Desain Kemasan.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
STRATEGI PEMASARAN PRODUK USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH
Advertisements

keyakinan, kepercayaan, ketelitian, kehidupan.
Mendesain dan Mengelola Produk
PENGEPAKAN DAN PELABELAN
TEKNOLOGI PENGEMASAN PRODUK UMKM AGROINDUSTRI
MENGELOLA LINI PRODUK DAN MEREK
MENGELOLA LINI PRODUK DAN MEREK
Bahaya Dibalik Kemasan Makanan
PP No. 69 Tahun 1999 Tentang PELABELAN DAN IKLAN PANGAN
TEKNOLOGI PENGEMASAN, DISTRIBUSI DAN TRANSPORTASI
MERK, KEMASAN DAN CIRI PRODUK LAINNYA
Pengendalian Mutu Agroindustri
Macam-macam Skema Warna
Chapter 4 Persepsi Konsumen.
PERBANDINGAN KEMASAN NAMA KELOMPOK: Citra Ayu Pratiwi
Mengukur Equitas Merek Dr. Suliyanto, SE, MM Program Pascasarjana Unsoed 2010.
KLASIFIKASI DESAIN KEMASAN “CHUNKY BAR”
Teknologi dan Manajemen Pengemasan Analisis Desain Kemasan Aqua
Keseimbangan, Penekanan, Kesatuan
OLEH : ADE KURNIAWAN, S.Pd (dhekurniawan86.wordpress.com)
Pengenalan desain grafis 2
Bahaya Dibalik Kemasan Makanan
KEMASAN DAN LABELLING (PEMBERIAN LABEL) PRODUK PANGAN
Mutu dalam Industri Pangan
Prinsip Dasar Desain Web
PEMILIHAN BAHAN UTAMA.
PACKAGING.
LOGO.
PENGEMBANGAN KEMASAN DAN LABELING PRODUK KERIPIK SINGKONG KHAS LAMPUNG
Aspek Hukum Dalam Bisnis
PERSEPSI KONSUMEN 2/11/2018.
STRATEGI PEMASARAN BAGI UKM.
Sesi 2 Memahami tipografi sebagai seni meramu teks untuk memvisualisasikan pesan yang berhasil.
PRODUK DAN PENETAPAN HARGA
SMA HARAPAN 1 MEDAN Jl. Imam Bonjol No. 35 Medan.
Mutu dalam Industri Pangan
Bahasa visual Untuk Media internal.
PENGEMASAN PANGAN.
KELMA CHICKEN Jenis Produk : Chicken Pok Pok Alamat :
Corporate Identity : Logo
DESAIN KEMASAN KALENG PADA SUSU “BEBELAC 3” 800g
Desain Kemasan (Packaging Design)
PRINSIP-PRINSIP KOMPUTER/MEDIA GRAFIS
PENYIMPANGAN MUTU PANGAN
Sesi 2 Memahami tipografi sebagai seni meramu teks untuk memvisualisasikan pesan yang berhasil.
MERANCANG PRODUK KEBERHASILAN PRODUK , Sebaiknya TERLEBIH DAHULU mendesign pasarnya -> krn jika tidak maka hasilnya tidak akan berkembang secara maximal.
Olivia Tjandra Waluya M. Si., Psi Fakultas Desain dan Industri Kreatif
Proses Pengembangan Produk Baru
Konsep Pewarnaan Website
PUTRI ANGGRAENI WIDYASTUTI
PUTRI ANGGRAENI WIDYASTUTI
FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN MATEMATIKA UNIVERSITAS NEGRI MEDAN
PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN PRODUK INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN (IRTP)
KEWIRAUSAHAAN KELOMPOK 8 NAMA : Taufik Fajar Hidayat ( 29 )
UNDANG-UNDANG KESEHATAN
MEREK DAN KEMASAN Yurido Fajar Rahmana
PUTRI ANGGRAENI WIDYASTUTI
BRANDING PRODUK KOPI TORAJA
Bahasa visual Untuk Media internal.
B N N N N A A D D R R I I G G  Nama, istilah, tanda, simbol atau desain (atau kombinasi darinya) yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu produk.
OVERVIEW  Pendahuluan  Bahan dan Bentuk Kemasan  Desain Kemasan  Inovasi Kemasan.
Tiga elemen pokok pemasaran : 1.Semua operasi dan perencanaan perusahaan hrs berorientasi pd konsumen 2.Sasaran perusahaan hrs volume penjualan yg menghasilkan.
PERSEPSI KONSUMEN 11/10/2018.
PT. Tayang Visi Aplikasi Digitasi (TVaD)
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
PENGELOLAAN MENU Guntoro, S.Gz.
MENGELOLA LINI PRODUK DAN MEREK
Desain Kemasan (Packaging Design)
PENGELOLAAN MENU Guntoro, S.Gz.
Desain Kemasan (Packaging Design) ARYA WIRABHUANA dan TAUFIQ AJI UIN Sunan Kalijaga - Yogyakarta.
Transcript presentasi:

