2. Klasifikasi Model Analisis Cost-Benefit

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
DUKUNGAN SISTEM TERINTEGRASI
Advertisements

ASPEK-ASPEK YANG DI ANALISIS DLM SKB
4. Tujuan dan Tipe Investasi Teknologi Informasi Suwirno mawlan, S.Kom., MTI Manajemen Investasi v [STMIK MDP] 1.
Pertemuan 1 MK : e-commerce
Tinjauan Menyeluruh SIA
Research in Information Systems Imbas Implementasi e-Procurement pada Kinerja Operasional.
Analisa kekuatan dan kelemahan perusahaan
Minggu Ke : 1 APAKAH SIA ITU ?
Mekanisme E-Commerce dalam dunia bisnis
Materi Pertemuan Ke-8 VALUE CHAIN.
14. Strategi Menilai Manfaat Teknologi Informasi
K LASIFIKASI M ETODOLOGI A NALISA C OST -B ENEFIT.
Pendahuluan dan Tinjauan Umum Sistem Informasi Akuntansi
5. Perhitungan Cost-Benefit Sederhana untuk Manfaat yang Tangible
4. Tujuan dan Tipe Investasi Teknologi Informasi
PENGANTAR SISTEM INFORMASI AKUNTASI
3. Ragam Teknik Evaluasi Investasi Teknologi Informasi
9. Formula Menghitung Keuntungan Investasi Manajemen Investasi v [STMIK MDP] 1.
Model Strategis SI/TI.
Pertemuan ke 5 Project Scope Management Ahmad, M.Pd
Information Economic.
Pertemuan 4 Membangun Jaringan Kerja Ekonomi: Pasar dan Model (2)
Value Chain Analysis FILOSOFI dari Supply Chain Management  mengelola supply of goods sejak dari sumber bahan mentah sampai pada customer sebagai sutau.
1 Pertemuan 7 Membangun Jaringan Kerja Ekonomi: Pasar dan Model Matakuliah: A0324/ Manajemen Sistem Informasi Perusahaan Tahun: 2005/07 Versi:
3. Ragam Teknik Evaluasi Investasi Teknologi Informasi
EVALUASI PROYEK A, 6.1 dan B. 6.2 DR. MUNAJAT, S.P., M.Si.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
sistem pengukuran dan indikator kinerja kebijakan publik
PROSES STRATEGI SI/TI.
Modul ke-2 RENCANA & PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN & SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
BAB IV STRATEGI.
Akuntansi Biaya dan Manajemen
perusahaan, dan kepada customer perusahaan tersebut.
Analisis internal Perusahaan
Strategi & Pengukuran Manajemen Pengetahuan
PENCIPTAAN NILAI (VALUE CREATION)
Akuntansi Biaya dan Manajemen
VALUE CHAIN.
INFORMASI AKUNTANSI PENUH
Materi Pertemuan Ke-8 VALUE CHAIN.
BAB 2 SISTEM INFORMASI UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF
Rancangan Tahapan Perkuliahan Sistem Informasi Manajemen- Perusahaan
Analisa kekuatan dan kelemahan perusahaan
BAB VII PERENCANAAN STRATEGIK
Penggunaan Teknologi Informasi Untuk Keunggulan Kompetitif
AKUNTANSI MANAJEMEN BAB-1 KONSEP-KONSEP DASAR AKUNTANSI MANAJEMEN
AKUNTANSI MANAJEMEN MATERI-1 KONSEP-KONSEP DASAR AKUNTANSI MANAJEMEN
Pengukuran Nilai Bisnis TIK
Strategi & Pengukuran Manajemen Pengetahuan
BAB XII SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Value Chain Management & Value Based Management
KONSEP SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)
AKUNTANSI MANAJEMEN MATERI-1 KONSEP-KONSEP DASAR AKUNTANSI MANAJEMEN
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEUNGGULAN KOMPETITIF
VALUE CHAIN.
Memamfaatkan Aplikasi Exel untuk Studi Kelayakan
Studi Kelayakan Bisnis
Analisis E-Commerce Pada House Of Smith
Arinta Kusumawardhani.
Analisis Lingkungan Internal 2
Managers ’ Performance and
Penggunaan Teknologi Informasi Untuk Keunggulan Kompetitif
AKUNTANSI MANAJEMEN MATERI-1 KONSEP-KONSEP DASAR AKUNTANSI MANAJEMEN
BAB VII PERENCANAAN STRATEGIK
Sistem Informasi Akuntansi Tinjauan Sekilas
VALUE CHAIN Materi Pertemuan 8.
VALUE CHAIN.
Pendahuluan dan Tinjauan Umum Sistem Informasi Akuntansi
Tujuan Pembelajaran 1) Mengetahui model sistem umum perusahaan 2) Memahami model delapan unsur lingkungan sebagai suatu kerangka untuk memahami lingkungan.
Transcript presentasi:

2. Klasifikasi Model Analisis Cost-Benefit Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

Analisa Cost-Benefit Metode pengukuran dan analisa cost-benefit didasarkan pada cara serta perspektif manajemen dalam menilai kinerja teknologi informasi yang diimplementasikan. Setiap metodologi yang dipilih dan dipergunakan oleh manajemen memiliki karakteristik khusus – yang membedakannya dengan metodologi lain. Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

Model Analisa Cost-Benefit Strategic analysis and evaluation; Value chain asseesment; Relative competitive performance; Proportion of Management Vision Achieved; Work Study Assessment; Economic Assessment; Financial Accounting Based Analysis; User Attitudes; User Utility Assessment; Value Added Analysis; Multi-Objective Multi-Criteria Method. Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

1. Strategic Analysis and Evaluation Suatu teknik pengukuran dengan menggunakan scoring yang didasarkan pada prinsip bahwa semua perangkat teknologi informasi yang diimplementasikan dalam perusahaan harus secara jelas dan tegas mendukung strategi generik perusahaan, sehingga keberadaannya harus dikaji secara sungguh-sungguh. Michael Porter dalam teori competitive advantage-nya mengatakan bahwa hanya ada dua strategi yang dapat membuat perusahaan unggul dibandingkan dengan kompetitornya, yaitu melalui cost reduction dan differentiation. Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

1. Strategic Analysis and Evaluation Cost Reduction Jika implementasi sebuah aplikasi teknologi informasi terbukti dapat mengurangi sejumlah atau sekelompok biaya organisasi – misalnya biaya transaksi atau komunikasi – maka teknologi tersebut dianggap tepat untuk diterapkan oleh perusahaan. Differentiation Demikian juga jika aplikasi sebuah teknologi informasi dapat membuat perusahaan memiliki sesuatu yang membedakannya dengan perusahaan lain atau mempunyai sesuatu yang “lain dari pada yang lain”, maka keberadaannya dianggap tepat dalam kerangka strategis perusahaan. Contoh cost reduction: Contoh differentiation: Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

1. Strategic Analysis and Evaluation Jika seluruh investasi teknologi informasi perusahaan diarahkan bagi dikembangkannya perangkat teknologi terkait dengan dua strategi generik ini (cost reduction dan differentiation), maka dinilai bahwa investasi tersebut tepat. Semakin terkait langsung aplikasi teknologi informasi terhadap pencapaian strategi cost reduction maupun differentiation, semakin tinggi score atau nilainya bagi perusahaan. Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

2. Value Chain Assessment Sebuah pendekatan scoring technique lain yang didasarkan pada teori value chain Michael Porter. Value chain merupakan suatu rangkaian proses di dalam perusahaan yang terkait langsung dengan penciptaan nilai bagi kebutuhan pelanggan, dimana nilai yang dimaksud biasanya direpresentasikan langsung dalam bentuk produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan tersebut. Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

