ekmakro08-ittelkom-mna

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Pengantar Teori Ekonomi By, Nurul Komaryatin, SE, MSi
Advertisements

PENDAPATAN NASIONAL Pertemuan ke
MAKROEKONOMI, edisi ke-6
PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
PENDAPATAN NASIONAL Mengukur tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai dan perubahan serta pertumbuhannya dari tahun ke tahun $ DR. NURITA ANDRIANI.
Mengukur Aktivitas Ekonomi
BAB 7 PENDAPATAN NASIONAL
PENGANTAR ILMU EKONOMI (ASPEK EKONOMI MAKRO)
KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL (PEREKONOMIAN TERTUTUP)
Dapat di akses via PENDAPATAN NASIONAL OLEH : WIDHI ASTONO, SE dapat di akses via
PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
Pendapatan nasional.
TEORI EKONOMI MAKRO 3 Sujarwo, SP., MP.
ekmakro08-ittelkom-mna
GROSS DOMESTIC PRODUCT
Penghitungan Pendapatan Nasional
PENDAPATAN NASIONAL Robinhot Gultom Robinhot Gultom.
PENDAPATAN NASIONAL Pertemuan 2 UNMURA. Two ways of viewing GDP Total income of everyone in the economy Total expenditure on the economy’s output of goods.
DATA, VARIABEL DAN INDIKATOR EKONOMI MAKRO
PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
PERTEMUAN 5 dan 6 PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI
Pengukuran Pendapatan Nasional Perhitungan Pendapatan Nasional ada tiga metode/pendekatan : 1.Metode produksi ( Production Approach) 2.Metode Pendapatan.
PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
Pendapatan national Pertemuan 9.
OLEH : HERTIANA IKASARI, SE,MSi
Berbagai Istilah Dalam Perhitungan Pendapatan Nasional
PERTUMBUHAN DAN PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI
PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
Keseimbangan Ekonomi 2 Sektor
PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
ARUS PERPUTARAN EKONOMI
Keseimbangan Ekonomi 2 Sektor
Penghitungan Pendapatan Nasional
MAKROEKONOMI, edisi ke-6
Penghitungan Pendapatan Nasional
PERTEMUAN 5 dan 6 PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI
PERTEMUAN KE-2 PENDAPATAN NASIONAL
Penghitungan Pendapatan Nasional
Pengantar ekonomi makro
MAKROEKONOMI, edisi ke-6
Aniesa Samira Bafadhal, SAB, MAB
PENDAPATAN NASIONAL Oleh : SUKIRNO, S.E M.Si.
PERTEMUAN KE-9 PENDAPATAN NASIONAL & MODEL PEREKONOMIAN
PENDAPATAN NASIONAL Teori Ekonomi Makro Ekonomi Pembangunan.
PRODUKSI NASIONAL PERPUTARAN PEREKONOMIAN
GDP & NATIONAL INCOME Pertemuan 3.
MAKROEKONOMI, edisi ke-6
Macam penggunaan hasil produksi (expend)
GROSS DOMESTIC PRODUCT
METODE PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
Chapter 21: Perhitungan Pendapatan Nasional
PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
Oleh : Nurheni Dwinanti, S.E
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI
PENDAPATAN NASIONAL STIESS BATANG.
KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL (PEREKONOMIAN TERTUTUP)
Pertemuan 6 Pendapatan nasional.
CONSUMPTION & INVESTMENT
PENDAPATAN NASIONAL.
PENDAPATAN NASIONAL (national income) Pendapatan Nasional istilah untuk menyatakan nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara Pendapatan.
Oleh : Nurheni Dwinanti, S.E
MAKROEKONOMI, edisi ke-6
“PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL” (2)
Pengukuran Pendapatan Nasional
03 PEREKONOMIAN INDONESIA PENDAPATAN NASIONAL DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
KONSEP DASAR PENDAPATAN NASIONAL
EKONOMI MAKRO Pertemuan 3 IVAN AKMAL NUR, M.EP JURUSAN AGRIBISNIS FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS PERADABAN 2016.
Bab 2 Data, Variabel, dan Indikator Ekonomi Makro
DATA, VARIABEL DAN INDIKATOR EKONOMI MAKRO
1 Pendapatan Nasional 1. 1.Konsep Dasar Pendapatan Nasional 2. 2.Metode Perhitungan Pendapatan Nasional 3. 3.Perbedaan GDP vs GNP 4. 4.Pertumbuhan Pendapatan.
Transcript presentasi:

ekmakro08-ittelkom-mna Ilmu Ekonomi Pendapatan Nasional Konsep Dasar Pendapatan Nasional Metode Perhitungan Pendapatan Nasional Konsep lain dalam Pendapatan Nasional Perbedaan GDP vs GNP Pertumbuhan Pendapatan Nasional week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

1. Konsep Dasar Pendapatan Nasional Pendapatan Nasional - salah satu indikator yg dapat digunakan untuk mengukur laju pembangunan dan perkembangan tingkat kesejahteraan suatu negara dari waktu ke waktu. Dengan Pendapatan Nasional dapat diketahui struktur perekonomian negara. Pendapatan Nasional didefinisikan sebagai jumlah barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh suatu negara pada periode tertentu, biasanya 1 tahun. Nilai barang dan jasa yang dihasilkan merupakan nilai pasar bruto dari barang dan jasa tersebut. week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

GDP dapat diukur sebagai (a) alur produk-produk jadi, atau secara ekivalen sebagai (b) Alur biaya/pendapatan. Rp. Belanja utk konsumsi (a) Barang jadi dan jasa (roti, komputer, potong rambut) Penjual Rumah tangga dan Pemerintah (b) Faktor produksi (Tenaga kerja, tanah, modal) Gaji, sewa,keuntungan,dll Rp. week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

2. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional Ada 3 pendekatan pendapatan nasional: Pendekatan produksi (production approach) Pendekatan pendapatan (income approach) Pendekatan pengeluaran (expenditure approach) a. Pendekatan Produksi  pendapatan nasional dihitung berdasarkan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan dari masing-masing sektor ekonomi pada periode tertentu. Di Indonesia, ada sembilan sektor ekonomi yang dihitung, yaitu: Sektor pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan Pertambangan dan penggalian Industri pengolahan (manufactur) Listrik, air dan gas Bangunan Perdagangan, hotel dan restoran Pengangkutan dan telekomunikasi Keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan Jasa lain-lain. week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

ekmakro08-ittelkom-mna 9 Sektor ekonomi tsb dikelompokkan menjadi 3 kelompok. Sektor primer: pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan Pertambangan dan penggalian Sektor sekunder: Industri pengolahan (manufactur) Listrik, air dan gas Bangunan Sektor tersier: Perdagangan, hotel dan restoran Pengangkutan dan telekomunikasi Keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan Jasa lain-lain. week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

ekmakro08-ittelkom-mna Kemungkinan terjadi kesalahan perhitungan: Terjadi penghitungan ganda (double counting) dalam menghitung nilai barang antara (intermediate goods). Untuk menghindarinya digunakan dua cara penghitungan: menghitung nilai barang akhir (final goods) atau menghitung total nilai tambahnya (value added) Contoh: Produsen Produk Nilai Rupiah Nilai tambah I II III IV Kapas Benang Kain Pakaian Jadi 150 325 600 900 175 275 300 Total 1.975 week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

ekmakro08-ittelkom-mna Catatan: Produk akhir (final goods): adalah barang atau jasa yang dibeli oleh konsumen akhir dan tidak untuk dijual kembali/diperdagangkan atau tidak untuk diproses lebih lanjut Produk antara (Intermediate goods): adalah produk yang direncanakan untuk dijual kembali /diperdagangkan atau diproses lebih lanjut Nilai tambah (Value Added): selisih antara nilai barang saat dihasilkan dari hasil produksi dengan biaya barang pada saat masuk tahap berikutnya. week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