Desain Kemasan

Kompetensi Dasar dan Indikator Menghayati keberhasilan dan kegagalan wirausahawan dan keberagaman produk pengolahan di wilayah setempat dan lainnya sebagai anugerah Tuhan Menghayati sikap bekerjasama, gotong royong, bertoleransi, disiplin, bertanggung jawab, kreatif dan inovatif dalam memahami kewirausahaan dan membuat produk pengolahan di wilayah setempat dan lainnya dengan memperhatikan estetika produk akhir untuk membangun semangat usaha Memahami desain produk dan pengemasan pengolahan dari bahan nabati dan hewani menjadi makanan khas daerah berdasarkan konsep berkarya dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya. Indikator: Mengidentifikasi fungsi pengemas untuk bahan pangan. Menjelaskan bahan dan bentuk pengemas untuk bahan/produk pangan olahan. Mendesain produk dan pengemasan pengolahan dari bahan nabati dan hewani menjadi makanan khas daerah berdasarkan konsep berkarya dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya. Membuat desain kemasan produk untuk bahan pangan. Membuat laporan hasil dari penggunaan kemasan untuk bahan/produk pangan olahan.

Filosofi dalam pengemasan pangan Ajining Raga Saka Busana, Ajining Diri Saka Lathi Raga (tubuh) seseorang dinilai dari busana (pakaian), pribadi dinilai dari yang diucapkan atau dijanjikan Arti dalam pengemasan pangan: Pangan dihargai dari kemasannya, dipercaya dari labelnya.

Konsep Kemasan Pangan Produk Aman Murah Konsumen Transportasi Ramah Lingkungan Mudah Penggunaan Nilai Seni & Estetika

Definisi Seni, ilmu & teknologi dalam penyiapan bahan pangan untuk penyimpanan, pengangkutan, dan penjualan. Usaha untuk memastikan pengangkutan produk yang aman sampai konsumen akhir dengan biaya keseluruhan minimal. Harus dapat “melindungi” bahan pangan yang dijual, dan harus dapat menjual apa yang dilindungi.

Kemasan Dahulu VS Kemasan Sekarang Untuk “proteksi” terhadap bahan yang dikemas. Konsep untuk pemasaran dan promosi belum ada. Sebagai sarana pemasaran & informasi yang penting. Perkembangan toko/pasar swalayan & kebiasaan membeli berpengaruh dalam menentukan cara pengemasan  Bahan, ukuran & dekorasi kemasan

Fungsi Kemasan Menjaga produk pangan agar tetap bersih. Melindungi pangan terhadap kerusakan fisik, perubahan kadar air dan cahaya. Mempunyai fungsi yang baik, efisien dan ekonomis khususnya selama proses penempatan pangan ke dalam wadah/kemasan. Mempunyai kemudahan dalam membuka dan menutup. Memudahkan penanganan, pengangkutan dan distribusi. Mempunyai ukuran, bentuk dan bobot sesuai dengan standart. Memudahkan dibentuk, dicetak dan dibuang. Menampakkan identifikasi, informasi dan penampilan yang menarik. Membantu promosi dan penjualan

