PROGAM STUDI KIMIA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2015

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS PADJADJARAN
Advertisements

Modified Atmosphere Packaging (MAP)
Pencemaran Udara Pertemuan ke-8.
Presented by : Nadia Anisah Tahani
PENGARUH PENAMBAHAN LAKASE DARI JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TEH HIJAU Oleh : Agustran Nagara Rahimi ( )
Dipresentasikan pada SEMINAR NASIONAL KIMIA DAN PENDIDIKAN KIMIA atas kerjasama UNS-Undip-Unnes Surakarta, 22 November 2008 Oleh: Didik Setiyo Widodo,
EFEK TEMBAGA TERHADAP PERTUMBUHAN MIKROALGA LAUT, Isochrysis sp
DAMPAK PADA KUALITAS UDARA
ANALISIS OBAT HERBAL: SIRIH
Kandungan Zat dalam Jeruk Nipis
ANALISIS SENYAWA – SENYAWA POLIFENOL DAN PENGARUH AKTIFITAS MIKROBIOLOGI DARI FERMENTASI BIJI COKLAT SERTA MENINGKATKAN KUALITAS COKLAT Bhayu Gita Bhernama,
ABDULLAH KAMAL, UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA SENYAWA HASIL REAKSI HIDRASI KARIOFILENA PADA ESCHERICIA COLI DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS.
UJI EFEKTIFITAS MINYAK ATSIRI CENGKEH UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN LUMUT KERAK (LICHENES) PADA BENDA CAGAR BUDAYA BATU Diajukan oleh: DYAH YEKTI INDRAJATI.
PENGARUH PENGERINGAN DAN FERMENTASI TERHADAP KUALITAS MINYAK NILAM MENGGUNAKAN TEKNIK DESTILASI WATER BUBBLE Oleh : VISIA QODRILAH ( ) PROGRAM.
EKSTRAKSI MINYAK DAUN NILAM MENGGUNAKAN METODE FERMENTASI-DESTILASI WATER BUBBLE Oleh : Mita Herliana ( ) PROGRAM STUDI KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA.
Oleh : Astried Sunaryani Pembimbing : Dr Indra Noviandri
Disusun oleh: Irma Nuril M.
Analisis Cr3+ dan Cr6+ menggunakan spektrofotometri UV-Vis
Eko Suhartono Bag. Kimia/Biokimia Fak. Kedokteran UNLAM
CITA RASA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MINUMAN
PENENTUAN LOGAM MANGAN(II) DALAM AIR ALAMI MENGGUNAKAN R-FIA
Pengembangan Metode Prakonsentrasi dengan Teknik Injeksi Alir untuk Analisis Cu2+ dan Pb2+ dalam Air Aliran Sungai Citarum dan Waduk Saguling Oleh : Sita.
PRESENTASI TENTANG LINGKUNGAN HIDUP
Pengendalian pertumbuhan mikroba
SIDANG TUGAS AKHIR ANALISIS PARAMETER MUTU DAN KADAR FLAVONOID PADA PRODUK TEH HITAM CELUP Disusun oleh: Akbar Maulana Pembimbing Utama.
ISOLASI MINYAK ATSIRI Laela Hayu Nurani. ISOLASI MINYAK ATSIRI Laela Hayu Nurani.
PENYEBARAN DAN PENGELOLAAN PESTISIDA
Oleh : Listiana Nurwati ( )
Oleh Nama : Arif Tri Hangga NRP :
Teknologi minyak atsiri dan kosmetik
PROGAM KREATIVITAS MAHASISWA   PEMANFAATAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa L) SEBAGAI STIMULATOR PENINGKAT PRODUKSI GETAH KARET (Hevea brasiliensis)