Value Added/Nilai Tambah Nilai akhir dikurangi nilai bahan mentah/bahan setengah jadi. Jumlah seluruh nilai tambah untuk sebuah produk adalah sama dengan harga jualnya week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

Contoh-perhitungan value added produk roti Material Harga jual Harga produk antara Value added (keuntungan) Gandum Terigu Pabrik roti Toko roti $ 0.20 0.45 0.95 1.25 0.0 0.20 0.25 0.50 0.30 $ 1.25 week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

Contoh: nilai tambah produksi nanas kalengan Tahap produksi Nilai jual (Rp) Nilai tambah Buah mentah Pengalengan Pengiriman Penjualan eceran Total Nilai Tambah 600 2500 3500 5000 1900 1000 1500 week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

ekmakro08-ittelkom-mna b. Pendekatan Pendapatan  pendapatan nasional dihitung dengan cara menjumlahkan pendapatan masing-masing faktor produksi pada tahun tertentu. Faktor Produksi Pendapatan Tenaga kerja Modal Tanah Keahlian upah/gaji Bunga Sewa Laba PDB = Upah + Bunga + Sewa + Laba week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

ekmakro08-ittelkom-mna c. Pendekatan Pengeluaran pendapatan nasional dihitung dengan cara menjumlahkan pengeluaran dari masing-masing pelaku ekonomi pada periode terentu (1 tahun). Pelaku Ekonomi Pengeluaran Konsumen Produsen Pemerintah Sektor Luar Negeri Konsumsi (C) Investasi (I) Pengeluaran Pemerintah (G) Ekspor – Impor (X-M) PDB = C+I+G+ (X-M) week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

ekmakro08-ittelkom-mna PDB = C+I+G+ (X-M) C (Consumption): Pengeluaran oleh rumah tangga atas berbagai barang dan jasa. I (Investment): Pembelian peralatan modal, persediaan, dan struktur usaha, termasuk pembeliaan rumah baru oleh rumah tangga. G (Government purchases): Pengeluaran atas barang dan jasa oleh seluruh lembaga dan tingkatan pemerintahan (pusat, daerah,dsb). X-M (Net Export): Pembelian oleh pihak asing atas berbagai barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri (export) dikurangi pembeliaan domestik atas berbagai barang dan jasa yang diproduksi di luar negeri. week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

3. Konsep lain dalam Pendapatan Nasional Dari GDP sampai Disposible Income (DI) Gross Domestic Product (GDP) (+) Penerimaan pendapatan faktor luar negeri (-) Pembayaran faktor luar negeri Gross National Product (GNP) (-) Penyusutan kapital Net National Product (NNP) (-) pajak tidak langsung perusahaan National Income (NI) (-) pajak laba perusahaan (-) laba perusahaan tidak dibagikan (-) iuran dana jaminan sosial (+) pembayaran transfer pemerintah (+) bunga hutang pemerintah Personal Income (PI) (-) Pajak pribadi Disposible Income (DI) (-) tabungan pribadi Consumption (C) week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

4. Perbedaan GDP dengan GNP Gross Domestic Product (GDP) vs Gross National Product (GNP) Indonesia Malaysia GNP Warga Negara Indonesia Warga Negara Indonesia Warga Negara Asing Warga Negara Malaysia GDP week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

5. Pertumbuhan Pendapatan Nasional Dalam mengukur pertumbuhan pendapatan nasional digunakan Pendapatan Nasional Riil Pendapatan Nasional Riil dihitung dengan mendeflasikan Pendapatan Nasional Nominal Cara mendeflasikan yaitu dengan menilai berdasarkan nilai tahun dasar (base year). Pendapatan Nasional Nominal = Pendapatan Nasional menurut harga yang berlaku. Pendapatan Nasional Riil = Pendapatan Nasional menurut harga konstan. week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

