Muhammad Ahyar saputra

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Farmakologi Sistem Saraf Otonom
Advertisements

OBAT-OBAT OTONOM STIKes Mitra Kencana.
Pendahuluan Interaksi obat adalah perubahan efek suatu obat akibat pemakaian obat lain (interaksi obat-obat) atau oleh makanan, obat tradisional dan senyawa.
H E A R T F A I L U R E. My Heart………………… Heart Failure : tjd apabila cardiac output tdk mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh, walaupun.
OBAT OTONOM Laboratorium Farmakologi
Angiontensin II reseptor blockers(ARBs)
Antidiabetika Obat antidiabetik digunakan untuk mengontrol diabetes melitus. DM : suatu penyakit dimana terjadi kegagalan total atau parsial dari sel beta.
Disusun Oleh kelompok 2 Pembanding Muhammad Ahyar Saputra Metade putri
Rahmatini Bagian Farmakologi Fakultas kedokteran universitas andalas
Tiga dari hal2 yg ada dibawah ini terdapat pd klien
SAKIT KEPALA.
OBAT DAN NASIB OBAT DALAM TUBUH
FARMAKOLOGI SISTEM KARDIOVASKULER
AUTAKOID DAN ANTAGONISNYA
ADRENOCORTICOSTEROID
OBAT KOLINERGIK (PARASIMPATOMI) Kelompok I Anggota : Agus Riyanti
Obat-obat Susunan Saraf Otonom
Kelompok 3 Pengampu : dr Danu Lestariyanto
OBAT ADRENERGIK KELOMPOK KELAS B
SRI PURWANINGSIH,dr.,MKes. Departemen Farmakologi Kedokteran Unair
OBAT PENGHAMBAT ADRENERGIK
Parasimpatomimetik / Kolinergik Simpatomimetik / Adrenegik
CHALID MAULANA & DAHNIAR YANI
OBAT KARDIOVASKULER dr. Sianny Suryawati
Materi Pertemuan 4 Obat & SSO.
OLEH : Dwi Oktarini ANTI HIPERTENSI.
FASE FARMASETIK FASE FARMAKOKINETIK FASE FARMAKODINAMIK
Session 4 Obat dan Sistem Saraf Tujuan Instruksional :
UTEROTONIKA.
KIMIA MEDISINAL II JULAEHA., M.P.H., Apt
Tekanan Darah (TD,Tensi)
HUBUNGAN STRUKTUR AKTIVITAS OBAT KARDIOVASKULAR
Antimetic Nausea Vomiting Pregnancy
MAHMUDDIN & MARIO LAURENZA MD
Antimetic Nausea Vomiting Pregnancy
HUBUNGAN STRUKTUR - AKTIVITAS SENYAWA ADRENERGIK PEMBLOK ADRENERGIK
ANTIHIPERTENSI Disusun Oleh : KEOLOMPOK 12 KELAS B. MUNAWWARAH (12067)
Antimetic Nausea Vomiting Pregnancy
Parasimpatomimetik / Kolinergik Simpatomimetik / Adrenegik
Fransiska Ayuningtyas.W Akfar Theresiana Semarang
PERINTANG GANGLION DISUSUN OLEH : KELOMPOK V FANI NOVITA FIRDA ARISNA
OBAT DIURETIK dan ANTI HIPERTENSI
FARMAKOLOGI SISTEM KARDIOVASKULER
FARMAKOLOGI SISTEM KARDIOVASKULER
Pengantar Farmakologi: Farmakodinamik
ANGINA PEKTORIS.
KELOMPOK 1 : AZHARUDDIN AGUSRIYANTI
PENYAKIT HIPOKALEMIA.
OBAT OTONOM Laboratorium Farmakologi
Pre test Sebutkan batasan tekanan darah yang normal!
Kasus 5.
Asuhan keperawatan hipoglikemia
Calcium Channel Blocker
OBAT PADA PENYAKIT GINJAL
ADRENERGIK.
Muhammad Mirza Muhammad Zulfikri
OBAT OTONOM Alfi Yasmina.
Obat Darurat yang Dapat Digunakan
PENATALAKSANAAN DISLIPIDEMIA
MEDICATION ERROR NIFEDIPIN
Nama: Franciska Danik Sandrayanti NPM:
Gabriella Caroline Beachi Tiatira Pangalerang Putu Ayu Puspitasari
Farmakoterapi pada Hipertensi
Awal P.Kusumadewi B2P2TOOT
OBAT OTONOM Laboratorium Farmakologi
NASIB OBAT/ RACUN DALAM TUBUH
KERACUNAN STRYCHNIN KELOMPOK 2. Isep Ramdan Ayuni Stevia Nurul Febriana Safitri Ni Putu Devi W
Mesi Leorita, S.Si, M.Sc., Apt.. Interaksi Obat dan reseptor Secara tradisional dimodelkan sebagai “ Kunci dan Anak Kunci ” - Kunci : Permukaan Reseptor.
Syok anafilaktik PKM ANREAPI. Syok Suatu sindrom klinik yang mempunyai cici-ciri berupa : Hipotensi Takikardi Hipoperfusi (urine
BIOFARMASETIKA Awal P.Kusumadewi B2P2TOOT MATERI KULIAH BIOFARMASETIKA.
Transcript presentasi:

Muhammad Ahyar saputra Antiadrenergik Kelompok 7 Disusun Oleh : Munawwarah Muhammad Ahyar saputra Muhammad Zulfikri Metade Putri Riski Ramadhan

Pengertian Antiadrenergik Penghambat adrenergik ialah golongan obat yang menghambat perangsangan adrenergik.

Kelompok Obat Antiadrenergik Berdasarkan cara kerjanya obat ini dibedakan menjadi : Antagonis adrenoseptor ( Alfa Bloker) Antagonis adrenoseptor ( Beta Bloker) Penghambat Saraf Adrenergik

1. Golongan Alfa Blocker Alfa bloker menduduki adrenoseptor alfa sehingga menghalangi untuk berinteraksi dengan obat adrenergik atau rangsangan adrenergik Alfa Blocker di bagi 2 : 1. Alfa blocker Non selektif 2. Alfa blocker Selektif

1. Alfa bloker Nonselektif ada 3 kelompok yaitu : Derivat haloalkilamin  Derivat imidazolin  Alkaloid ergot

1.Derivat haloalkilamin Mekanisme Kerja: Ikatan kovalen yang stabil dengan adrenoreseptor α dan menghasilkan hambatan yang ireversibel. Disebut juga α bloker yang  nonkompetitif dan kerja yang panjang. Indikasi Hipertensi ringan sampai dengan sedang, hiperplasia prostatik jinak. Hiperplasia prostatik jinak diterapi dengan pembedahan atau menggunakan alfa bloker atau dengan anti androgen finasteride. Kontra Indikasi Alfabloker harus dihindari pada pasien dengan riwayat hipotensi postural dan micturition syncope Efek samping: hipotensi postural

2.Derivat imidazolin Fentolamin dan tolazolin adalah α bloker nonselektif yang kompetitif. Obat obat ini menghambat reseptor serotonin , melepaskan histamin dari sel mast , meragsang reseptor muskarinik di saluran cerna , merangsang sekresi asam lambung , saliva air mata dan keringat. Penggunaan terapi : mengatasi episode akut hipotensi, mengatasi pseudo- obstruksi usus, nekrosis kulit, disungsi eksresi Fentolamin tersedia dalam vial 5 mg untuk pemberian IV atau IM, sedangkan tolazolin dalam kadar 25 mg/ml untuk suntikan IV efek samping : hipotensi

3.Alkaloid ergot Adalah α bloker yang pertama ditemukan , sebagai agonis atau antagonis parsial pada reseptor α adrenergik, reseptor dopamin, dan reseptor serotonin. Farmakodinamik: Vasodilatasi Farmakokinetik : Absorbsi baik pada pemberian oral Efek samping: Pusing, sakit kepala, ngantk, palpitasi, edema perifer dan mual

2. Alfa Blocker Selektif : 1. Prazosin 2. Terazosin 3. Doksazosin

Contoh obat Alfa blocker selektif 1. Prazosin (minipress) Mekanisme Kerja :Antagonis adrenergik alfa-1 perifer mendilatasi arteri maupun vena. Indikasi : Hipertensi,gagal jantung kongestif. Efek Samping : sakit kepala,hipotensi postural,gangguan saluran pencernaan,gatal-gatal,mulut kering. Dosis : 0,5 mg 2 kali sehari.selanjutnya dosis di tingkatkan 1 mg 2 kali sehari.

