Jaringan Komputer I Materi 4 Lapis Datalink.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Konsep Jaringan Komputer
Advertisements

TEKNIK KOMUNIKASI DATA DIGITAL
TCP mengatur aliran data gram dari lapisan di atasnya (lapisan aplikasi) hingga lapisan IP, sebagaimana datagram yang datang dari lapisan IP hingga ke.
Data Link Control.
Internet & Jaringan Komputer
Konsep Dasar Protokol Jaringan
TUGAS BU RATNA #PERTEMUAN 9
MEDIUM ACCES Control SUBLAYER
Aplikasi Teknologi Informasi Dalam Pendidikan
LOCAL AREA NETWORK – LAN
Data link control Beberapa hal yang diperlukan untuk mengefektifkan komunikasi data: Sinkronisasi frame Kendali Aliran Kendali kesalahan Pengalamat Kendali.
CIRCUIT SWITCHING AND PACKET SWITCHING
DINI OKTARIKA, S.KOM 1 KOMUNIKASI DATA.  Komunikasi berasal dari bahasa Latin yaitu Communicare atau Communis yang berarti menjadi milik bersama.  Komunikasi.
Lapisan Session ( Session Layer ).
Budi Apriyanto, S.Kom Object-Oriented Programming Komunikasi Data Budi Apriyanto, S.Kom
Pertemuan-3. Data Link Layer
Pertemuan-2 Referensi OSI
Flow Control.
Error detection.
Data Link Layer BAB 3.
Pertemuan-10. Transport Layer Protocol
Jaringan Komputer Materi 4 Lapis Datalink.
Jaringan IP.
REVOLUSI KOMUNIKASI KOMPUTER
Jaringan Komputer Materi 1 Pendahuluan.
Bab 3 Local Area Network ABDILLAH, S.Si, MIT.
Data Link Layer.
Prolog Ketika dua komputer meletakkan sinyal di atas media transmisi (mis. kabel) secara bersamaan, maka kondisi yang disebut sebagai "collision" (tabrakan)
Jaringan Komputer Data Link Control.
Transport Layer Protocol
Deteksi dan koreksi error
Local Area Network ASRINAH_ _PTIK_A.
Pengkodean dan Error Control
Data Link Layer. Pendahuluan Keterbatasan layer 1 ◦ Layer 1 hanya berhubungan media, sinyal dan bit stream yang travel melalui media ◦ Layer 1 tidak dapat.
DATA LINK CONTROL.
Pembahasan Broadcast Internet layer Internet Control Message Protocol
Teknik Penyaluran Sinyal
JARINGAN KOMPUTER Chandra Hermawan, M.Kom.
Jaringan Nirkabel Bab #6 – MAC Layer.
Versi : 1 Revisi : Halaman : 1 Dari : 21
Materi 6 Lapis Transport
LAPIS DATALINK.
Transmisi data digital
Jaringan Komputer I Materi 9 Protokol WAN.
Pertemuan-2 Referensi OSI
ERROR CORRECTION.
Jaringan Komputer Materi 4 Lapis Datalink.
Bab 6 Konsep Data-Link Layer
Bab 12 Transport Layer Abdillah, MIT.
Bab 9 Transport Layer Abdillah, MIT.
OSI MODEL.
TEK3505 JARINGAN KOMPUTER KONSEP DATA-LINK LAYER Abdillah, MIT
Data Link Layer.
Data Link Protocol Data Link Protocol / Data Link Control adalah bab yang membahas tentang pengiriman signal melalui transmisi link dalam sebuah jaringan.
Keamanan Informasi dan Administrasi Jaringan
DATA LINK LAYER (1).
FLOW control & ERROR CONTROL
Protokol Data Link Control
LOCAL AREA NETWORK – LAN
Data Link Layer: Automatic Repeat Request (ARQ)
Jaringan Komputer.
DATA LINK II.
Jaringan Komputer I Materi 1.
Model Referensi OSI.
BAB I                       Mata Kuliah  Sistem Terdistribusi _______________________ Komunikasi Oleh : Laseri, S.Kom.
Keamanan Informasi dan Administrasi Jaringan
DATA LINK CONTROL.
ARSITEKTUR DAN PROTOKOL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA
OSI Model Data Link Layer
Transcript presentasi:

Jaringan Komputer I Materi 4 Lapis Datalink

Terminologi Fisik Jaringan Node Link Terminal Jaringan

Link Jalur yang menghubungkan antar 2 elemen jaringan (node-node atau terminal-node) Kumpulan link (+ node-node) = jaringan Fungsi link sangat vital, maka OSI menetapkan protokol lapis 2 (datalink) Datalink = mengatur agar komunikasi di link tersebut berjalan benar dan lancar Tidak ada keharusan jenis link dalam jaringan sama = boleh memilih teknologi link (fisik maupun protokol) untuk setiap link Terdapat 2 macam link : link fisik dan link logik (contoh: virtual path yang terdiri atas virtual channel)

Tugas Datalink Pembukaan hubungan dan penutupan hubungan Melakukan kendali atas kesalahan yang mungkin terjadi : tool  pariti, crc, dll Melakukan pengendalian banyaknya data yang dikirim  untuk menghindari kemacetan (kongesti) : tool  sliding windows dll Dan lainnya (optional : tambahan untuk protokol datalink tertentu)

Proses Hubungan Di Link Ada 2 jenis proses hubungan di link : Memerlukan connection setup Hubungan langsung Connection setup Ada banyak path yang bisa dipilih Untuk hubungan yang sangat handal Tersedia berbagai pilihan kecepatan komunikasi Tanpa pilihan jalur dan kecepatan komunikasi Point-to-point connection

Metoda Deteksi Kesalahan Agar bisa melakukan kendali kesalahan, syarat mutlak yang harus ada adalah adanya mekanisme deteksi kesalahan Beberapa metoda yang umum digunakan: Pariti  paling sederhana CRC  lebih sulit, meminta kemampuan komputasi Checksum  operasi word

Proses Deteksi Kesalahan Bit E dan E’ dibandingkan di penerima, jika tidak sama maka dilakukan retransmisi.

Deteksi Kesalahan Definisi nilai probabilitas dalam transmisi frame: Pb = BER  probabilitas suatu bit salah P1  probabilitas sebuah frame tiba tanpa kesalahan P2  probabilitas frame tiba dengan 1 atau lebih bit salah tak terdeteksi P3  probabilitas sebuah frame tiba dengan 1 atau lebih bit salah yang terdeteksi F=jumlah bit per frame Jika tidak ada fasilitas pendeteksi kesalahan, maka P1 = (1 - Pb)F P2 = 1 - P1 P3 = 0 Kode pendeteksi kesalahan adalah bit-bit tambahan yang diikutkan pada suatu frame, dihitung sebagai fungsi dari bit-bit dalam frame tersebut

Pariti Penambahan 1 bit sebagai bit deteksi kesalahan Terdapat 2 jenis pariti : genap dan ganjil Pariti genap = jumlah bit 1 dalam kode adalah genap Pariti genap = d1 xor d2 xor ….. Dn Pariti ganjil = jumlah bit 1 dalam kode adalah ganjil Pariti ganjil = (d1 xor d2 xor ….. Dn) xor 1 Sistem sederhana dan mudah dibuat hardwarenya (di PC digunakan IC 74LS280) Tidak mampu mendeteksi kesalahan bit genap  peluang benar deteksi kesalahan hanya 25% (peluang salah mutlak 50% + peluang salah deteksi 25%)

Cyclic Redudancy Check: Sisi Penggirim Merupakan hasil operasi pembagian biner dengan suatu pembagi tertentu (generator polinomial) Pembagi : Dn Dn-1 …D1 Deretan bit : b1 b2 b3 …. bm Operasi : (b1 b2 b3…bm)n-1 / Dn…D1  sisa (Rn-1…R1) Dikirim b1 b2 b3…bm Rn-1…R1

Cyclic Redudancy Check: Sisi Penerima Oleh penerima dilakukan operasi yang sama b1 b2 b3…bm Rn-1…R1 / Dn…D1  sisa (rn-1…r1) Data benar jika rn-1…r1 = 0 Data salah jika rn-1…r1 ≠ 0 Pembagi standar internasional CRC-16  11000000000000101 CRC-ITU  10001000000100001 CRC-32  100000100100000010001110110110111 Jika diperlukan pembagi boleh tidak menggunakan standar ini asal memenuhi: Diawali dan diakhiri dengan bit 1 ( 1xxxxxx1) Jumlah minimum bit “1” : 3 bit Agar bisa mendeteksi jumlah bit kesalahan ganjil :harus habis dibagi oleh (11 = X + 1)

Contoh Perhitungan CRC Penerima Pengirim

Latihan 1. Diketahui suatu pesan 1101101101 dengan pola pembagi 110101. Tentukan FCS menggunakan menggunakan CRC-aritmatika modulo-2 Jika pada receiver diterima sebuah pesan 110110110100101. Tentukan apakah dideteksi adanya kesalahan? Buktikan dengan menggunakan CRC-polinomial!

