POKOK BAHASAN Pertemuan 5 Matakuliah: Psikologi Pendidikan Tahun: 2009.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Ni Wayan Primanovenda, S.Psi
Advertisements

DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR DAN PENGAJARAN REMIDIAL
PSIKOLOGI ANAK KHUSUS Minggu 8.
Anggota : 1. Ratri Wahyuning Rahayu. ( ) 2. Riska Nurdianah
ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
JENIS-JENIS KESULITAN BELAJAR
Dra. Diana Rusmawati,Psikolog 2011
IDENTIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK)
KLASIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
PELAJAR YANG MEMPUNYAI PENGECUALIAN
Oleh : Retno Windarti, Amd.OT
Ruang Lingkup Psikologi
PENDIDIKAN TUNANETRA Oleh: Sumaryanti
PENJAS ADAPTED BAGI TUNARUNGU
AUTISME Presented by Oleh Erwin Setyo Kriswanto
Metode Pembelajaran (Ceramah, Ekspositori, Demonstrasi, Drill dan Latihan, Tanya Jawab) Kelompok 6 : Febi Putri Rahmadini Fuji Rahayu Wulandari.
PENGERTIAN EMOSI Perasaan (feeling) atau afek yang meliputi antara perubahan fisiologis dengan tingkah laku nyata (overt behavior) Klasifikasi emosi :
PERKEMBANGAN ASPEK BAHASA / VERBAL
Kesulitan Membaca Winanti S. Respati winsr-rev2008.
JENIS-JENIS GANGGUAN BELAJAR
Pengembangan Penilaian Psikomotor
Masa Kanak-Kanak Akhir/ Masa Sekolah
POKOK BAHASAN Pertemuan 8
GAMBARAN UMUM KETERAMPILAN BERBAHASA
PENDIDIKAN ANAK LUAR BIASA (PLB)
ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Mengenal TIPE BELAJAR ANAK (AUDITORY, VISUAL, & KINESTETIK)
SUPLEMEN MODUL 14 ETIKA BELAJAR
POKOK BAHASAN Pertemuan 10
KONSEP REHABILITASI GANGGUAN MATA DAN TELINGA
KESUKARAN BELAJAR.
KESUKARAN BELAJAR PART III
KESULITAN DALAM BELAJAR
POKOK BAHASAN Pertemuan 04 MANAJEMEN DIRI
PENGERTIAN KURIKULUM Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman.
DISTORSI PESAN dalam KOMUNIKASI ORGANISASI Pertemuan 12
“PROGRAM PEMBELAJARAN INDIVIDUAL UNTUK ANAK BERKELAINAN AKADEMIK DAN MENTAL EMOSIONAL” Nur Amalina Siti Lailatus Sholichah Kanty.
PSIKOLOGI PENDIDIKAN ANAK TUNAWICARA (GG KOMUNIKASI)
DISUSUN OLEH: METTY VERASARI
KRITERIA KESULITAN BELAJAR MACAM-MACAM KESULLITAN BELAJAR
EVALUASI DIAGNOSTIK DAN REMEDI
POKOK BAHASAN Pertemuan 9
PSIKOLOGI PENDIDIKAN ANAK TUNA RUNGU
Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD)
Aplikasi Pemeriksaan Psikologis
GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIVITAS (GPPH) atau ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD)
JENIS-JENIS GANGGUAN BELAJAR
ANAK ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)
Ruang Lingkup Psikologi
PERKEMBANGAN ASPEK BAHASA / VERBAL
Belajar Efektif dan Efisien
Klinefelter dan turner
Ns. I Gede Yudiana Putra, S.Kep, M.Kes
PSIKOLOGI PENDIDIKAN ANAK TUNA RUNGU
PENGERTIAN REMAJA # Perubahan periode dari masa anak-anak dan dewasa (10-21 th). # Masa perkembangan setelah masa anak-anak dan menuju masa dewasa,
PSIKOLOGI PENDIDIKAN ANAK TUNAWICARA (GG KOMUNIKASI)
JENIS-JENIS GANGGUAN BELAJAR
MASALAH BELAJAR REMAJA
MENGENAL DAN MELAYANI ABK
PENDIDIKAN ANAK LUAR BIASA (PLB)
HAKIKAT ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
IDENTIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Pengasuhan Anak Usia Sekolah Dasar PERTEMUAN 8
GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIVITAS (GPPH) atau ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD)
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) Mengenal Lebih Dekat dan Penanganannya di Kelas Oleh: Ana Karunia, S.Psi.
FAKTOR MANUSIA.
Intelectual Disability
01 Minggu 5 Cerebral Palsy.
“P ERKEMBANGAN S OSIAL -E MOSIONAL MASA KANAK - KANAK AKHIR ” ( USIA 6-12 TAHUN ) N AMA : M AWAR S IMANJUNTAK NIM :
Chapter 8 Mengevaluasi Siswa dengan Perhatian pada Emosional dan Perilaku   Di Susun Oleh: Dewi Mariana Yulia Rahmatika Aziza
Transcript presentasi:

POKOK BAHASAN Pertemuan 5 Matakuliah: Psikologi Pendidikan Tahun: 2009

Bina Nusantara University 2 SISWA YANG BERKEBUTUHAN KHUSUS

Bina Nusantara University 3 Siapakah Siswa yang Berkebutuhan Khusus itu? Adalah anak-anak yg memiliki gangguan atau ketidakmampuan belajar (learning disability). Children with disabilities  penekanannya adalah anak bukan pada cacat atau ketidakmampuanya Ketidakmampuan & gangguan (disorder) digolongkan sbb: gangguan organ indra (sensory), gangguan fisik, retardasi mental, gangguan bicara & bahasa, gangguan belajar, attention deficit hyperactivity disorder, dan gangguan emosional dan perilaku.

Bina Nusantara University 4 Gangguan Indra Mencakup gangguan atau kerusakan penglihatan dan pendengaran Gangguan penglihatan (Visual) ada yg berat ada yg berat/ serius dan dikategorikan rusak penglihatan. Contoh gangguan mata serius termasuk murid yg menderita low vision (dibantu dg kaca pembesar) dan murid buta (menggunakan sentuhan u/ belajar). Bowe (2000), mengajar anak yg buta dg memakai sentuhan dan pendengarnya sehingga dapat belajar dengan baik. Banyak anak yg memiliki masalah pendengaran mendapatkan pengajaran tambahan di luar kelas reguler. Pendekatan pendidikan yg dipakai utk anak yg punya masalah pendengaran dengan metode oral (membaca bibir, menggunakan bantuan alat) dan pendekatan manual (dengan bahasa isyarat dan finger spelling).

Bina Nusantara University 5 Gangguan Fisik Antara lain gangguan ortopedik, seperti gangguan karena cedera di otak (cerebal palsy), dan gangguan kejang-kejang Gangguan ortopedik biasanya berupa keterbatasan gerak atau kurang mampu mengontrol gerak karena masalah di otot, tulang, atau sendi. Cerebal palsy: lemahnya koordinasi otot, tubuh sangan lemah dan goyah, atau bicaranya tidak jelas. Gangguan kejang-kejang yg sering dijumpai adalah epilepsi.

Bina Nusantara University 6 Retardasi Mental Ciri utamanya adalah lemahnya fungsi intelektual (Zigler, 2002) Tes kecerdasan dipakai utk menunjukkan seberapa parahkah retardasi seseorang. Selain itelegensi rendah, anak dengan retardasi mental juga sulit menyesuaikan diri.