Harga dan Kuantitas Tahun Harga Hotdog Kuantitas Hotdog Harga Hamburger Kuantitas Hamburger 2001 2002 2003 $ 1 2 3 100 150 200 $ 2 4 50 Tahun Perhitungan GDP Nominal 2001 2002 2003 ($1 per hotdog x 100 hotdod) + ($2 per humburger x 50 humburger) = $ 200 ($2 per hotdog x 150 hotdod) + ($3 per humburger x 100 humburger) = $ 600 ($3 per hotdog x 200 hotdod) + ($4 per humburger x 150 humburger) = $ 1.200 Tahun Perhitungan GDP Riil (tahun dasar 2001) 2001 2002 2003 ($1 per hotdog x 100 hotdod) + ($2 per humburger x 50 humburger) = $ 200 ($1 per hotdog x 150 hotdod) + ($2 per humburger x 100 humburger) = $ 350 ($1 per hotdog x 200 hotdod) + ($2 per humburger x 150 humburger) = $ 500 Tahun Perhitungan Deflator GDP 2001 2002 2003 ( $200/$200 ) x 100 = 100 ( $600/$350 ) x 100 = 171 ( $1.200/$500 ) x 100 = 240 week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

ekmakro08-ittelkom-mna Deplator GDP Deplator GDP adalah rasio antara GDP nominal terhadap GDP riil. Deplator GDP mencerminkan tingkat harga saat ini relatif terhadap tingkat harga di tahun dasar. Deflator GDP = GDP Nominal GDP Riil X 100 week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

ekmakro08-ittelkom-mna Kesimpulan: GDP nominal merefleksikan baik harga barang dan jasa maupun kuantitas barang dan jasa yang diproduksi dalam perekonomian. GDP Riil hanya merefleksikan kuantitas yang diproduksi. Deplator GDP, merefleksikan harga barang dan jasa, bukan kuantitas yang diproduksi. Pertumbuhan ekonomi: Gt Gt = pertumbuhan ekonomi tahun ke t Yrt = pendapatan nasional riil tahun ke-t Yrt-1 = pendapatan nasional riil tahun ke-t-1 Gt = ( Yrt – Yr t-1 ) Yrt-1 X 100 week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

ekmakro08-ittelkom-mna PDB Nominal Indonesia No Sektor Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 1 Pertanian, Peternakan, dan Perikanan 216.831,3 263.327,8 298.876,8 325.653,8 354.347,2 2 Pertambangan dan Penggalian 167.692,1 182.007,9 161.023,9 167.535,5 197.162,4 3 Industri Pengolahan 385.598,0 506.319,7 553.746,6 590.051,5 652.729,3 4 Listrik, gas, dan air bersih 8.393,7 10.854,7 15.391,9 19.540,8 22.855,3 5 Bangunan 76.573,3 89.298,9 101.573,6 112.573,4 134.388,2 6 Perdagangan, hotel, dan restoran 224.451,9 267.656,2 314.646,7 337.820,3 372.340,4 7 Pengangkutan dan komunikasi 65.012,2 77.187,6 97.970,2 118.267,4 140.604,2 8 Keuangan , persewaan, dan jasa perusahaan 115.463,1 135.369,8 154.442,2 174.323,6 194.542,1 9 Jasa-jasa lain 129.753,8 152.257,9 165.602,9 198.069,3 234.244,5 Total 1.389.769,4 1.684.280,5 1.863.274,8 2.043.835,6 2.303.213,6 dikutip dari: "Prinsip-prinsip Ekonomi Makro", Bramantyo Djohanputra, MBA,Ph.D., hal:63. week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