K ARANG AKTIF.
Asistensi Praktikum Fitokimia
Mengatasi rasa mual dan muntah
Oleh : Risti Triana Bahroen
TEKNOLOGI PENGOLAHAN PIKEL
OLEH : TRI AYULOKASARI O5O3O3O44/ ILMU TANAH
Fakultas Sains dan Teknologi
Uji Kualitas Enzim Lilis Hadiyati.
Laporan Kemajuan Perbandingan Pembuatan Sediaan Herbal Melalui Sediaan Farmasi Indonesia dengan Traditional Chinese Medicine (TCM) Berbasis Aktivitas.
PENGEMBANGAN LABORATORIUM KIMIA BALAI BESAR KIMIA DAN KEMASAN
POLUSI UDARA.
Pada pamelo masih dianggap tidak berbiji jika jumlah biji per buah kurang dari 10. Tanaman disebut potensial menghasilkan buah tidak berbiji, bila dalam.
Aktivitas Antioksidan dan Toksisitas Senyawa Bioaktif dari Ekstrak Rumput Laut Hijau Ulva reticulata Dita Firgiawati G Departemen Biologi.
SENYAWA FENOLIK, ANTIOKSIDAN DAN FLAVONOID PADA SERAI (Cyimbopogon citratus Stapf) TP HORTI 11.
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas pelajaran Aplikasi Komputer
ANALISIS BAHAN PENGAWET ALAMI PADA MINUMAN
PRESENTASI PKM PENELITIAN
TEKNOLOGI SEDIAAN BAHAN ALAM PEMBUATAN MASKER GEL PEEL OFF LYCOPEN
Asal sampel dan jenis bunga
ANALISIS LAJU KOROSI BAJA TAHAN KARAT SPA-c PADA DINDING SAMPING KERETA API DI BALAIYASA MANGGARAI PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) Oleh: SYAEFUL AHMAD.
PERUBAHAN SIFAT BENDA PELAPUKAN
OBAT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH
PENGENDALIAN MIKROORGANISME
Penulis : Dwi Halimah ( ) Teknik Industri 2013
SENSITVITAS BAKTERI kuliah 7,8,9
Assalamualaikum Wr.Wb Dhea Kanzela
Imtihana Rosidatul Ummah
SISTEM PENCERNAAN MAKANAN. Oleh : M. Ma’ruf Habibi Zat Makanan.
MASSA JENIS.
Laporan Kemajuan Perbandingan Pembuatan Sediaan Herbal Melalui Sediaan Farmasi Indonesia dengan Traditional Chinese Medicine (TCM) Berbasis Aktivitas.
S ENYAWA METABOLIT SEKUNDER Andri Kurnia R Rizki Annur.
SIFAT FISIKO KIMIA METIL ESTER OLEIN SAWIT
Pengamatan Lebar bedengan (m) Tinggi tanaman:   2 MST 11,57a
PEMCEMARA N LINGKUNGA N. Perhatikan gambar dibawah ini.
PENGANTAR TOKSIKOLOGI INDUSTRI
Amati Gambar Berikut!. Tanah dan Kehidupan Kompetensi Inti 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% RIMPANG KUNYIT “ Curcuma domestica Val.” TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM.
SALEP LUKA BAKAR. LATAR BELAKANG Salep merupakan salah satu bentuk sediaan farmasi yang digunakan pada kulit, yang sakit atau terluka dimaksudkan untuk.
Kikie Trivia Amalia( ) Mimi Salmawati( ) ‘Urfa Zakiyya ‘Uyunin ( )
Transcript presentasi:

PROGAM STUDI KIMIA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2015 UJI EFEKTIVITAS MINYAK ATSIRI BIJI BALA (Myristica fragans houtt) UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN LUMUT KERAK (Lichenes) PADA CAGAR BUDAYA BATU Disusun oleh: Rina Andriyani PROGAM STUDI KIMIA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2015

Latar Belakang 1 Indonesia mempunyai beberapa benda cagar budaya warisan dari nenek moyang yang telah masuk dalam warisan dunia UNESCO seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Batik dan wayang. 2 Cagar budaya merupakan kekakayaan budaya bangsa yang sangat penting bagi pengembangan sejarah dan ilmu pengetahuan serta kebudayaan. 3 Benda cagar budaya harus dilindungi dari kepunahan dan kerusakan akibat proses alam seperti hujan asam, serangga, jamur dan mikroba lainnya. Jenis mikroba yang banyak tumbuh dibatuan yaitu lumut kerak (lichenes), jamur dan alga (Buferod et.al., 2003). 4 Lumut kerak merupakan tumbuhan yang dapat hidup dibatu. Dalam pertumbuhannya lumut kerak mengeluarkan zat yang bersifat asam yang dapat menghancurkan batu tempat hidupnya.

Lumut kerak (lichenes)

Lumut Kerak (Lichenes) Jamur Alga Lichen bisa hidup dibatang pohon, diatas gunung, atau diats batu besar yang polos. Lichen mempunyai sifat seperti jamur yaitu mampu menguraikan segala sesuatu

Minyak atsiri Biji Pala Senyawa dalam minyak atsiri biji pala merupakan kelompok senyawa fenolik yang dapat digunakan sebagai antimikroba/antijamur Minyak atsiri biji pala memiliki kemampuan dapat mematikan serangga , antijamur , antbakteri dan antioksidan yang kuat (Nurdjannah, 2007).Komponen utama yang terdapat dalam minyak biji pala adalah monoterpen hidrokarbon (alfa pinen, beta pinen) dan fenolik eter seperti miristisin dan safrol yang memiliki aroma pedas Miristisin merupakan komopenen penting dari minyak atsiri biji pala yang bersifat beracun dan dapat bertindak sebagai narkotik. Sedangkan Kamfena dan turunannya memilikisifat antibakteri, antijamur, dan insektisida yang kuat.

Tujuan Penelitian Menentukan sifat fisika dan komposisi kimia minyak atsiri biji pala yang dihasilkan dari hasil penyulingan. 1 Mengetahui efek minyak atsiri biji pala untuk menghambat pertumbuhan lumut kerak (Lichenes) pada cagar budaya batu. 2 Menentukan dosis yang optimum untuk menghambat pertumbuhan lumut kerak (Lichenes) pada cagar budaya batu. 3

SKEMA PENELITIAN Fisika Sampel minyak atsiri biji pala 1. Indeks bias Diuji karakteristik fisika dan Kimia Fisika 1. Indeks bias 2. Bobot jenis Kimia 1. Analisis logam Pb,Cr dan Cd dengan AAS 2. Analisis komponen Senyawa dengan GC-MS Uji Antijamur Pengaplikasian langsung pada batu yang ditumbuhi lichen Pengamatan Permukaan batu Setelah dioles menggunakan SEM

Preparasi Sampel Minyak Atsiri Biji Pala Konsentrasi minyak atsiri biji pala (%) Minyak atsiri biji pala (mL) Tween+akuades (10%) (mL) 10 1 0,1 9,9 5 0,5 9,5 1,0 9,0 15 1,5 8,5 20 2,0 8,0 25 2,5 7,5

Hasil dan Pembahasan UJI KARAKTERISTIK FISIKA MINYAK ATSIRI BIJI PALA Hasil Percobaan Mutu SNI Indeks bias (nD20) 1,485 1,470 - 1,497 Bobot jenis (gr/mL) 0,910 0,880-0,910 UJI KARAKTERISTIK FISIKA MINYAK ATSIRI BIJI PALA

Analisis Minyak Atsiri Biji Pala dengan GC-MS

Puncak Waktu retensi (menit) m/e Nama Senyawa Area (%) 2 4,654 37, 39, 53, 67, 77, 93, 105, 121, 136 α-pinen 13,16 3 5,177 27, 39, 43, 65, 77, 93, 107, 121, 136 β-phelladrene 12,53 4 5,265 27, 41, 53, 69, 79, 93, 107, 121, 136 β-pinen 11,43 15 8,279 27, 41, 43, 69, 71, 93, 111, 121, 136, 154 Terpinen-4-ol 15,15 19 13,190 27, 39, 53, 65, 77, 91, 103, 119, 131, 147, 165, 177, 192 Miristisin 13,58

Hasil analisis kandungan logam Pb,Cd dan Cr menggunakan SSA. Konsentrasi (mg/kg) Pb Tidak terdeteksi Cd Cr 6,093

IDENTIFIKASI JAMUR HASIL ISOLASI Penicilium sp

Hasil uji aktivitas antijamur minyak atsiri biji pala Konsentrasi minyak atsiri biji pala (%) Diameter zona hambat (mm) 1 6 5 6.5 10 7.5 15 20 11 25

Pengamatan lumut kerak setelah dioles menggunakan minyak atsiri biji pala 1% C E F D Pengamatan lumut kerak menggunakan minyak atsiri biji pala 1%. (a) Lumut kerak sebelum dioles minyak atsiri; (b) Pengamatan 24 jam; (c) Pengamatan 48 jam; (d) pengamatan 72 jam;(e) Pengamatan 96 jam; (f) Pengamatan 120 jam.