Penggunaan : Pada Paket LAN (MAC) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Destination MAC Address Source MAC Address Protocol Data (46 – 1500 B) CRC-32

Checksum CRC memerlukan perhitungan xor sebanyak jumlah bit data  memerlukan kemampuan komputasi yang cukup besar Diciptakan metoda checksum (untuk mengurangi perhitungan) pada beberapa jenis transmisi tidak perlu kecanggihan CRC atau sudah melakukan CRC di lapis lain Cara perhitungan checksum: Data dibagi menjadi kelompok-kelompok 16 bit (word) Word pertama di xor dengan word kedua Hasil di xor dengan word ketiga, keempat, …sampai word terakhir (jika bit-bit terakhir tidak cukup untuk menjadi word, ditambahkan padding bit ‘0’ sampai membentuk word) Hasil akhir (16 bit) = checksum

Contoh perhitungan 1 DATA Padding Checksum

Pengguna Checksum: IP Header checksum Data  64 kB 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Priority (0-7) low high  “1” Version Header length (dword) Precedence D T R unused Total length Identification M Fragment offset Time to live (seconds) Protocol Header checksum Source IP address Destination IP address Option (0 word atau lebih) Data  64 kB

Pengguna Checksum: TCP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Source port Destination port Sequence number Acknowledge number Header length Reserved URG ACK PSH RST SEQ FIN Windows Checksum Urgent pointer Options Padding User data

Backward Error Control Kemampuan deteksi kesalahan digunakan untuk melakukan perbaikan kesalahan (error control) dengan cara meminta pengiriman ulang jika paket yang diterima salah Paket 1 X Paket 1 Kirim Ulang Paket 1 √ Paket 2

Backward Error Control: ARQ ARQ = Automatic ReQuest ARQ akan mengulang / tidak mengulang pengiriman data sesuai dengan feedback dari penerima Feedback dari penerima ACK = acknowledge  data diterima benar NAK = not acknowledge  data diterima salah

ARQ : Idle RQ 1 √ ACK 2 X NAK 2 t

Kasus 1: jika paket tidak sampai Error Detection ∆t ACK δt 1 Pengirim menunggu feedback sampai ∆t +δt, jika tidak ada respon maka pengirim harus mengirimkan kembali paket tersebut. Waktu tersebut disebut dengan waktu timeout

Kasus 2: feedback tidak sampai 1 √ ∆t ACK Diperlakukan sama dengan kondisi kasus 1 (time-out)

Kapankah pengirim mengirim ulang paket ??? Jika mendapat feedback NAK Jika timeout Jika mendapat feedback yang tidak dimengerti Kesimpulan : pengirim mengirim ulang paket  Jika tidak mendapat ACK

ARQ : Idle RQ “DIE HARD” ARQ Paket akan diterima terjaga urutannya Efisiensi saluran paling rendah Cocok digunakan untuk saluran transmisi yang sangat jelek kualitasnya (banyak error)

ARQ : Selective Repeat Hanya mengirim ulang untuk paket yang salah Paket diterima tidak berurutan Efisiensi saluran tinggi (dibandingkan idle RQ) 1 2 √ X X √ 3 1 4 ACK1 NAK2 5 NAK3 2 4 ACK4 3 5 6 2 3 6

ARQ : Go Back N Mengirim ulang mulai dari paket yang salah Paket akan diterima terjaga urutannya Efisiensi saluran lebih rendah dari Selective Repeat 1 2 √ X Don’t care 3 4 1 ACK1 NAK2 5 ? 2 ? 3 4 2 ACK2

Kasus Lain Go Back N 1 2 3 4 1 ACK1 2 ACK2 5 ACK3 3 6 NAK4 7 4 4 √ X Don’t care 3 4 1 ACK1 2 ACK2 5 ACK3 3 6 NAK4 7 4 4

Forward Error Control Backward EC menyebabkan delay pengiriman paket yang cukup besar tergantung dari berapa kali paket tersebut harus dikirim Untuk sistem transmisi jarak jauh dimana delay propagasi sangat besar (kelas detik, menit atau jam) BEC tidak bisa menjadi pilihan Juga untuk aplikasi multimedia, dimana ketepatan waktu kedatangan lebih utama dibandingkan dengan ‘kebenaran’ data, BER menyebabkan delay yang lewat batas toleransi waktu Dipergunakan Forward Error Correction (FEC) untuk memecahkan masalah ini FEC berprinsip dasar: penerima mampu membetulkan sendiri kesalahan data yang sudah diterima, karena selain menerima data juga menerima bit-bit redundansi yang diperlukan