Struktur Kemasan Kemasan Primer Kemasan Sekunder Bahan kemasan langsung kontak dengan bahan pangan. Contoh: kaleng susu, botol minuman, bungkus permen. Kemasan Sekunder Kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya. Contoh: kotak karton, kotak kayu. Kemasan tersier/kuartener Bila masih diperlukan lagi kemasan setelah kemasan sekunder (sebagai pelindung & mempermudah pengangkutan)

Syarat pengemas yang baik : 1. Tidak beracun 2. Tidak bereaksi dengan bahan pangan yang dikemas, hal ini perlu diperhatikan pada pengemas kaleng. 3. Mampu melindungi makanan dari kontaminasi mikroba, kotoran, tahan terhadap gigitan serangga dan hewan pengerat 4. Dapat mencegah masuknya bau dan gas 5. Untuk bahan yang cair harus dipilih pengemas yang kedap air. Dimana kandungan air dalam bahan pangan tidak boleh menyerap air dari atmosfer, demikan juga kandungan air di dalam tidak boleh berkurang.

6. Dapat melindungi bahan pangan dari sinar matahari, terutama terhadap bahan pangan yang sensitif terhadap sinar, seperti pigmen dan minyak. Bagi bahan yang tidak sensitif terhadap sinar matahari, dapat digunakan wadah yang transparan supaya konsumen dapatmelihatnya. 7. Tahan terhadap tekanan atau benturan, terutama saat pengangkutan . 8. Menarik 9. Dapat memberikan informasi kandungan gizi dan komposisi bahan secara lengkap pada konsumen 10. Memberikan informasi tentang tgl/bulan/tahun kadaluarsa

Label pada kemasan diatur dalam Peraturan Pemerintah RI No Label pada kemasan diatur dalam Peraturan Pemerintah RI No. 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. Pasal 3 ayat (2) menjelaskan keterangan yang tercantum pada label sekurang-kurangnya adalah:   Merk Nama produk Daftar bahan yang digunakan. Berat bersih atau isi bersih. Nama dan alamat pihak produsen atau distributor. Tanggal, bulan, dan tahun kadaluarsa. Kandungan gizi (AKG )

Informasi Di USA 90% bahan pangan dijual di pasar swalayan, konsumen biasa berbelanja 1 minggu 1 kali  lebih menyukai wadah dengan ukuran relative besar tetapi tetap ekonomis (large economic size) Di Eropa & Asia, konsumen suka berbelanja setiap hari  ukuran wadah lebih kecil maka lebih disukai. Orang berbelanja harus dapat memilih diantara banyak pilihan dalam hal: wadah, produk & ukuran produk Kemasan saat ini harus memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan seolah-olah dia berkata: “Pilihlah Saya” Di dalam sistem pemasaran yang serba “self service” kemasan dapat diharapkan dapat menawarkan produk yang dikemas dan memberi informasi yang relatif lengkap.

Apakah yang dimaksud dengan kemasan? Gabungan dari sains, seni dan teknologi untuk melindungi produk yang dikemas terhadap pengaruh lingkungan yang “merusak”. Kombinasi dari elemen bahan baku, mesin dan manusia untuk menjaga antara produk dan pengaruh lingkungan luar yang ekstrim agar isi kemasan tersebut dapat bertahan. Jika tidak ada produk yang harus dipindah tempatkan atau berubah dengan waktu maka tidak dibutuhkan kemasan. Kemasanlah yang memungkinkan barang-barang yang diproduksi dapat dikirimkan kepada masyarakat secara aman dan ekonomis.