Lanjutan… 2. Doxazosin. Mekanisme Kerja : Antagonis adrenergik alfa-1 perifer mendilatasi arteri maupun vena. Indikasi : Hipertensi. Kontraindikasi : Hipersentitif Efek Samping : Hipotensi postural,sakit kepala, kelelahan,vertigo,dan edema. Dosis : 1 Mg sehari.

2.Golongan Beta Blocker Menghambat secara kompetitif obat adrenergik NE dan Epi (eksogen dan endogen) pada adrenosptor beta. Asebutolol, metoprolol, atenolol dan bisoprolol → beta bloker kardioselektif (afinitas lebih tinggi pada reseptor beta1 daripada beta2) Efek: denyut dan kontraksi jantung ↓, TD ↓,

Berdasarkan Farmakonetik Terbagi atas 3 golongan : 1. ž β-bloker yang mudah larut dalam lemak  Semuanya diabsorbsi dengan baik disaluran cerna, tetapi memiliki bioavailabilitas rendah(>50%). Eliminasinya melalui metabolisme di hati dan diekresikan di gnijal dalam jumlah yang sedikit (10%). Contohnya propranolol,metoprolol,oksprenolol,labetalol dan karvedilol.   2. β-bloker yang mudah larut dalam air. Contohnya sotalol,nadolol dan atenolol.sotanol diabsorbsi dengan baik di saluran cerna dan memiliki bioavaibilitas tinggi.sedangkan nadolol dan atenolol kurang baik di absorbs di saluran cerna dan memiliki bioavaibilitas rendah.ketiga obat ini tidak mengalami metabolism sehingg seluruhnya dieksresi utuk melalui ginjal. 3.  β-bloker yang kelarutannya terletak diantara golongan 1 dan 2. di absorbsi baik disaluran cerna.eliminasi melalui hati dan ginjal.contohnya timolol, bisoprolol, betaksolol, pindolol dan karteolol.

Contoh Obat Gol Beta Blocker 1.  Asebutolol (Sectral) Mekanisme kerja : menghambat efek isoproterenol, menurunkan aktivitas renin, menurunka outflow simpatetik perifer. Indikasi : hipertensi, angina pectoris, aritmia,feokromositoma, kardiomiopati obtruktif hipertropi, tirotoksitosis. Efek samping : mual, kaki tangan dingin, insomnia, mimpi buruk, lesu. Dosis : 2 x 200 mg/hr (maksimal 800 mg/hr).

Lanjutan…. 2. Atenolol (Tenormin) Mekanisme kerja : pengurahan curah jantung disertai vasodilatasi perifer, efek pada reseptor adrenergic di SSP, penghambatan sekresi renin akibat aktivasi adrenoseptor di ginjal. Indikasi : hipertensi ringan – sedang, aritmia. Efek samping : nyeri otot, tangan kaki rasa dingin, lesu, gangguan tidur, kulit kemerahan, impotensi. Dosis : 2 x 40 – 80 mg/hr.

3. Golongan penghambat saraf adrenergik Yaitu obat yang mengurangi respons sel efektor terhadap perangsangan saraf adrenergik. Obat ini bekerja dengan cara menghambat sintesis, penyimpanan, dan pelepasan neurotransmitter. Obat yang termasuk penghambat saraf adrenergik adalah guanetidinbetanidin, guanadrel, bretilium, dan reserpin. Semua obat golongan ini umumnya dipakai sebagai antihipertensi.

Contoh obat penghambat saraf adrenergik : 1. Reserpin (Serpasil) Mekanisme Kerja : Mendeplesi simpanan katekolamin dan 5-hidroksitriptamin pada berbagai organ seperti pada otak dan medula adrenal. Indikasi : Hipertensi esensial ringan,juga digunakan sebagai terapi tambahan dengan obat hipertensi lain pada kasus hipertensi yang lebih berat. Kontraindikasi : Riwayat depresi mental, ulkus peptikum aktif, kolitis ulseratif, hamil, menyusui. Efek Samping : infeksi saluran cerna dan infeksi saluran nafas. Dosis : 0,25-0,5 mg sehari dibagi dalam 2-3 dosis.

Lanjutan…. 2. Guanetidin Mekanisme kerja : Menghambat respons terhadap stimulasi saraf adrenergik dan obat adrenergik yang bekerja tidak langsung. Indikasi :Penggunaan utama satu-satunya untuk hipertensi. Efek samping: hipotensi ortotatik

TERIMAKASIH