Jenis-Jenis FEC Sederhana, menggunakan perhitungan pariti dasar Metoda FEC yang umum dikenal : Block Parity Hamming Code Turbo Code, RS Code, BCH Code Sederhana, menggunakan perhitungan pariti dasar Menggunakan pariti baris dan kolom sebagai sarana koreksi kesalahan Hanya mampu mengkoreksi kesalahan 1 bit, mampu mendeteksi kesalahan lebih dari 1 bit Efisiensi tergantung dari ukuran baris dan kolom yang digunakan, semakin banyak baris dan kolom akan semakin banyak bit pariti

Contoh Block Parity 1 √ X 

Hamming Code: Sisi Pengirim Menggunakan metoda matematik modulo 2 Disisipkan bit-bit pariti di posisi bit 2n : bit ke 1,2,4,8,16,32 dst Bit pariti dihitung dengan cara: P1 = d1 xor d2 xor d4 xor d5 xor d7 xor d9 dst P2 = d1 xor d3 xor d4 xor d6 xor d7 xor d10 dst P3 = d2 xor d3 xor d4 xor d8 xor d9 xor d10 dst P4 = d5 xor d6 xor d7 xor d8 xor d9 xor d10 dst P5 = d12 xor d13 xor d14 xor d15 dst Banyaknya bit pariti yang dibutuhkan tergantung jumlah bit datanya Sehingga deretan bit  P1 P2 d1 P3 d2 d3 d4 P4 d5 d6 d7 d8 d9 dst untuk ditransmisikan

Hamming Code: Sisi Penerima Setelah diterima dilakukan perhitungan H1 = P1 xor d1 xor d2 xor d4 xor d5 xor d7 xor d9 dst H2 = P2 xor d1 xor d3 xor d4 xor d6 xor d7 xor d10 dst H3 = P3 xor d2 xor d3 xor d4 xor d8 xor d9 xor d10 dst H4 = P4 xor d5 xor d6 xor d7 xor d8 xor d9 xor d10 dst H5 = P5 xor d12 xor d13 xor d14 xor d15 dst Jika disusun menjadi H5 H4 H3 H2 H1 dan terbaca : 00000 = 0  tidak ada kesalahan 00101 = 5  bit 5 (d2) salah 01001 = 9  bit 9 (d5) salah

Metoda FEC Lain Semua metoda FEC pada dasarnya menggunakan metoda matematik modulo 2 Metoda ini terus dikembangkan dengan tujuan: Mendapatkan kemampuan koreksi bit yang semakin banyak Dengan mengurangi jumlah bit pariti yang dibutuhkan Mampu melanjutkan komunikasi walaupun sempat terputus. Metoda yang umum digunakan: BCH Code Reed Solomon Code Convolutional Code Trellis Code Turbo Code

Kendali Aliran (Flow control) Fungsi lain yang diperlukan dalam mentransmisikan data di suatu link adalah kendali aliran Dibutuhkan terutama jika aliran data dari yang cepat ke yang lambat, dimana aliran data harus diatur agar penerima tidak overflow Mengatur aliran dengan cara: Start – stop Besarnya aliran Model Kendali Aliran Server Buffer Aliran data keluar Aliran data masuk

Dua Jenis Kendali Aliran Start-stop Aliran data diatur sesuai dengan permintaan pihak penerima, jika penerima merasa buffer penerimaannya penuh, maka ia akan mengirim sinyal stop ke pengirim, dan jika buffer penerimaannya kosong, ia akan mengirim sinyal start. Teknik ini sederhana, relatif mudah di implementasikan Teknik start-stop umum: RTS,CTS X-on,X-off Mengatur aliran Aliran data diatur berdasarkan besar bandwitdh saluran saat itu, teknik ini bekerja berdasarkan feedback dari penerima yang ‘mengukur’ laju data yang mampu dia terima. Relatif lebih rumit dari teknik start-stop Contoh : (sliding) window

Pengguna Kendali Aliran Pengguna utama adalah protokol lapis datalink (RS-232, RS-.., HDLC,…) Untuk teknik kendali aliran yang lebih canggih diterapkan di lapis atas seperti TCP (lapis transport)