Pengamatan lumut kerak setelah dioles menggunakan minyak atsiri biji pala 5% c d e f Pengamatan lumut kerak menggunakan minyak atsiri biji pala 5%. (a) Lumut kerak sebelum dioles minyak atsiri; (b) Pengamatan 24 jam; (c) Pengamatan 48 jam; (d) pengamatan 72 jam;(e) Pengamatan 96 jam; (f) Pengamatan 120 jam.

Pengamatan lumut kerak setelah dioles menggunakan minyak atsiri biji pala 10% c d e f Pengamatan lumut kerak menggunakan minyak atsiri biji pala 10%. (a) Lumut kerak sebelum dioles minyak atsiri; (b) Pengamatan 24 jam; (c) Pengamatan 48 jam; (d) pengamatan 72 jam;(e) Pengamatan 96 jam; (f) Pengamatan 120 jam.

Pengamatan lumut kerak setelah dioles menggunakan minyak atsiri biji pala 15% c d e f Pengamatan lumut kerak menggunakan minyak atsiri biji pala 15%. (a) Lumut kerak sebelum dioles minyak atsiri; (b) Pengamatan 24 jam; (c) Pengamatan 48 jam; (d) pengamatan 72 jam;(e) Pengamatan 96 jam; (f) Pengamatan 120 jam.

Pengamatan lumut kerak setelah dioles menggunakan minyak atsiri biji pala 20% c d f e Pengamatan lumut kerak menggunakan minyak atsiri biji pala 20%. (a) Lumut kerak sebelum dioles minyak atsiri; (b) Pengamatan 24 jam; (c) Pengamatan 48 jam; (d) pengamatan 72 jam;(e) Pengamatan 96 jam; (f) Pengamatan 120 jam.

Pengamatan lumut kerak setelah dioles menggunakan minyak atsiri biji pala 25% c d e f Pengamatan lumut kerak menggunakan minyak atsiri biji pala 25%. (a) Lumut kerak sebelum dioles minyak atsiri; (b) Pengamatan 24 jam; (c) Pengamatan 48 jam; (d) pengamatan 72 jam;(e) Pengamatan 96 jam; (f) Pengamatan 120 jam.

Pengamatan lumut kerak setelah dioles menggunakan minyak atsiri biji pala 100% c d e f Pengamatan lumut kerak menggunakan minyak atsiri biji pala 100%. (a) Lumut kerak sebelum dioles minyak atsiri; (b) Pengamatan 24 jam; (c) Pengamatan 48 jam; (d) pengamatan 72 jam;(e) Pengamatan 96 jam; (f) Pengamatan 120 jam.

Pengamatan Lumut Kerak (Lichenes) Menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) Morfologi permukaan batu yang ditumbuhi lumut kerak setelah dioles dengan minyak atsiri biji pala perbesaran 100x Morfologi permukaan batu yang ditumbuhi lumut kerak dengan perbesaran 100 kali

Perbesaran 750 kali Sebelum dioles Setelah dioles

Kesimpulan 1. Komponen senyawa utama sampel minyak atsiri biji pala yang berada dalam jumlah yang besar berdasarkan hasil identifikasi menggunakan GC-MS ada lima yaitu: α-pinen 13,16% β-phellandrene 12,53% β-pinen 11,43% 1-Terpinen-4-ol 15,15% Miristisin 13,58% 2. Kandungan logam Cd dan Pb dalam sampel minyak atsiri biji pala tidak ada, sedangkan kandungan logam Cr dalam sampel minyak atsiri biji pala sebesar 6,093 mg/kg. Namun konsentrasi Cr yang terkandung dalam minyak atsiri biji pala tidak berpengaruh terhadap proses penghambatan lumut kerak. 3. Hasil uji aktivitas antijamur menujukkan zona penghambatan minyak atsiri yang paling optimum adalah pada konsentrasi 25% dengan zona hambat sekitar 20 mm, hal ini berarti dosis optimum yang dapat menghambat pertumbuhan lumut kerak adalah minyak atsiri biji pala konsentrasi 25%.

THANK YOU 