SEL DARAH MERAH Adhaninggar Ratna H. (01) Prasasti Yudati P. (16)

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
SISTEM PEREDARAN DARAH
Advertisements

3. Proteksi  homeostasis dan pencegahan infeksi
DARAH Sebagai alat transportasi dalam tubuh manusia.
Media pembelajaran biologi please wait......
Matrissya Hermita Biopsikologi UG
Peredaran darah manusia
INTI DARI SISTIM PEREDARAN DARAH
GETAH BENING/LINFA.
SISTEM PEREDARAN DARAH
Sistem Peredaran Darah Ikan
ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM PEMBULUH DARAH DAN DARAH
PEREDARAN DARAH (SISTEM SIRKULASI)
SISTEM PEREDARAN DARAH
SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA
EKSRESI HATI FUNGSI HASIL EKSKRESI KELAINAN EXIT CARA MENGATASI
SISTEM CARDIOVASCULARE
LEUKOSIT Disusun oleh : Tita Izatul Mubarokah (20/XI MIA 1)
DARAH drg.Fidya, MSi.
TROMBOSIT Disusun oleh : Kirana Wahyu Damayanti/09
Sistem Pertahanan Tubuh
JARINGAN IKAT Kelompok 1 : Anggraini Dwi I (02)
SISTEM SIRKULASI PADA MANUSIA Oleh : ENDANG SRI DARMIYATI,M.Pd
SISTEM PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA
Jumlahnya sekitar 4,5 – 5,5 juta sel per mm3
Sistem Peredaran Darah
SISTEM PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA
Sistem Peredaran Darah
SISTEM PEMBULUH DARAH MANUSIA
JARINGAN IKAT Mata Kuliah: Struktur Perkembangan Hewan
BIOKIMIA DARAH Lilis Hadiyati, S.Si..
Leukosit Oleh : sukarniwati.
MOTIVASI.
Oleh : Aisyah Rahadi Safitri Fatima Salsabila Dhata Wirinda Shafira
Struktur Dan Fungsi Sistem Peredaran Darah
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL. PERTEMUAN 3
SISTEM PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA
Dosen:IKA PUTRI R.,M.Biomed
2 Cisauk Junior high School
Perubahan anatomi dan fisiologi pada ibu hamil trimester I,II dan III (Darah dan pembekuan darah) Reflidia yuni putri
BIOLOGI DASAR MANUSIA “IMUNOLOGI DAN SISTIM LIMFATIK”
Sel darah merah Oleh JUMANTO.
SISTEM PEREDARAN DARAH
SISTEM TRANSPORTASI.
DARAH Team Teaching: Dra. Hj. Aseptianova, M.Pd.
DARAH.
SEMINAR HASIL RIA MARESTY.
A.Pengertian Sistem Limfatik Manusia .
DARAH DAN PEMBULUH DARAH
Mengangkut zat-zat sisa metabolisme.
LEUKOSIT (Sel Darah Putih) Disusun Oleh : ANNISA RIZQI DAMYANTI
Sistem Peredaran Darah
Sistem Perdaran Darah.
Dari Kelompok 3 : Marciani Ibnu Ratna Frisilia Bela Arfel
Materi Ajar Sistem Kekebalan
opening opening SISTEM PERDARAN DARAH PADA MANUSIA KEMENTERIAN AGAMA
HEMATINIKA Ana Miftahul Jannah.
SISTEM KARDIOVASKULER Anatomi dan Fisiologi Manusia
Nama Kelompok : Athena Joanne Tarigan ( XI A7 / 05 )
SISTEM TRANSPORTASI PADA MANUSIA
DARAH.
SISTEM PEREDARAN DARAH Akademi Famasi Tolitoli
BAHAN AJAR IPA STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
BAB 4 SISTEM PEREDARAN DARAH
Struktur Jaringan Hewan ‘’Jaringan Mieloid‘’
SEL DARAH.
SISTEM PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA
SISTEM EKSKRESI MASUK KELUAR.
ADAPTASI A. Pengertian Sistem Kekebalan Tubuh Sistem kekebalan tubuh atau sistem imun adalah sistem perlindungan dari pengaruh luar biologis yang dilakukan.
BAB 4 SISTEM PEREDARAN DARAH By : Anna Laura Silaban, S.Si.
ASUHAN KEBIDANAN LANJUTAN II
Transcript presentasi:

SEL DARAH MERAH Adhaninggar Ratna H. (01) Prasasti Yudati P. (16) Zahidah Banani (22) Imaduddin Yusuf A. (25)

ERITROSIT Erythros = merah Kytos = ruang sel Warna merah pada sel dikarenakan adanya unsur haem yang lebih dikenal dengan kata Haemoglobin (Hb). Di dalam tubuh manusia ada sekitar 30 triliun eritrosit.