Kendali Aliran di RS-232 Terdapat dua jenis kendali aliran yang bisa diterapkan di sistem komunikasi RS-232, yaitu teknik hardware dan teknik software RTS – CTS (hardware), digunakan saluran tambahan untuk mengkomunikasikan informasi kendali aliran, dirancang untuk berkomunikasi dengan modem yang lebih lambat dari interface RS-232. Koneksi fisik TX  RX  GND RTS CTS Pertukaran sinyal RTS Jika dijawab CTS maka TX jika tidak tunggu

Kendali Aliran di RS-232 Koneksi fisik Software (X-on, X-off), digunakan karakter-karakter tertentu untuk bertukar informasi kendali aliran Lebih sedikit membutuhkan koneksi fisik (2 kabel untuk satu arah komunikasi, 3 kabel untuk dua arah) Algoritma kerja disisi pengirim Tunggu X-ON Kirim TX Jika mendapat X-OFF, berhenti kirim Algoritma kerja disisi penerima Periksa buffer penerimaan Jika kosong kirim X-ON, jika penuh kirim X-OFF Koneksi fisik TX  RX  GND ----

Sliding window Teknik kendali aliran start-stop mempunyai kelemahan trafik yang terjadi menjadi diskrit (bisa juga bursty), menyebabkan naiknya peluang kongesti di jaringan, tidak cocok untuk komunikasi jarak jauh (melalui banyak link). Dikembangkan teknik pengendalian aliran yang lebih adaptif sesuai dengan kondisi jalur transmisi yang dilewati, sehingga data dapat ditransmisikan dengan jumlah yang ‘cukup’ tidak berlebih dan tidak kurang. Teknik ini meningkatkan efisiensi bandwidth yang pada ujungnya akan mengurangi terjadinya kongesti jaringan. Salah satu teknik yang sejak awal dibuatnya protokol internet adalah teknik sliding windows

Sliding window Window = angka jumlah pengiriman paket saat ini Window = 3  satu kali kirim maksimum 3 paket Cara kerja: Penerima akan menetapkan jumlah window terimanya berdasarkan tingkat keberhasilan penerimaan paket, kebijakan yang ditetapkan oleh lapis aplikasi, dll Pengirim kemudian akan mengirim paket sesuai dengan jumlah window yang ditetapkan penerima Pada TCP besarnya windows di’ikutkan’ ke paket arah pengirim dari pihak penerima  tidak perlu paket khusus, meningkatkan efesiensi transmisi

Besarnya window Untuk setiap algoritma ARQ yang telah dipelajari, ukuran window yang sesuai adalah: ARQ Window Kirim Terima Idle RQ 1 Selective Repeat N Go Back N

Implementasi Windows di TCP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Source port Destination port Sequence number Acknowledge number Header length Reserved URG ACK PSH RST SEQ FIN Windows Checksum CRC-16 Urgent pointer Options Padding

Implementasi Windows di TCP Disediakan 16 bit untuk windows (dari 0 sd 64k). Untuk TCP awal, windows dimulai dari 1, kemudian naik dua kalinya untuk setiap tahap pengiriman sampai maksimum yang ditetapkan penerima, jika terjadi kegagalan penerimaan sebelum mencapai maksimal tersebut, windows akan si set kembali menjadi 1. Disebut mekanisme Slow-Start TCP yang tentu saja untuk kondisi jaringan saat ini dianggap terlampau berhati-hati, sehingga dikembangkan berbagai mekanisme TCP lain untuk memperbaikinya: TCP-Reno, TCP-Vegas, dll

Pengaruh Ukuran Windows Terhadap Proses Pengiriman Paket

Perhitungan Waktu Transmisi Paket Suatu transmisi data di link memerlukan waktu. Penggunaan ARQ menyebabkan waktu transmisi adalah sama dengan waktu dari mulai paket dikirim sampai dengan waktu diterimanya ACK oleh pengirim Komponen waktu transmisi bisa dihitung dengan penyerhanaan sebagai berikut:

Perhitungan Waktu Transmisi Paket Paket t1 t2 0-t1 = waktu propagasi t1-t2 = waktu paket (waktu pengeluaran bit 1 sampai terakhir) t2-t3 = waktu deteksi t3-t4 = waktu paket ack t4-t5 = waktu propagasi Err Det t3 ACK t4 t5 t

Perhitungan Waktu Transmisi Paket Waktu propagasi = waktu yang diperlukan untuk 1 bit menempuh jarak pengirim-penerima  tpro = jarak/kecepatan Waktu paket = waktu yang diperlukan untuk mengeluarkan semua bit pada paket tersebut  tpac = panjang paket (bit)/bitrate