2. Value Chain Assessment Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

2. Value Chain Assessment Dalam konsep rantai nilai, aktivitas perusahaan digolongkan menjadi 2 kategori, yaitu: Aktivitas primer, yaitu aktivitas yang berkaitan dengan penciptaan fisik produk, penjualan dan distribusinya ke para pembeli, dan layanan setelah penjualan. Aktivitas ini terdiri dari inbound logistics (logistik ke dalam), operations (kegiatan operasi), outbound logistics (logistik ke luar), marketing and sales (pemasaran dan penjualan), dan service (pelayanan). Aktivitas pendukung, yaitu aktivitas yang menyediakan dukungan yang diperlukan bagi berlangsungnya aktivitas primer. Aktivitas ini terdiri dari procurement (pembelian/pengadaan), technology development (pengembangan teknologi), human resource management (manajemen sumber daya manusia), firm infrastructure (infrastruktur perusahaan) atau sering disebut sebagai general administration (administrasi umum). Yang dikategorikan Porter sebagai aktivitas nilai utama adalah: - Inbound logistics: aktivitas yang terkait dengan penerimaan, penyimpanan, dan mendistribusikan input ke barang atau jasa - Operations: aktivitas yang terkait dengan pengolahan input menjadi barang atau jasa - Outbound logistics: aktivitas yang terkait dengan mengumpulkan, menyimpan, dan mendistribusikan barang atau jasa yang dihasilkan - Marketing and Sales (Pemasaran dan Penjualan): aktivitas yang berkaitan dengan bagaimana para pelanggan bisa membeli barang dan bagaimana mempengaruhi  mereka untuk membeli - Service/layanan: aktivitas yang berkaitan dengan menyediakan layanan untuk meningkatkan atau menjaga nilai dari barang atau jasa yang dihasilkan. Sedangkan yang dikategorikan Porter sebagai aktivitas nilai pendukung adalah: - Procurement: adalah bagian yang menjalankan fungsi sebagai pembelian atau pengadaan input/bahan baku ke perusahaan - Technology development:  skill/keahlian, prosedur, atau teknologi yang dilekatkan ke dalam proses-proses yang dimaksudkan untuk meningkatkan barang, layanan, dan/atau proses. - Human resource management: aktivitas yang berfungsi dalam perekrutan, penyewaan, pelatihan, pengembangan tenaga kerja/karyawan - Firm infrastructure: aktivitas yang memberi dukungan ke seluruh rantai nilai (misalnya, urusan/bagian umum, perencanaan, keuangan, legal/hukum/lawyer, urusan  yang berkaitan dengan pemerintah, manajemen yang berkualitas)  Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

2. Value Chain Assessment Contoh sebuah value chain adalah rantai aktivitas perusahaan dimulai dari membeli bahan baku, menyimpan bahan baku di gudang, mengolahnya menjadi barang setengah jadi, menyimpan hasilnya di gudang, mengolahnya menjadi produk jadi, menyimpan produk jadi di gudang khusus, mendistribusikan dan menyebarkannya ke tempat-tempat penyimpanan, menjualnya secara retail di sejumlah tempat, sampai dengan melayani pelanggan pasca penjualan. Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

2. Value Chain Assessment Dalam kerangka ini dikatakan bahwa setiap investasi teknologi informasi yang dialokasikan harus digunakan untuk mengembangkan teknologi yang secara langsung dipergunakan di dalam rangkaian core process atau proses utama dalam value chain. Semakin terlihat hubungan keterkaitannya, semakin tinggi score perangkat aplikasi teknologi informasinya bagi sebuah perusahaan. Sebuah konsultan internasional memberikan definisi khusus mengenai kriteria proses “value added” (yang pada dasarnya dapat digolongkan sebagai “core processes”) sebagai berikut: Sesuatu hal yang sangat kritikal bagi bisnis perusahaan (“critical to the business”), tanpa proses yang bersangkutan, perusahaan tidak dapat berlangsung (terpaksa gulung tikar); Sesuatu yang secara langsung terlibat dalam proses penciptaan produk atau pelayanan yang ditawarkan perusahaan; dan Pelanggan bersedia “membayar” untuk keperluan proses tersebut (“customer is willing to pay for the activities”); misalnya seorang nasabah yang mau membayar ekstra Rp 50,000 per bulan untuk mendapatkan kartu ATM khusus yang dapat dipergunakan di seluruh dunia. Investasi teknologi informasi yang layak dilakukan, adalah yang secara jelas berfungsi dalam mendukung proses “value added” di atas. Sementara untuk hal-hal yang bersifat “non-value added”, sedapat mungkin investasi teknologi informasi harus ditekan secara minimal, karena secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi biaya pembuatan produk atau pelayanan yang ditawarkan kepada pelanggan (karena biaya ini akan dikompensasikan ke dalam harga produk atau pelayanan), yang kalau tidak dikontrol dengan baik, akan mengakibatkan sulitnya perusahaan berkompetisi dengan para pesaing yang menawarkan produk dan pelayanan sama dengan harga yang lebih murah. Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