ekmakro08-ittelkom-mna PDB Riil Indonesia No Sektor Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 1 Pertanian, Peternakan, dan Perikanan 216.831,3 225.685,6 232.973,4 243.076,0 252.954,0 2 Pertambangan dan Penggalian 167.692,1 168.244,3 169.932,0 168.426,8 160.655,3 3 Industri Pengolahan 385.598,0 398.323,8 419.388,0 441.754,7 469.118,2 4 Listrik, gas, dan air bersih 8.393,7 9.058,3 9.868,2 10.448,0 11.066,1 5 Bangunan 76.573,3 80.080,4 84.469,8 90.103,4 97.466,6 6 Perdagangan, hotel, dan restoran 224.451,9 234.273,1 243.409,3 256.299,6 271.176,7 7 Pengangkutan dan komunikasi 65.012,2 70.276,1 76.173,1 84.979,1 95.772,1 8 Keuangan , persewaan, dan jasa perusahaan 115.463,1 123.085,5 130.928,1 139.117,3 150.935,9 9 Jasa-jasa lain 129.753,8 133.957,4 138.962,3 144.354,2 151.435,2 Total 1.389.769,4 1.442.984,5 1.506.104,2 1.578.559,1 1.660.580,1 dikutip dari: "Prinsip-prinsip Ekonomi Makro", Bramantyo Djohanputra, MBA,Ph.D., hal:64. week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

ekmakro08-ittelkom-mna Indeks Harga Konsumen IHK (CPI): adalah suatu ukuran perubahan rata-rata keseluruhan biaya hidup (pembelian barang dan jasa) oleh konsumen dari waktu ke waktu. Yang menghitung IHK adalah Biro Pusat Statistik (BPS) Perhitungan IHK Tetapkan isi keranjang --barang apa saja yang paling penting bagi konsumen, tentukan bobotnya. Tetapkan harga Hitung harga/biaya isi keranjang Pilih tahun dasar dan hitung indeksnya week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

Langkah-2 ketahui harga masing-masing contoh: Langkah-1 menetapkan jenis barang rata-rata yang dibeli konsumen (contoh: 40 kg beras dan 10 kg gula) Langkah-2 ketahui harga masing-masing Langkah-3 hitung biaya keranjang belanjaan Langkah-4pilih tahun dasar (2001), hitung IHK setiap tahun Tahun Harga beras/kg Harga gula/kg 2001 2002 2003 3.500 4.000 5.000 4.500 5.500 Tahun Total biaya beras dan gula 2001 2002 2003 (3.500 x 40)+(4.500 x10)=185.000 (4.000 x 40)+(5.000 x10)=210.000 (5.000 x 40)+(5.500 x10)=255.000 Tahun IHK 2001 2002 2003 (185.000/185.000) X 100 = 100 (210.000/185.000) X 100 = 113 (255.000/185.000) X 100 = 138 (IHKt - IHKt-1) IHKt-1) X 100 Laju Inflasi = week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

ekmakro08-ittelkom-mna Kompas, selasa 06/06/2006 PDB 2007 diprediksi sebesar 3534 T APBN 713,9 T, Pusat 473,7 T dan daerah 240,2T Anggaran pendidikan 20%=94,74 T Utang luar negeri Rp. 55,7T PDB 2006 sebesar 3040T, APBN 647,7T Pertengahan 1960-an, income percapita : Indonesia $1000, Malaysia $4520,Thailand $2490, Taiwan $14590,China $1500 week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

ekmakro08-ittelkom-mna Kompas Selasa 12 juni 2006, kontribusi sektor migas terhadap APBN mencapai 40%. Tahun 2005 mencapai 151.3T Kamis 15 Juni 2006; Total Hutang Indonesia $ US 134 M terdiri atas DN US$ 66,7 M dan LN 66,1 M week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

ekmakro08-ittelkom-mna Kompas, Rabu 5 Juni 2006 PDB 2005 USA Jepang Cina Inggris India Indonesia US $ 12.49 T 4.46 T 2.26 T 2.22 T 719 M 270 M week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