Karakteristik Erythrocyte Terdapat Di pembuluh darah Komponen dasar Haemolobin yang mengandung unsur besi (Fe) Dihasilkan Bayi : hati Orang dewasa: sumsum tulang belakang bentuk bikonkaf, tidak mempunyai inti umur 120 hari inti Tidak ada

CIRI CIRI ERITROSIT berbentuk cakram bikonkaf berdiameter 7-8 µm tebalnya 1-2µm bersifat elastik tidak memiliki inti (pada eritrosit tua) Jumlah eritrosit pada laki-laki berkisar 4,2 juta-5,4 juta µl pada perempuan berkisar 3,6 juta-5,0 juta µl

FUNGSI ERITROSIT Mengedarkan O2 ke seluruh tubuh Penentuan golongan darah Sebagai sistem kekebalan tubuh Melepaskan senyawa S-nitrosothiol saat hemoglobin terdeoksigenasi, yang juga berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah dan melancarkan arus darah supaya darah menuju ke daerah tubuh yang kekurangan oksigen.

PEMBENTUKAN ERITROSIT Proses pembentukan eritrosit disebut eritropoiesis. Pada beberapa minggu pertama embrio dalam kandungan, eritrosit dihasilkan dalam kantong kuning telur. Beberapa bulan kemudian, pemebntukan eritrosit terjadi di hati, limfa, dan kelenjar limfa. Sesudah bayi lahir, eritrosit dibentuk oleh sumsum tulang. Produk eritrosit distimulasi oleh hormon eritropoietin. Kira-kira di usia 20 tahun, sumsum bagian proksimal tulang panjang sudah tidak menghasilkan eritrosit lagi. Sebagian besar eritrosit akan dihasilkan dalam sumsum tulang membranosa (tulang belakang, tulang dada, tulang rusuk, dan tulang panggul). Dengan meningkatnya usia, sumsum tulang menjadi kurang produktif.

Sel yang dapat membentuk eritrosit adalah hemositoblas atau sel batang myeloid yang mampu berkembang menjadi bebragai jenis sel darah (bersifat pluripoten). Sel ini terdapat di sumsum tulang dan akan membentuk berbagai jenis leokosit, eritrosit, dan megakarosit (Pembentuk keping darah). Eritrosit yang terbentuk akan keluar dan menembus membran (kemampuan ini disebut dispedesis) dan memasuki kapiler darah. Selain membentuk eritrosit, hemositoblas juga membentuk sel plasma, limfosit b, limfosit t, monosit, dan fagosit-fagosit lain.

Dalam keadaan normal, erotrosit bertahan selama rata-rata 120 hari Dalam keadaan normal, erotrosit bertahan selama rata-rata 120 hari. Saat sel menua, membrane sel rapuh dan pecah. Eritrosit tua dimusnahkan di organ limfa (lien) dan hati. Hemoglobin dicerna oleh sel-sel retikuloendotelium. Zat besi dilepas kembali ke dalam darah untuk kemudian diangkut kembali ke sumsum tulang dan hati. Hemoglobin diubah menjadi pigmen empedu (bilirubin) dan diekresi oleh hati ke dalam empedu.

FUNGSI HATI DALAM PEMBENTUKAN ERITROSIT Eritrosit yang telah berumur 120 hari akan dihancurkan dalam hati oleh sel-sel makrofag. Hemoglobin yang terdapat dalam eritrosit akan diuraikan menjadi hermin Fe2+ dan globin. Fe akan disimpan dalam hati kemudian dikirim ke sumsum tulang merah untuk pembentukan hemoglobin baru dalam eritrosit baru. Globin akan digunakan lagi untuk pembentukan antibodi atau hemoglobin baru.

Nadia (13) : eritrosit tidak normal ? Wibi (24) : kenapa eritrosit laki2 lebih banyak ? Hanif (28) : cara menentukan golongan darah Hibat (30) : kenapa tempat produksi eritrosit berpindah ? Ina (14) : bagaimana pembongkaran sel