3. Relative Competitive Performance Seringkali dianalogikan sebagai proses benchmarking merupakan cara menilai kelayakan investasi teknologi informasi melalui perbandingan dengan perusahaan serupa (kompetitor) dalam industri sejenis. Butir-butir kinerja yang dikomparasikan menyangkut sejumlah aspek – baik kualitatif maupun kuantitatif – terkait dengan biaya yang dikeluarkan untuk investasi maupun manfaat strategis atau operasional yang didapat perusahaan. Melalui cara pembandingan ini diyakini bahwa perusahaan tidak akan melakukan under investment atau over investment terhadap pengembangan teknologi informasi yang dimilikinya. Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

4. Proportion of Management Vision Achieved Pendekatan dimana masing-masing individu yang menduduki jabatan manajemen puncak (seperti senior manager, general manager, vice president, director, dan lain sebagainya) melakukan penilaian yang didasarkan pada apakah implementasi teknologi informasi telah sesuai dengan keinginan atau rencana mereka sebagai seorang pengambil keputusan. Sebuah keputusan investasi dinilai layak dan tepat apabila sesuai dengan rencana atau pandangan dari manajer. Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

5. Work Study Assessment Suatu pendekatan evaluasi dimana dilakukan pengkajian terhadap bagaimana implementasi teknologi informasi memberikan dampak pengaruh terhadap pola dan cara kerja para individu dalam satu divisi atau departemen tertentu di perusahaan. Sebuah investasi teknologi informasi dinilai layak dan tepat apabila dapat memperbaiki kinerja proses atau aktivitas yang dilakukan sejumlah individu sehingga berdampak pada peningkatan kinerja divisi atau departemen dimana perangkat teknologi tersebut diimplementasikan. Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

6. Economic Assessment Pendekatan analisa yang menggunakan sejumlah teori ekonomi yang dibangun berdasarkan sebuah model matematika tertentu. Dengan memasukkan sejumlah data sesuai dengan kondisi perusahaan yang ada ke dalam beragam variabel input pada formula, maka akan didapatkan nilai output yang akan dibandingkan dengan sejumlah parameter untuk menilai layak tidaknya biaya yang diinvestasikan terhadap manfaat yang diperoleh perusahaan. Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

7. Financial Accounting Based Analysis Metode analisa yang menggunakan sejumlah formula dan ukuran yang baku digunakan dalam manajemen financial accounting. Contohnya adalah menggunakan formula ROI, IRR, NPV, dan lain-lain sebagai alat bantu untuk menilai apakah sebuah investasi dianggap layak, wajar, dan worth bagi sebuah perusahaan – ditinjau dari aspek sumber daya finansial. Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

8. User Attitudes Cara pengukuran manfaat dengan melibatkan mayoritas user atau pengguna teknologi informasi di dalam perusahaan. Melalui survei, jajak pendapat, observasi, dan diskusi, masing-masing pengguna diminta untuk menyatakan penilaiannya terhadap setiap aplikasi yang mereka gunakan, terutama berkaitan dengan seberapa besar manfaat diterapkannya aplikasi tersebut untuk membantu aktivitas mereka sehari-hari. Semakin positif tanggapan mereka, semakin dinilai layak investasi teknologi informasi yang telah dilakukan oleh perusahaan. Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