Konsumsi, Pendapatan, Tabungan Faktor yang menentukan tingkat konsumsi yaitu: Pendapatan konsumen Tingkat harga Tingkat bunga Sosial ekonomi Selera Lain-lain Komponen-komponen utama konsumsi Barang tahan lama: kendaraan bermotor, mebel dan alat RT Barang tidak tahan lama: makanan,pakaian & sepatu dll Jasa: perumahan, transfortasi, medis, rekreasi, dsb week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

ekmakro08-ittelkom-mna Hubungan antara Konsumsi dengan Tingkat Harga Kurva Konsumsi C P Konsumsi Tingkat Harga P1 P2 C1 C2 week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

ekmakro08-ittelkom-mna Teori Konsumsi Keynes C Konsumsi Fungsi konsumsi a Pendapatan setelah pajak DI Kurva konsumsi memiliki slope yang positif, artinya bila pendapatan (DI) naik maka konsumsinya (C) naik. Kurva konsumsi memotong sumbu C di atas nol, artinya walaupun pendapatan nol, konsumsinya positif. Sebagai contoh anak-anak, orang yang tidak ber-pendapatan tetap melakukan konsumsi walaupun tidak memiliki pendapatan. Konsumsi tidak dapat nol. Artinya, meskipun tidak memiliki pendapatan, konsumsi tetap harus dilakukan, bisa dengan jalan meminjam atau menarik tabungan. week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

ekmakro08-ittelkom-mna C = f(Y) Y (=DI) C Pendapatan setelah pajak Konsumsi a Teori Konsumsi Keynes C = a + bY C = konsumsi agregat a = konsumsi otonom (autononmous consumption). b = slope garis = delta C/delta Y, artinya setiap terjadi kenaikan pendapatan sebesar delta C, maka konsumsi meningkat sebanyak b kali delta Y. Y = pendapatan setelah pajak week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

ekmakro08-ittelkom-mna Teori Konsumsi Keynes C C = a + bY C = f(Y) Konsumsi a Pendapatan Y Slope fungsi konsumsi (=b), yang mengukur perubahan dalam konsumsi setiap perubahan pada pendapatan setelah pajak, merupakan kecenderungan marginal untuk mengkonsumsi. (Marginal Propensity to Consume - MPC) MPC = delta C / delta Y week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

Tabungan = Pendapatan – Konsumsi S = Y - C C = f(Y) Y (=DI) C Pendapatan setelah pajak Konsumsi a Y=C Tabungan Break-even point week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

ekmakro08-ittelkom-mna Y = C + S atau S = Y – C C = a + bY S = Y – (a + bY) = -a + (1 - b)Y = -a + MPS.Y MPS : Marginal Propensity to Save = tabungan ekstra yang dihasilkan oleh ekstra perubahan pendapatan.= delta S / delta Y. S = -a + MPS. Y 1 - MPC = MPS MPC + MPS = 1 week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

Hubungan antara konsumsi dengan tabungan C Y=C Tabungan Konsumsi C = f(Y) a Pendapatan setelah pajak Y BEP S S = Y - C Y - a week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

ekmakro08-ittelkom-mna Contoh soal Diketahui struktur data pendapatan suatu negara sbb: Investasi domestik bruto : 300 Pajak pribadi : 150 Ekspor : 100 Pendapatan Nasional : 2000 Bunga yang dibayar konsumen : 25 Pajak tak langsung : 300 Laba tak dibagi : 80 Pendapatan pribadi : 1000 Impor : 75 Investasi domestik netto : 150 Tabungan pribadi : 50 Hitunglah : Produk Nasional Bruto Konsumsi pribadi Pengeluaran pemerintah week-3 ekmakro08-ittelkom-mna

ekmakro08-ittelkom-mna Contoh soal Pada saat pendapatan konsumen 12,5 juta rupiah, pengeluaran konsumsinya 5 juta rupiah. Setelah ada kenaikan gaji sebesar 5 juta rupiah pengeluaran konsumsinya menjadi 6 juta rupiah. Ditanya : a. tentukan berapa MPC nya b. tentukan fungsi konsumsinya. Apabila fungsi konsumsi adalah C = 250 + 0,2 Y, tentukan fungsi tabungannya. week-3 ekmakro08-ittelkom-mna