Perhitungan Waktu Transmisi Paket Waktu deteksi = waktu yang dibutuhkan oleh penerima untuk menentukan paket yang diterima benar atau salah  tdet = f(metoda,kecepatan komputer) undefined (semakin hari semakin cepat) (kelas ns) Waktu paket ack  tack = panjang paket ack/bitrate ttotal = 2tpro + tpac + tdet + tack

Contoh kasus: Interface E : 10 Mbps, Paket 1512B, 100m, Ack 16B ttotal ??? Tx Rx a = 2.75e-4 U = 0.98898 tpro 3.33333E-07 s 0.000333 ms 0.333333333 us 333.3333 ns tpak 0.0012096 1.2096 1209.6 1209600 tack 0.0000128 0.0128 12.8 12800 tdet 0.00000001 0.00001 0.01 10 ttotal = 0.001223077 1.223077 1223.076667 1223077

Contoh kasus lain: Satelit : Geosat : 36000km E1 : 2Mbps Paket : 1000b, Ack : 40b T total ??? U = 0.00207 a = 240 tpro 0.12 s tpak 0.0005 tdet 20 ns tack 0.00002 ttotal 0.24052002

Rumus Hasil Penyederhanaan Didapatkan dari kedua contoh kasus, waktu total transmisi paket didominasi oleh waktu paket atau waktu propagasi tergantung dari jarak transmisi, sedangkan waktu deteksi sangat bergantung pada kecepatan perhitungan penerima yang cenderung semakin kesini semakin cepat, waktu ack relatif dapat diabaikan karena panjang paket ack jauh lebih kecil dari panjang paket data. Sehingga : ttotal ≈ 2 tpropagasi + tpaket

Variabel a Untuk memudahkan penulisan rumus dan memperlihatkan suatu variabel penentu hasil perhitungan utilitas link, maka dibuatlah variabel a Dengan: a = tpro/tpak

Kasus a = 1 a = 1, menyatakan gejala fisik saluran akan penuh oleh paket, dalam arti bit pertama mulai diterima saat bit terakhir dikirim Terjadi jika waktu untuk mengasilkan paket sama persis dengan waktu propagasi Tx Rx t tpro = tpak

Kasus a > 1 a > 1, menyatakan gejala fisik saluran akan sebagian kosong, dalam arti paket telah selesai dihasilkan saat bit pertama diterima Terjadi jika waktu untuk mengasilkan paket lebih kecil dari waktu propagasi Tx Rx t tpro > tpak

Kasus a < 1 a <1, menyatakan gejala fisik saluran akan penuh oleh paket lebih lama dari waktu propagasinya Terjadi jika waktu untuk mengasilkan paket lebih lama dari waktu propagasi Tx Rx t tpro < tpak

Utilitas Link Penggunaan ARQ menyebabkan tidak mungkinnya saluran fisik tergunakan 100% (utilitas link = 1) untuk mengirim paket data, terdapat waktu yang terbuang (tidak dipakau mengirim data) untuk pengiriman ARQ dan karena variabel a pada link tersebut Definisi: utilitas link = waktu efektif (yang betul-betul digunakan) paket dari waktu total pengiriman paket Atau : rasio perbandingan waktu paket dengan waktu total pengiriman paket U = tpak / ttotal U = tpak / N(2tpro + M*tpak) N: banyaknya pengulangan M: banyaknya paket 1 x kirim IdleRQ(tanpa error)  U = 1 / (2a+1)  Umaks = 1 , jika a <<

Pengiriman Ulang Paket Kapankah pengiriman paket harus diulang? Jika tidak sampai (1) Jika ada error bit (2) Kasus (1) susah dianalisis, kasus ke (2) lebih mudah  ada ilmu statistik utk analisis Pengiriman ulang utamanya disebabkan oleh parameter Bit Error Rate (BER) pada saluran tersebut. BER adalah besaran statistik yang menyatakan peluang error bit di suatu saluran transmisi, disebabkan oleh banyak faktor, baik faktor alam maupun faktor perangkat yang berpengaruh pada kondisi saluran

Parameter BER BER = 1e-3 berarti terjadi rata-rata 1 bit error untuk setiap 1000 bit 1 bit atau >1bit error akan menyebabkan paket tersebut dinyatakan error Yang menyebabkan paket error bisa 1,2,3,atau lebih Pe(paket) = Pe(1) + Pe(2) + Pe(3) + … Pe(n) = 1 – Pe(0)