Desain Kemasan Pangan

Packaging is the silent salesman Merupakan kontak point antara pembeli dan produk Setiap produk memiliki waktu kurang lebih SETENGAH DETIK ATAU KURANG untuk dapat dikenali konsumen

Pengenalan Kemasan Berdasarkan Produk Kemasan yang dibuat harus melihat pada hal-hal berikut: Jenis produk : kacang, biscuit, susu, detergent, dll Harga di pasar : pangsa pasar yang dituju produk tersebut. Segmen pemakai : anak-anak, remaja, laki-laki, wanita, dll

Tujuan dasar Dari Desain Kemasan mampu menjadi penghubung yang baik antara produk dan pemakai. Kemasan harus memiliki daya tarik pada bentuk, bagian luar, dan warna sehingga mampu menarik mata pelanggan dan merangsang tindakan yang mengarah ke penjualan.

Oleh Karena Itu Proses desain kemasan sangat menentukan sebagai langkah awal pembuatan kemasan Langkah awal yang harus diperhatikan dalam proses desain kemasan: Komposisi warna kemasan. Bentuk desain kemasan. Proses

Teori Warna Cyan, Magenta, dan Kuning disebut 3 warna dasar untuk proses printing, dan biasanya disebut sistem warna CMY Biru, Hijau, & Merah disebut warna primer, dan biasanya disebut sistem warna RGB

Prinsip Desain Otak butuh rangsangan yang membangkitkan minat. Otak menyukai kesederhanaan. Hindari desain yang ruwet, buat desain yang mudah dicerna. Otak cenderung emosional. Buat desain yang berpegaruh pada psikologis sesuai dampak yang diinginkan. Otak sulit berubah: perlu kecepatan dalam menarik perhatian, menanamkan ingatan. Hadirkan kesinambungan desain dalam suatu merk (focus). Otak butuh penyegaran: desain yang sudah kadaluwarsa harus diubah, tetapi jangan terlalu sering.

top of mind awareness Mie Instan Air Mineral 24 hours delivery service Pasta Gigi Coffee Ayam Goreng Bank Pizza

Daya Tarik visual Desain kemasan harus mampu memberikan reaksi yang spontan dari pembeli. Dianjurkan untuk mendesain kemasan yang: Sederhana Memiliki tampilan yang menyenangkan sekalipun terlihat jauh Mudah dikenali Memiliki identitas yang jelas

Bentuk Bentuk kemasan merupakan pendorong utama yang membantu menciptakan seluruh daya tarik visual. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain bentuk kemasan: Bentuk sederhana lebih disukai daripada yang ruwet Bentuk yang teratur akan memiliki daya tarik lebih daripada yang tidak teratur. Bentuk bujur sangkar dan yang mendekatinya lebih disukai daripada persegi panjang, dan kotak yang mempunyai dasar bujur sangkar lebih disukai, jika kemasan dikelompokkan bersama pada sebuah rak.

Bentuk Bentuk harus dapat menyentuh perasaan dan lembut. Sebuah bentuk yang cembung lebih disukai daripada yang cekung, karena secara teori bentuk cembung memiliki kualitas perasaan yang mengundang seseorang untuk mengambilnya, contoh: botol coca-cola Bentuk bulat lebih disukai oleh wanita, dan mereka lebih menyukai bentuk lingkaran daripada segitiga. Bentuk bersiku lebih disukai oleh pria dan dianggap lebih jantan, pria lebih suka bentuk bersiku (misal segitiga) daripada bulat. Bentuk seharusnya mudah terlihat dan tidak berdistorsi bila dipandang dari luar/jauh.

Penampilan Penampilan dari suatu kemasan sangat berpengaruh terhadap penjualan produk. Biasanya penampilan dilihat dari tata letak desain keseluruhan, antara teks dan gambar. Beberapa hal yang umumnya diperhatikan dalam mendesain suatu kemasan: Penampilan jangan terlalu “keras” tetapi lembut dan menyentuh perasaan. Perhatikan hal-hal inin terutama untuk produk-produk yang dipakai wanita. Utamakan tampilan utama (merk, produk, dll) dan jangan latar belakang yang juga ditonjolkan sehingga tidak ada titik fokus. Kontras warna juga jangan terlalu menyolok.

