Pertemuan 16 Penelusuran Banjir

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
KONSEP DASAR HIDROLOGI
Advertisements

ALIRAN MELALUI LUBANG DAN PELUAP
Pertemuan 6 <<Judul>>
#06 Prasarana/Infrastruktur Sumber Daya Air
Pertemuan 11 Sistem Drainase Khusus
Bangunan Utama Bangunan Bendung.
Kehilangan Energi pada
Bangunan air Week #10.
Pertemuan 3 Mencari Titik Berat Penampang Majemuk
Pertemuan 5-6 Metode pemulusan eksponential tunggal
Matakuliah : J 0034/Ekonomi Makro
Pertemuan 9 GARIS BEBAN TRANSISTOR
Pertemuan 5 Balok Keran dan Balok Konsol
1 Pertemuan 08 Teori Penyusutan (Depresiation) Matakuliah: A0032 / Matematika Bisnis Tahun: 2005 Versi: 1 / 0.
Fungsi Logaritma Pertemuan 12
1 Pertemuan 5 PPh PASAL 21 Matakuliah: A0572/ Perpajakan Tahun: 2005 Versi: Revisi 1.
1 Pertemuan 9 Gaya Horisontal Matakuliah: S0512 / Perancangan Struktur Baja Lanjut Tahun: 2006 Versi: 1.
1 Pertemuan > > Matakuliah: >/ > Tahun: > Versi: >
Pertemuan 13 IKATAN TEMBOK
Matakuliah : R0022/Pengantar Arsitektur Tahun : Sept 2005 Versi : 1/1
1 Pertemuan > > Matakuliah: > Tahun: > Versi: >. 2 Learning Outcomes Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu : >
Pertemuan 13 Hukum Castigliano I
1 Pertemuan 7 Diferensial Matakuliah: R0262/Matematika Tahun: September 2005 Versi: 1/1.
Pertemuan 7 Perencanaan Saluran
Pertemuan <<#>> <<Judul>>
Pertemuan 6a BANGUNAN SILANG DAN BANGUNAN TERJUN
Matakuliah : K0074/Kalkulus III Tahun : 2005 Versi : 1/0
Pertemuan 21 Pergerakan air tanah
Pertemuan 1 Matakuliah : S0462/IRIGASI DAN BANGUNAN AIR Tahun : 2005
Pertemuan 24 Metode Unit Load
Latihan Penyelesaian Soal
Saluran Terbuka dan Sifat-sifatnya
Pertemuan 19 Besaran dan Sifat Batang (Secara Grafis)
Pertemuan 5 Konsep Pembentukan dan Proyeksi Benda
Aplikasi Integral Lipat dua dan Lipat Tiga Pertemuan 10, 11, & 12
Matakuliah : I0014 / Biostatistika Tahun : 2005 Versi : V1 / R1
Matakuliah : R0262/Matematika Tahun : September 2005 Versi : 1/1
Pertemuan 17 Tegangan Lentur dengan Gaya Normal yang bekerja Sentris
Matakuliah : R0124 / Teknik Komunikasi Arsitektur
Matakuliah : K0074/Kalkulus III Tahun : 2005 Versi : 1/0
Matakuliah : S0024/Mekanika Bahan Tahun : September 2005 Versi : 1/1
Pertemuan 5 Pengelolaan Missing Data
Pertemuan 16 SISTEM AKUNTANSI UTANG
Pertemuan 3 Konsep Siklus Hidrologi dan Water Budget
Pertemuan 9 ANALISA ALIRAN MELALUI LUBANG
Matakuliah : T0074 / Grafika Komputer
Matakuliah. : <<D00672>>/<<PENGETAHUAN KIMIA
Pertemuan <14>> <<KESETIMBANGAN KIMIA>>
Pertemuan 18 Besaran dan Sifat Batang (secara analitis)
Pertemuan 11 Guratan, Radikal & Pembentukan Kata/Frase 4
Matakuliah : S0024/Mekanika Bahan Tahun : September 2005 Versi : 1/1
Pertemuan 7 Ikatan Angin
Pertemuan 3 Diferensial
Matakuliah : R0262/Matematika Tahun : September 2005 Versi : 1/1
Pertemuan <<3>> <<PERSAMAAN REAKSI>>
Pertemuan 4 Laju Aliran Puncak dan Debit Rancangan
Pertemuan 6 DIferensial
PENDAHULUAN Informasi Hidrologi :
Matakuliah : R0124 / Teknik Komunikasi Arsitektur
STANFORD WATERSHED MODEL IV
Matakuliah : I0014 / Biostatistika Tahun : 2005 Versi : V1 / R1
Pertemuan 15 Transformasi 3D dan komposisinya
PENELUSURAN BANJIR (FLOOD ROUTING)
Pertemuan 26 Navigasi dan Tenaga Listrik
Matakuliah : S0634/Hidrologi dan Sumber Daya Air Tahun : 2006 Versi :
Analisa Hidrologi untuk Bendungan
Analisa Hidrologi untuk Bendungan DR. Ir. Wanny K. Adidarma M.Sc Bimbingan teknis Perhitungan Debit Banjir Pada Data Terbatas Dengan Curah Hujan Satelit.
ANALISIS HIDROLOGI DAN SEDIMEN PERENCANAAN BANGUNAN SABO
Perkiraan secara kuantitatif dari siklus hidrologi dapat dinyatakan berdasar prinsip konservasi massa yang dikenal dengan persamaan neraca air. Neraca.
Penyusunan Pola Operasi Waduk
Transcript presentasi:

Pertemuan 16 Penelusuran Banjir Matakuliah : S0634/Hidrologi dan Sumber Daya Air Tahun : 2006 Versi : Pertemuan 16 Penelusuran Banjir

Learning Outcomes Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu : Mahasiswa dapat menunjukkan hubungan antara antara elevasi muka air, luas genangan dan volume reservoir

Materi 1: Konsep Penelusuran Banjir Materi 2:Metode Muskingum & PULS Outline Materi Materi 1: Konsep Penelusuran Banjir Materi 2:Metode Muskingum & PULS

PENELUSURAN BANJIR ( FLOOD ROUTING )

BATASAN Penelusuran banjir (flood routing) adalah suatu prosedure untuk menentukan perkiraan waktu dan besaran banjir di suatu titik di sungai berdasar data yang diketahui di sebelah hulu. (Lawler, 1964) MANFAAT 1. Mengetahui hidrograf sungai di suatu tempat apabila hidrograf di sebelah hulu diketahui. 2. Untuk sarana peringatan dini pada pengamanan banjir (early warning)

KONSEP PENELUSURAN HIDROLOGI (hydrologic routing) CARA MUSKINGUM (Mc Carthy) 1. Penelusuran untuk satu pangsa sungai ( river reach ) tertentu, atau sebuah reservoir. 2. Diperlukan informasi tentang hubungan antara tinggi muka air dan tampungan ( stage storage ), atau hubungan antara debit dan tampungan ( discharge storage ). Kedua hubungan tersebut dapat diperoleh dari data inflow dan outflow ke dalam pangsa sungai tersebut. 3. Tidak terdapat aliran masuk (tributaries) ke dalam pangsa sungai.

PERSAMAAN DASAR I – O = dS / dt

PERSAMAAN DASAR dengan : S : tampungan Sb = KX(I-O) K : koefisien tampungan X : faktor pemberat. antara 0 – 0,5 I : masukan (inflow) O : keluaran (outflow) Sb = KX(I-O) Sp = KO S = Sb+Sp = KX(I-O)+KO = K[XI+(1-X)O]

PERSAMAAN DASAR Persamaan untuk waktu ke i adalah : Si = K [ Xii + (1-X) Oi ] Persamaan dasar dapat diubah menjadi :

PERSAMAAN DASAR Penyelesian umum : O2 = C0I2 + C1I1 + C2O1 dengan :

PERSAMAAN DASAR 1. hubungan antara S dan [ KX(I-O) + KO] adalah linear untuk nilai X tertentu. X diperoleh dengan cara coba-coba sampai hubungan keduanya sangat mendekati garis lurus. 2. nilai X berkisar antara 0 – 0,5. X = 0 berarti routing untuk reservoir, dan X = 0,5 berarti translasi murni. 3. Cara coba-ulang sangat krusial karena keduanya berubah dengan besaran debit. Cara Muskingum-Cunge menghilangkan cara coba-coba dengan mengaitkan nilai X dengan sifat aliran dan sifat saluran.

CONTOH HITUNGAN CARA MUSKINGUM

CONTOH CARA MUSKINGUM

CARA MUSKINGUM

CONTOH HITUNGAN DENGAN CARA MUSKINGUM

PENELUSURAN RESERVOIR 1. Pada penelusuran saluran (stream routing) tampungan merupakan fungsi masukan dan keluaran, sedangkan pada penelusuran reservoir ( reservoir routing) tampungan hanya tergantung dari keluaran. S = KO Persamaan keseimbangan : I = O + S I – O = S

PENELUSURAN RESERVOIR Penggabungan persamaan-persamaan sebelumnya, dihasilkan : O2 = C0I1 + C1I1 + C2O1

PENELUSURAN RESERVOIR ( cara lain ) 1. Karakter tampungan (reservoir) diketahui, yaitu hubungan antara elevasi muka air, luas genangan dan volume reservoir. (dapat dipermudah dengan penyajian berupa grafik fungsi) 2. Diketahui aliran masuk (inflow) dan aliran keluar (outflow), maka dapat dihitung perubahan tampungan, yang berarti total tampungan dapat dihitung. 3. Dengan diketahui tampungan total, maka elevasi muka air dapat diketahui yang selanjutnya debit yang keluar dari ambang spillway dapat dihitung.

CONTOH HITUNGAN PENELUSURAN RESERVOIR

PENELUSURAN RESERVOIR ( cara lain )

PENELUSURAN KOLAM DATAR ( level pool routing ) diubah menjadi Persamaan t [ ( I1 + I2) – ( O1 + O2 ) ] = 2 ( S2 – S1 ) atau ( 2S2/t + O2 ) = ( I1 + I2 ) + ( 2S1/t – O1 ) Menetapkan hubungan antara elevasi dan tampungan. Menetapkan hubungan antara elevasi dan outflow, 3. Menetapkan hubungan antara outflow dan tampungan + outflow

CONTOH PENELUSURAN LEVEL POOL

PENELUSURAN KOLAM DATAR