Binomial n k pk (1-p)n-k n k P(k) = dengan Perhitungan peluang error paket Pe(k) menggunakan binomial n k pk (1-p)n-k P(k) = n k = n! / k!(n-k)! dengan

Contoh Perhitungan BER Berapakah peluang error paket 1000 bit jika diketahui BER = 10-5 ?? Bisa dihitung sebagai Pe(paket) = 1 – Pe(0) = 1 – 1.1.(1-BER)1000 = 1 – 0.99004978 = 0.00995 (Setiap 100 paket rata-rata 1 paket error) Setara : Pe(paket) = BER * panjang paket  syarat abs(pangkat BER) >> panjang paket

Contoh Lain Perhitungan BER Berapakah peluang error paket 1000 bit jika diketahui : BER = 10-5 dan error yang terjadi untuk setiap paket maksimum 3 bit?? Bisa dihitung sebagai Pe(paket) = Pe(1) + Pe(2) + Pe(3) = 9.9e-3 + 4.94e-5 + 1.64e-7 = 9.95e-3

Hubungan Pe(paket) Dengan ARQ Pe(paket) menentukan berapa kali pengiriman ulang !! Pe(paket) = 1/2  N (rata-rata banyaknya pengiriman suatu paket agar diterima dengan benar) = 2 Pe(paket) = 1/3  N = 3/2 Pe(paket) = 1/4  N = 4/3 N = 1 / (1 – Pe)

Pengaruh Ke Parameter U Dikarenakan ada pengiriman ulang sebanyak N kali, maka rumus perhitungan parameter U mengalami revisi menjadi: U = 1 / (N(1+2a)) atau U= (1-Pe) / (1+2a)

Contoh Perhitungan U Satelit : Geosat : 36000km E1 : 2Mbps Paket : 1000b, Ack : 40b BER = 10e-5 a = 240 U(tanpa error) = 0.00207 tpro 0.12 s tpak 0.0005 tdet 20 ns tack 0.00002 ttotal 0.24052002 U = (1-Pe) / (1+2a) = (1-10e-5*1000)/(1+480) = 0,99/481 = 0.00205821

SR: Analisis Perhitungan: Tanpa Error Satelit : Geosat : 36000km E1 : 2Mbps Paket : 1000b, Ack : 40b U ?? t5 sd t6 = tpak t total’ = t total + t pak t pak’ = 2 * t pak U = t pak’ / t total’ = 2 t pak / (2 t pro + 2 t pak) = 2 /(2+2a) Tetapi dalam perhitungan umum rumus tersebut diubah menjadi: U = 2 / (1+2a)  U = K / (1+2a) ; K = jumlah paket Dipaksakan karena tpro >> tpak; bukti : a = 240 Didapat peningkatan U = 0.00416 dibandingkan 1 paket U = 0.00207 Paket Paket t1 t2 t3 ACK t4 ACK t5 t6

Selective Repeat Tanpa Error Dengan analisis yang sama, didapatkan untuk mekanisme ARQ selective repeat utilitas jaringan menjadi:

Selective Repeat dengan Error Dengan analisis yang sama, didapatkan untuk mekanisme ARQ selective repeat utilitas jaringan menjadi:

Go Back N Sedangkan untuk Go Back N analisisnya jauh lebih rumit dikarenakan adanya pengiriman ulang paket dalam jumlah besar. Didapatkan utilitas link memenuhi rumus: Catatan : Pe = 1 – (1-BER)^(n-k)

Soal Latihan Paket-paket 1000bit dikirim melalui datalink 100km dengan lajudata 20Mbps. Jika kecepatan propagasi link 2*108 m/detik dan BER 4*10-5. Hitung utilisasi link, jika: Idle RQ Selective Repeat dengan K=10 Go Back N dengan K=10 IRQ = 0.046 SR=0.46 GBN=0.336 Contoh 4.3 Halsall hal 40

Solusi Tpro= L/V = 100 km /(2*105 kmps) = 500 us Tpaket = P/Bitrate = 1000 bit / 20 Mbps = 50 us a = tpro/tpaket = 500 us / 50 us = 10 Pe = 1 – Pe(0) ≈ (1000*4*10-5) ≈ 0,04 IdleRQ : U = 1 / N(1+2a) = (1 – Pe)/(1+2a) = 0,96 / 21 = 0,0457 SR : U = K (1 – Pe)/(1+2a) = 9,6 / 21 = 0,4571 GBN : U = K (1 – Pe)/ (1+2a)+(1+2a)Pe(K-1) = 10 (0,96)/(21+21(0,04(10-1))) = 9,6 / (21 + 7,56) = 0,3382

