Dr.dr. Meliana Zailani, MARS Kuliah Corporate and Clinical Governance

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Disampaikan Dihadapan Mahasiswa S1. FK. UGM
Advertisements

I Sistem Kesehatan dan Sistem Kesehatan Nasional (Indonesia) serta kaitannya dengan Pendidikan Tenaga Profesi Kesehatan Sistem Pendidikan Nasional serta.
ANALISIS KEBIJAKAN PANGAN DAN GIZI
Applied Information System Project Management
PRAKTIK KEDOKTERAN YANG BAIK RULLYANTO WIRAHARDJA.
MANAJEMEN SEKOLAH KATOLIK
Standar Akreditasi Rumah Sakit KARS
PENGUNGKAPAN DAN TRANSPARANSI
Rantai efek peningkatan mutu pelayanan kesehatan
Information Systems, Organizations, and Strategy
RENCANA PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK (RPPL)
Internal, Operational, and Governmental Auditing
Control Objectives for Information and related Technology
10. Membangun Perusahaan Kelas Dunia
Membangun Perusahaan Kelas Dunia
1 Pertemuan 13 Mengatur dan Mengelola Teknologi Infromasi secara Efektif dan Efisien Matakuliah: H0402/PENGELOLAAN SISTEM KOMPUTER Tahun: 2005 Versi: 1/0.
TEORI ORGANISASI DAN MANAJEMEN PENGETAHUAN
Sofyan abdurahman .E Kelas B
Analisis masalah mutu pada sistem mikro aims of patient and community experience  Safety  Effectiveness  Patient centeredness  Timeliness.
Pertemuan 25 EVALUASI DAN MANAJEMEN PROYEK Matakuliah: S0174/Evaluasi dan Manajemen Proyek Tahun: 2006 Versi: 1.
RISK BASED AUDIT (Audit Berbasis Risiko)
International Patient Safety Goals
Materi. Introduction In this discussion the appliaction of maintainability to the design process is addressed. The maintainability design process is similar.
The Balanced Scorecard © 1998 Renaissance Worldwide, Inc. and Robert S. Kaplan, All rights reserved. STRATEGY HUMAN RESOURCES BUSINESS UNITSEXECUTIVE.
BINUS Core Competencies. I. Business Acumen The ability to make good judgment and quick decision to improve results based on understanding ones role in.
SISTEM PENJAMINAN MUTU
KREDENSIAL TENAGA KESEHATAN LAIN.
PENILAIAN MANDIRI KAPABILITAS APIP
QA DAN PERFORMANCE IMPROVEMENT
WEWENANG DAN TANGGUNGJAWAB TIM
Pert. 16. Menyimak lingkungan IS/IT saat ini
Behavior Based Safety.
Metode LEAN di URM.
CLINICAL GOVERNANCE CONCEPT
OHS MANAGEMENT SYSTEM HENDRA.
Dr Djoni Darmadjaja,SpB,FinaCS,MARS
Keperawatan Medikal-Bedah
Keselamatan Kerja & Behavior-Based Safety
Manajemen Mutu Proyek Muhammad Rachmadi.
Dwi Handono Sulistyo KMPK FK UGM
Kerangka Konsep Karakteristik NGO
TI Psikologi Industri Keselamatan Kerja & Behavior-Based Safety.
Tujuh Bulan Ke Depan Menyiapkan Diri
Tujuan Pembelajaran Umum
MANAJEMEN MUTU SDM DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI
SQA Team.
Modul 1 SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN
How To Measure Quality Sharon Gondodiputro dr., MARS, MH
Manajemen Mutu Proyek Muhammad Rachmadi.
Materi (11) MK SIK Kesmas-smt 3
KEPASTIAN KUALITAS KOMPONEN MAINTENANCE SOFTWARE
CLINICAL GOVERNANCE CONCEPT
ROOT CAUSE ANALYSIS.
UPAYA MEMPERTAHANKAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN PADA RS YANG TELAH TERAKREDITASI DR.Dr.Sutoto,M.Kes.
Peran Serta Masyarakat Menurut UU No 1/2009 Tentang Penerbangan
Evidence-Based Medicine Prof. Carl Heneghan Director CEBM University of Oxford.
Sistem informasi kesehatan
KEGIATAN PENINGKATAN MUTU NAURI ANGGITA TEMESVARI, SKM., MKM
Masa awal (1995 – 2009) Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) di Indonesia adalah lembaga independen, sebuah organisasi not for profit yang berkomitmen.
Materi (11) MK SIK Kesmas-smt 3
Manajemen K3 dr. Elfizon Amir, SpPD, Finasim. Manajemen risiko pendekatan proaktif untuk mengidentifikasi, menilai dan menyusun prioritas risiko,  tujuan.
THE INFORMATION ABOUT HEALTH INSURANCE IN AUSTRALIA.
QUALITY ASSURANCE PROGRAM DALAM PELAYANAN REKAM MEDIS RUMAH SAKIT.
Abriloka Vidu Nugroho, AMK, S.Kep, M.Kes. 80 an Pekerja Kesehatan 90 an Tenaga Keperawatan 2000 Profesi Perawat Abriloka Vidu Nugroho, AMK, S.Kep, M.Kes.
Monitoring & Evaluasi Framework Dalam Monev.
Accreditation as a Regulatory Tool and QA: Learning from the Asia Experience Assoc. Prof. Jiruth Sriratanaban, M.D., M.B.A., Ph.D. Department of Preventive.
SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN UNTUK SISTEM INFORMASI MANAJEMEN.
BY : LUTFIANI RATNA DEWANTI LILIS SINARSIH Action Research.
Peningkatan Mutu Pelayanan Radiologi
CLINICAL GOVERNANCE. DEFINISI CLINICAL GOVERNANCE : 1)kegiatan yang merupakan mekanisme ampuh, baru dan terpadu untuk menjamin terlaksananya pelayanan.
Transcript presentasi:

