan Agama Islam
SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM
MATA KULIAH HI DI TIMUR TENGAH
Model Student Centered Learning
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
MEMBANGUN PENDIDIKAN BERKARAKTER DAN BERBUDAYA
Memahami Prinsip Kebijakan Luar Negeri India dan Pakistan
Gerakan Islam Transnasional dan Pengaruhnya di Indonesia
OLEH: AGUN GUNANDJAR SUDARSA (Ketua Tim Kerja Sosialisasi MPR RI)
Asal-usul perkembangan Sosiologi Politik
Peranan Agama Dalam Politik di Timur Tengah -Syiah dan Sunni -Wahabi -Kebijakan Dalam dan Luar Negeri.
AYU RIZKIE W Politik dan Pemerintahan Amerika Serikat (2012) PERAN AMERIKA SERIKAT DALAM MEMPROMOSIKAN DEMOKRASI DI DUNIA INTERNASIONAL.
BAHAN AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
TANTANGAN-TANTANGAN PARTAI POLITIK MASA KINI ( Stefano Bartolini dan Peter Mair ) Parpol Berhenti/gagal menjalankan fungsi-fungsi yang merupakan kunci.
Oleh: Kelompok V Yusrizal Rita Marlinda Suyitno Zulminiati
REINVENTING BUMD.
Aktivis Hari Ini Pemimpin Masa Depan
Resolusi Konflik dan Proses Perdamaian
Bab VIII Ketahanan Nasional
Beberapa Perspektif Sosiologi Politik
SISTEM POLITIK INDONESIA
AKUNTABILITAS BIROKRASI Bahan - 11 Etika Administrasi Negara Semester VI.
GEOSTRATEGI EMI SETYANINGSIH.
TANTANGAN-TANTANGAN PENDIDIKAN MASA KINI DAN MASA DEPAN Oleh: ACHMAD DARDIRI Dosen FIP UNY Disampaikan pada Seminar Nasional dan Rapat Kerja IMAKIPSI Di.
Program Majelis Diktibang Bidang IV
Penguatan Posisi Tawar Rakyat dalam Pemilu
LEMBAGA PENGELOLA DANA PENDIDIKAN (LPDP) KEMENTRIAN KEUANGAN RI
MASYARAKAT MADANI (CIVIL SOCIETY)
IDENTITAS NASIONAL & NASIONALISME
Dasar-Dasar Perubahan Sosial
LIES RAHMAWATI HARTINI ETI KUDRATI
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
BIROKRASI DAN POLITIK ABDUL HAKIM FIA UB.
Quiz PPKn Pengertian PKN Tiga dimensi penting dalam PPKn
TEORI-TEORI ELITE Pertemuan ke 3.
AKUNTABILITAS BIROKRASI
LINGKUNGAN DOMESTIK.
Desentralisasi dan Demokratisasi di Daerah
Teori-teori Sosial (Social Theories)
Pendidikan Kewarganegaraan
3.
Sejarah Dan Perkembangan Kekuatan Politik di Indonesia K2
Hukum Kelembagaan Ekonomi Publik
Apa dan Mengapa Demokrasi?
DEMOKRASI DALAM KONSEP POLITIK LOKAL
SILABUS MANAJEMEN PRODUKTIVITAS
AKUNTABILITAS BIROKRASI
POLITIK INTERNASIONAL.
LATAR BELAKANG SEJARAH HUBUNGAN INTERNASIONAL
MUNCULNYA NEGARA MODERN
KEPEMIMPINAN KEPEMIMPINAN
Pemerintahan dan Budaya Masa Dinasti Abbasiyah
SEJARAH MANAJEMEN Perspektif sejarah atas manajemen menunjukkanperspektif atau lingkungan untuk mengintepretasikan peluang dan masalah yang ada. Ada 3.
Antara Meritokrasi dan Demokrasi di Asia
KELOMPOK 5 : AGUS MAULANA DHEA PUTRI A HARYANTI NADILLA
Iklim dan Lama Terjadinya Perubahan
KONSEPSI DAN PERAN KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
Hukum Kelembagaan Ekonomi Publik
TANTANGAN PEREKONOMIAN INDONESIA:
Pandangan Filsuf Tentang Birokrasi
BIROKRASI Jika dilihat dari segi bahasa, birokrasi terdiri dari dua kata yaitu biro yang artinya meja dan krasi yang artinya kekuasaan. birokrasi adalah.
Pertemuan IV Identitas Nasional
OTONOMI DAERAH KELOMPOK 10: MUHAMMAD DURROSYIDIN MUHAMMAD IKHSAN RIZAM
Hukum Kelembagaan Ekonomi Publik
TANTANGAN-TANTANGAN PENDIDIKAN MASA KINI DAN MASA DEPAN
REINVENTING BUMD.
BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KOTA BANDUNG. JUMLAH PENDUDUK 237 JUTA JIWA (BPS 2010) DAN SEKARANG JUTA JIWA 700 BAHASA DAERAH 1128 SUKU BANGSA.
Transcript presentasi:

Disampaikan dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh BEM Fisipol UMY dan Komisariat HMI MPO Fisipol UMY Yogyakarta

 Mazhab klasik; Vilfredo Pareto, Aristoteles, kelompok yang memiliki keunggulan fisik, dan psikologis  Mazhab modern, Gaetano Mosca, Robert Mitchel, Sussanne Keller, kelompok yang mampu menempatkan positioning yang lebih baik dalam merepresentasikan masyarakat  Mazhab Islam, Sunni, Syi’ah, kelompok yang memiliki keunggulan psikologis (dzurriyat) dan etnis

 Konsepsi kepemimpinan yang kuat, dalam konteks budaya Asia, seringkali dikaitkan dengan tradisi legitimasi berbasis tradisonal, karismatik dan militeristik  Sejarah Asia menunjukkan kuatnya karakter kepemimpinan di Asia, berhubungan negatif dengan pola demokratisasi  Sukarno, Unu, Gamal Abdul Nasser, Jawaharal Nehru, Ferdinand Marcos, Lee Kuan Yew, LEBIH sebagai regim Otoriter daripada regim yang demokratis

Bagaimana membangun transformasi kepemimpinan yang kuat, namun menjunjung nilai-nilai demokrasi dan kolegialitas

 Iran, 1979, krisis identitas akibat teralienasi budaya Syiah, muncul elit kharismatik Ayatollah Khoemeini, dan melahirkan pelembagaan politik demokrasi  Pakistan, 1989, krisis politik dan ekonomi akibat tekanan eksternal, muncul elit kharismatik yang menggandalkan politik dinasti,Benazir Bhutto, dan belum menghasilkan pelembagaan politik demokrasi  Filipina, 1988, krisis politik nasional akibat kemunduran ekonomi, muncul elit Cory Aquino yang menggantikan posisi politik Ninoy Aquino, dan belum menghasilkan pelembagaan politik demokrasi  Indonesia, 1998, krisis nasional akibat tekanan ekonomi internasional, muncul elit kharismatik Gus Dur, menghasilkan pelembagaan politik demokrasi namun dengan sirkulasi elit yang terbatas. (loe lagi loe lagi)

 Mensitir Donald K. Emmerson, masalah kepemimpinan di Indonesia merujuk kepada 2 kompetensi besar;  Solidarity maker, terkait dengan upaya membangun integritas nasional yang kokoh  Administrative maker, terkait dengan kapasitas mengelola sumber daya alam yang tersebar

 Solidarity maker membutuhkan keunggulan psikologis,karisma, dan kenegarawanan.  Mengambil contoh Ayatollah Khoemeini, pemimpin ini dilahirkan, dijaga, dan diberikan ruang oleh masyarakat, sehingga kemudian mendapatkan posisi yang sangat kuat dalam tradisi syiah sebagai Marja’I Taklid.  Bagaimana dengan para elit dengan kompetensi solidarity maker kita?

 Elit-elit yang memiliki kompetensi sebagai solidarity maker seringkali justru berperan sebagai trouble maker.  Elit-elit solidarity maker masih menempati maqam politik Thariqat, harusnya menempati ruang hakekat dan makrifat, dalam bentuk masih berusaha mencari jati diri, berevolusi, masih berkeinginan memasuki wilayah low politic sehingga pilihan kebijakannnya belum mencapai derajat “wisdom”, namun masih menempati posisi “policy”.

 Administrative maker membutuhkan keunggulan tehnis dan jaringan, dinamis, negosiator ulung, konseptor.  Mengambil contoh Fidel Ramos, yang mampu meningkatkan derajat perekonomian Filipina setelah dalam 10 tahun terakhir terpuruk dengan pembuatan kebijakan internasionalisasi karakter budaya filipina, meskipun dalam tataran minimal; dengan meneruskan kebijakan Inggrisasi bahasa filipina.  Atau kebijakan Mahathir Muhammad, untuk merubah tradisi jam waktu. Jam waktu di malaysia mendahului jam waktu di Singapura, bahkan Indonesia.  Dalam bentuk konseptor, kapasitas administrative make harus mampu merubah “mental block” masyarakat, dari masyarakat yang tidak berdaya menjadi masyarakat yang berdaya.  Bagaimana dengan para elit dengan kompetensi administrative maker kita ?

 Administrative maker cenderung didefinisikan dengan pengalaman di birokrasi, dan aktivitas di belakang meja, di bawah meja dan bukan di atas meja.  Administrative maker bukan menjadi penjaga birokrasi yang rasional dan effektif, namun justru menjadi penjaga mental korupsi