Trend Saat menciptakan suatu desain kemasan, perlu juga diperhatikan trend yang ada dan berlaku saat itu. Suatu desain kemasan yang kelihatannya ketinggalan jaman bisa kehilangan penjualannya. Tetapi hal tersebut tidak berarti bahwa desain harus sering diubah, karena perubahan yang terlalu sering akan mengakibatkan resiko hilangnya citra dari merk atau produk tersebut. Seorang desainer kemasan harus selalu mengikuti perkembangan desain grafis agar setiap desain yang dihasilkan dapat mengikuti era saat itu dan dapat diterima oleh pembeli produk tersebut.

Tata Letak Desain Keseimbangan (balance): penataan unsur-unsur agar mencapai suatu kesan visual yang menyenangkan. Titik pandang (focus): menonjolkan salah satu unsur untuk menarik perhatian. Lawanan (contrast): penggunaan warna yang sangat berbeda untuk menarik perhatian. Perbandingan (proportion): ukuran yang serasi, panjang, lebar, besar-kecil, tebal-tipis. Alunan (gaze motion): penataan antara merk, logo, ilustrasi, teks, dan tanda lainnya agar mudah dibaca/dilihat. Kesatuan (unity): kesatuan penampilan dan tata letak agar efektif.

Warna Kemasan Ada 2 prinsip yang mempengaruhi fungsi warna dalam pengemasan suatu produk, yaitu: Warna kemasan harus mewakili produk yang dikemas. Warna kemasan harus memiliki daya tarik visual dan memberikan sumbangan yang besar pada proses pemasaran.

Warna Kemasan Merah Merah Oranye Oranye Merah kekuningan Merah muda Merupakan warna terbaik dari seluruh warna karena nilai daya tariknya tinggi. Merah Oranye Sama baiknya dengan merah, bahkan dengan nilai daya tarik yang lebih tinggi. Oranye Nilai daya tarik bagus tetapi tidak sekuat merah-oranye. Merah kekuningan Baik sebagai latar belakang bahan makanan, membangkitkan selera. Merah muda Kurang menarik jika diletakkan di tempat penjualan tetapi dianjurkan untuk makanan yang manis.

Warna Kemasan Coklat Kekuningan Coklat Kuning Hijau Putih Tepat untuk produk bakery Coklat Berbagai corak coklat yang hangat memiliki asosiasi dengan banyak macam makanan. Kuning Dapat dilihat dengan sangat jelas dan direkomendasikan untuk menarik perhatian. Hijau Sifatnya netral dan lebih banyak untuk makanan yang mengandung sayuran. Putih Selalu dapat diterima tetapi dampaknya kurang. Biasanya kalah bersaing dengan produk yang lain jika ditempatkan bersama-sama.

Warna Kemasan Biru Hijau Ungu Ungu pucat Hitam Abu-abu Merupakan warna latar belakang khususnya untuk produk daging, tetapi kurang direkomendasikan untuk produk instan. Ungu Tidak direkomendasikan sebagai warna utama. Ungu pucat Berbagai corak violet yang lebih pucat bisa digunakan untuk beberapa produk bakery, tetapi bukan sebagai warna dasar. Hitam Biasanya hanya dipakai sebagai kontras. Abu-abu Tidak direkomendasikan untuk pengemasan bahan makanan.

Text Grafik/text dari kemasan harus minimal dapat menyampaikan pesan-pesan ini dengan cepat dan jelas: Apa itu: bisa dalam bentuk arti sebenarnya (mie instan, kacang atom, dll), atau nama dagang yang sudah popular (coca-cola, rinso, dll) Titik perbedaan/differentiation: pesan ini yang akan mendorong si calon pembeli untuk memilih produk yang bersangkutan di antara yang sejenis. Pesan yang memberi jaminan: bisa berupa merk, atau pernyataan dari Depkes, dll.

Merk Sebaiknya maximum 5-6 karakter Merek lebih besar lebih baik daripada obyek-obyek lain. Tipe huruf untuk merk, hindari jenis huruf yang unik.