Dr.dr. Meliana Zailani, MARS Kuliah Corporate and Clinical Governance Modul 6 CLINICAL GOVERNANCE AND QUALITY Dr.dr. Meliana Zailani, MARS Kuliah Corporate and Clinical Governance

MODUL 6 JUDUL : CLINICAL GOVERNANCE AND QUALITY BACAAN : VICTORIAN CLINICAL GOVERNANCE POLICY FRAMEWORK, A GUIDEBOOK CLINICAL GOVERNANCE BRIDGING THE GAP BETWEEN MANAGERIAL AND CLINICAL APPROACHS TO QUALITY OF CARE CLINICAL GOVERNANCE : A QUALITY DUTY FOR HEALTH ORGANISATIONS REPORT OF CLINICAL GOVERNANCE REVIEW AT UNIVERSITY HOSPITAL COVENTRY AND WARWICKSHIRE NHS TRUST CLINICAL GOVERNANCE AND QUALITY IN HEALTH CARE : THE PATH TO IMPROVEMENT

Program quality assurance 1. Standarisasi – meliputi kriteria yang terukur (measurable) dan indikator satuan waktu(time-frame). 2. Akreditasi – dilakukan setelah yang akan dinilai melaksanakan penilian diri (self-assessment) maksimal 2(dua) kali terlebih dahulu. 3. Kegiatan mutu berkesinambungan(contiuous quality improvement) dengan mempergunakan kaidah mutu(Plan-Do-Check-Action) dalam rangka mempertahankan dan atau meningkatkan mutu.

Standardisasi : Internasional : ISO 2001 Nasional : standar nasional (SPM) Akreditasi Internasional : JCI Accreditaton Malcom Baldridge Nasional : akreditasi RS (KARS)

Evolusi Mutu

Tidak tercapai/aturan baru Indikator/st baru Rencana Mutu/area sasaran tercapai/ Tidak tercapai/aturan baru implementasi Std a Implemen tasi Rencana Mutu/area sasaran Indikator/ Standar

Quality and Patient Safety Keamanan dan mutu dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dipadukan dalam suatu sistem Clinical Governance yang efektif pada setiap level dari sistem pelayanan kesehatan. The Australian Council on Healthcare Standards defines clinical governance as ; ..the system by which the governing body, managers, clinicians and staff share responsibility and accountability for the quality of care, continuously improving, minimising risks, and fostering an environment of excellence in care for consumers .."

