Oleh : Nurul Wandasari S Program Studi Kesehatan Masyarakat Univ Esa Unggul 2012/2013.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PENYAKIT KAKI TANGAN DAN MULUT PENDAHULUAN
Advertisements

TUBERKULOSIS PADA ANAK ???? Oleh: Ikeu Nurhidayah K, S.Kep., Ners
SURVEILANS EPIDEMIOLOGI
BIMBINGAN KONSELING X-3. ANGGOTA ANGGOTA KELOMPOK BAGUS S. A. RONNY N. R. GALIH K. A. M. JABBARUDIN WAHYU D. N KETUA WAKIL JURNALIST.
POX VIRUS (CACAR) PADA UNGGAS
ALAT INDRA KULIT.
Disusun Oleh: Novi Susanti Nursabilla Rahmahwati Sari
FRAMBUSIA TROPIKA Danny A. Hermawan, Dip Derm
Eksim: Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan
BEBAS TBC dan BEBAS ROKOK.
Project Status Report Presenter Name Presentation Date.
WASPADA PENYAKIT KUSTA
Herpes Zoster.
MACAM-MACAM PENYAKIT SEKSUAL (penyakit kelamin)
CARA PENYUNTIKAN VAKSIN RABIES
DIFTERI Suharyo.
PERTUSIS Suharyo.
PENGUKURAN KUSTA.
Pemberian Obat Pencegahan Massal Dinas Kesehatan Provinsi Bali
DESA KARANGWUNI PUJIANTA, S.KEP
Stadium klinis HIV/AIDS
ANTRAKS Suharyo.
TETANUS NEONATORUM Suharyo.
ELIMINASI MALARIA DI BANYUMAS 2015
EPIDEMIOLOGI HIV/AIDS PADA KELOMPOK USIA PRODUKTIF
LEPTOSPIROSIS I. Defenisi    Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira berbentuk spiral yang menyerang hewan dan manusia.
Oleh : dr. Irfan Rahmanto
Kata malaria berasal dari bahasa Italia yaitu Male dan Aria yang berarti hawa buruk. Pada zaman dulu, orang beranggapan bahwa malaria disebabkan oleh udara.
JAPANESE ENCEPHALITIS
Epidemiologi & Pencegahan
VARICELLA Ilmu Penyakit Menular.
LEPTOSPIROSIS Definisi Penularan Gejala Pencegahan
DEPARTMENT OF PARASITOLOGY
Kehamilan dengan infeksi (rubella dan hepatitis)
VARISELA OLEH NUGROHO.
S I F I L I S OLEH : KLP III.A Ahmad Bukhari Ananta Yandini
HIV / AIDS Penanganan dan Pencegahan Penularan
INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS)
Systemic Lupus Erythematosus (SLE)
AYO BERANTAS.
INFEKSI YANG MENYERTAI KEHAMILAN DAN PERSALINAN
AMOEBIC LIVER ABSCESS dr. Ayling Sanjaya, M.Kes., Sp. A
TRICHOMONIASIS VAGINALIS
Penyakit yang menyertai kehamilan dan persalinan
Silvia rahmayani KEHAMILAN DENGAN PMS.
Materi Penyakit Kusta Untuk Penyegaran Kader pendopo wonomulyo 04 Sept 2013 mawan sehat.
EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR
Surveilens penyakit diare
PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT
MUHAMMAD ABDILLAHTULKHAER
ASKEP PADA PASIEN DENGAN IMS (infeksi menular sexual)
KLAMIDIASIS (CHLAMYDIAE)
EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR
EBOLA BY : ROSITA.
FLU BURUNG PADA MANUSIA
Ariestiana Ayu Ananda Latifa X-4 Muhammad Ezra Acalapati Madani X-4
INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) dr. A.M. Multazam Mustari, M.Kes. BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL PROPINSI SULAWESI SELATAN 2009.
PERTUSIS Suharyo.
Ilmu Penyakit Menular Sifilis.
TETANUS NEONATORUM Suharyo.
KLAMIDIASIS (CHLAMYDIAE)
POLIOMIELITIS (PENYAKIT POLIO)
EPIDEMIOLOGI KUSTA by WIDYA HC.
PENYAKIT MENULAR SEKSUAL. Apa itu Penyakit Menular Seksual? Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan salah satu jenis Infeksi Saluran Reproduksi (ISR),
Visi Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat FIKES UHAMKA:
Konsep dasar metoda Pemberantasan Penyakit
Kehamilan di sertai penyakit rubella dan hepatitis
HUMAN MONKEYPOX VIRUS CACAR MONYET
Tuberculosis (TBC) Puskesmas Pakem. TUBERKULOSIS (TB) Sebagian besar menyerang paru Sebagian besar menyerang paru Dpt juga menyerang organ tubuh lain.
Transcript presentasi:

Oleh : Nurul Wandasari S Program Studi Kesehatan Masyarakat Univ Esa Unggul 2012/2013

Sinonim Yaws (Inggris); Pian (France); Framboesie (Germany); Bouba (Portugis); Patek (Jawa); Puru (Sumatra) Definisi Penyakit infeksi sistemik, kronik & residif, disebabkan Treponema pertenue, timbulkan gejala di kulit & tulang, tdd 3 stadia yi.: ulkus granulomatosa pd kulit (Mother Yaw) lesi non-destruktif dini, lesi destruktif lanjut (kulit & tulang)

Etiologi Treponema pallidum subsp. Pertenue (Castellani) Mudah ditemukan pada sekret lesi kulit & mukosa pd std dini. Std lanjut sulit ditemukan pd jaringan, kelenjar & limpa, tak pernah terdeteksi dlm darah. Spirochaeta, sifat fragil, tak tahan kering, panas & dingin. Btk, ukuran, gerak dll sulit dibedakan Tr pallidum/ Sifilis.

Epidemiologi  Daerah tropis yang lembab  Endemis  desa primitif  Terutama anak daerah tropis di pedesaan yang panas, lembab  Lebih sering ditemukan pada laki-laki.  Prevalensi secara global menurun setelah kampanye pengobatan dengan penisilin tahun 1950-an dan an  Muncul lagi di sebagian besar daerah katulistiwa dan afrika barat dengan penyebaran fokus-fokus infeksi tetap di daerah Amerika latin, kepulauan Karibia, India, Asia Tenggara dan Kepulauan Pasifik Selatan.

Adanya penyakit menular yang sudah jarang ditemui lagi di negara lain (Frambusia)

Histori 854 SM di Pasifik Barat  tlg. Frambusia Abad XVI di India Barat & Amerika 1905 CASTELLANI di Srilangka  Tr. Pertenue. Skrg di Amerika, Karibia, Pasifik Selatan & Afrika Indonesia di Kalimantan Barat, Sumatra (Utara, Barat, Selatan) dan Irian Jaya

Insiden Terutama anak-anak usia sekolah (< 15 th) Pria > wanita muda Wanita dewasa > o.k infeksi dari anak Pendidikan & sos-ekon ↓ Lingkungan padat & buruk

Reservoir: Manusia dan mungkin primata kelas tinggi Kontak langsung dengan eksudat pada lesi awal kulit orang terinfeksi Penularan tidak langsung  kontaminasi garukan, barang kontak dengan kulit, lalat yang hinggap pada luka terbuka Cara Penularan

Symptom Masa inkubasi : 2-3 mg bukan PMS Tergantung Cara Penularan * Langsung - Mikrolesi/ luka - Selaput lendir * Tak Langsung - Benda / serangga Hippelates pallipes Masa penularan: Masa penularan bervariasi secara intermiten selama beberapa tahun barupa lesi basah. Bakteri penyebab tidak ditemukan pada lesi destruktif stadium akhir.