9. User Utility Assessment Sebuah metodologi yang kontroversial karena didasarkan pada asumsi yang sangat spekulatif. Prinsip yang dipegang dalam konsep ini adalah bahwa semakin banyak dan semakin lama individu di perusahaan menggunakan aplikasi teknologi informasi tertentu, semakin dianggap berhasil penerapan teknologi tersebut. Sementara semakin sedikit atau semakin banyak individu yang menolaknya, semakin dipandang tidak layak investasi yang telah dikeluarkan untuk membangun sistem tersebut. Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

10. Value Added Analysis Pendekatan dimana analisa dimulai dengan cara mengkaji nilai (value) yang diberikan oleh sistem atau aplikasi teknologi informasi sebelum menyentuh unsur pembiayaannya. Dengan kata lain, nilai atau manfaat yang diberikan oleh aplikasi teknologi informasi harus disetujui terlebih dahulu baru kemudian mengkalkulasi biaya yang layak dikeluarkan untuk pencapaian value tersebut. Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

10. Value Added Analysis Jika hasil kalkulasi disepakati oleh para pengambil keputusan, maka investasi yang dikeluarkan dinilai layak; sementara jika tidak, maka rencana pengembangan sistem tidak dilakukan. Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

11. Return on Management Diperkenalkan pertama kali oleh Paul Strassman dalam bukunya “Information Payoff” (1985) dan ditekankan kembali pada karyanya “The Business Value of Computers” (1990). Paul Strassman memisahkan management added value dengan management cost kemudian membandingkan keduanya untuk memperoleh Return On Management atau ROM. Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

11. Return on Management ROM memiliki konsep sebagai berikut: Sejak sebuah sistem aplikasi teknologi informasi diterapkan, hitunglah seberapa besar pendapatan atau revenue yang diperoleh perusahaan. Jika revenue tersebut dikurangi dengan Cost Of Goods Sold atau COGS dan pajak, akan diperoleh profit margin atau business value added. Dari business value added ini kemudian dikurangi dengan shareholders value added (misalnya dalam bentuk pembagian dividen saham) dan operation costs sehingga diperoleh sebuah nilai yang merupakan gabungan dari management costs dan management value added. Jika nilai tersebut dikurangi dengan management costs, maka akan diperoleh management value added. Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

11. Return on Management ROM dapat dihitung dengan formula: maka akan diperoleh nilai ROM yang akan menentukan tingkat kelayakan investasi yang telah dan/atau akan dilakukan. Konsep ini dibangun dengan filosofi bahwa dalam perusahaan modern, yang terpenting bukanlah modal, material, maupun teknologi, namun adalah sumber daya manusia yang direpresentasikan dalam manajemen. Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

12. Multi-Objective Multi-Criteria Method Diperkenalkan sebagai sebuah metode yang bernuansa subyektif karena didasarkan pada kenyataan bahwa setiap sistem aplikasi yang diterapkan memiliki obyektif yang berbeda karena beragamnya stakeholders yang berkepentingan dengan adanya sistem tersebut. Adanya sejumlah obyektif yang berbeda dan beragamnya perspektif stakeholders memaksa perlu dikembangkannya sebuah sistem yang dapat mengadopsi situasi ini. Dalam MOMCM tersebut masing-masing stakeholder diberi kesempatan untuk menentukan sendiri bobot atau weight dan penilaian dari sejumlah obyektif atau manfaat yang didapat dari adanya sistem aplikasi tersebut. Dengan cara demikian, maka perusahaan dapat melihat dan menentukan layak tidaknya suatu investasi dari hasil total penilaian para stakeholder tersebut. Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

Karakteristik Model Analisa Cost-Benefit Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

Karakteristik Model Analisa Cost-Benefit Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

Karakteristik Model Analisa Cost-Benefit Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]

Kesimpulan Sejumlah praktisi manajemen menyarankan agar sebuah perusahaan dapat menggunakan dua atau tiga cara sekaligus dalam menganalisa cost-benefit investasi teknologi informasi karena setiap metodologi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing dengan harapan dapat saling melengkapi sehingga menghasilkan suatu metrik pengukuran yang lebih berkualitas. Manajemen Investasi v1.0 2012 [STMIK MDP]