framework principles provide a basis for supporting excellence and good governance of clinical care Fokus pada pengalaman pasien dalam pelayanan kesehatan berkesinambungan Arah Prioritas and strategic dikomunikasikan dengan jelas untuk mendukung mutu dan sistem Perencanaan dan alokasi sumberdaya mendukung pencapaian sasaran clinical leadership and ownership yang kuat Kultur organisasi mendukung inisiatif peningkatan mutu dan keselamatan pasien dan semuanya dukungan dilaksanakan melaluistruktur komite , sistem dn proses Diperlukan kesesuaian antara kebijakan dengan kebutuhan unit kerja, termasuk akreditasi Pengukuran kinerja dan kemajuan, meliputi pelaporan dan review Peningkatan mutu dan Keselamatan pasien yang berkesinambungan Peraturan yang disefinisikan dengan jelas dan tanggung jawab dipahami oleh seluruh individu dalam sistem

Who is a consumer in healthcare? Pengertian “consumer” didefinisikan oleh (Australian/Victorian) National Safety and Quality Health Service Standards sbb Pasien atau calon pasien, para petugas kesehatan dan organisasi yang mewakili kebutuhan konsumen Dengan demikian kita semua (the Victorian healthcare system) pada suatu saat dalam kehidupan kita merupakan konsumen baik secara langsung ataupun tidak Sangat penting untuk melibatkan konsumen dalam pelayanan kesehatan, pasien dan keluarga dan konsumen lain mempunyai peran penting dalam meningkatkan mutu pelayanan yang kita berikan dengan melibatkan pasien Mendapat saran dan masukan dari masyarakat yang menggunakan atau akan menggunakan pelayanan kita tentang pengalaman sesuai dengan harapan mereka Meningkatkan akuntabilitas dan partisipasi Semua dapat berpartisipasi setiap saat dengan : Memberikan umpan balik apakah pelayanan sudah memenuhi harapan konsumen Berpartisipasi dalam menyusun dan mereview brosur dan panduan untuk pasien Berpartisipasi dalam komite RS meliputi pelayanan klinik, manajemen risiko dan peningkatan mutu Menyampaikan pengalaman dan masukan untuk perbaikan setiap masukan yang diberikan oleh anggota masyarakan merupakan ide, input yang berharga untuk RS

Clinical Effectiveness Clinical effectiveness menunjukan jaminan bahwa pelayanan yang benar telah diberikan kepada pasien yang benar yang telah mendapat informasi dan dilibatkan dalam proses perawatannya pada waktu yang tepat oleh klinisi yang tepat dengan kompetensi yang tepat secara tepat Komponen kunci clinician empowerment, active involvement of consumers in their care, fostering clinical innovation, streamlining clinical processes, evidence based care, measurement of clinical care processes (particularly clinical outcomes), peer review, clinical audit and other performance measures, external review of quality improvement activities and safe introduction of new procedures and therapies

Effective Workforce Semua staff/tenaga kesehatan harus mempunyai keterampilan yang tepat dan pengetahuan yang dibuuhkan untuk memenuhi peran dan tanggung jawabnya Dukungan dibutuhkan untuk menjamin bahwa klinisa dan manajer mempunyai keterampilan, pengetahuan dan pelatihan untuk melaksanakan tugas yang dibutuhkan dan pemhaman konsep governance Perlu ada proses yang tepat untuk rekruitmen, retention, kredensial, dan review praktik tahunan serta mempertahankan standar profesi Key components . Workforce development and maintenance of competence

Risk Management Clinical risk management adalah bagian dari sistem risk manajemen organisasi yg lebih luas, keuangan kesehatan kerja dan keselamatan, utilities dan peralatan, serta patien safety risk mengurangi risiko klinis, dan meningkatkan keselamatan pasien memerlukan pendekatan sistem Dapat dicapai dengan membangun suatu tingkat sistem respons terhadap issues yang mempertahankan lingkungan yang membiarkan terjadinya adverse event  Clinical risk management and improvement strategies are integrated within improvement and performance monitoring functions.

The critical role of managers as quality leaders OR Where the top down and bottom up approaches to improvement meet.

Focus on Accountability And Safety

Big quality-related expectations in many areas: Clinical governance (accountability, culture, leadership) Management of risk (known problem areas, systems improvement, human factors) Open disclosure Safe staffing Credentialing Education Consumer participation

Clinical Governance “Clinical governance is the system by which the governing body, managers and clinicians share responsibility and are held accountable for patient care, minimising risks to consumers and for continuously monitoring and improving the quality of clinical care.” (ACHS 2004).

Clinical governance means accountability for quality From Boardroom to Bedside!