Symptom DINILANJUT Lesi Basah + eksudat Treponema +++ Kering  macula/ papula Kering + ulkus +/- sulit ditemukan Ulkus pd kulit/ mukosa Sikatriks Sembuh  parut – Khas  papiloma Parut + Penularan Sangat menularKurang/ hampir tak menular Masa laten Gejala klinis – Tes serologik + Sering relaps - Jarang relaps + penyembuhan

FRAMBUSIASIFILIS Non PMS Golongan PMS (--) Kongenital (+) Anak/ remaja Usia Dewasa Kulit & tulang Mengenai Semua organ + SSP & CVS (+++) Treponema (+) (--) L.C.S (+) STS post Th/ (+)

Laboratorium :  Sifilis = Frambusia 1.Preparat BURRI 2.Pemeriksaan Dark Field Microscope 3.Teknik Fluoresensi Antibodi + Microscope Fluoresensi 4.Pemeriksaan serum  STS

a.TES REAGIN :  Antibodi thdp Kardiolipin  Tes Wasserman (WR) yi. Tes Fiksasi komplemen  Tes V.D.R.L. (= Venereal Disease Research Lab.) yi. Tes flokulasi b.TES ANTI-TREPONEMA  T.P.I. Test (= Treponema Pallidum Immobilization) yi. Tes konfirmasi dgn Dark field micr.  F.T.A. Test (= Fluorescent Treponemal Antibody) yi. Tes imuno-fluoresensi indirek dgn Fluoresensi micr.  F.T.A. Abs. Test (= Fluorescent Treponemal Antibody Absorbtion)  T.P.H.A. Test (= Treponema Pallidum Haemaglutination Assay) yi. Tes Hemaglutinasi indirek.

Terapi Frambusia : Penicillin 2.4 jt unit/ 1x suntik Evaluasi 6 – 12 bulan Sifilis :  C.D.C Atlanta (1985) Dini- Benzathine Penisilin 2,4 jt unit - Tetrasiklin HCl4 x 500 mg/ hr  15 hr Lanjut- Benzathine Penisilin2,4 jt unit/ mgg  3 mgg - Tetrasiklin HCl4 x 500 mg/ hr  30 hr

Cara – cara pemberantasan Upaya pencegahan golongan treponematosis non venereal : Lakukanlah upaya promosi kesehatan umum treponematosis Menjaga kebersihan perorangan dan sanitasi yang baik, termasuk penggunaan air dan sabun yang cukup dan pentingnya untuk meningkatkan kondisi sosial ekonomi dalam jangka waktu panjang untuk mengurangi angka kejadian. Mengorganisir masyarakat dalam upaya pemberantasan dengan memperhatikan hal-hal yang spesifik

Periksa anggota masyarakat dan obati penderita dengan gejala aktif atau laten Survei klinis secara rutin dan surveilans berkesinambungan Survey serologis untuk penderita laten terutama pada anak-anak agar tidak relaps Menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan yang mamadai Penanganan terhadap penderita cacat dan penderita dengan gejala lanjut.

Pengawasan penderita, kontak dan lingkungan sekitar Pengawasan penderita, kontak dan lingkungan sekitarnya : Laporan kepada instansi kesehatan yang berwenang membedakan treponematosis venereal & non venereal Hndari kontak dengan luka dan hindari kontaminasi lingkungan sampai luka sembuh. Disinfeksi serentak: bersihkan barang-barang yang terkontaminasi dengan discharge dan buanglah discharge sesuai dengan prosedur Investigasi terhadap kontak dan sumber infeksi Pengobatan spesifik: Penisilin

Penanggulangan wabah Program pengobatan aktif untuk masyarakat di daerah dengan prevalensi tinggi Pengobatan terhadap kasus aktif Survei berkala dengan tenggang waktu antara 1 – 3 tahun sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan masyarakat