Bina Nusantara University 7 Gangguan Bicara dan Bahasa Antara lain masalah dalam berbicara (seperti gangguan artikulasi, gangguan suara, dan gangguan kefasihan bicara), dan problem bahasa (seperti kesulitan menerima informasi dan mengekspresikan bahasa) Strategi utk membantu anak yg mengalami gangguan bahasa ekspresif oral: 1.Beri anak banyak waktu utk merespons 2.Sadari bahwa anak punya kesulitan menjawab secara lisan, karenanya cobalah utk mengerjakan tugas tertulis ketimbang lisan 3.Sediakan pilihan atau beri contoh suara utk mengatasi problem pencarian kata 4.Biarkan anak tahu lebih dahulu pertanyaan yg akan diajukan sehingga anak dapat menyiapkan jawaban dan karenanya tampak lebih kompeten di mata teman-temannya

Bina Nusantara University 8 Ketidakmampuan Belajar Anak yg menderita learning disability: 1.Punya kecerdasan normal atau di atas normal 2.Kesulitan dalam setidaknya satu atau lebih mata pelajaran 3.Tidak memiliki gangguan lain, seperti retardasi mental, yg menyebabkan kesulitan itu Konsep umum ketidakmampuan belajar mencakup problem dalam kemampuan mendengar, berkonsentrasi, berbicara, berpikir, memori, membaca, menulis, dan mengeja, dan/atau keterampilan sosial (Komphaus, 2000)

Bina Nusantara University 9 Ketidakmampuan Belajar … Cont.1 Bidang paling umum yg menyulitkan anak dengan gangguan belajar adalah aktivitas membaca, terutama keterampilan fonologis, yg menyangkut cara memahami bagaimana suara dan huruf membentuk kata. Dyslexia adalah kerusakan parah dalam kemampuan untuk membaca dan mengeja Anak yg menderita gangguan belajar seringkali sulit menulis dengan tangan, mengeja atau menyusun kalimat. Mereka kadang menulis dengan sangat lambat, tulisan mereka buruk sekali dan banyak terdapat kesalahan ejaan karena ketidakmampuan mereka untuk menyesuaikan huruf dengan bunyinya. Meningkatkan kemampuan anak yg mengalami gangguan belajar adalah tugas sulit dan umumnya membutuhkan intervensi intensif agar mereka mampu memberikan hasil yang baik. Belum ada model program yg terbukti efektif utk semua anak yg memiliki msl gangguan belajar (Terman, dkk., 1996)

Bina Nusantara University 10 Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) Ciri-cirinya antara lain: 1.Kurang perhatian  sulit berkonsentrasi pd satu hal dan mungkin cepat bosan mengerjakan tugas 2.Hiperaktif  level aktifivas fisik yg tinggi, hampir selalu bergerak 3.Impulsif  sulit mengendalikan reaksinya dan gampang bertindak tanpa pikir panjang. Anak yg menunjukkan gejala ADHD bisa didiagnosis sbg: 1.ADHD dg kecenderungan lebih pada kurang perhatian 2.ADHD dg kecenderungan lebih pada hiperaktif/impulsif 3.ADHD dg kecenderungan baik itu kurang perhatian maupun hiperaktif/impulsif

Bina Nusantara University 11 Gangguan Perilaku dan Emosional Terdiri dari problem serius dan terus menerus yang berkaitan dengan hubungan, agresi, depresi, ketakutan yg berkaitan dg persoalan pribadi atau sekolah. Emotional disturbances, behavior disorders, dan maladjusted children (Coleman & Webber, 2002), Serious emotional disturbance (SED) Gangguan emotional serius  melakukan tindakan yg menggangu, agresif, dan membangkang (Terman, dkk, 1996)

Bina Nusantara University 12 Isu Pendidikan yang Berkaitan dengan anak yang berkebutuhan khusus Aspek hukum  sekolah harus melayani semua anak yang mengalamai gangguan Penempatan dan pelayanan  anak penderita ketidakmampuan dapat ditempatkan di berbagai setting, dan serangkaian pelayanan dapat dipakai untuk meningkatkan pendidikan mereka. Least restrictive environment (LRE): sebuah setting yang semirip mungkin dengan setting tempat mendidik anak yg tdk menderita ketidakmampuan. Inklusi: mendidik anak dengan pendidikan spesial di kelas reguler.