Kesimpulan ARQ Yang paling efisien (Utilitas link lebih tinggi) = Selective Repeat Yang paling tidak efisien = Idle RQ Utilitas link = f(metoda,BER,panjang paket, jumlah paket sekali pengiriman)

HDLC High-level Data Link Control Protokol datalink standar ISO untuk hubungan P2P dan M2P Hampir semua protokol datalink merupakan ‘turunan’ dari protokol ini Mendukung komunikasi full-dupleks dan dapat dengan mudah dikembangkan untuk hubungan multipoint dan jaringan komputer Istilah lain (custom) : IBM-SDLC,ANSI-ADCCP Turunan = modifikasi, subset, superset Synchronous DataLink Control Advances Data Communications Control Procedure

Proses Komunikasi HDLC - HDLC : proses komunikasi, format

`

Format Frame HDLC

LAN Local Area Network Area jaringan sekitar 100 m atau lingkup ruangan Satu kabel/media transmisi Satu kanal/frekuensi/panjang gelombang Bagaimana mengatur akses media?

Mengatur akses Pilihan 1: TDM Pilihan 2: FDM Pilihan 3: PDM Berapa lebar slot? Berapa slot yang harus disediakan? Sifat trafik data bursty  waktu giliran? Pilihan 2: FDM Tidak bisa, alat terlampau sederhana Pilihan 3: PDM Pilihan 4: CDM Saat itu teknologi komputasi untuk CDMA belum ada

Jawaban Digunakan TDM(?) yang dimodifikasi Sistem akses seperti TDM tetapi tidak tergantung lebar slot dan banyak slot Mekanisme : dibiarkan rebutan, yang lebih dahulu  menguasai media Biar semua kebagian : Diatur panjang paket maksimum 1500 byte (setara dengan 12000b /10Mbps = 1,2 ms) Ada waktu random dari ‘melihat’ media kosong sampai keputusan mengirim paket Disebut mekanisme CSMA (Carrier Sense Multiple Access)

CSMA Pihak yang akan mengirim paket wajib mensense (mendeteksi) apakah di saluran (media) ada sinyal (sedang ada paket)  Carrier Sense Jika kosong, harus menunggu selama waktu random yang ditentukan baru boleh mengirim paket

CSMA modifikasi Masalah :CSMA masih menyisakan kemungkinan tabrakan (ada 2 atau lebih yang menggunakan waktu random yang sama) Solusi : 1. Biarkan tabrakan, tapi di tindak lanjuti (Collision Detection) 2. Jangan biarkan tabrakan (Collision Avoidance)

Solusi 1 : CSMA/CD CD = Collision Detection Pihak pengirim paket wajib memonitor paket, jika terjadi tabrakan  pengirim wajib mengirim sinyal perusak agar semua pihak dijaringan tahu terjadi tabrakan Pengirim melakukan kembali CSMA

Algoritma CSMA/CD

Solusi 2 : CSMA/CA CA = Collision Avoidance

Algoritma CSMA - CA

Masalah Kedua : Pengalamatan Solusi : manusia  nama , mesin  alamat Alamat yang bagaimana? Idealnya : alamat harus beda Sebeda apa? Paling tidak berbeda pada satu kelompok Jurus yang dipilih untuk LAN : benar-benar beda (unik)  MAC address Bagaimana caranya biar unik? Dibuat dua bagian alamat : Bagian pertama (XX-XX-XX) ditentukan oleh suatu badan Bagian kedua (YY-YY-YY) ditentukan oleh pabrik pembuatnya 48 bit = XX-XX-XX-YY-YY-YY

Syarat bisa berkomunikasi di LAN Tahu MAC Address tujuan Kirim paket pertanyaan broadcast (10.14.xx.255) Siapa yang beralamat 10.14.xx.yy Balasan 10.14.xx.yy = xx-xx-xx-yy-yy-yy Protokol ARP (address resolution protocol)

MAC (medium access control) Digunakan pada LAN dan turunannya (IEEE 802.xx) Contoh untuk IEEE 802.3 (ethernet) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Destination MAC Address (6 bytes) Source MAC Address (6 bytes) Option/Protocol (2 bytes) Data (up to 1500 bytes) CRC-32 (4 bytes)

Standar Protokol LAN IEEE802