Why is quality improvement difficult to implement and maintain in health care? complex processes; unpredictable outcomes; life and death issues Health professionals: tribal; autonomous experts; interested in technical outcomes; distrust zealots; ambiguous relationship with management; many languages and dialects diverse goals

Why is quality improvement difficult to implement and maintain in health care? (cont.) Health care organisations: professional/machine bureaucracies; conservative and slow to change; complex politics; management vs clinical decision-making; staff melting pot; process oriented; uncertain relationship with patients as consumers

Why is quality improvement difficult to implement and maintain in health care? (cont.) Quality and Safety programs: variety of tools and approaches; jargon; management driven; team oriented; imprecise measures; not well adapted/integrated for individual environments

How do we go about achieving QI? Monitoring and measurement Education Standards, policies and procedures Systems review and development Improvement projects Credentialing “Less lofty” methods

But… Improvement of health care performance ‘hinges on changing the day-to-day decisions of doctors, nurses and other staff’ (Ham, 2003)

How do we do this? Middle Management is a bridge between the visionary ideals of the top and the often chaotic reality of those on the front line of business – and the key to continuous improvement (Nonaka and Takeuchi, 1995).

Three predictors of middle management and staff involvement in change and improvement activities the extent of support from their direct senior manager; a belief that the organisation will experience outcomes of value from the activities; training in the tools of change and improvement.  

Meliputi tujuh katagori Apa saja kriteria Baldrige? Kriteria kinerja excellence dari Baldrige merupakan kerangka kerja yang dapat digunakan oleh setiap organisasi untuk memperbaiki kinerja secara keseluruhan Meliputi tujuh katagori

The Joint Committe Internasional Accreditation Standards Divided into two sections : Section 1 – Patient centered standards Section 2 – Healthcare organization centered standards

Patient centered standards Chapters in Section 1 Patient centered standards 1. International Patient Safety Goals (IPSG) 2. Access to Care and Continuity of Care (ACC) 3. Patient and Family Rights (PFR) 4. Assessment of Patients (AOP) 5. Care of Patients (COP) 6. Anaesthesia and Surgical Care (ASC) 7. Medication Management and Use (MMU) 8. Patient and Family Education (PFE)

Healthcare organization centered standards Chapters in Section 2 Healthcare organization centered standards 9. Quality Improvement and Patient Safety(QPS) 10. Prevention & Control of Infection (PCI) 11. Governance, Leadership and Direction (GLD) 12. Facility Management and Safety (FMS) 13. Staff Qualification and Education (SQE) 14. Management of Communication and Information (MCI)

International Patient Safety Goals (IPSG) IPSG : Goals 1. Identify patients correctly 2. Improve effective communication 3. Improve the safety of high alert medications 4. Ensure correct site, correct procedure, correct patient surgery 5. Reduce the risk of healthcare associated infections 6. Reduce the risk of patient harm resulting

Care of Patients (COP) 1. Clinical practice guidelines, when available are adopted and used to guide patient’s clinical care 2. Clinical pathways, when available are adopted and used to guide patient care processes

COP : Introduction This chapter deals with the care provided to patients and the documentation by healthcare professionals across various functional areas in a hospital Policies and procedures and applicable laws and regulations guide uniform care of all patients 2. Care provided planned and written in patient’s record 3. Patient orders written only by those permitted 4. Orders written when required 5. Which orders must be written rather than verbal

Akreditasi Dalam UU no 44 tentang RS PASAL 40 1) Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan Rumah Sakit wajib dilakukan akreditasi secara berkala menimal 3 (tiga) tahun sekali 2) Akreditasi Rumah Sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh suatu lembaga independen baik dari dalam maupun dari luar negeri berdasarkan standar akreditasi yang berlaku. 3) Lembaga independen sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan oleh Menteri.

Akreditasi di indonesia bersifat wajib TIGA HAL POKOK AKREDITASI RS DI INDONESIA Akreditasi di indonesia bersifat wajib Tujuan utama akreditasi adalah: meningkatkan mutu pelayanan (UURS no 44 thn 2011. Psl 40 ayat 1 ) Lembaga independen sebagaiu pelaksana akreditasi di indonesia adalah : KARS (komisi akreditasi rumah sakit) dasar hukum Permenkes R.I. Nomor 417/menkes/PER/II/2011 tentang komisi akreditasi RS Kepmenkes R.I no 418/MENKES/ SK/II/2011 tentang susunan keanggotaan komisi akreditasi rumah sakit (KARS) masa bakti tahun 2011-2014

next